Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Eternal Love (Ten Miles of Peach Blossoms) Episode 3 Drama China

Sinopsis Eternal Love (Ten Miles of Peach Blossoms) Episode 3 Drama China

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Si Yin bangun setelah 10 hari tak sadarkan diri karna mabuk dan kemudian datang menemui Li Jing di tempat pemandian air panas. Si Yin baru tahu bahwa dia telah tertidur selama 10 hari karna meminum semua anggur di istana. Li Jing berkata: “Untung saya bersamamu dan memberimu anti obat hangover yang hanya dimiliki Istana Ziming.”

Si Yin bertanya bagaimana kabar Ling Yu. Li Jing menjawab Ling Yu melemparkan dirinya ke tiang tiga kali, mengiris pergelangan tangannya dua kali, dan sekarang dia mulai menolak untuk makan. “Apanya yang buruk tentang ayahku?,” ucap Li Jing. “Dia adalah Raja Hantu yang mendominasi dunia. Tidak heran dia tertarik dengan temanmu,” sementara Si Yin berbalik saat Li Jing mengganti pakaiannya.

Li Jing berkata bahwa tidak seorang pun  yang diijinkan untuk menemui Ling Yu kecuali dirinya, dan menginformasikan bahwa undangan adopsi Ling Yu telah dibagikan yang akan dilaksanakan pada hari ketiga bulan depan.

Kakak Li Jing datang selagi mereka sedang membicarakan tentang keadaan Ling Yu dan rencana untuk membebaskannya, sehingga Li Jing segera menarik Si Yin ke sebuah tempat tidur. Kakak Li Jin tak terima jika Li Jing menyentuh sandera ayah mereka, dan Li Jing berkata, “Mengapa tidak?.”

“Bahkan jika kau mati di suatu tempat suatu hari nanti, saya tidak akan perduli. Tapi kau tidak bisa memiliki orang ini,” peringatan Kakak Li Jing namun Li Jing berkata bahwa Si Yin bukan apa-apa, tapi sebuah umpan.

Li Jing: “Jika kau ingin memaksa Mo Yuan, Ling Yu sudak cukup. Berikan yang ini untukku.” Kakak Li Jing berkata jika bukan karna Ayah mereka yang kasihan terhadap ibunya, dia pasti telah di usir dari istana. Li Jing tertawa kecil saat dituduh hanya bermain-main karna dia tahu kakaknya juga senang jika dia seperti itu. Li Jing memberitahunya bahwa dia yakin Si Yin adalah murid perempuan yang disembunyikan oleh Mo Yuan di Gunung Kunlun yang menyamar sebagai seorang pria.

Kakak Li Jing tak ingin kembali berdebat, namun memperingatkan bahwa ketika mereka memutuskan persekutuan mereka dengan Suku Langit, dia akan melihat apa yang akan dilakukan oleh Li Jing nanti.

Setelah kakaknya pergi, Li Jing berkata dia sebenarnya telah melihat melalui pesonanya dari penyamaran prianya. “Beritahu aku. Apa kau seorang wanita,” tanya Li Jing dan Si Yin terpaksa mengakui bahwa dia adalah seorang wanita.

Li Jing memberitahu Si Yin bahwa ayahnya memanfatkan dia dan Ling Yu untuk membawa Mo Yuan datang kesini, namun Ling Yu cukup keras kepala. Li Jing menambahkan bahwa baru-bari ini dia mendengar kalau Ling Yu telah memutuskan untuk bunuh diri.

“Apa yang kau katakan benar?,” tanya  Si Yin, dan Li Jing menggaguk. Li Jing berkata bahwa undangan adopsinya telah dikirimkan untuk mempermalukan Gunung Kunlun, namun apabila Mo Yuan datang dan menyelamatkan mereka berdua, maka  keadaan akan masih bisa dikendalikan — namun jika sebaliknya dia khawatir mereka berdua akan mengalami nasib yang naas.

“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa mengalahkan guruku,” bantah Si Yin. “Guruku adalah Dewa Perang.” Li Jing malas berdebat, namun dia berpendapat bahwa  sebaiknya untuk tidak memulai perang karna dunia akan  menderita. Li Jing memberitahu Si Yin untuk menunggu dengan tenang selama beberapa hari, dan kemudian akan mengirimnya keluar dari istana di hari ketiga bulan depan.

Sin Yi bertanya mengapa dia membantunya untuk meloloskan diri. Li Jing menjawab bahwa dia senang bisa berteman dengannya dan akan menerimanya sebagai teman, bahkan jika Sin Yi tidak menerimanya.

Sin Yi setuju untuk berteman dengannya, terlepas bagaimana nanti akhir dari Suku Langit dan Suku Hantu. Si Yin menulis pesan pada Ling Yu di secarik kertas, dan Li Jing mengungkit tentang Yang Zhi yang juga menyukainya. Dia menawarkan untuk mengirimnya pergi bersamanya agar Si Yin bisa membantunya untuk menjaga adiknya, dan Si Yin langsung menolak karna dia juga adalah seorang wanita.

“Jangan bercanda seperti itu,” ucap Si Yin dan memintanya untuk tidak membocorkan identitasnya. Li Jing kemudian datang ke tahanan dan memberikan Ling Yu surat dari Si Yin.

Li Jing duduk di pinggir kolam lotus,  dan seorang selirnya menghampirinya dan bertanya mengapa belakangan ini dia suka  memandangi teratai. Li Jing menjawab dia hanya ingin santai, tapi kemudian mendorong wanita itu saat mereka akan berciuman karna tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada Si Yin.

Yang Zhi menemui Li Jing dan menginformasikan tentang undangan adopsi yang telah dikirim. Li Jing berkata jika mereka membebaskan Si Yin, maka akan sulit untuk bertemu dengannya lagi. Yang Zhi pasrah bahwa sebagai Putri dari Suku Hantu, dia tidak bisa bersama dengan seseorang dari Suku Langit. Li Jing setuju dengan pendapatnya, meskipun memasang wajah sendu.

Li Jing yang mabuk berat datang ke kamar Si Yin dan memberitahunya bahwa dia menyukainya. Si Yin terpaksa mendorong Li Jing ke tempat tidur saat memaksa ingin mencium dan melepaskan bajunya.

Sementara itu di langit, Raja Hantu telah mengirimkan undangan kepada semua orang perihal ucapara adopsi Ling Yu. Dong Hua menyadari bahwa Raja Hantu telah sengaja mempermalukan Gunung Kunlun dan ingin memberontak, sehingga memerintahkan seorang pengikutnya untuk menyelidiki Pangeran dan Putri Raja Hantu di Istana Ziming dengan diam-diam.

Mo Yuan juga telah mengetahuinya dan memutuskan secara pribadi  menemui Raja Hantu untuk menyelamatkan kedua muridnya.

Keesokan paginya, Li Jing terkejut mendapati dirinya berada di ranjang Si Yin. Si Yin menceritakan bagaimana Li Jing masuk ke kamarnya tengah malam dalam keadaan mabuk, dan mengungkapkan perasaannya. Li Jing membantah bahwa itu tidak dia sengaja, dan bahwa mereka  yang berasal dari Suku Hantu tidak bisa bersama dengan yang berasal dari Suku Langit.

Li Jing melihat sikap Si Yin seolah-olah semalam dia memanfaatkannya, dan Si Yin berkata bahwa semalam dia hampir menyobek pakaiannya. Li Jing tak ingat apa-apa, dan dia bergegas keluar dari kamarnya karna malu.

Yang Zhi datang menemui Si Yin yang sedang duduk di pinggir kolam untuk memberitahukan tentang rencananya dan Li Jing membantu mereka berdua meloloskan diri, dan Si Yin mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Yang Zhi ingin mengucapkan sepatah kata bahwa dia menyukainya, namun dia tak memiliki keberanian yang cukup dan memilih pergi.

“Memalukan. Saya juga seorang wanita. Apa yang bisa kulakukan untuk tidak melukai perasaanmu,” pikir Si Yin dalam hatinya.

Diam-diam Li Jing mengamati Si Yin dan bertanya-tanya dalam hatinya: “Apa yang terjadi padaku. Apa saya benar-benar sudah jatuh cinta padanya?”

Mo Yuan tiba-tiba muncul di didepannya, dan tanpa pikir panjang Si Yin langsung memeluknya. Dia datang untuk menyelamatkan kedua muridnya. Kakak Li Jing dan anak buahnya berusaha menghentikan mereka pergi dari istananya, namun mereka gagal. Mo Yuan kemudian berhadapan dengan Raja Hantu saat akan keluar. Raja Hantu sendiri tak menyangka Mo Yuan akan melanggar  perjanjian  antara kedua suku mereka hanya demi kedua muridnya dan bahkan menyerang anak buahnya di istananya.

Mereka dikepung, dan Mo Yuan balik menuduhnya telah melakukan penyerangan tiba-tiba dengan menculik kedua muridnya. Raja Hantu dan Mo Yuan bertarung dengan begitu sengit, namun Raja Hantu tiba-tiba saja ingin menyerang Si Yin dan Li Jing datang menyelamatkannya.

Diwaktu yang sama “ujian langit” datang. Mo Yuan bergegas membawa dua muridnya kembali ke Gunung Kunlun dan memerintahkan mereka untuk mengunci Gunung agar tidak seorang pun yang bisa datang dan pergi.

Mo Yuan kemudian mengunci Si Yin di dalam sebuah gua dan menerima serangan halilintar dari langit. “Seharusnya saya yang menderita halilintar ini! Guru,” teriak Si Yin di dalam gua. Dia mendesak Mo Yuan untuk mengeluarkannya, namun Mo Yuan tak menanggapinya.

Darah keluar dari mulutnya, sementara Si Yin berteriak dengan kencang: “Ini ujian  langitku, Guru!” Setelah ujiannya selesai,  Si Yin jatuh pingsan. Ketika Si Yin bangun, Mo Yuan telah mengunci dirinya di sebuah gua untuk memulihkan dirinya.

Murid Pertama memberitahukan bahwa kemarin Guru mereka menahan tiga serangan halilintar untuknya. Senior berkata tidak benar apabila Guru mereka harus menghadapi ujian lain untuknya, sehingga menasihati Si Yin agar mulai dari sekarang dia harus meningkatkan kemampuannya

Murid Pertama menambahkan bahwa sepertinya Guru mereka telah mempersiapkan untuk menerima serangan halilintar itu untuknya setelah memerintahkan mereka untuk mengunci Gunung Kunlun karna khawatir Raja Hantu akan datang membalas dendam saat dia sedang bertapa.

Si Yin datang ke gua, dan menangis: “Guru apa kau terluka parah? Guru saya telah mencelakakanmu. Saya telah belajar darimu selama 20,000 tahun tapi saya tidak bisa memprediksi hari ujian langitku. Guru keluarlah segera!” Mo Yuan tersenyum tipis saat mendengar bagaimana Si Yin akan membuatkannya sop ketika keluar nanti.

Karna Li Jing membela Si Yin, Raja Hantu sangat marah sehingga mengurungnya. Adiknya, Yang Zhi, kemudian membantunya untuk meloloskan diri. Li Jing berpesan agar Yang Zhi tidak mengakui bahwa dia yang telah membebaskannya, namun Yang Zhi meyakinkannya bahwa ayah mereka tidak akan melakukan apapun padanya meskipun tahu yang sesungguhnya. Setelah bebas, dia memutuskan pergi ke Gunung Kunlun.

Murid Pertama untuk pertama kalinya mendapati Si Yin rajin belajar setelah 20,000 tahun, dan Si Yin meminta penjelasan atas sebuah bait yang ia baca tentang apakah Lonceng Kaisar Timur adalah benda tenaga gaib kuat dan salah satu senjata terbaik yang diciptakan oleh Guru mereka.

Murid Pertama berkata seandainya dia sangat rajin sebelumnya, Guru mereka tidak harus menderita menerima ujian itu untuknya.

Seorang tamu datang, dia  adalah Bai Zhen, kakak Bai Qian, putra keempat dari Raja Rubah Qing Qiu. Si Yin tanpa banyak pikir langsung memeluk erat dan memanggilnya ‘Kakak keempat’ di depan Murid Pertama. Sehingga Si Yin bergegas mengklarifikasi bahwa dia telah bersama Zhe Yan dan yang lainnya sejak masih kecil sehingga terbiasa memanggilnya Kakak Keempat.

Bai Zhen berkomentar tentang lingkungan Gunung Kunlun yang sangat menyenangkan setelah melihat bagaimana Si Yin telah tumbuh dewasa. Si Yin tiba-tiba saja menangis karna merasa itu adalah kesalahannya sampai Mo Yuan  harus menderita ujian langit untuknya,  dan Bai Zhen berkata: “Tidak heran auramu terasa berbeda.”

Murid pertama meninggalkan mereka untuk bicara, dan Si Yin bertanya mengapa Bai Zhen buru-buru akan pergi setelah  baru saja sampai disini. Bai Zhen menjawab karna Raja Hantu, dan bertanya mengapa  Si Yin sampai datang ke daerah Suku Hantu.

Si Yin menjelaskan bahwa dia mendengar Kakak ipar kedua akan melahirkan sehingga ingin datang menjenguknya. Bai Zhen berkata bahwa karna duel antara Mo Yuan dan Qing Cang (si Raja Hantu) di Istana Ziming, raja Langit sangat khawatir dan telah memanggil Zhe Yan untuk membicarakan bagaimana mengatasi Kerajaan Hantu.

Si Yin bertanya apa Raja Hantu akan  memberontak, dan Bai Zhen menjawab semua itu hanya masalah waktu. Bai Zhen berkata bahwa Si Yin adalah murid paling junior sehingga tidak akan dikirim ke dalam medan pertempuran. Namun Si Yin berkata jika Mo Yuan akan bertempur, dia tidak akan lari.

Orang-orang langit berkumpul bersama-sama untuk membicarakan perang antara Suku Hantu. Anak buah Dong Hua yang baru saja menyelidiki tentang Suku Hantu melaporkan tentang adanya perselisihan antara  raja hantu dan Li Jing  begitu perkelahian antara Pangeran Pertama dan Pangeran kedua. Sehingga Raja Langit berpikir bahwa akan menjadi jalan yang terbaik untuk membantu Li Jing menduduki tahta sebagai Raja untuk lebih baik mengendalikan Suku Hantu.

Sebelum Bai Zhen pamit pergi, Si Yin diberitahu nama keponakannya adalah Feng Jiu. Si Yin  merasa namanya seperti  seekor phoenix yang terbang selama sembilan hari, dan khawatir bila nama seperti itu akan memberikan dampak buruk  pada pernikahannya.

Si Yin bertanya apa Ibu mereka telah meramalkan tentang pernikahan keponakannya, dan  Bai Zhen merespon bahwa keluarga mereka seharusnya mengkhawatirkannya bukan keponakannya yang baru saja lahir. Bai Zhen berpesan agar Si Yin secepatnya menyelesaikan pelajarannya di Gunung Kunlun dan kembali ke rumah agar mereka bisa mencarikannya seorang suami.

Namun, Si Yin malah menganggap bahwa kakaknya hanya sengaja mengalihkan dirinya agar Ibu mereka tidak mengomelinya mencari seorang istri. Bai Zhen menasihati Si Yin bahwa keluarga mereka tidak akan menentangnya apabila ingin bergabung bersama Mo Yuan untuk berperang sebagai Murid Gunung Kunlun, namun dia berharap Si Yin mengingat masih memiliki empat Kakak yang akan selalu membantunya.

Li Jing tiba di kaki Gunung Kunlun bersama anak kecil, yang merupakan pengikutnya. Anak kecil itu memperingatkan bahwa energi dewa yang ada di Gunung Kunlun bertentangan dengan fisik mereka, sehingga ia khawatir Li Jing akan terluka.

Anak kecil itu menghalanginya pergi, namun Li Jing bertanya: “Kau telah mengikutiku sejak kecil. Apa kau pernah melihatku sangat serius pada orang lain?” Anak kecil itu menggelengkan kepalanya, dan Li Jing berkata: “Saya ingin  menemui Si Yin.”

Li Jing melangkah masuk, namun sebuah pedang terbang menyerangnya yang berhasil menggores wajahnya. Dia bertarung untuk bisa masuk dan berhasil saat Zi Lan, seorang murid Kunlun datang membantunya. Li Jing menjelaskan bahwa dia datang untuk menemui Si Yin, dan mengaku bahwa Si Yin memanggilnya Kakak sehingga Zi Lan membiarkannya masuk.

Li Jing bertemu dengan Si Yin dan memberitahunya bahwa dia menyukainya dan ingin bersamanya. Li Jing berkata dia bersedia melepaskan status dan identitasnya, hanya untuk membuatnya berada disisinya.

Si Yin berkata dia adalah murid Gunung Kunlun dan bahwa Li Jing telah rukun dengan para istrinya. “Kau tidak kekurangan wanita,” ucap Si Yin. Li Jing mengakui bahwa dia  memikirkannya siang dan malam dalam kurungannya sejak Si Yin meninggalkan Istana Ziming. “Saya tahu hatiku tidak akan lagi dimiliki oleh orang lain mulai dari sekarang,” tambahnya.

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*