Home / Drama Seri Korea Terbaru / Sinopsis “Mrs. Cop” Episode 7 Bagian Pertama

Sinopsis “Mrs. Cop” Episode 7 Bagian Pertama

Gambar1

[Baca juga: Sinopsis Mrs Cop Episode 7 Bagian Kedua]

Presiden Kang datang ditemani sekertaris Kim mengunjungi Jae Won di penjara dan memberitahu hukuman yang akan ia jalani adalah lima tahun berdasarkan lobi yang telah mereka lakukan dengan Jaksa Ko.

Tapi Peresiden Kang mengingatkan bahwa meskipun hukumannya selama lima tahun tidak selamanya lima tahun itu semuanya sama. Sekertaris Kim menjelaskan pada Jae Won jika mereka sedang mengurusnya dan akan segera memberitahunya ketika semuanya sudah dikonfirmasi.

Gambar2

Presiden Kang dan Kepala Yeom Sang Min bertemu di sebuah restoran kecil empat mata (berarti ada lagi yang harus ia lindungi). Presdir Kang berbasa-basi mengatakan bahwa dia berterima kasih padanya karna telah menangkap semua pengedar narkoba sehingga kepala Yeom bisa mempertahankan posisinya. Tapi menurut Presiden Kang para pengedar narkoba meskipun diberantas mereka akan tetap muncul kembali.

Kepala Yeom langsung memotong pembicaraanya, dan bertanya apa yang sebenarnya ingin ia katakan. Presiden Kang memberitahunya bahwa meskipun dia menyapu bersih industri itu, dia masih dengan sangat mudah dapat membangunnya kembali, membuatnya terkejut mengetahui  jika Presiden Kang juga terlibat dalam bisnis seperti itu. Presiden Kang menjelaskan bahwa itu semua karna uang dan bagaimana bisa seseorang hanya hidup dengan nasi.

Gambar3

Setelah melihat dengan teliti semua berkas laporan yang dikumpulkan oleh Young Jin tentang kasus narkoba, kepala Yeom akhirnya memutuskan untuk menyerahkannya kepada Tim Narkotika karna takut mereka akan marah karna divisi kejahatan kekerasan mengambil kasus yang seharusnya mereka tangani.

Young Jin tak terima keputusan kepala Yeom dan memberinya saran agar meyakinkan Tim Narkotika bekerja sama dengan timnya untuk mengusut kasus itu bersama-sama karna menurutnya itu bisa menjadi kasus besar, tapi dia malah memberinya perumpamaan; pernahkah dia melihat seseorang menyerahkan mangkuk nasinya. Dia kemudian memerintahkan Young Jin untuk mengatur kasus  yang ada di bawah kewenangannya dan menyerahkan kasus itu pada Tim Narkotika.

Gambar4

Young Jin menasihati Do Young untuk ceria karna melihat tampangnya yang lagi bête ketika yang lainnya lagi asyik bermain permainan tangga.

Jae Deok protes mengetahui kasus narkoba yang mereka temukan akan diambil alih oleh Tim Narkotika padahal mereka sudah bersusah payah menemukan buktinya, tapi Young Jin berkata padanya bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu sebagai balasannya.

Young Jin kemudian memerintahkan Han Jin Woo untuk menemukan Jang Eun Young, satu-satunya gadis yang berhasil selamat dari perdagangan anak-anak.

Gambar5

Hanya karna salah paham, maka perang dingin antara Do Young dan Jin Woo berlanjut ketika mereka sedang menunggui seorang siswa di depan sebuah sekolah untuk mendapatkan informasi tentang Jang Eun Young. Do Yong menatap dengan sinis Jin Woo dan mengancamnya bahwa ia bisa saja menulis laporan tentang tindakan teman satu timnya dalam sebuah kasus dan menyerahkannya pada Young Jin, Jin Woo tak ambil pusing malah menyuruhnya untuk menulis semuanya dengan detail.

Melihat sikap Jin Woo yang cuek-cuek saja, Do Young malah berjanji padanya jika ia akan menulis semuanya tanpa sedikitpun yang tertinggal.

Mereka mendatangi tempat tinggal Eun Yung sebuah bangunan tua yang usang dan tidak terurus setelah mendapat informasi dari temannya, Da Kyung. Setelah mereka masuk, Do Young hampir tak percaya jika seseorang bisa tinggal di tempat kotor seperti itu, tapi Jin Woo menemukan sebuah struk belanja tertulis tanggal kemarin  sehingga meyakinkan mereka jika Eun Young benar-benar tinggal di tempat itu, tak hanya itu Do Young juga menemukan bingkai foto Eun Young bersama ibunya yang jatuh di lantai.

Gambar6

Do Young sibuk menulis laporan tentang kelalaian Jin Woo yang menyebabkan Kang Ji Yeon terluka sampai dia lupa makan siang, dan memberikan laporannya pada Jin Young.

Young Jin mendapat telpon dari rumah sakit yang memberinya kabar bahwa Ji Yeon telah siuman.

Kang Ji Yeon akhirnya sadar dan menjelaskan segalanya kepada Young Jin, Jin Woo dan Do Young yang datang ke rumah sakit menjenguknya; bahwa sebenarnya dia sangat ingin membunuh Young Nam dengan tangannya sendiri karna telah membunuh Eun Jung. Young Jin menjelaskan padanya seandainya Jin Woo tak ada disana, dia mungkin telah mati, dan meminta maaf pada Jin Woo karna telah membahayakan nyawanya.  Mendengar pengakuan Ji Yeon, wajah Do Young jadi pucat (karna selama ini telah salah paham menilai Jin Woo).

Di restoran Jae Deok, Do Young sampai tak berani menatap Jin Woo karna malu dan meminta maaf. Tapi Jin Woo mengatakan bahwa dia bisa memaklumi sikap Do Young yang tidak melihat tindakan Ji Yeon ketika ia tiba-tiba mengeluarkan pisau dari kantungnya, dan tertawa. Do Young tersinggung melihatnya tertawa, menganggap tawa Jin Woo itu dikarenakan tindakan konyolnya.

Jin Woo membantahnya, tapi Do Young terus saja mengoceh dengan berkata bahwa dia sangat malu sampai mau mati rasanya. Karna terus saja didesak, Jin Woo akhirnya buka mulut mengapa ia sampai tertawa dengan berkata: “Karna saya suka caramu.”

Gambar7

Seorang pria berbaju hitam menyandera seorang gadis remaja dengan menutup mulutnya dengan selotip dan mengikatnya di sebuah danau. Di depan anak ini yang sangat ketakutan, si pria berkata sambil memperlihatkan handphone si korban; jika ibunya mengangkat telponnya sebelum berdering selama 10 kali, maka ibunya bisa datang menyelamatkannya, tapi sebaliknya jika dia tidak mengangkat, maka permainan akan berakhir disini. (dengan kata lain dia akan mati)

Si pria ini mulai menelpon ibu korban, menanti pada deringan kesepuluh sambil tersenyum dan terdengar alunan musik klasik, dan pada akhirnya si gadis ini mati di bunuh pada malam itu.

Gambar8

Sedang bersama Young Jin di kafe, Do Young memberanikan dirinya untuk bertanya mengapa Divisi Kejahatan Kekerasan hanya mengurus kasus-kasus kecil. Dia kemudian menjawabnya bahwa tugas seorang polisi adalah untuk mencegah kejahatan dan kecelakaan, dan apa yang akan terjadi jika mereka hanya membiarkan anak-anak pelarian itu berkeliaran, jika mereka kehabisan uang dan lapar, mereka akan mencuri apapun yang mereka bisa, memenjarakan kriminal adalah tugas mereka, tapi seharusnya mereka juga mencegah kekerasan itu terjadi.

Young Jin kemudian menasihati Do Young karna dia alumni dari Universitas Polisi elit sehingga nantinya akan dipromosikan lebih cepat dan akan duduk di posisi lebih tinggi darinya, untuk tidak hanya memikirkan bagaimana memasukkan orang di penjara, tapi juga memikirkan tentang bagaimana mencegahnya.

Gambar9

Di tempat sauna, Eun Young duduk dengan gelisah sambil mengamati handphone seorang pria yang sedang tertidur pulas. Saat berhasil mencurinya, si pemilik lantas mengsms Eun Young dan meminta agar mengembalikan handphonenya dan akan memberinya sejumlah uang karna di handphone itu ada foto ibunya yang telah meninggal.

Eun Young pergi menemui pria itu, dan di saat yang sama Young Jin bersama Jin Woo dan Do Young datang mencarinya di sauna, tapi tidak menemukannya.

Eun Young bertemu dengan si pemilik handphonenya, dan dengan ramah si pria ini menyapa dan memintanya untuk naik ke mobilnya untuk pergi mentraktirnya makan.

Ketika masuk ke dalam mobil, Eun Young merasa ada yang aneh ketika melihat kaca depan mobil tepat di bagian tempat duduknya retak, dan ia segera memberi handphonenya dan ingin keluar dari mobil. Tapi si pria ini malah mengunci pintu mobilnya dan menuduh Eun Young telah mencuri handphonenya.

Pria ini kemudian mengancam Eun Young berkata: “Saya akan melaporkannya ke polisi jika kau sampai keluar dari mobil, tapi jika kau bermain-main denganku sebentar maka aku akan berpura-pura itu tidak pernah terjadi.”

Merasa terancam, Eun Young kemudian melemparkan mata pria ini dengan minuman yang ada di mobilnya sehingga ia berhasil keluar dan lari. Si pria ini terus mengejar Eun Young, dan teriakannya terdengar oleh Young Jin, Do Young dan Jin Woo yang sedang sibuk mencarinya.

Mereka segera bergegas datang untuk menolongnya tanpa mengetahui jika dia adalah Eun Yong yang mereka cari. Saat si pria ini berhasil mengejarnya, dan berteriak untuk tidak mengganggunya, si pria ini malah datang mendekatinya dan tiba-tiba Jin Woo datang menghentikannya.

Si pria ini mengaku jika wanita yang ia kejar telah mencuri handphonenya, tapi Eun Young malah balik menuduhnya jika dia berusaha menganiayanya, dan ketika melihatnya Young Jin mengenali jika dia adalah Jang Eun Young, gadis remaja yang selama ini ia cari.

Gambar10

Dengan tangan diborgol Seo Seung Hoo akhirnya dibawa ke kantor polisi bersama Eun Young. Tapi setelah mereka memeriksa kamera CCTV di tempat sauna, akhirnya kedapatan Eun Young adalah pencurinya. Seo Seung Ho kemudian memutar balikkan fakta dengan menuduh Eun Young tidak hanya mencoba mencuri  handphonenya tapi juga menggodanya sehingga di dalam mobil dia mencoba menasihatinya tapi dia malah mengatainya orang tolol, melempar minuman di wajahnya dan lari, itulah mengapa ia sampai mengejarnya.

Eun Young membantah keras semuanya dan menyindir skenario yang ia buat untuk menarik simpati polisi, tapi Do Young malah bertanya padanya: “Apa dia berbohong tentang mencuri handphonenya?”

Dia membela diri dengan mengatakan bahwa dia mencuri karna hampir mati kelaparan, dan  mencuri adalah satu hal dan kekerasan seksual juga adalah yang lain dan berharap jika mereka berdua telah salah paham satu sama lain dan bisa melupakan masalahnya.

Tapi karna Seo Seung Hoo tak punya catatan criminal sedikitpun, dia lantas dibebaskan dan Eun Young ditahan. Eun Young tak terima dan terus saja berteriak menyalahkan mereka yang tak mempercayainya dan malah membebaskan pria yang telah berbohong.

Gambar11

Di ruang interogasi, Eun Young hanya bisa diam saja tanpa menyentuh sedikitpun makanan yang diberikan padanya, dan menatap Young Jin dengan amarah yang masuk untuk menginterogasinya.

Young Jin berkata padanya bahwa setiap kali ada yang datang disini, semua orang memiliki eksperesi yang sama, memikirkan betapa tidak adilnya ini, dan tidak perduli seberapa tidak adilnya ini tidak akan membantunya untuk keluar dari sini.

Tapi dia memberinya penawaran bahwa dia akan membantunya asalkan dia mau buka mulut tentang tempat persembunyian orang-orang yang mencoba mengirimnya ke Jepang.

Eun Young tak mau buka mulut malah berkata: “Mengapa kau bertanya padaku. Saya hanya seorang pembohong besar,” dan berpikir jika penjara adalah tempat yang baik untuk tidur karna tak punya tempat untuk dituju.

Gambar12

Keesokan paginya, Young Jin merobek surat penahanan Eun Young, dan menyuruh Do Young untuk melepaskannya. Tak terima dengan keputusannya, Do Young ingin protes tapi malah ditarik oleh Jin Woo keluar. Do Young menumpahkan unek-uneknya dengan berkata bahwa Kapten (Young Jin) melepaskan Eun Young karna ingin mendapat informasi tentang gang perdagangan seks, dan berpikir jika tindakannya itu tidak benar.

Jin Woo berpendapat lain dengan mengatakan bahwa Eun Young mencuri karna lapar, dan telponnya telah dikembalikan kepada si pemilk, tapi Do Young membantahnya bahwa mereka bukan guru sekolah tapi petugas polisi.

Jin Woo dengan tegas berkata pada Do Young: “Jika kau melakukannya meskipun kau tak ingin, maka ikut perintah kapten. Bahkan jika kau pikir itu tidak adil, dalam beberapa situasi, tidak apa-apa melakukannya.”

Jin Woo dan Do Young mengantar Eun Young sampai ke rumahnya, dan memerintahkan Do Young untuk tetap berada disisi Eun Yong sampai ia buka mulut. Do Young menolak perintah Jin Woo dengan memberinya alasan jika dia dia masuk ke Divisi Kejahatan Kekerasan bukan untuk mengurus anak seperti itu, tapi Jin Woo malah menyuruhnya untuk cepat turun dari mobil karna dia harus pergi mengkonfirmasi identitas kematian yang tak wajar.

Gambar13

Melihat Do Young masuk ke kamarnya, dia kemudian memperingatkan Do Young bahwa di dalam kamarnya tidak ada listrik, ada banyak binatang-binatang kecil dan tikus, dan tidak ada air, dan segera bertanya padanya apa dia bisa tinggal di tempat seperti ini. Sambil melihat sekelilingnya, Do Young kemudian berkata bahwa penjara bahkan jauh lebih baik.

Do Young kemudian datang mendekati Eun Young yang sedang berbaring sambil membaca buku, dan bertanya: “Apa kau tak akan bicara, tak perduli apapun itu?,” Eun Young malah asyik membaca buku dan bersikap seolah-olah ia tak ada, membuatnya pusing tujuh keliling.

Do Young seharian mengikuti Eun Young, dan panas hati melihat pelanggaran hukum yang ia lakukan di depan matanya.

***Bersambung ke Bagian Kedua***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*