Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Cina / Sinopsis Eternal Love (Ten Miles of Peach Blossoms) Episode 1 Drama China

Sinopsis Eternal Love (Ten Miles of Peach Blossoms) Episode 1 Drama China

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Dramanya dimulai dengan menampilkan latar yang sangat indah. Mo Yuan (Mark Chao) berada di sebuah gua dan kemudian menerbangkan sebuah kipas dimana sekelompok murid mengejar kipas terbang itu di Gunung KunLun.

Seorang murid berhasil menangkap kipasnya, tapi anehnya kipas terbang itu terlepas dari tangannya. Mo Yuan datang dan menangkap kipas terbang itu, dan segera para murid memberi hormat pada guru mereka untuk memberikan selamat karna mendapatkan benda ajaib ini. Salah satu dari muridnya berkata bahwa Gunung Kunlun belum memiliki sebuah senjata sejak Lonceng Kaisar Timur. Namun tiba-tiba saja kipas terbang itu terlepas dari tangannya sehingga Mo Yuan berpikir dalam hatinya: “Apa itu pertanda saya akan mendapatkan seorang murid baru?”

Bai Qian (Yang Mi) muncul di Gunung Kunlun dengan seorang pria, yang dikenal sebagai Zhe Yan si abadi. Bai Qian melihat ada  sesuatu yang bersinar di atas sana, dan Zhe Yan berkata dia akan tahu ketika mencapai puncaknya. Tiba-tiba saja Zhen Yan mengubahnya menjadi seorang pria, dan memberitahunya bahwa Gunung KunLun tidak menerima murid perempuan, sehingga  dia harus berubah menjadi seorang pria jika  ingin menjadi seorang murid.

Zhe Yan  berkata mulai dari sekarang dia bulan lagi Bai Qian, putri dari raja Qing Qiu, tapi akan dipanggil Si Yin, seekor serigala liar yang ia temukan yang dikirim ke Gunung KunLun untuk menjadi murid Mo Yuan.

Bai Qian bertanya apa ada yang akan melihat penyaramannya. Zhe Yan berkata itu bergantung keberuntungan, karna murid-murid Mo Yuan tidak akan memiliki kemampuan itu namun  apakah Mo Yuan bisa melihatnya sebagai seorang wanita, itu bergantung keberuntungannya hari ini.

Saat memasuki Gunung KunLun, Bai Qian bertemu dengan seorang pria yang juga berkeinginan menjadi murid Mo Yuan. Bai Qian berpikir dalam hatinya, “Dari mana asal anak bandel ini? Dia mencoba untuk mengambil tempatku sebagai murid?”

Zi Lan menatap dengan sinis dan menyindir Si Yin, “Pengikut lain yang bodoh dan tidak kompeten yang mengandalkan dukungan kakak tertua di keluarganya untuk menjadi seorang murid. Mo Yuan adalah  Dewa Perang tertinggi. Bagaimana mungkin dia menerima seekor serigala yang kurus dan lemah?”

Tak lama kipas terbang itu datang dan berhenti di depan Si Yin, dan anehnya Si Yin berhasil memegangnya sebagai pemiliknya. Semua murid terkejut, begitu pula Mo Yuan. “Anehnya. Kipas itu memilihnya sebagai pemiliknya,” pikir Mo Yuan dan sepertinya Mo Yuan bisa melihat penyamarannya.

“Saya pikir Dewa Perang memiliki penampilan yang galak dan hebat. Siapa yang sangka wajahnya bahkan jauh lebih tampan dibanding Zhe Yan,” pikir Si Yin. Si Yin kemudian memperkenalkan dirinya, dan karna kipas itu Mo Yuan akhirnya memutuskan menerima Bai Qian ke dalam kaumnya.

Kemudian Si Yin dan Zi Lan menjadi murid Gunung Kunlun. Mo Yuan berkata bahwa Gunung Kunlun telah memiliki 15 murid, dan ia bingung menetapkan siapa yang harus menjadi senior diantara mereka berdua karna mereka datang dihari yang sama sehingga Mo Yuan meminta pendapat Zhe Yan.

Si Yin langsung melirik pada Zhe Yan untuk berharap dia tidak memilihnya sebagai junior, tapi malah sebaliknya. Seketika itu, Si Yin protes  jika harus menjadi junior (murid ke 17) dan membatalkan niatnya untuk menjadi murid Mo Yuan.

Dia  ditegur bahwa Si Yin tidak seharusnya bersikap seolah tidak menghargai Gunung Kunlun, meskipun dia dibawa disini oleh Zhe Yan. Mo Yuan bertanya mengapa dia berubah pikiran, dan Si Yin berkata bahwa dia adalah yang termuda di keluarganya hanya karna dia yang lahir  terakhir: “Bagaimana saya juga menjadi yang paling junior disini hanya karna saya datang beberapa saat kemudian setelah dia? Betapa tidak beruntungnya?”

Karna dia protes dengan statusnya sebagai murid ke 17, Mo Yuan kemudian memberikan kipas terbang ajaibnya. Para murid-murid  lainnya menganggap Si Yin beruntung karna itu satu-satunya senjata ajaib yang muncul beratus-ratus  tahun di Kunlun. Si Yin bersedia menjadi muridnya, dan bertanya apa nama kipasnya. Mo Yuan menjawab Kipas Kemurnian Permata Kunlun.

Sementara itu di nirwana, Raja Langit diberitahu oleh seorang putranya tentang Mo Yuan yang memberikan sebuah Kipas Kemurnian Permata Kunlun pada seorang muridnya bernama Si Yin, seekor serigala liar yang dibawa oleh Zhe Yan. Maha Dewa cukup terkejut dengan berita itu, karna menurutnya senjata-senjata Gunung Kunlun memiliki kekuatan untuk menakutkan empat laut.

Sedikit latar belakang tentang  Bai Qian. 10,000 tahun yang lalu, surga mengalami kekacauan. Para dewa kuno juga mengalami malapetaka dan meninggal satu persatu. Didalam Suku Langit, hanya ada Kaum Naga, kaum Phoenix, dan Kaum Serigala Putih berekor sembilan yang memiliki keturunan yang tersisa di dunia ini sekarang dan yang dihargai di dalam suku langit. Pemain utama wanita  kita memiliki nama asli Bai Qian, putri termuda dari Raja Serigala Bai Zhi, tapi karna dia sering membuat masalah sehingga Zhe Yan (si abadi phoenix tua) diminta  untuk mengirimnya ke Gunung Kunlun dan mengubahnya menjadi seorang laki-laki, dan itulah yang terjadi dimana Si Yin menjadi murid Kunlun selama 20,000 tahun.

Si Yin dan Zi Lan datang ke dunia manusia dan berebutan untuk meramal seorang wanita berpakaian putih. Seorang pria iseng datang dan mengganggu wanita berpakaian putih itu, tapi seorang pria lain datang dan menolongnya. Zi Yin dan Zi Lan kemudian memutuskan untuk secepatnya kembali ke Gunung Kunlun agar tidak ketahuan oleh Mo Yuan, namun diam-diam wanita berpakaian putih itu mengikuti mereka dan mengenali bahwa dia adalah Si Yin, dari kipas yang dipegangnya.

Mereka berdua menghadap Mo Yuan karna telah ketahuan datang ke dunia manusia. Senior Kedua membela mereka, menjelaskan bahwa Si Yin dan Zi Lan tidak membuat masalah dan hanya menawarkan ramalan.  Mo Yuan tidak menegur mereka berdua, tapi memanggil Si Yin untuk ikut dengannya ke tempat penyimpanan anggur dan memberikan tiga botol anggur bunga persik bersik dari Zhe Yan ketika kemarin melewati sepuluh mil dari Hutan Pohon Persik.

Si Yin sangat bahagia, dan Mo Yuan berpesan agar Si Yin tidak terlalu banyak minum karna akan mengganggu kesehatannya.  Si Yin bertanya mengapa dia memberikan anggur untuknya, dan Mo Yuan menjawab bahwa dia tahu besok adalah ulang tahunnya.

Si Yin mengucapkan terima kasih, dan berkata bahwa Mo Yuan sangat baik padanya dibandingkan dengan Zhe Yan. Si Yin membawa tiga botol anggurnya dengan bahagia, tapi tiba-tiba saja wanita berbaju putih, yang tadi mereka temui di dunia manusia, menangkapnya. Wanita itu dikenal sebagai Yao Guang, seseorang  yang jatuh cinta dengan Mo Yuan.

Mendengar namanya, Si Yin mengingat dia telah diberitahu oleh seniornya bahwa Yao Guang mengagumi guru mereka dan bahkan memindahkan rumahnya ke Gunung Kunlun. “Apa dia menginginkan untuk memikat Guru dengan melawannya. Dengan cara demikian akan menghasilkan sedikit  rasa cinta dengan mengenali bakat satu sama lain sehingga dia memanfaatkanku sebagai umpan?,” pikir Si Yin dalam hatinya.

Pengikut Yao Guang memerintahkan Si Yin agar mulai hari ini dia akan mengikuti tuan mereka sebagai muridnya, namun Si Yin menolak dan menegaskan bahwa dia adalah murid ke tujuh belas Mo Yuan.

Si Yin memberitahu Yao Guang bahwa sebagai seorang wanita yang mengagumi seorang pria luar biasa tidaklah memalukan, namun menculik muridnya untuk berinteraksi dengannya adalah sangat memalukan. Karna Si Yin berani berkata kasar padanya dan menolak mentah-mentah untuk menjadi muridnya dan meninggalkan Mo Yuan, Yao Guang mengurungnya di kurungan air bawah tanah yang perlahan naik sampai ke lehernya. Si Yin berteriak agar mereka mengeluarkannya, sementara air yang datang makin meninggi.

Para murid Kunlun segera mencari di seluruh tempat namun mereka mendapati bahwa Si Yin telah menghilang. Mereka penasaran siapa yang berani datang ke tempat mereka, sampai akhirnya mereka beramsumi bahwa Yao Guang yang telah menculik Si Yin, karna selain mereka Yao Guang tahu tempat ini dengan baik dan hanya kediaman Yao Guang yang dekat dengan tempat mereka. Mereka kemudian bergegas memberitahu Mo Yuan.

Yao Guang memeriksa Si Yin telah pingsan. Dia memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkannya dari air setelah sejam dan membujuknya untuk meninggalkan Mo Yuan. Seorang pengikutnya bahkan penasaran mengapa Mo Yuan sangat menyukai Si Yin dan apakah dia terpikat oleh penampilannya.

Mo Yuan datang ke kediaman Yao Guang bersama kedua muridnya untuk menyelamatkan Si Yin. Yao Guang membantah kalau Si Yin tengah berada di kurungan air bawah tanahnya, namun Mo Yuan tahu dia telah berbohong. Mo Yuan membengkokkan pedang yang diarahkan oleh Yao Guang padanya, dan segera mengeluarkan Si Yin yang terendam dalam air.

Mo Yuan menggendong Si Yin, namun Yao Guang berusaha menjelaskan bahwa dia takut jika Mo Yuan memanjakan Si Jin dan akan dikritik oleh mereka yang berada di Istana Langit. “Kapan saya, Mo Yuan, takut atas apa yang orang lain katakan?,” balas Mo Yuan.

Yao Guang berkata bahwa dia melakukan ini demi kebaikannya karna Mo Yuan adalah putra dari istri pertama Raja Langit dan juga seorang Dewa Perang yang seharusnya dipuja diseluruh dunia bukannya dikritik hanya karna seorang murid. Namun Mo Yuan malah memberitahu tentang duel mereka di hari ketujuh bulan ke tujuh, di puncak Gunung Cangwu sebagai balasan atas tindakannya pada Si Yin.

Si Yin dibaringkan di atas sebuah ranjang dan tiba-tiba saja mengigau memanggil Mo Yuan. Mo Yuan duduk disampingnya dan menepuknya dengan perlahan untuk menenangkannya, dan tiba-tiba saja Si Yin memegang tangannya dengan begitu erat.

Saudara Mo Yuan datang ke Gunung Kunlun untuk menengahi duelnya dengan Yao Guang. Saudara Mo Yuan mengungkit tentang hubungan antara Suku Langit dan Suku Hantu tidak lagi sebaik sebelumnya, dan menambahkan bahwa Pemimpin Hantu Qing Cang bisa saja menemukan sebuah alasan kapanpun untuk memulai perang melawan Suku Langit.

Dia mengingatkan bahwa jika persahabatan diantara mereka dipengaruhi oleh hal sepeleh seperti itu sama sekali tidak tepat. Namun Mo Yuan menegaskan dia akan tetap melakukan pertarungan karna tak terima dengan sikap Yao Guang yang masuk seenaknya dan menculik muridnya di Gunung Kunlun, sebuah tanah suci.

Namun dia meminta saudaranya untuk tidak khawatir begitu pula ayahnya karna ini adalah  masalah pribadi antara dia dan Yao Guang. Mo Yuan berkata jika Suku  Langit dan Suku Hantu suatu hari nanti harus berperang, maka baik itu Gunung Kunlun atau Kediaman Yao Guang akan bersama-sama bertarung dengan kekuatan mereka.

Saudara Mo Yuan menyampaikan ucapannya ke ayahanda mereka di Nirwana. Raja Langit mengakui bahwa dia cukup kagum setelah mendengar Mo Yuan memberikan Kipas Kemurnian Permata Kunlun kepada Si Yin, dan bahkan Mo Yuan tanpa ragu ingin bertarung dengan Yao Guang demi serigala itu sehingga dia berharap suatu saat bisa bertemu dengannya dan melihat pemberian apa yang dimilikinya untuk Mo Yuan sehingga putranya sangat menyukainya.

Mo Yuan dan Yao Guang akhirnya bertarung di puncak gunung Cangwu. Pertarungan mereka cukup sengit, namun Mo Yuan berhasil menang. Yao Guang mau tak mau mengakui kekalahannya, dan Mo Yuan menyuruhnya untuk pindah dari Gunung Kunlun, sementara itu diam-diam para murid Gunung Kunlun menyaksikan pertarungan mereka.

Setelah mengakui kekalahannya, Yao Guang berkata ketika peperangan hebat antara Langit dan Hantu, mereka berdua terikat sebagai kawan tapi sekarang semuanya tampak telah memudar. Mo Yuan menegaskan bahwa mereka hanya kenalan, dan dia telah melebih-lebihkan.  Seorang murid Mo Yuan berkomentar, “Guru kembali melukai hati wanita lain,” tapi yang lain menambahkan bahwa itu karna Yao Guang mencari masalah dengan Si Yin.

Setelah Si Yin bangun, Senior Kedua menceritakan bahwa dia segera tertidur ketika kembali dan bahkan memegang tangan Guru mereka saat bermimpi dan bergumam mengalami kesakitan. Seniornya menambahkan bahwa Guru  mereka bahkan menepuk belakangnya dan menenangkannya: “Kau seperti seorang gadis kecil.”

Senior, Ling Yu, datang membawakan makanan dan menyampaikan pesan Mo Yuan pada Si Yin untuk membuat 30,000 salinan  buku ‘Kekosongan Klasik yang sesungguhnya” dalam setengah bulan sebagai hukumannya. Dia juga diberitahu bahwa ada seorang tamu wanita yang datang kesini untuk menemuinya. Tamunya bernama Xuan Nu, adalah sanak pamili dari sukunya.

Xuan Nu menyapa Si Yin, dan menjelaskan bahwa dia telah mendengar dari saudaranya bahwa dia telah tinggal dengan Zhe Yan selama ribuan tahun dan berteman baik dengan Qing Qiu. Xian Nu membawa surat dari kakak keempat Si Yin, Bai Zhen. Di dalam suratnya, kakak Si Yin memberitahukan bahwa Xuan Nu telah melarikan diri dari sebuah perkawinan yang telah diatur dengan kaum beruang dan berpikir bahwa Gunung Kunlun adalah Tanah Suci sehingga orang-orang tidak akan mencarinya disana, dan juga berharap agar Si Yin menyembunyikannya disana dan menjaganya. Selain itu, kakak ke-empatnya juga memberitahukan bahwa Xuan Nu tidak tahu dia adalah Bai Qian dari Qing Qiu.

Si Yin segera pergi menemui Mo Yuan untuk meminta izin agar diperbolehkan mengajak Xuan Nu tinggal disini. Mo Yuan setuju untuk mengijinkan Xuan Nu tinggal tapi di tempat tinggal Si Yin. Mo Yuan kemudian bertanya tentang tugas salinannya, Si Yin segera mencari-cari alasan untuk meminta tugasnya diringankan, tapi Mo Yuan menolak sehingga mau tak  mau Si Yin terpaka setuju menyelesaikan tugasnya.

Si Yin kemudian mengajak Xuan Nu ke tempat tinggalnya, dan Xuan Nu bertanya apa saat Si Yin  tinggal di 10 mil dari Hutan Pohon Persik tidak ada orang yang bilang padanya kalau dia sangat mirip dengan Bai Qian. Si Yin dengan  gugup menjawab bahwa orang-orang bilang seperti itu, dan bahkan Kakak Keempatnya mengatakan mereka seperti kembar.

Si Yin berkata bahwa Xuan Nu juga memiliki pesona yang sama dengan Bai Qian, namun Xuan Nu berkata bahwa dia tidak bisa dibandingkan dengannya karna Bai Qian adalah wanita pemimpin masa depan Qing Qiu. Xuan Nu berkata bahwa dia khawatir persembunyiannya di tempat ini percuma karna pada akhirnya dia akan menikahi  roh beruang hitam itu, namun Si Yin menasihatinya untuk tidak berkecil hati.

Setelah berbincang dengan Xuan Nu, Si Yin kemudian pergi ke kolam bunga  teratai emas kecil. Dia memberitahu bunga kecil itu bahwa mulai hari ini, dia akan mulai untuk menyalin ‘Kekosongan Klasik yang sesungguhnya’ sebanyak 30,000 kali sehingga tidak akan bisa merawatnya. Namun dia berjanji akan kembali merawatnya setelah kembali.

Si Yin menyentuh bunga teratai itu dan kemudian pergi, dan setelah ia pergi bunga teratai itu bersinar.

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*