Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis “Bromance” Drama Taiwan Episode 17 Bagian Pertama

Sinopsis “Bromance” Drama Taiwan Episode 17 Bagian Pertama

Gambar DramaTaiwan 2

Gambar DramaTaiwan 1

Untuk melihat semua tautan kumpulan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis “Bromance” Episode 17 Bagian Kedua]

Yanuo datang ke tempat persembunyian yang sering didatangi Zifeng jika suasannya hatinya sedang gundah gulana karna permintaan Qingyang. Berdiri di bukit itu sambil melihatnya dari kejauhan, Yanuo kembali mengingat ucapan Qingyang: “Zifeng pasti sangat sedih. Satu-satunya orang yang bisa meyakinkannya adalah kau, Yanuo.”

Sementara Zifeng berdiri di bukit itu kembali mengingat ucapan Qingyang yang mencurigai kecelakaan yang melibatkan kedua orang tuanya dan Paman Du ada kaitannya dengan Paman Hao.

Gambar DramaTaiwan 3

Gambar DramaTaiwan 4

Karna merasa sangat terpukul dengan berita ini, dia kembali mengingat pertemuannya dengan Paman Hao beberapa waktu yang lalu di kuil Dewa Guan, tempat dimana dia dan ayah Zifeng menjadi saudara angkat.

Kembali ke masa sekarang, Zifeng lantas bertanya pada dirinya, “Jika itu benar-benar Paman Hao, apa yang harus saya lakukan?”

Sambil memandangi Zifeng dari belakang, Yanuo berkata dalam hati: “Zifeng, hanya kau sendiri yang bisa menghadapi masalah ini. Tapi,saya akan mendukung keputusan yang kau buat.”

Gambar DramaTaiwan 5

Gambar DramaTaiwan 7

Zifeng kembali mengingat ucapan Paman Hao di kuil itu bahwa dia adalah pemimpin. Jika seseorang dibawahnya melakukan kesalahan dan dihukum, maka dia layak mendapatkannya, ungkap Paman Hao.

Melihat cuaca sedang turun hujan, Zifeng membalikkan badannya bersiap akan meninggalkan bukit itu, tapi dia malah mendapati Yanuo berdiri sambil memegang payung ditangannya.

Yanuo lantas bertanya, “Jika itu benar-benar dilakukan oleh Paman Hao, apa yang akan kau lakukan?”

Gambar DramaTaiwan 6

Zifeng menjawab, “Untuk ayahku dan orang tua Qingyang, tak perduli seberapa kejampun kebenarannya, saya akan menghadapinya.”

Yanuo kembali bertanya apa Zifeng sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan, dan Zifeng menjawab, “ya.”

Yanuo berjalan mendekati Zifeng, dan berkata: “Tak perduli apapun keputusanmu, saya akan tetap berada disampingmu,”dan memeluknya dengan erat.

Gambar DramaTaiwan 8

Gambar DramaTaiwan 9

Paman Hao datang ke kuil Dewa Guan, yang sudah ditunggui oleh Paman Du bersama Kakak Feng dan Zihan, Zifeng, Paman Tian, Qingyang dan Yanuo.

Melihat saudara angkatnya, ayah Zifeng, setelah sekian lama tak bertemu, paman Hao menyapanya dan merasa senang karna akhirnya dia bisa kembali.

Gambar DramaTaiwan 10

Gambar DramaTaiwan 11

Zifeng kemudian menunjukkan sebuah cufflink (semacam kancing), dan memberitahunya mereka menemukan fakta bahwa nama Paman Hao ada dalam daftar pembeli kancing itu meskipun sebelumnya dia mengaku  tidak pernah melihatnya.

Maka untuk mengkonfirmasinya, dia kemudian bertanya pada Paman Hao apa kancing itu miliknya. Mendengar pertanyaan Zifeng, dia sepenuhnya sadar jika mereka ingin mengetahui apa dia ada sangkut pautnya dengan insiden ayah Zifeng dan orang tua Qingyang.

Di depan mereka semua, paman Hao mengakui bahwa dia yang telah melakukannya untuk melindungi Hansheng.

Gambar DramaTaiwan 12

Paman Tian sampai berteriak, “Wanhao! Omong kosong apa yang sedang kau katakan!?” karna tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Tapi, Paman Hao kembali mengkonfirmasi bahwa dia yang melakukannya termasuk insiden orang tua Qingyang.

Mata Qingyang berkaca-kaca mendengar pengakuan mengejutkan dari Paman Hao, sementara paman Hao kembali menjelaskan bahwa dia sampai berani mencelakai orang tua Qingyang karna mereka akan melaporkan perdagangan narkoba yang dilakukannya, dan tak menyangka ayah Zifeng menyaksikannya sehingga dia terpaksa juga ikut melukainya.

Gambar DramaTaiwan 13

Gambar DramaTaiwan 14

Mereka semua tak menyangka mendengar kenyataan pahit ini dari mulut Paman Hao, dan Zifeng sampai menghentikan Qingyang yang ingin memukul Paman Hao karna telah melenyapkan orang tuanya.

Qingyang berteriak dengan keras, “Mengapa!?”

Tapi kakak Feng maju dan menamparnya sebanyak dua kali untuk Qingyang dan keluarga Du sebagai pelampiasan kemarahannya.

Gambar DramaTaiwan 15

Gambar DramaTaiwan 16

Paman Hao kemudian datang menghampiri ayah Zifeng dan berkata: “Tahun itu, kita bertiga bersumpah didepan dewa Guan untuk bekerja sama dan saling membantu sama lain. Saya melanggar sumpah kita, saya telah mengkhianatai keluarga. Saya tidak mempunyai hak untuk menjadi saudaramu. Dan saya tak punya hak untuk menjadi senior mereka.”

Paman Hao menundukkan kepalanya dan meminta maaf di depan Paman Du, dan berlutut di depan Dewa Guan. Dan sebelum pergi, dia berjanji akan memberikan kompensasi kepada Qingyang terkait orang tuanya.

Gambar DramaTaiwan 19

Gambar DramaTaiwan 18

Di kafe, Nana melihat Qingyang duduk sendirian, dan menyadari kesedihan yang sedang dialaminya. Dia datang mendekatinya dan memeluknya dari belakang untuk menghiburnya.

Qingyang kemudian menceritakan ketika tahun itu dia mendengar orang tuanya menghilang, dia  tidak menangis karna percaya mereka masih hidup. Dengan mata yang memerah karna menahan tangisnya, dia kembali menceritakan bagaimana tujuh tahun yang lalu, dia terus memegang harapan kecil ini bahwa orang tuanya akan kembali suatu hari nanti. Setelah berjalannya waktu, harapannya perlahan berkurang.

Gambar DramaTaiwan 20

Tapi ketika Paman Du kembali, Qingyang mengungkapkan dia kembali mendapatkan harapan bahwa kedua orang tuanya juga akan segera kembali, tapi sayang dia tak pernah menyangka mereka telah meninggal di tangan teman baik dan orang yang paling mereka percayai.

Qingyang mengungkapkan kesedihannya yang mendalam, “Mereka tidak akan kembali lagi. Dan harapan terakhirku yang terkandas sama seperti orang tuaku … tidak dapat kembali lagi.”

Gambar DramaTaiwan 21

Gambar DramaTaiwan 22

Nana kemudian memeluknya dengan erat untuk menenangkan Qingyang, dan berkata: “Kau memilikiku. Kau masih memilikiku. Saya akan selalu berada disampingmu, dan saya tidak akan pernah meninggalkanmu.”

Keluarga Paman Du dan Yanuo berkumpul bersama di sebuah restoran, dan Zihan mengungkapkan kekesalannya atas apa yang baru saja ia dengar tentang Paman Hao.

Gambar DramaTaiwan 23

Gambar DramaTaiwan 17

Sementara, ayah Zifeng memberitahu mereka bahwa perasaan yang ia rasakan campur aduk, dan dia hanya merasa agak emosional. Dia mengungkapkan telah melupakan segalanya, dan juga kedua teman baiknya. Tapi masalah hari ini telah membuatnya menyadari sesuatu tentang ucapan Zifeng sebelumnya bahwa alasan mengapa dia kehilangan ingatannya pasti karna dia telah menderita sebuah pukulan.

Paman Du mengatakan masalah hari ini sangat berdampak padanya. Dia mengatakan kejadian ini sangat melukainya sehingga dia lebih memilih melupakan kejadian masa silam.

Gambar DramaTaiwan 17

Paman Du menenangkan Zihan yang meluapkan kemarahannya atas perbuatan yang dilakukan oleh Paman Hao kepada ayahnya dan keluarga Qingyang, dengan mengatakan,”itu sudah jadi masa lalu. Tak perduli seberapa pun kita marah sekarang, kita tetap tak bisa mengubah fakta ini. Waktu terus bergerak maju. Dan kita juga harus selalu melihat kedepan dalam hidup.”

Dia percaya di masa depan, ada banyak momen-momen indah yang telah menunggu mereka, sehingga mereka tak perlu mengurung diri mereka untuk kejadian yang tak membahagiakan di masa lampau.

Gambar DramaTaiwan 24

Zihan lantas bertanya apa ayahnya benar-benar berpikir seperti itu, sehingga Paman Hao memberitahu mereka bahwa dia merasa Tuhan tidak ingin dirinya terkurung dengan kejadian masa lalu sehingga Tuhan memberinya sebuah kehidupan yang baru. Paman Hao berpikir Tuhan ingin dia tahu bahwa hanya dengan kembali ke sisi keluarganya adalah hal yang paling penting.

Mendengar ucapan manis suaminya, kakak Feng sampai tersenyum bahagia. Dan Yanuo sampai memuji kemurahan hati yang dimilikinya.

Gambar DramaTaiwan 25

Paman Hao sampai tertawa mendengar pujian Yanuo, dan kemudian bertanya pada istrinya mengapa dia terus melihatnya.

Kakak Feng mengatakan bahwa dia memikirkan kepribadian suaminya yang dulu, dengan hanya kata “kesetiaan,” tidak mungkin melepaskan Wanhao dengan begitu mudahnya, dan dulu dia begitu sombong.

Kakak Feng kemudian memegang tangan Paman Du, dan berkata: “Tak perduli orang seperti apa dirimu dulu, yang paling penting adalah sekarang kau telah kembali. Dan dihatiku, kau akan selalu menjadi suami tersayangku,” dan menasihati Zifeng dan Zihan untuk belajar melupakan apayang terjadi dimasa lalu seperti apa yang dikatakan oleh ayah mereka.

Gambar DramaTaiwan 26

Gambar DramaTaiwan 27

Usai berkumpul bersama keluarganya, Yanuo menghabiskan waktu mereka berduaan di tempat ayunan. Sementara Yanuo melihat wajahnya yang murung sehingga bertanya apa Zifeng bisa melupakannya seperti apa yang dikatakan Paman Du.

Zifeng menjawab bahwa dia sangat sedih atas perbuatan Paman Hao, tapi apa yang dikatakan ayahnya ada benarnya – manusia tidak bisa selalu membenamkan diri mereka kedalam pikiran untuk membalas dendam. Dan dia berjanji akan belajar untuk memaafkan dan mencoba untuk melupakannya.

Yanuo tersenyum mendengar keputusan Zifeng, dan merasa bahagia karna lebih memilih untuk memaafkan.

Gambar DramaTaiwan 28

Memandaangi wajah Zifeng, Yanuo kemudian berkata, “Inilah yang kukagumi dari Du Zifeng.”

Membalas tatapannya, Zifeng lantas bertanya, “Apa yang sedang kau lihat?”

Dan Yanuo menjawab, “Saya hanya berpikir apa kau akan terus mencintaiku seperti ini?”

Gambar DramaTaiwan 29

Zifeng sampai tertawa kecil mendengar pertanyaannya, tapi sebelum menjawab, dia bertanya tentang hadiah apa yang diinginkan Yanuo untuk hari ulang tahunnya yang jatuh beberapa hari lagi.

Dan kemudian berkata, “Ini akan menjadi kali pertama bagiku merayakan hari ulang tahunmu bersamamu. Kelak, semua hari ulang tahunmu akan menjadi milikku, Du Zi feng.”

Gambar DramaTaiwan 30

Yanuo kemudian menjawab bahwa hadiah yang dia inginkan adalah tanda tangan Zifeng, dan Zifeng sampai dibuat kaget tak percaya mendengar permintaan Yanuo yang hanya menginginkan tanda tangannya.

Dia kemudian membelakangi Zifeng, dan menulis sebuah surat di sebuah secarik kertas dan kemudian memintanya untuk membubuhkan tanda tangannya.

Gambar DramaTaiwan 31

Zifeng membaca tulisan Yanuo di kertas itu dengan suara keras bahwa “Du Zi feng bersedia untuk berjanji dan menjamin bahwa apapun yang dilakukan dan yang dikatakan Pi Yanuo sebelum ulang tahunnya yang ke-26, dia tidak akan marah.”

Zifeng kembali bertanya apa itu benar-benar yang diinginkan Yanuo, dan Yanuo menjawab, “Ya, itu sangat penting bagiku, dan itu adalah hadiah yang paling kuinginkan.”

Gambar DramaTaiwan 32

Zifeng kemudian menandatangi surat itu, dan memberikannnya pada Yanuo,dan berate, “Tak perduli apapun yang terjadi di masa depan, saya akan mencintaimu, sama seperti bagaimana saya mencintaimu sekarang.”

Yanuo mengucapkan terima kasih atas hadiahnya, tapi Zifeng kemudian memberitahu Yanuo bahwa dia belum menaruh cap di atas suratnya, dan sebagai gantinya mengecup dengan lembut bibirnya.

Gambar DramaTaiwan 33

Tapi, Yanuo kembali berkata pada Zifeng, “Saya pikir suratnya belum jelas diberi cap,” sehingga Zifeng kembali menciumYanuo, memberikan apa yang ia inginkan.

Keesokan harinya, sambil membawa sebuah botol berisi surat didalamnya — Qinyang dan Nana  pergi ke sebuah dermaga untuk naik sebuah kapal feri atas ajakan Zifeng, dan Nana dibuat penasaran mengapa Zifeng ingin mengajaknya ke laut. Qingyang menebak bahwa Zifeng ingin agar dia bisa dekat dengan ayah dan ibunya.

Gambar DramaTaiwan 34

Gambar DramaTaiwan 35

Gambar DramaTaiwan 36

Di laut lepas itu, Qingyang melemparkan sebuah botol berisi sebuah surat untuk orang tuanya, dan berkata, “Ayah, Ibu  kalian tak usah mengkhawatirkanku. Paman dan Zifeng memperlakukanku dengan sangat baik. Saya tidak akan sendirian.”

Qingyang memberitahu orang tuanya bahwa dia tidak akan membenci Paman Hao, dan akan belajar untuk memaafkan.

Nana kemudian merangkul tangan Qingyang, dan berteriak,”Paman, Bibi. Tak perlu mengkhawatirkan  Qingyang dan tinggalkan dia padaku. Saya akan menjaganya dengan baik dan mencintainya. Saya akan memberinya kebahagiaan!”

Gambar DramaTaiwan 37

Gambar DramaTaiwan 38

Setelah melepas kerinduannnya bersama kedua orang tuanya di laut lepas itu, mereka berempat kembali ke dermaga. Zifeng dan Yanuo pamit untuk pergi mengunjungi ayahnya sementara Nana kemudian memberitahu Qingyang bahwa semalam dia mempunyai mimpi yang unik.

Nana menceritakan di dalam mimpinya itu ketika dia sedang tertidur, Qingyang memperbaiki selimutnya, dan kemudian menciumnya. Sambil berjalan pergi meningalkan dermaga itu, Nana lanjut menceritakan bahwa di dalam mimpinya dia sangat bahagia, dan kemudian Qingyang duduk disampingnya, menatapnya dengan mata yang lembut.

Gambar Drama 39

Tiba di tempat Nona Lu, Zifeng kemudian bertanya apa ayahnya pernah berpikir untuk kembali pulang  ke rumah dan tinggal bersama mereka. Dan ayahnya menjawab bahwa itu hanya tinggal menunggu waktu.

Zifeng kemudian meminta Paman Du untuk memimpin semua orang karna dia telah kembali, tapi ayahnya malah berkata bahwa dia telah melupakan semua hal itu, dan akan memberikan tanggung jawab ini kepada yang muda.

Gambar Drama 40

Zifeng mengatakan pada ayahnya bahwa setelah mengalami situasi ini, pikirannya telah berubah, “Diriku yang sekarang ingin menemani keluargaku dan melindungi orang yang paling kusukai.”

Paman Du menambahkan bahwa momen paling bahagia seseorang adalah melakukan apa yang kau mau dan melakukan apa yang disukai.

Tapi, mendengar ucapan Zifeng tadi bahwa dia ingin melindungi orang yang ia sukai, Paman Du menebak bahwa Zifeng sedang pacaran. Ayahnya kemudian menyebutkan bahwa sebenarnya dia  sudah mengetahui Zifeng dan Yanuo sedang pacaran.

Gambar Drama 40

Zifeng sampai kaget karna tak menyangka ayahnya sampai bisa mengetahui hal tersebut, tapi sambil tertawa Paman Du mengatakan, “Saya hanya kehilangan ingatanku, bukan pengetahuanku. Semua orang yang mempunyai mata bisa melihat ini, bahwa kau dan Yanuo bukan hanya sekedar saudara.” Dan disaat yang bersamaan, Yanuo datang ke ruangan santai Paman Du sehingga dia mendengar perbincangan mereka.

Paman Du mengakui bahwa sebenarnya sudah lama diajuga ingin bertanya pada Yanuo. Belum sempat menyelesaikan omongannya, “Saya selalu berpikir bahwa ….,” Zifeng langsung memotongnya dan berkata bahwa situasi ini, mereka hanya harus menunggu hari dimana Yanuo akan memberitahu mereka. Dan mereka hanya perlu menunggu, dan ayah Zifeng setuju.

Gambar Drama 41

Gambar Drama 42

Yanuo kemudian datang menghampiri mereka, dan bertanya apa yang sedang mereka berdua perbincangkan, “Apa maksudnya apakah saya bersedia atau tidak memberitahu kalin?”

Tak ingin membahasnya lebih lanjut, Paman Du berbohong pada Yanuo dengan memberitahunya bahwa dia hanya bertanya pada Zifeng apa Yanuo bersedia bermalam — dan kembali ke kamarnya untuk memberikan mereka waktu berduaan dan berbicang bersama.

Gambar Drama 43

Gambar Drama 44

Yanuo kemudian bertanya pada Zifeng apa yang sedang ia bicarakan tadi bersama Paman Du, tapi Zifeng hanya menjawab, “Yanuo, tolong jangan membuatku menunggu terlalu lama.”

Tapi mendengar ucapannya, Yanuo berpikir yang tidak-tidak sampai membuatnya tertawa sendiri, sehingga Zifeng berkata, “Kadang-kadang, kepalamu dipenuhi dengan pikiran-pikiran kotor.”

Gambar Drama 45

Gambar Drama 46

Berada dalam satu kamar bersama, Yanuo dibuat kikuk sampai mengambil jarak sehingga membuat Zifeng bertanya, “Apa kau ingin tidur dalam posisi duduk malam ini?”

Yanuo menjawab tidak, tetapi Zifeng lantas bertanya, “Apa kau takut kehilangan kendali?” Tapi, yang ada Yanuo tiba-tiba langsung memeluknya karna takut melihat sebuah laba-laba di dalamkamar.

Gambar Drama 47

Gambar Drama 48

Karna Yanuo takut dengan laba-laba, dengan perlahan Zifeng mendekati laba-laba itu dan menutupnya dengan sebuah mangkuk kecil.

Meskipun Zifeng sudah mengamankan laba-laba itu, tapi Yanuo tetap merasa takut jangan-jangan laba-laba itu akan keluar dari mangkuk.

Sedangkan Zifeng malah lucu melihat Yanuo yang jago berkelahi tapi takut dengan laba-laba kecil itu, dan Yanuo mengklarifikasi bahwa dia tak takut apapun kecuali untuk hewan yang berkaki banyak.

Gambar Drama 49

Gambar Drama 50

Yanuo kembali berteriak saat sedang berada di kamar mandi, tapi kali ini teriakannya bukan karna laba-laba tapi karna saat dia sedang mandi air panasnya tiba-tiba habis.

Zifeng kemudian memakaikannya selimut agar dia tidak kedinginan, dan memutuskan untuk pergi ke dapur memasak air panas untuk dipakai Yanuo mandi karna udara sangat dingin.

Gambar Drama 51

Gambar Drama 52

Sedang memasak air panas untuk air mandinya, Yanuo datang menghampiri Zifeng di dapur dan memeluknya. Sambil memeluknya, Yanuo berkata pada Zifeng: “Saya hanya ingin bersamamu,” dan juga karna dia tidak ingin sendirian bersama laba-laba itu di dalam kamar.

Usai mandi, Zifeng mengeringkan rambut Yanuo yang basah dengan hair dryer, sampai membuatnya tertawa kecil.

Gambar Drama 53

Gambar Drama 54

Mendengarnya tertawa Zifeng sampai bertanya,”Apa yang sedang kau pikirkan?”

Yanuo menjawab, “Tidak ada. Saya hanya merasa bahwa saya sangat membutuhkanmu.”

***Bersambung***

Semua Dok Gambar: SETTV

Semua tulisan sinopsis ditulis oleh para admin www.aktriskorea.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*