Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Jepang / Sinopsis Majo No Jouken (Forbidden Love) Episode 1 Drama Jepang

Sinopsis Majo No Jouken (Forbidden Love) Episode 1 Drama Jepang

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-1 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-2 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-3

Michi Horose (Nanako Matsushima), berusia 26 tahun, diam-diam bangun setelah hari telah pagi, membiarkan kekasihnya lelap tertidur. Tapi saat ia akan pergi, Masaru (Tetsuya Bessho) tiba-tiba saja bangun dengan hanya menggunakan sebuah celana boxer dan memberinya sebuah cincin.

Dia melamar Michi. Meskipun berkata ya dan bersedia untuk menikah dengannya, namun raut wajah Michi tampak terkejut. Michi meyakinkan Masaru bahwa dia hanya tidak pernah memikirkan lamaran dalam situasi seperti ini.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-4 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-5 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-6

Dalam perjalanan kembali ke rumahnya setelah menghabiskan waktunya bersama kekasihnya, Michi hampir saja ditabrak oleh seorang pengendara motor. Lengan pengendara bermotor itu tergores karna terjatuh, dan bersikeras melarang Michi memanggil ambulance.

Michi kehilangan cincinnya, dan anak muda itu mendapatkan cincinnya dan memberikannya pada Michi, tanpa memberitahu dia siapa. Anak muda itu langsung pergi dan Michi mendapati ponselnya terjatuh.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-7 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-8

Michi pun diam-diam kembali ke rumahnya, tapi kedatangannya ke rumah ketahuan oleh ayah dan ibu dan bahwa dia bermalam di rumah Masaru. Ibu berharap mereka akan menikah, dan Michi mengurungkan niatnya memberitahu kedua orang tuanya bahwa dia telah dilamar oleh Masaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-9 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-10

Michi bergegas berangkat ke sekolah, dan setibanya di sekolah dia menyapa Jun (Maiko Yamada), tapi malah diacuhkan.  Baru saja datang di ruang guru, seorang guru memanggil Minchi dan mengkritik pakaian anak murid perempuan di kelasnya. Dia menasihati Michi untuk membimbing anak walinya, dan menyindir bahwa dengan  hanya melihat siswanya sudah bisa menilai gurunya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-13

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-11 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-12

Michi tak berani melawan karna dia guru senior, dan berusaha menahan amarahnya. Meskipun demikian Guru Matsuoka menawarkan permen karet untuk menenangkan hatinya, tapi Michi menolak. Guru Matsuoka mengungkapkan bahwa dia ada di pihaknya, dan bersedia membelanya apabila guru itu mengganggunya lagi, dan Michi menolak sarannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-14 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-15

Wakil Kepala sekolah kemudian memanggil Michi dan menginformasikan bahwa murid pindahan yang mereka bicarakan di hari sebelumnya akan ditempatkan dikelasnya. Michi terkejut karna mengetahui murid pindahan tersebut juga  berhenti di sekolah sebelumnya dan seorang murid yang bermasalah.

Meskipun berusaha menolak, wakil kepala sekolah meyakinkan Michi bahwa sekolah  percaya dengan kemampuannya, dan berjanji akan membelanya apabila terjadi sesuatu.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-18 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-19

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-16 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-17

Lonceng sekolah telah berbunyi, dan Michi masuk ke ruang kelas mengajarnya untuk mengumumkan bahwa akan ada seorang anak pindahan di kelas mereka. Dari kaca jendela sekolah, Michi melihat wajah murid pindahan tersebut tidak asing baginya, dia adalah murid yang tadi pagi ia temui. Murid pindahan itu bernama Hikaru Kurosawa (Hideaki Takizawa), berusia 17 tahun, yang telah dikeluarkan dari beberapa sekolah.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-20 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-21

Michi keluar menemuinya, dan Hikaru sama terkejutnya. Hikaru menolak ikut masuk ke kelasnya dan berkata tidak ada sesuatu yang baik yang bisa ia nantikan jika tetap tinggal disini. Michi berbicara dengan suara pelan, “akan ada,” dan menambahkan bahwa murid-murid di kelasnya baik-baik.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-22 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-23

Berjalan menuju kelas, Michi bertanya bagaimana dengan lukanya. Hikaru menyinggung tentang cincin pertunangannya, dan menduga dia akan berhenti sekolah karna akan segera menikah. Michi meminta Hikaru untuk tidak memberitahu siapapun tentang pertunangannya,  dan Hikaru bersedia asalkan Michi juga merahasiakan sepeda motornya. Michi mengangguk, dan Hikaru  menganggapnya sebagai tanda setuju.

Hikaru masuk ke kelasnya dan memperkenalkan dirinya di depan teman-teman barunya, dan duduk sebangku dengan Jun.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-24

Disaat Michi menjelaskan mata pelajaran Matematika di depan papan tulis, murid-muridnya malah tidak memperhatikan penjelasannya – ada yang cuman asyik berbincang dengan temannya, dan ada pula yang pandangannya fokus di depan tapi tampaknya pikirannya melayang.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-25

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-26

Michi mencoba dekat dan menegur beberapa muridnya dengan cara yang halus, tapi usahanya tidak mendapat sambutan yang baik dari mereka. Mereka berani membentak Michi, dan bahkan Jun sampai berani menyobek soal matematika di depannya, dan kemudian pergi meninggalkan kelas.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-27 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-28

Kejadian yang membuat suntuk dan stress, akhirnya dilampiaskan juga oleh Michi saat ngumpul bareng dengan temannya, Kiriko Uda di sebuah restoran. Dia menceritakan bagaimana sikap kurang ajar murid-muridnya dan seorang guru wanita yang dianggapnya menyebalkan.

Awalnya Michi berpikir akan lebih baik menjadi seorang guru selama sisa hidupnya, tapi sekarang dia berpikir pernikahan akan jauh lebih baik. Kiriko menebak kekasihnya telah melamarnya, dan melihat raut wajahnya yang tampak biasa saja, dia bertanya ada apa, dan apa Michi telah jatuh cinta pada seseorang. Michi membantahnya, dan kemudian mengalihkan perbincangan mereka dan bertanya  apa Kiriko telah memiliki kekasih.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-29 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-30

Setelah makan malam, Michi pulang ke rumah dan bertanya pada ibunya mengapa dia menikah dengan ayah.

Michi menebak mereka menikah karna cinta, dan dengan penuh antusias bertanya apa yang dikatakan ayahnya ketika melamarnya. Ibu berkata dia lupa, dan saat ayahnya pulang Michi segera menyudahi perbincangan mereka; tapi ternyata ayahnya telah mengetahui bahwa Masaru telah secara resmi melamarnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-31 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-32

Michi terkejut, dan menelpon Masaru untuk meminta penjelasan tentang hal ini. Masaru membela diri bahwa ia mengira Michi telah memberitahu orang tuanya, dan memutuskan akan datang berkunjung ke rumahnya.

Hikaru datang ke ruangan aula, dimana Jun duduk sendirian sambil membaca. Hikaru bertanya apa yang ia baca dan apa itu menarik. Jun tak meresppn, dan hanya memperingatkan bahwa Hikaru akan diabaikan oleh murid yang lain apabila berbicara dengannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-33 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-34 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-35

Hikaru bertanya mengapa, dan berkata dia tak perduli jika diabaikan. Hikaru bertanya apa guru mereka tahu. Jun mengaku diberitahu oleh Michi untuk datang padanya jika sesuatu terjadi, tapi ia menganggap untuk apa datang berbicara dengan seorang yang munafik.

Jun menjelaskan bahwa ayah Michi adalah seorang presiden sebuah Sekolah SMA, dan ia menduga itulah alasan mengapa Michi bisa mengajar di tempat ini di usianya yang masih sangat muda. Selain itu, Jun memberitahu Hikaru bahwa Michi selalu khawatir dengan apa yang orang lain pikirkan dan tidak bsia melakukan apapun untuk dirinya sendiri.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-36 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-37

Saat pulang sekolah, seorang anak muda datang menemui Hikaru di sekolah barunya. Mereka pergi ke belakang sekolah, dan Hikaru memberinya sejumlah uang; dan kebetulan Michi melihatnya dari kejauhan.

Setelah membaca data pribadi Hikaru, Michi datang ke rumah sakit yang dikelola oleh ibunya. Ibu Hikaru cukup terkejut melihat Michi masih muda dan cantik dan memberitahunya untuk tak perlu mengkhawatirkan Hikaru; dan mengkonfirmasi bahwa sekolahnya telah setuju bahwa apabila Hikaru terlibat masalah atau bolos sekolah dia akan tetap lulus.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-38 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-39

Ibu Hikaru memberitahu Michi bahwa putranya akan mengambil alih rumah sakit ini yang telah ditinggalkan oleh suaminya, dan itulah mengapa ia telah menyewa seorang pengajar yang pandai untuk membimbingnya. Ibu Hikaru berkata selama Hikaru bisa tamat, tak masalah baginya sekolah apa yang diikutinya, termasuk wali kelasnya.

Michi pamit pergi setelah ibu Hikaru memberitahu bahwa ia tak perlu repot-repot datang kesini hanya  karna masalah Hikaru, dan kemudian mengembalikan ponsel putranya. Sesuai perjanjian mereka, Michi memberitahunya bahwa ponsel itu ia temukan di kelas.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-40 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-41 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-42

Hikaru berdiri di luar rumah sakit Kurosawa, tapi seorang dokter yang dekat dengan ibunya melihatnya dan kemudian mengobati luka di lengannya. Dengan terang-terangan dia mengaku iri pada Hikaru yang akan mewarisi rumah sakit ini tanpa melakukan apapun, sementara ia hanya seorang pria miskin.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-43 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-44

Hikaru pulang ke rumah, dan telah ada guru privatnya yang menungguinya. Perhatiannya sama sekali tak tertuju pada pelajaran, tapi pada sebuah lukisan yang tertempel di dinding kamarnya – kita melihat dalam lukisan ada dua orang pria yang saling menempelkan jari mereka.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-45 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-46

Tak berselang lama, Ibunya pulang dan bergegas datang di depan pintu kamar mandi saat Hikaru sedang mandi setelah mengetahui luka di lengannya.

Hikaru meyakinkan ibunya bahwa ia baik-baik saja, dan ibunya menyinggung tentang ponsel yang tadi dikembalikan oleh Michi. Sambil menyeka rambut Hikaru dengan sebuah handuk, dia berkata merasa aneh karna saat menelponnya mendengar suara wanita. Dia ragu apa benar Michi menemukan ponsel itu di kelas, tapi Hikaru  beranggapan bahwa ibunya hanya menelpon nomor yang salah.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-47 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-48

Michi tiba di rumah dan terkejut mendapati Masaru telah lebih dulu datang dan asyik berbincang dengan orang tuanya di ruang makan. Michi mengantar Masaru sampai ke depan rumahnya, dan Masaru tiba-tiba memeluknya karna bahagia.

Masaru mengajak Michi agar mereka  bisa bahagia selamanya, dan Michi tersenyum sambil mengangguk; dan keduanya kemudian berciuman.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-49 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-50

Keesokan harinya, saat tiba di depan gerbang sekolah, Michi kembali melihat anak muda yang ia kira mengganggu Hikaru. Dia menghampirinya dan bertanya apa yang ia inginkan dari Hikaru. Anak muda ini hanya berkata agar dia memberitahu Hikaru bahwa ketika kelas usai, dia ingin bermain dengannya; dan kemudian pergi.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-51 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-52

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-53

Michi datang ke kelas, dan mendapati sebuah surat ungkapan cinta di atas meja dari seorang murid. Tanpa segan-segan, Micchan meminta Michi menikah dengannya dan berkata, “Tidak apa-apa bagi seorang guru dan murid saling mencintai.”

Michi tak mengindahkannya, dan tiga murid perempuan yang cukup nakal di kelasnya menertawai Micchan, sehingga terjadi pertengkaran diantara mereka. Michi melerai mereka, tapi tampaknya ketiga murid perempuan tersebut kesal dengannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-54 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-55

Setelah jam kelasnya usai Michi pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba saja tiga murid perempuan mengunci pintu kamar mandinya; dan menyiraminya dengan air karna membencinya.

Michi keluar dari kamar mandi. Dia basah kuyup dan menjadi bahan tertawaan beberapa murid saat berjalan di lorong kelas. Dia berpapasan dengan Hikaru, dan kemudian mengikuti Michi ke gedung belakang sekolah.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-56 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-57

Michi berkata dia merasa tidak cocok menjadi seorang guru. Dia merasa terhina dan tak ingin musuk ke kelas hari ini, sehingga Hikaru menyarankan agar dia melewatkan kelas untuk sehari ini saja. Michi awalnya ragu, tapi kemudian mengikutinya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-58

Mereka pergi ke sebuah bengkel untuk mengambil motor Hikaru, dan di atas motor Hikaru berterima kasih karna Michi telah menyembunyikan sepeda motornya dari ibunya. Hikaru menjelaskan bahwa ibunya berpikir  dia menjadi anak nakal karna hanya mengemudikan sepeda motor.Michi bertanya apa dia bekerja untuk mendapatkannya, dan Hikaru menjawab bahwa untuk pertama kalinya ia membeli sesuatu dengan uangnya sendiri.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-59 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-60

Hikaru membawanya makan di sebuah restoran, tapi Michi khawatir dengan pandangan orang-orang terhadap mereka. Hikaru tak ambil pusing, sehingga Michi mengaku salut melihat sikapnya. Michi menceritakan dari kecil dia sama sekali tak pernah bolos sekolah, dan Hikaru menasihatinya agar ia lebih baik mengkhawatirkan alasannya di depan guru untuk esok hari.

Hikaru menasihati Michi agar ia tak perlu penasaran bagaimana tanggapan orang terhadapnya. Dia bertanya mengapa Michi menjadi guru dan apa itu menyenangkan. Michi  menjawab tak tahu, sehingga Hikaru menyarankan agar dia berhenti saja.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-61 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-62

Hikaru menyinggung tentang  pertunangannya, namun  mendengar Michi menghela nafasnya, Hikaru bertanya, “Apa kau benar-benar mencintainya?” Michi sejenak terdiam, dan berkata, “Mengapa saya harus memberitahumu. Dalam dunia orang dewasa, tidak sesederhana itu.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-63 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-64 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-65

Setelah makan, kemudian kita melihat Michi mengemudikan motor Hikaru dengan kecepatan penuh menuju pantai.  Hikaru kehilangan kendali dan mereka terjatuh di pasir pantai. Michi melepaskan helmnya dan berkata dengan penuh antusias, “Saya sangat lega.” Dia berbaring di pinggir pantai sambil memandangi indahnya langit yang biru dan berkata, “Berbaring seperti ini membuatmu merasa seperti hanya ada langit biru dan kau di dunia ini.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-66

Hikaru memandangi Michi dan berkata bahwa dia juga berpikiran yang sama di hari sebelumnya. Dia berbaring disampingnya dan Michi bertanya apa dia sering datang kesini. “Ketika saya disini, saya merasa  benar-benar bebas,” jawab Hikaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-67 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-68 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-69

Michi bertanya mengapa dia berhenti di sekolahnya, dan apa karna anak laki-laki itu. Hikaru menjawab bahwa anak laki-laki itu adalah sahabatnya ketika di SMP yang telah menyelamatkannya dari bully; namun ia mengkhianatinya ketika masuk SMA; saat teman-temannya yang lain mengancam bahwa dia juga akan diasingkan sama seperti sahabatnya.

Setelah sahabatnya itu  berhenti datang ke sekolah dan dikeluarkan, Hikaru menceritakan bahwa sejak saat itu dia tidak lagi menikmati datang ke sekolah dan  tidak bisa berteman dengan teman baru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-70 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-71

Michi menduga sebagai kompensasi dari kesalahannya, Hikaru memberikan anak laki-laki itu uang. Michi berkata Hikaru hanya lari darinya, namun Hikaru membantahnya. Ponselnya berbunyi, dan karna kesal ibunya terus mengawasinya, dia melemparkan ponselnya sehingga tidak akan ada lagi yang menelponnya.

Michi segera mencarinya di pinggir pantai, dan untungnya ketemu. Dia mengembalikan ponselnya pada Hikaru dan meminta nomor telponnya. Michi berkata, “Aku akan menelponmu. Aku berjanji.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-72 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-73

Hikaru diam-diam datang ke  ruangan kantor ibunya untuk memandangi sebuah lukisan – dimana dalam lukisan tersebut tampak sebuah keluarga berdiri memandangi laut. Dia segera bersembunyi saat mendengar suara langkah kaki ibunya datang, dan disana dia malah mendapati ibunya bercumbu mesra dengan seorang dokter yang sebelumnya mengobati lengannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-74 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-75

Keesokan harinya Michi memberikan alasan pada guru-guru bahwa ia sakit dan tidak sempat menelpon, tapi para guru dibuat bingung melihat wajahnya yang berseri-seri.

Di lorong kelas, Michi kebetulan berpapasan dengan Hikaru dan ia tersenyum manis padanya. Setelah baru saja menghabiskan waktunya bersama Hikaru, suasana hati Michi tampak berbunga-bunga, dan Masaru yang mengajaknya makan siang melihat Michi tampak berbeda dari yang biasanya. Tapi nafsu makan Michi segera lenyap setelah diberitahu oleh Masaru bahwa orang tuanya dari Tokyo akan datang menemuinya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-76 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-77

Michi mengambil cincin tunangannya yang ia simpan di laci dan mengingatkan ayahnya untuk bertemu dengan orang tua Masaru hari ini. Saat sedang berada di kelas, diam-diam Hikaru dan Michi curi-curi pandang.

Michi bergegas pulang untuk menghadiri pertemuan dengan orang tua Masaru; sementara  pria nakal yang suka meminta uang pada Hikaru datang ke sekolah. Hikaru kemudian mengajaknya berbicara empat mata di sebuah gudang yang telah ditinggalkan.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-78 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-79

Hikaru berkata dia tidak akan lagi meminjamkannya uang, kemudian berlutut di depannya dan minta maaf. Anak muda ini malah memukul dan menendang Hikaru berkali-kali sampai wajahnya babak belur, dan kemudian pergi. Michi tiba di tempat pertemuan orang tuanya dan Masaru, dia telah mengenakan cincin tunangan di jari manisnya namun ragu untuk menemui mereka.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-80 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-81 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-82

Hikaru berbaring kesakitan dan  ponselnya tiba-tiba berdering. Di telpon, Michi berkata, “Halo,” dan ia pun begitu terkejut mendengar suaranya. Hikaru yang lagi kesakitan kemudian memberitahu Michi bahwa ia tak lari lagi.

Michi bertanya sekarang dia ada dimana. Hikaru sejenak terdiam sampai ia melihat sebuah cahaya dari atap yang terbuka, dan menjawab, “Dalam sebuah dunia kebebasan.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-83 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-84

Hikaru berkata ia melihat ‘Cahaya,’ dan Michi bertanya apa dia juga  bisa pergi kesana. Hikaru menjawab, “Kau bisa. Jika kau benar-benar menginginkannya. Kau sangat bisa,” dan mendengarnya air mata menetes di pipi Michi. Dia sejenak berbalik melihat pertemuan Masaru dan kedua orang tua mereka dari kejauhan, dan kemudian pada akhirnya memutuskan pergi meninggalkan gedung tempat pertemuan tersebut menuju Hikaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-85 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-satu-86

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*