Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Jepang / Sinopsis Majo No Jouken (Forbiden Love) Episode 2 Drama Jepang

Sinopsis Majo No Jouken (Forbiden Love) Episode 2 Drama Jepang

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-1 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-2 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-3

[Baca juga: Sinopsis Majo No Jouken (Forbiden Love) Episode 2]

Setelah diberitahu oleh Hikaru bahwa saat ini dia berada di dalam dunia kebebasaan, dan bahwa Michi juga bisa pergi kesana jika sangat menginginkannya. Michi akhirnya memutuskan segera pergi meninggalkan gedung tempat pertemuan  orang tua Masaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-20

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-4

Di dalam taksi Michi tidak mengangkat ketika Masaru menelpon. Dia lebih memilih datang ke pantai, dan berbaring sambil menengadahkan pandangannya ke atas langit. Dia bertanya pada dirinya, “Apa yang sedang ku lakukan?,” dan kemudian teringat ucapan Hikaru bahwa ketika ia datang kesini, dia merasa bebas.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-5 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-6

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-42 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-43

Tak lama, sebuah sepeda motor datang menghampirinya, dan dia adalah Hikaru  masih dengan wajah babak belurnya. Michi khawatir, dan kemudian menyeka darah di ujung bibirnya dengan sapu tangannya. Berada begitu dekat dengannya, Hikaru tampak gerogi.

Hikari memberitahu Michi bahwa dia telah meninggalkan pertemuan dengan orang tua Masaru. Hikaru bertanya mengapa, dan Michi tak bisa menjawab. Dia juga penasaran mengapa melakukannya, dan akan memikirkan alasannya esok hari.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-7

Michi memandangi cincin tunangannya, dan Hikaru bertanya apa cincin itu mahal. Michi menjawab ya, dan Hikaru  meminta untuk melihatnya. Hikaru melihat cincin itu dengan seksama, dan kemudian berpura-pura memasukkannya ke dalam mulutnya.

Hikaru memberitahu Michi untuk mengikhlaskan cincinnya dan lagipula dia juga tidak berencana untuk menikah. Michi  mengklarifikasi ia tak berkata seperti itu, meskipun demkian Hikaru  menegaskan sudah terlambat dan dia sudah  menelannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-8 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-9 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-10 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-11

Michi bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, sehingga Hikaru menunjukkan cincin tunangannya yang ia sembunyikan di telapak tangannya. Michi mengejar Hikaru untuk mengambil cincinnya. Pada akhirnya, mereka terjatuh di atas pasir pantai, dan Michi berada begitu dekat dengannya untuk merebut cincinnya. Keduanya tampak kikuk, dan Michi bergegas menarik dirinya dan bangun.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-12 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-13

Michi sejenak berpikir dan berkata, “Saya pikir saya seharusnya tidak lari. Tidak bagus berpikir bahwa kenyataan seperti ini.”Dia menasihati agar Hikaru juga tidak menyembunyikan sesuatu dari ibunya, dan mengungkapkan  bagaimana perasaannya atau tentang masa depannya.

Michi yakin ibunya pasti akan mengerti, dan Hikaru melihat ucapannya telah berubah. Hikaru berkata dia terdengar seperti seorang guru, dan Michi agak kikuk saat berkata, “Tentu saja, saya wali kelasmu, dan kau muridku.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-14 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-15

Malamnya, Hikaru mengantar Michi pulang, dan di atas motor keduanya hanya terdiam; dan tak mengucapkan sepatah katapun.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-16 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-17

Michi pulang, dan berbohong pada orang tuanya bahwa dia terpaksa ke kantor polisi setelah murid baru pindahannya mendapat masalah. Ibu  menyesalkan karna dia tidak menelpon mereka, tapi Ayah bertanya dengan marah bagaimana dia akan meminta maaf pada orang tua Masaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-18 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-19

Ayak jengkel karna Ibu terlalu memanjakan Michi, dan ia pergi ke kamarnya dengan kesal sampai menjatuhkan gelas minumannya. Ibu bertanya apa Michi benar-benar ingin menikah, dan apa dia benar-benar mencintai Masaru.  Michi menjawab ya, dan ibupun lega mendengarnya.

Sementara itu, Hikaru pulang ke rumah dan meskipun berusaha menyembunyikannya wajahnya yang lebam, ibunya yang overprotektif melihatnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-21 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-22 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-23

Ibunya mendesak untuk diberitahu sesuatu, dan Hikaru meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja, dan temannya itu tidak akan lagi  datang sehingga ia bisa tenang. Hikaru berbaring di kamarnya, dan sejenak memandangi sapu tangan Michi, dan  kemudian merenung.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-24 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-25

Di kamarnya, Michi memegang ponselnya. Awalnya ia ingin menelpon Hikaru; tapi ia mengurungkan niatnya dan kemudian menelpon Masaru. Michi minta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi, dan Masaru pun bisa memakluminya.

Masaru bertanya apa dia baik-baik saja, dan apa si murid pembuat masalah itu tidak akan berbuat kasar padanya. Michi meyakinkan Masaru agar dia tak perlu khawatir, dan kemudian merasa bersalah dalam hati karna telah berbohong padanya. Masaru seharusnya marah padanya karna tidak datang, tapi tak ia lakukan. Masaru berkata dia percaya padanya, tapi setelah menyudahi perbincangan mereka di telpon, seperti ada yang menggusarkan hati Masaru

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-26

Keesokan harinya saat Hikaru akan berangkat ke sekolah, dia begitu terkejut mendapati  ibunya tumben membuatkan masakan favoritnya nasi omelet. Dia mengajak ngobrol Hikaru, bertanya apa dia sudah punya teman baru dan apa ada gadis imut di kelasnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-27 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-28

Hikaru belum pernah sekalipun membawa pacar ke rumah, dan dia menyuruh Hikaru untuk memperkenalkan pacarnya ketika dia mendapati seorang gadis yang ia sukai. Semeja makan dengan ibunya, Hikaru merasa terganggu saat kembali membayangkan ibunya bercumbu mesra dengan seorang dokter di rumah sakit. Hikaru bahkan membentaknya saat dia ingin melihat luka di ujung bibirnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-29

Hikaru tiba di sekolah, dan tiga teman wanita sekelasnya segera mendekatinya. Mereka mencoba menggoda Hikaru dan bertanya apa dia sudah punya kekasih. Hikaru tak menjawab, dan bertanya mengapa mereka mengabaikan Jun. Mereka mengaku tidak mengabaikannya dan Jun sendiri yang telah mengabaikan mereka. Mereka menyarankan agar Hikaru tidak bergaul dengannya, dan memberi label bahwa Jun orang yang berbahaya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-30 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-31

Hikaru bergegas pergi ke lorong sekolah hanya untuk menyapa Michi, dan tak terima saat Michi mengaku menggunakan namanya sebagai alasan kepada Masaru dan orang tuanya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-32 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-33

Saat menjelaskan palajaran di kelas, matanya tak berkedip sedikitpun saat memandangi Michi. Beberapa murid perempuan kemudian menyindir Michi bahwa beberapa hari yang lalu saat Michi menghilang di tengah jam sekolah,  dia dibonceng oleh seorang pria muda.

Kelas menjadi gaduh. Hikaru segera berdiri dari mejanya dan berkata, “Orang itu saya.” Dia menjelaskan saat itu dia membawa Michi ke rumah sakit, dan menyuruh temannya untuk tidak memikirkan hal-hal yang cabul.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-34 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-35 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-36

Saat masuk ke ruang guru, Michi dikerumuni para guru yang meminta penjelasan tentang gambar saat Michi dibonceng oleh seorang pria muda. Dia berbicara empat mata dengan kepala sekolah di aula, dan tanpa sepengetahuan mereka Jun  duduk di lantai dua dan mendengar perbincangan mereka.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-37 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-38

Kepala sekolah memperingatkan agar Michi tidak memprovokasi rumor yang tidak-tidak dengan Hikaru. Kepala Sekolah juga menginformasikan tentang keberatan ibu Hikaru akan Michi yang masih muda menjadi wali kelas putranya, dan bahwa mereka patuh terhadap apa yang di katakan ibunya.

Michi bertanya apa  karna dia menerima bantuan moneter, sehingga tak akan mengeluarkan Hikaru terlepas dari masalah apapun yang dialaminya. Kepala Sekolah pub berusaha membantah tuduhannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-39

Hikaru sengaja menunggui Michi di tangga sekolah, tapi Michi mengacuhkannya. Jun  menghampirinya, dan berkata bahwa hal yang sama terjadi padanya. “Ketika  keadaan memburuk, dia lari.” Michi tidak memiliki keberanian untuk melawan balik ketika ditegur oleh atasannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-40 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-41

Hikaru memperingatkan agar Jun sebaiknya lebih berhati-hati, karna teman-teman mereka menganggapnya orang yang berbahaya. Jun  bertanya apa Hikaru khawatir padanya. Jun menyindir Hikaru bahwa anak manja seperti dirinya tak tahu apa-apa, dan dia tak ada apa-apanya tanpa perlindungan ibunya, dan Hikaru sama sekali tak tahu tentang hal tersebut.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-44 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-45

Sehingga pada saat guru sejarahnya sedang menjelaskan di depan kelas, Hikaru sengaja memutar walkmannya dengan keras, dan membentaknya. Dia berani keluar dari kelas, dan bahkan memencet alarm kebakaran sehingga membuat kekacauan di seluruh gedung sekolah.

Hikaru tak perduli saat Michi memanggilnya, dan lebih memilih membolos dengan melompati tembok pagar belakang sekolahnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-46 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-47

Masaru sengaja datang menjemput Michi di sekolah, dan saat Hikaru sedang berada di sebuah toko permainan dia kebetulan melihat mereka berdua lewat dari balik kaca jendela. Masaru merangkul Michi, dan dari kejauhan Hikaru melihatnya dengan cemburu.

Masaru membawa Michi ke sebuah aula hotel, yang ia rencanakan akan menjadi tempat resepsi pernikakan mereka. Masaru tampak bahagia,  berbeda dengan Michi yang sejenak melamun.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-48

Jun datang menemui Hikaru di sebuah toko buku, dan menyuruhnya untuk berhenti bersikap jadi anak nakal. Jun berkata bahwa di dalam hatinya dia anak yang baik, namun Hikari balik berkata bahwa Jun lah yang berusaha bersikap seperti anak nakal. Jun diam-diam memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya, dan menantang Hikaru apa dia juga ingin mencobanya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-49 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-50

Seorang pendistributor obat datang komplain kepada ibu Hikaru karna tiba-tiba berhenti memasok obat dari mereka. Si  distributor berpendapat rumah sakit ini telah berubah semenjak Dr. Godai datang, dan bahwa dulu saat suaminya masih hidup rumah sakit ini terasa hangat seperti lukisan yang ia gambar. Lukisan favorit Hikaru, dimana sebuah keluarga berdiri memandangi laut.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-51 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-52

Ibu Hikaru datang menemui Dr. Godai dan meminta penjelasan. Dr. Godai menjelaskan bahwa pria tua itu keras kepala, dan tidak menurut. Dia memberitahu tentang tawaran dari rumah sakit lain yang menawarkannya pekerjaan.

Ibu Hikaru memohon agar dia menolaknya karna dia masih dibutuhkan di rumah sakit ini, namun Dr. Godai berkata tidak sampai Hikaru mengambil alih. Ibu Hikaru kemudian memeluknya dengan penuh hasrat untuk menenangkannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-53 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-54

Michi dan Masaru makan malam bersama, dan Michi semakin dikejutkan dengan  Masaru yang telah menetapkan  bulan pernikahan mereka. Masaru menginginkan mereka menikah di musim panas tahun ini, dan Michi tak bisa menolak.

Kiriko datang bergabung, dan bertanya mengapa Michi tidak mengenakan cincin tunangannya. Michi agak kebingungan dan terpaksa setuju saat Kiriko menduga kalau Michi menganggap cincin itu terlalu berharga sehingga menyimpannya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-55

Kiriko memberitahu mereka alasan mengapa cincin dikenakan di tangan kiri karna dikatakan si jahat berdiam di tangan kanan wanita, dan untuk menyegel si jahat. Pikiran Michi terganggu dengan ucapannya, dan tak lama dia mendapat telpon dari kantor polisi.

Kiriko melihat raut wajah Masaru tampak kesal, dan berkata seandainya  dia Michi dan sedang bersama dengan orang yang ia cintai, dia tidak akan pergi meskipun itu muridnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-56 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-57

Michi datang ke kantor polisi dia mendapati Jun dan Hikaru ditahan, namun Hikaru mengklaim dia yang bertanggung jawab atas pencurian beberapa buku-buku.

Diluar ruangan kantor polisi, Michi memberitahu ibu Hikaru bahwa Hikaru telah mengetahui dia tidak akan dikeluarkan dari sekolah tak perduli apapun yang ia lakukan. Ibu Hikaru melihat bahwa Hikaru telah bersikap sedikit aneh sejak dia ditempatkan di kelasnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-58 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-59

Michi berusaha membantah, dan Ibu Hikaru telah mendengar rumor aneh yang beredar tentang mereka berdua. Dia meminta Michi meninggalkan Hikaru dan akan memilihkan wali kelas lain untuk putranya, tapi Michi memintanya untuk tidak membuat keputusan atas kemauannya sendiri.

Michi bertanya apa dia memahami Hikaru, dan ibu Hikaru tersinggung mendengarnya. Dia memberitahu Michi bahwa semua yang ia alami dan saat membesarkan rumah sakit ini adalah  demi Hikaru. Ibu berkata bahwa  Hikaru adalah segalanya baginya, dan meminta Michi untuk tidak mengacaukan putranya lagi.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-60 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-61

Sebelum pergi dengan ibunya, Hikaru minta maaf pada Michi dan berkata tidak akan lagi menyusahkannya. Setibanya mereka di rumah, Hikaru mengabaikan ibunya saat akan membuatkannya makan malam dan memilih masuk ke kamarnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-62 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-63

Kemudian saat Michi tiba di rumahnya, dia berbaring dan merenungkan saat menghabiskan waktunya pertama kali di pantai bersama Hikaru. Dia menarik dalam nafasnya dan mengambil cincin tunangannya di laci meja dan kemudian bergegas datang ke rumah Masaru.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-64 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-65

Masaru cukup terkejut melihat kedatangannya larut malam, dan sepertinya Michi berusaha memperbaiki hubungan mereka. Michi memilih daftar menu makanan di acara resepsi mereka nantinya, bersedia datang ke tempat orang tua Masaru untuk minta maaf dan memutuskan akan berhenti menjadi guru setelah mereka menikah.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-66 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-67

Keesokan harinya, Hikaru tidak datang kesekolah. Jun datang menemui Michi, dan Michi menjelaskan bahwa Hikaru diskorsing selama tiga hari karna itu adalah pelanggaran pertamanya. Tapi Jun berkata bagi seseorang yang tidak melakukan apapun, dia berpikir hukuman itu cukup berat.

Michi terkejut mendengarnya, dan Jun mengklarifkasi bahwa dia tidak memintanya dan bahwa Hikaru berusaha untuk bersikap keren untuk dirinya sendiri.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-68 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-69

Saat melihat tidak ada seorang pun di rumah, mentor Hikaru mengambil sebuah gelas hias yang ada di lemari dan menjatuhkannya ke bawah dari lantai atas. Hikaru melihatnya, dan berjanji  tidak akan melaporkannya pada ibunya, dan sebagai gantinya dia harus memberitahu ibunya  tidak akan pulang malam ini.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-70 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-71

Di rumah, Michi sedang membicarakan tentang rencana persiapan pernikahannya dengan orang tuanya, sampai ia terganggu saat ibu Hikaru menelponnya. Ibu Hikaru memberitahu bahwa Hikaru telah menghilang, dan bertanya, “Apa mungkin kau telah menggodanya?”

Michi membantah dia sedang bersama Hikaru, dan berkata dia juga akan pergi mencarinya. Ibu Hikaru melarangnya dan segera menutup telponnya.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-72 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-73

Michi pamit keluar, dan berlari menuju bengkel; tapi Hikaru tidak ada disana. Hikaru datang ke sebuah bar bersama tiga teman perempuan sekelasnya. Ponselnya berdering, tapi Hikaru tidak menjawabnya karna telah mabuk berat.

Mereka mengetahui telpon itu dari Michi, dan salah satu dari mereka menjawab dan berpura-pura sebagai kekasih Hikaru. Dari suaranya Michi tahu dia adalah salah satu murid di kelasnya, dan mendesaknya untuk memberitahu mereka ada dimana.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-74 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-75

Michi datang ke sebuah bar, melemparkan minuman alkohol ke wajahnya dan menarik paksa Hikaru untuk keluar dari sana. Hikaru melepaskan genggaman tangan Michi, dan menolak untuk diantar pulang dan menyarankan agar Michi pulang ke tunangannya dan bermesraan.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-76 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-77

Hikaru dengan ketus bertanya apa yang ia sukai darinya, apa karna dia datang menemuinya ke sekolah. Michi mengklarifikasi bahwa dia baik dan dewasa, dan orang tuanya juga menyukainya. Hikaru beranggapan itu adalah kenyataan baginya, tapi bertanya, “Apa  sebenarnya yang kau inginkan? Apa sesungguhnya dirimu? Apa seorang guru yang memaksa dirinya untuk tersenyum? Apa  tunangan yang berpura-pura bahagia? Atau apa seorang putri yang sempurna di depan orang tuamu? Pada akhirnya, kau tidak bisa melakukan apapun sendiri.”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-78 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-79 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-80

Michi cukup terpukul mendengarnya, dan mengikuti Hikaru sampai ke toko serba ada. Hikaru berkata dia berbeda darinya, dan tidak akan mengalah pada ibunya. Dia diam-diam mengambil tiga bungkus rokok, tapi Michi merebutnya dari tangannya dan memasukannya ke sakunya.

Michi mengambil beberapa barang lagi, tapi mereka akhirnya ketahuan oleh pemilik toko saat beberapa barang itu terjatuh ke lantai.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-81 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-82 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-83

Hikaru memegang tangan Michi, dan mereka berdua berlari dipinggir jalan sekencang-kencangnya  karna dikejar. Tapi dalam pelarian itu, wajah Michi tampak bahagia, seolah merasa bebas.

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-84 gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-85

Mereka bersembunyi di sebuah   lorong kecil, dan Michi tiba-tiba saja menangis setelah apa yang baru saja ia lakukan. Hikaru memberikan sapu tangan untuk menghapus air matanya, dan Michi bertanya apa dirinya sendiri, “Saya bahkan tidak mengenal diriku sendiri. Apa yang sedang kulakukan”

gambar-sinopsis-majo-no-jouken-episode-dua-86

Hikaru kemudian menghampirinya, dan mendekatkan wajahnya untuk menciumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*