Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Drama Taiwan “Bromance” Episode 16 Bagian Pertama

Sinopsis Drama Taiwan “Bromance” Episode 16 Bagian Pertama

Gambar Bromance Episode 16 bagian kedua

Untuk melihat semua tautan kumpulan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Drama Taiwan “Bromance” Episode 16 Bagian Kedua]

Untuk membayar rasa penyesalannya, Zhe Rui lantas meminta Zi Feng untuk melepaskan Ya Nuo: “Bisakah kau melakukannya?”

Mendengar permintaannya, seketika itu wajah Zi Feng menjadi pucat dan sedih, dan tak sanggup untuk menjawab pertanyaannya. Tapi Zhe Rui tiba-tiba tertawa, dan berkata: “Meskipun saya tidak bisa melihat sekarang, saya bisa membayangkan ekspresimu.”

Gambar Korea 2

Zi Feng mengumpulkan keberaniannya dan berkata: “Maaf, Zherui. Saya bisa menyetujui apapun tapi ini.”

Zhe Rui bisa memaklumi jawaban Zi Feng dan mengatakan bahwa dari awal dia sudah mengetahui kesempatan untuk menang dalam kompetisi ini tidak pernah besar, dan tidak akan pernah menggunakan lukanya untuk meminta cinta.

Gambar Korea 3

Zhe Rui: “Alasan mengapa ada cinta diantara orang-orang adalah selain karna alasan materialistis tapi orang-orang juga bisa menemukan hal yang positif dari cinta sejati. Sehingga cinta tidak bisa diperdagangkan atau ditukarkan,” dan mengungkapkan kebahagiaannya atas perasaan tulus Zi Feng kepada Yanuo,

Gambar Korea 4

Dan untuk membayar rasa bersalahnya, Zhe Rui lantas meminta kepada Zi Feng untuk menyuapinya selama dia menginap di rumah sakit, dan permintaannya yang satu ini sampai membuat Zi Feng tertawa.

Gambar Korea 5

Gambar Korea 6

Sementara itu, melihat situasi yang menimpa Zhe Rui dan ZiFeng, Qingyang berpendapat meskipun selalu ada orang yang menginginkan tempat pemimpin, tapi menggunakan cara fatal seperti ini, dia mengira dalang dibalik semua ini menyimpan dendam yang besar kepada Zifeng sehingga Ya Nuo bertanya: “Siapa yang melakukan ini?”

Tapi Zifeng tidak menjawab, dan hanya memerintahkan Qingyang untuk menyelidiki cufflink (semacam kancing) yang mereka temukan untuk membantu ingatan ayahnya kembali dan memberitahu mereka untuk  tidak membiarkan kejadian ini diketahui oleh Paman Tian, ibunya dan Zihan.

Gambar Korea 7

Gambar Korea 8

Zifeng kemudian meminta Yanuo untuk tetap menjaga keselamatan ibunya dan Zihan, dan lanjut berkata sambil memegang tangannya: “Kau juga harus berhati-hati.”

Tak ingin mengganggu, Qingyang pamit untuk kembali ke kamar Nana. Sementara Zi Feng memutuskan untuk menjaga Zhe Rui di rumah sakit, dan sebelum pulang Yanuo mengingatkannya untuk istirahat, dan tidak terlalu capek.

Gambar Korea 9

Gambar Korea 10

Qingyang datang ke kamar Nana, dan untuk memberikan waktu mereka berduaan Paman Tian memutuskan untuk keluar sebentar membeli sesuatu.

Qingyang memandangi Nana yang sedang tertidur setelah habis menjalani operasi, memegang tangannya dan berkata: “Hari itu, harapan yang kita tulis di lentera itu, Tuhan telah menerimanya. Operasinya sangat sukses. Pasti sulit untukmu. Saya tahu kau tak ingin saya khawatir. Kau hanya menunjukkanku sisimu yang ceria dan bahagia. Tapi, yang ingin kujalani bukan hanya kebahagiaanmu.”

Gambar Korea 11

Qing Yang: “Ini yang terakhir kali. Tidak perduli apapun yang terjadi, entah kau mau atau tidak, saya tidak akan pernah membiarkanmu menjalaninya sendirian.” Dia kemudian merapikan selimut Nana dan mengecup keningnya, dan berkata: “Kau tidak sendiri. Kau memiliki saya.”

Diantar oleh Zifeng untuk mengambil taksi, Yanuo melihat wajahnya yang masam, sehingga dia bertanya apa Zifeng khawatir dengan mata Zherui.

Gambar Korea 12

Zi Feng menjawab bahwa dia sangat khawatir, karna dia merasa dirinyalah penyebab Zherui mungkin akan hidup dalam kegelapan selamanya dan tidak bisa lagi melihat dunia.

Yanuo bisa merasakan kesedihannya, tapi lantas meminta Zifeng untuk berhenti menyalahkan dirinya karna yang bisa mereka lakukan sekarang adalah berdoa untuk mengharapkan keajaiban dan secepatnya menemukan si pelaku. Yanuo berharap agar Zifeng tidak terlalu memikirkannya.

Gambar Korea 13

Gambar Korea 14

Tapi Zifeng lantas berkata: “Zherui bisa menjadi seperti ini karna diriku. Bagaimana saya bisa tidak memikirkannya?”

Dan untuk menenangkan hati Zifeng yang gusar, Yanuo lantas berkata: “Kau mengatakan akan mempercayai apa yang kupercaya, kan?” Dia memeluknya dengan erat, dan memberitahu Zifeng bahwa dia percaya kali ini Zherui akan baik-baik saja.

Di rumah sakit, Zherui bisa mendengar Zifeng yang gelisah di tempat tidurnya, sehingga mengajaknya bicara karna tahu dia tidak bisa tidur.

Gambar Korea 15

Zherui lantas berkata bahwa dia berharap Zifeng bisa menjaga Yanuo dengan baik: “Jangan biarkan dia mengkhawatirkanmu.”

Dia lantas menjelaskan sifat Yanuo yang bijaksana dan hangat, dan hanya memikirkan orang lain dan tidak pernah memikirkan tentang dirinya sehingga orang yang akan terluka dalam adalah Yanuo sendiri.

Gambar Korea 16

Gambar Korea 43

Zherui: “Karna Yanuo telah memilihmu, maka kau harus mencintainya dengan baik. Jika dia terluka karna dirimu, saya tidak akan memaafkanmu. Juga kau harus terus hidup. Dengan cara ini, kau akan bisa melindungi Yanuo. Meskipun saya tidak bisa mengendalikan kehidupan pribadimu, tapi insiden seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Karna jika kau terluka, Yanuo akan sangat sedih. Saya tidak ingin melihat Yanuo terluka dan sedih,” dan Zifeng berjanji.

Karna ditanya oleh Zifeng hal yang membuatnya jatuh hati pada Yanuo, Zhe Rui kemudian menjawab senyumannya yang memiliki daya tarik yang bisa mencairkan hati seseorang.

Gambar Korea 17

Zifeng setuju dengan pendapatnya dan bercanda kepada Zhe Rui dengan mengatakan kelak ketika matanya sudah sembuh, dia akan memberitahu Yanuo untuk tidak tersenyum di depannya.

Zherui tertawa dengan candaannya, dan mengucapkan terima kasih karna telah mengorbankan waktunya dengan Yanuo untuk menjaganya.

Gambar Korea 18

Keesokan harinya, Yanuo datang kembali menjenguk Zherui. Dan tak berselang lama, dokter datang ke kamarnya untuk mengecek kondisi matanya, dan memberitahu bahwa kondisi lukanya sepertinya tidak terlalu serius sehingga hari ini dia boleh keluar dari rumah sakit dan pulang kerumah.

Zhe Rui sampai dibuat bahagia dengan kabar yang disampaikannya, hanya saja dokter mengingatkan untuk kembali kerumah sakit mengganti obatnya sehingga secepatnya dia bisa melepaskan perban dimatanya.

Gambar Korea 19

Karna kondisinya masih belum pulih, Zifeng dan Yanuo berjanji akan merawat anjingnya Chubby dan menasihati Zherui untuk pulang kerumahnya dan beristirahat daripada harus kembali ke klinik hewannya.

Yanuo menempel tulisan sebagai pengumuman bahwa klinik hewan Zherui untuk sementara ditutup.

Gambar Korea 20

Dia memandikan Chubby dengan Zifeng di klinik hewan, anak anjing adopsinya bersama Zherui dengan sangat gembira sambil berkata: “Saya akan memandikanmu Chubby. Sehingga ketika ayah pulang, dia akan mencium Chubby yang harum. Chubby, apa kau merindukan ayah?”

Karna kesal mendengar ucapannya, Zifeng memercikkan air mandi Chubby ke wajah Yanuo dan mengatakan: “Berhenti mengatakan ‘ayah, ayah’didepanku.”

Gambar Korea 42

Gambar Korea 21

Gambar Korea 22

Tapi, Yanuo malah kesal dan menyebutnya sangat tidak dewasa, dan membalasnya dengan memercikkan air ke wajah Zifeng. Sambil memandikan Chubby, mereka berdua bermain air—memercikkan air mandi Chubby ke wajah masing-masing.

Setelah memandikan anjing peliharaannya, Yanuo mengeringkan bulu Chubby sementara Zifeng mengeringkan rambut Yanuo yang basah. Dan mengabadikan kebersamaan mereka, Zifeng foto selfie bareng dengan Yanuo dan Chubby.

Gambar Korea 23

Sementara itu di rumah sakit, Na Na bermaksud ingin mengirimkan sms kepada Qingyang karna takut dia akan curiga karna sudah lama tidak menghubunginya, Paman Tian kemudian menyarankan NaNa untuk  melakukan video call agar dia bisa melihatnya.

Dia setuju dengan ide ayahnya, tapi Nana khawatir dia akan ketahuan oleh Qingyang karna memakai baju pasien. Paman Tian kemudian menyarankan Nana untuk mengganti baju pasiennya dan berdiri di depan jendela sehingga Qingyang tidak akan tahu dia ada dirumah sakit.

Gambar Korea 24

Tapi Nana kembali mengelak karna dia harus bersikap seolah-olah berada di Venice. Paman Tian tak habis akal untuk memberi ide dan menyarankan Nana berdiri di depan tembok putih untuk membuat Qingyang percaya bahwa sekarang dia berada di Venice.

Qingyang sudah kembali ke kafe agar Nana tidak mengetahui bahwa dia juga ikut menjaganya di rumah sakit. Dan saat dia menerima video call dari Nana, Qingyang berpura-pura seolah-olah menganggap Nana sekarang berada di Venice, sehingga dia bertanya tentang keadaannya.

Gambar Korea 25

Dia lantas berkata: “Saya sangat merindukanmu.” Karna merasa risih ayahnya melihatnya berbincang dengan Qingyang melepas kerinduan mereka, dia menyuruh ayahnya turun ke lantai bawah dengan memanggilnya tiantian agar tidak ketahuan.

Usai ayahnya keluar dari kamarnya, Nana mengungkapkan betapa dia sangat merindukan Qingyang: “Saya hanya ingin memberitahumu saya sangat merindukanmu. Sangat, sangat merindukanmu.” Dan mereka berdua berbincang untuk beberapa saat.

Gambar Korea 26

Paman Tian kembali ke kafe karna Nana tidak ingin membuat Qingyang curiga karna terlalu lama menghilang, dan memberitahunya bahwa video call itu adalah idenya.

Dan saat Paman Tian akan pergi ke dapur membuatkan sup tulang rusuk untuk Nana yang akan ia bawa ke rumah sakit, paman Hao datang ke kafenya yang baru saja tiba kemarin.

Gambar Korea 27

Gambar Korea 28

Kedatangannya untuk membicarakan tentang ayah Zifeng yang telah kembali setelah lama menghilang tapi Paman Tian belum bisa menemaninya datang menemui saudara angat mereka, Paman Du, karna masih harus merawat Nana yang sekarang ada di rumah sakit.

Paman Tian kemudian tak melewatkan kesempatannya menunjukkan sebuah cufflink (semacam kancing) kepada Paman Hao, dan memberitahunya bahwa mereka mencurigai pemilik kancing ini adalah pelaku yang menyebabkan kecelakaan ayah Zifeng.

Gambar Korea 29

Paman Hao melihat dengan seksama kancing itu, dan tidak menjawab pertanyaan Paman Tian tentang apakah dia mengetahui tentang pemilik kancing itu dan bergegas pergi karna ada sesuatu yang harus ia kerjakan.

Paman Tian heran melihatnya secepat itu pergi dan bahkan tidak meminum kopinya, sementara Qingyang sepertinya mencurigai gelagat aneh paman Hao.

Paman Hao datang ke tempat HanSheng putranya,dan segera memerintahkan anak buanya untuk meninggalkan mereka berdua.

Gambar Korea 30

Disaat mereka hanya berdua, Paman Hao membabi buta memukul han Sheng karna kesal atas bukti yang baru saja diperlihatkan oleh Paman Tian sampai melemparkan mangkuk kaca kearahnya, untung saja dengan sigap Hansheng menghindar.

Han Sheng sampai harus berteriak, “Ayah, saya putramu,” untuk menghentikan ayahnya yang bersiap untuk memukulnya dengan botol minuman keras.

Paman Hao marah besar karna tak menyangka dia bisa bertindak sejauh ini terlibat dalam kecelakaan Paman Du.

Gambar Korea 31

Paman Hao mendesak HanSheng untuk buka mulut karna dia tidak bisa lagi mengelak. Paman Hao menjelaskan bahwa dia telah melihat cufflink yang ia berikan kepada Hansheng, dan tidak percaya dengan ucapannya bahwa dia tidak melakukan apapun.

Karna sudah ketahuan, Hansheng lantas menjelaskan bahwa saat itu dia terpaksa melakukannya karna orang tua Qingyang mengetahui sebuah kesalahannya. Sehingga dia memutuskan untuk melenyapkan mereka dan tak menyangka Paman Du melihatnya. Han Sheng memberitahu ayahnya bahwa orang tua Qingyang mengetahui dia adalah penyalur obat-obatan terlarang.

Gambar Korea 32

Tapi Paman Hao malah menamparnya sehingga Han Sheng membela diri bahwa dia melakukan ini agar ayahnya bisa sukses.

Han Sheng menjelaskan tiga keluarga ini bisa menjadi seperti sekarang adalah karna kerja keras ayahnya. Dia merasa ayahnyalah yang memiliki hak yang paling besar untuk duduk di tempat tertinggi, bukan Paman Du ataupun Zifeng.

Dia memberitahu Paman Hao bahwa dia hanya ingin menghasilkan lebih banyak uang sehingga keluarga mereka akan lebih kuat dan mereka bisa menduduki tempat teratas.

Gambar Korea 33

Tapi Paman Hao tak terima mendengar alasan Han Sheng bahwa dia telah bekerja keras untuk keluarga, sehingga dia melayangkan pistolnya ke arah Hansheng.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Han Sheng menyuruh Paman Hao untuk menembaknya jika dia memang telah melakukan kesalahan. Karna Hansheng adalah putranya, tentu saja Paman Hao tidak menembaknya dan memilih untuk membuang pistolnya.

Paman Hao menyesali sikap Hansheng yang bertindak begitu ceroboh tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

Gambar Korea 34

Dia menginginkan Hansheng menduduki tempatnya secara hukum dan menurut haknya dan berharap Hansheng bisa memikul beban tiga keluarga untuk menjadi pemimpin generasi selanjutnya, tapi tak menyangka Hansheng akan bertindak gegabah.

Paman Hao terpaksa mengatur rencana membawa Hansheng meninggalkan Taiwan untuk beberapa waktu karna jika Zifeng sampai mengetahui tentang kejadian yang sebenaranya dia pasti tidak akan melepaskan Hansheng.

Gambar Korea 35

Keesokan harinya, Paman Hao mengajak Zifeng untuk bertemu di sebuah kuil.  Zifeng menyebutkan tentang pertengkarannya baru-baru ini dengan Hansheng, dan Paman Hao mengerti posisi Zifeng sebagai seorang pemimpin yang mempunyai hak untuk menghukum orang dibawahnya yang melakukan kesalahan.

Paman Hao kemudian mengatakan bahwa dia dan ayah Zifeng menjadi saudara angkat di kuil ini, dan berharap generasi mereka juga akan saling menyayangi, setia dan saling membantu satu sama lain. Dia mengakui Hansheng adalah anak yang sembrono dan kerasa kepala sejak masih kecil, dan selalu bersaing dengan Zifeng untuk segalanya.

Gambar Korea 36

Gambar Korea 37

Paman Hao memberitahu Zifeng bahwa dia mengira berkompetisi berarti akan memiliki peningkatan sehingga tidak menghentikan Hansheng dan bahkan berharap dia bisa menyamai atau melebihi Zifeng, tapi dia akhirnya tersadar bahwa hal itu yang membuat HanSheng menjauh darinya dan Qingyang.

Dia kemudian meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat Hansheng, dan membungkukkan kepalanya di depan Zifeng untuk menerima permintaan maafnya, tapi Zifeng merasa Paman Hao tidak perlu bersikap berlebihan seperti ini.

Gambar Korea 38

Paman Hao kembali meminta satu hal pada Zifeng bahwa terlepas dari kesalahan yang telah dibuat oleh Hansheng, dia meminta Zifeng untuk tetap memaafkan kesalahannya. Dan Paman Hao percaya bahwa Zifeng akan memegang janjinya.

Gambar Korea 39

Usai bertemu dengan Paman Hao, Zifeng dan Yanuo mengunjungi sebuah mall, dan Yanuo penasaran mengapa Paman Hao tiba-tiba meminta Zifeng untuk bertemu dengannya. Zifeng lantas menjelaskan tentang Paman Hao yang meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat oleh Hansheng, dan menginginkan agar mereka berdua berhenti bercekcok.

Gambar Korea 40

Gambar Korea 41

Yanuo lantas berharap bahwa Hansheng bisa memahami usaha ayahnya, dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada kumpulan beberapa orang di mall  itu yang sedang melukis.

***Bersambung***

***Semua tulisan sinop ditulis penuh oleh para admin www.aktriskorea.web.id*** 

***Semua Dok Gambar: TTV, SETTV*** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*