Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis “Bromance” Episode 3 Bagian Kedua

Sinopsis “Bromance” Episode 3 Bagian Kedua

Sinopsis Bromance

Sinopsis Bromance 2

[Baca juga: Sinopsis “Bromance” Episode 3 Bagian Pertama]

Qing Yang masuk ke kamar Na Na, dan mendapati dia sejenak sedang  melamun. Dia sadar ternyata apa yang dikatakannya saat di kapal pesiar tentang kondisinya yang sedang sakit ternyata benar.

Qing Yang bertanya dia selalu optimis, dan Na Na mengaku hanya itu yang bisa ia lakukan. Dia mengira keadaannya akan baik-baik saja setelah operasi, ternyata sel kankernya tumbuh di tempat lain. Qing Yang berpikir bahwa siapapun yang mengalami hal seperti ini pastinya merasa sedih. Dia meminta Na Na untuk tidak perlu berpura-pura kuat dan positif.

Na Na meminta maaf pada Qing Yang dan mengaku dia berbeda dari orang lain. Semua orang ingin dia menjadi kuat dan menghadapi dengan gembira. Qing Yang bertanya apa ada sesuatu yang spesial yang ingin ia lakukan. Dia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memenuhinya.

Sinopsis Bromance 3

Sinopsis Bromance 4

Na Na mengatakan ada yang ingin ia lakukan dan Qing Yang membawakannya banyak kertas dan mereka naik di atas atap rumah sakit. Di kertas itu, Na Na menggambar sebuah kanker kecil jahat yang nakal dan melipatnya menjadi kapal kertas.

Yang Na Na lalu menerbangkan kapal kertasnya berharap kapal kertas itu akan membawa pergi semua rasa sakitnya.

Sinopsis Bromance 5

Sinopsis Bromance drama taiwan 6

“Pesawat kecil! Kamu harus membawa kanker kecilku denganmu dan terbang jauh! Akan bagus jika kamu terbang ke sisi Tuhan dan mengatakan padanya. Yang Na Na tidak taku rasa sakit,” teriak Na Na.

Karna masih banyak sisa kertas, Qing Yang lalu berinisiatif membuat banyak kapal kertas dan mereka menerbangkannya. Mereka telah membuat sepasukan kapal kertas, dia yakin satu dari mereka akan mencapai Tuhan.

Na Na lalu berkata pada Qing Yang bahwa sebenarnya dia cukup lembut. Dan di atas atap rumah sakit itu, sambil melihat semua kapal-kapal kertas yang mereka terbangkan, Na Na bersandar di pundaknya.

Sinopsis Bromance 8

Sinopsis Bromance drama taiwan 7

Ya Nuo menemani Zi Feng berpatroli di taman hiburan, dan melihat air mancur di tengah taman hiburan itu mengingatkannya pada ayahnya. Sama seperti Ya Nuo yang suka melihat air mancur karna membuat orang merasa tenang dan senang, Zi Feng mengaku dia sama seperti ayahnya.  Dia memberitahu Ya Nuo bahwa ayahnya bersikeras membangun air mancur di tengah taman hiburan yang mereka desain bersama-sama.

Melihat wajahnya yang tiba-tiba menjadi sedih, Ya Nuo lalu berkata pada Zi Feng bapak dan anak menyelesaikan sesuatu bersama-sama adalah sesuatu berkat. Dia memintanya untuk merasa bangga daripada menjadi sedih.

Ya Nuo kemudian memercikkan air mancur itu ke wajahnya dan berkata dia mendengar jika kamu terkena percikan dari air mancur, kamu akan lebih bahagia. Mendengarnya, Zi Feng lalu masuk ke dalam air mancur itu dan menarik Ya Nuo. Mereka bermain-main dalam air mancur itu sedangkan Zi Han iri melihat Ya Nuo begitu bahagia bersama Zi Feng kakaknya, sedangkan jika melihatnya dia selalu gugup.

Sinopsis Bromance 10

Sinopsis Bromance 9

Zi Han sedang bertengkar dengan dua orang ibu-ibu di tempat parkiran, dan Zi feng dan Ya Nuo yang melihatnya datang untuk ikut campur. Saat melihat wajah Zi feng, salah satu ibu itu takut karna mengenali dia adalah penerus pemimpin triad yang dimuat di majalah. Tapi temannya tidak takut dan malah menjelek-jelekkan keluarga Zi Feng.

Zi Han tak terima keluarga mereka dituduh yang tidak-tidak tapi Zi Feng menyuruhnya untuk menahan diri. Zi Feng berkata padanya majalah mengulas artikel yang salah dan mereka hanya mengikuti rumor. Dia kemudian membawa pergi Zi Han dari dua ibu-ibu cerewet itu. Setelah mereka pergi, Ya Nuo memperingatkan kedua ibu itu untuk menjaga mulut mereka. Desas-desus tidak melukai orang-orang yang jahat. Tapi malahan melukai orang yang baik.

Sinopsis Bromance 11

Sinopsis Bromance 12

Usai menerbangkan kapal kertas itu, sejenak Na Na sedikit ragu untuk berkata sesuatu, tapi dia kemudian meminta Qing Yang membuatkannya kopi seperti yang dibuat oleh ibunya. Na Na menjelaskan pada Qing Yang, dia tidak akan pernah lagi bisa mencicipi kopi buatan ibunya karna dia telah pergi ke surga. Dia kemudian mengajaknya ke kafenya dan mengajarinya membuat kopi yang terasa seperti buatan ibunya.

Na Na meramu kopi di kafe Qing Yang, dan mencicipi ternyata rasanya tidak sama seperti buatan ibunya. Dia berkali-kali mencoba membuatnya, tapi tetap saja rasanya tidak sama. Tapi Qing Yang mendorongnya untuk tidak menyerah.

Sinopsis Bromance 13

Sinopsis Bromance 14

Na Na kembali meramu, dan saat ia meminum  kopi buatannya — kali ini rasanya sama persis dengan buatan ibunya. Air mata Na Na tumpah karna ia akhirnya berhasil. Dia bercerita sebelumnya ibunya ingin mengajarinya, tapi dia tidak ingin belajar karena sepanjang dia tidak bisa mempelajarinya, ibunya akan membuatkannya untuk ia minum. Melihat air mata Na Na, Qing Yang lalu memberinya sapu tangannya. Ibunya suka melihat laut, jadi dia mempunyai janji dengannya untuk melakukan perjalanan dengan kapal pesiar. Karena janji ini dia bisa bertemu dengan Qing Yang.  “Bertemu denganmu. Bertemu kopi yang rasanya seperti buatan ibuku.”

Sinopsis Bromance 15

Sinopsis Bromance 16

Ya Nuo datang menemui editor majalah itu dan mereka berdua berbicara empat mata di atap gedung kantor majalah tersebut. Ya Nuo menegurnya karna membuat berita palsu tentang Zi Feng yang menjadi penerus pemimpin triad tanpa bukti. Si kepala editor membantah tuduhannya  karna pihak mereka telah memastikan kabar tersebut dan ditambah pengakuan ibu Zi Feng yang mengakui bahwa mereka berasal dari sebuah gangster.

Ya Nuo mengaku kepada kepala editor  bahwa dia adalah asisten khusus Zi Feng. Dia mengklarifikasi bahwa ekspansi grup di Thailand tidak ada hubungannya dengan ekspansi kekuatan gangster; tapi hanya untuk mengembangkan pasar luar negeri. Dia mengancam bisa menuntut mereka karna telah menyebarkan gosip yang tidak benar.

Si kepala editor malah berkata kasar pada Ya Nuo dan menghina statusnya: “Asisten khusus apa? Hanya sebuah gangster. Hanya seorang utusan kecil, iyakan?.”

Sinopsis Bromance 17

Tapi Ya Nuo kemudian mengancam akan memproses masalah ini secara hukum,  jika dia tidak memperbaiki pemberitaan mereka dan meminta maaf. Menghadapi ancaman Ya Nuo, si kepala editor bersikap seolah-olah melunak. Dia mengaku pihak mereka bisa meminta maaf, tapi harus ada sebuah alasan. Ya Nuo harus memberitahu mereka cerita dan kebenarannya. Dia berpura-pura akan memanggil penasihat hukumnya  untuk mendiskusikan masalah ini dengannya. Tapi saat dia pergi, dia malah mengunci pintu atap gedung itu dan meninggalkan Ya Nuo sendirian disana. Yang parahnya hujan  turun dan sampai malam dia terkunci di atap sampai membuatnya menggigil karna kedinginan.

Di kantor, sekertarisnya memberitahu Zi Feng bahwa ayah Ya Nuo menelpon karna dia belum pulang. Dia menjelaskan Ya Nuo pergi menemui Kepala Editor majalah yang menyebarkan gosip untuk meminta penjelasan tapi dia belum pulang sampai sekarang. Zi Feng segera bergegas pergi mencari Ya Nuo ke perusahaan majalah itu

Sinopsis Bromance 18

Sinopsis Bromance 19

Di atas atap gedung itu, Ya Nuo menggigil kedinginan karna telah berjam-jam dia kehujanan. Sedangkan di ruang kantornya, si kepala editor memarahi stafnya karna ternyata lupa membiarkan Ya Nuo turun setelah 2 jam – dan Zi Feng yang telah tiba di kantornya mendengar semuanya. Dia segera bergegas pergi ke atap dan mendapati pintunya terkunci sedangkan si kepala editor langsung pulang untuk menghindar dari amarah Zi Feng.

Dia berteriak bertanya keadaannya dari balik pintu, dan Ya Nuo menjawab dengan tubuh menggigil kedinginan: “Aku baik-baik saja. Aku sangat kedinginan, aku ingin tidur.” Mendengar jawabannya dari balik pintu itu, Zi Feng menebak dia terkena hiportemia (keadaan di bawah suhu normal).

Dia berusaha mendobrak pintunya tapi tak berhasil, dia mengambil sebuah tabung pemadam api untuk membuka gembok kuncinya tapi tetap saja gagal. Dia memberitahu Ya Nuo untuk tidak ketiduran sementara dia mencari seseorang untuk membantu membuka kuncinya.

Sinopsis Bromance 20

Sinopsis Bromance 21

Tidak mendapat kunci pintu atap karna dibawa oleh petugas kebersihan yang telah pulang, Zi Feng naik ke atap gedung  di sebelahnya. Dia berteriak menyuruh Ya Nuo untuk bertahan sedikit lagi karna akan segera datang bantuan.

Karna kedinginan membuat tubuh Ya Nuo mulai terkulai lemah, Zi Feng yang khawatir lalu menyusun sesuatu yang ia lihat  disekitarnya agar ia pakai sebagai pijakan untuk melompat ke atap gedung itu. Ya Nuo berteriak melarangnya melompat karna jaraknya jauh dan membahayakan dirinya, tapi Zi Feng tak perduli. “Untuk hidup saudaraku, memangnya kenapa kalau aku mati,” teriak Zi Feng.

Sinopsis Bromance 22

Sinopsis Bromance 23

Sementara itu , Ya Nuo berteriak melarangnya melompat: “Du Zi feng, kamu tidak bisa! kamu tidak bisa!”

Zi Feng bersiap dan melompat dari atap gedung itu semantar Ya Nuo hanya bisa berteriak dengan tubuhnya yang mulai terkulai lemah. Dia berhasil mendarat di atap gedung itu, tapi tubuhnya menghantam sebuah kaca jendela sehingga lengannya terluka.

Tak memperdulikan lengannya yang terluka, Zi Feng mendekap Ya Nuo yang kedinginan dan memakaikannya jasnya di tubuhnya yang menggigil kedinginan.

Zi Feng sadar tindakannya tadi bisa membuatnya mati: “Tapi … mulai saat ini kedepannya, hidup kita terikat bersama.”

Dan tak lama kemudian sekertaris Zi Feng datang dan mereka segera membawa Ya Nuo ke rumah sakit.

Sinopsis Bromance 24

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*