Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis “Marry Me, Or Not?” Episode 15 (Akhir) Bagian Pertama

Sinopsis “Marry Me, Or Not?” Episode 15 (Akhir) Bagian Pertama

Gambar Drama 1

[Baca juga: Sinopsis “Marry Me, Or Not?” Episode 15 (Akhir) Bagian Kedua Drama Taiwan]

Huan Zhen duduk di depan tepi pinggir sungai, dan tak berselang lama Hao Meng datang.

Gambar Drama 2

“Pernahkah kau memikirkan bagaimana kita sekarang jika kita tidak pernah bertemu?,” tanya Hao Meng.

Dan flashback: Kita bisa melihat Huan Zhen berjalan menuju lift, dan sedang berbicara dengan ibunya di telpon.

Gambar Drama 5

Gambar Drama 3

Suara Huan Zhen mengatakan, “Seandainya saya tidak bertemu denganmu, diriku yang sekarang mungkin akan seperti wanita lain, dan menemukan seorang pria yang mencintaiku lebih dari saya mencintainya. Saya akan berpacaran dengannya, tanpa ada rasa khawatir sedikitpun.

Huan Zhen berada di dalam lift, saat Hao Meng akan berjalan masuk tapi pintu lift tertutup — di lift itu pertama kalinya Hao Meng dan Huan Zhen bertemu.

Gambar Drama 4

Suara Huan Zhen bertanya, “Bagaimana denganmu? Jika kau tidak bertemu denganku, dirimu yang sekarang akan seperti apa?”

Kita bisa melihat Hao Meng sedang kencan buta bersama seorang gadis bernama Xiao Min di sebuah restoran, gadis yang pernah ingin dicomblangkan oleh ibunya.

Gambar Drama 7

Gambar Drama 8

Gambar Drama 9

Suara Hao Meng mengatakan: “Mungkin saya akan seperti dirimu, mengikuti saran setiap orang, dan menemukan seorang wanita yang lebih memperdulikanku dibanding dirinya. Seorang wanita yang baik hati dan jujur yang tidak memiliki kekuatan tertentu, tapi seorang wanita yang baik hati yang mengerti semua kekuranganku. Mungkin saya tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menikahinya, tapi saya juga tidak akan ingin putus darinya.”

Kemudian kita melihat Hao Meng datang bersama Xiao Min menghadiri pemberkatan pernikahan Huan Zhen bersama Shu Hong.

Gambar Drama 10

Huan Zen berjalan menuju altar dengan mengenakan gaun putih.

Dan suara Huan Zhen mengatakan,”Bahkan jika hatiku tidak lagi berdetak kencang, saya akan meyakinkan diriku bahwa tidak mengalami frustasi adalah sebuah jenis kebahagiaan.”

Gambar Drama 13

Gambar Drama 12

Gambar Drama 11

Hao Meng dan lainnya bertepuk tangan menyambut Huan Zhen yang berjalan menuju alatar, dan kita mendengar Suara Hao Meng menngatakan: “Bahkan jika, dalam hatiku, saya merasa seperti telah kehilangan sesuatu, saya akan tetap meyakinkan diriku bahwa tidak menyesal adalah sebuah jenis kebahagiaan.”

Gambar Drama 15

Gambar Drama 14

Gambar Drama 16

Hao Meng berdiri dari tempat duduknya, dan orang-orang yang ada di dalam tempat pemberkatan pernikahan menghilang dan hanya ada Hao Meng dan Huan Zhen.

Mata Huan Zhen berkaca-kaca memandangi Hao Meng, dan suara Hao Meng dan Huan Zhen bersamaan mengatakan: “Karna kita tidak bersama.”

Gambar 17

Episode 15

Huan Zhen datang menemui ibu Hao Meng di sebuah restoran yang sebenarnya sedang menunggui ayahnya. Ibu Hao Meng menegaskan bahwa dia dan ayah Huan Zhen tidak memiliki hubungan apa-apa.

Meskipun awalnya Huan Zhen agak sedikit menyindir ibu Hao Meng sebagai wanita kedua, tapi dia mengakui apa yang dikatakannya sama persis dengan apa yang dikatakan ayahnya.

Gambar 18

Ibu Hao Meng mengatakan apa yang dikatakan ayahnya benar. Mereka hanyalah teman yang reunian setelah bertahun-tahun baru bertemu. Dia menambahkan ayahnya mengatakan padanya betapa dia sangat menyayangi ibu Huan Zhen dan dirinya.

Huan Zhen kemudian mengajak ibu Hao Meng kerumahnya untuk membuktikan ucapannya.

Gambar 20

Setibanya di rumah, Ibu Huan Zhen mendesak ibu Hao Meng untuk membuktikan bahwa dia tidak menjalin hubungan apapun dengan suaminya.

Ibu hao Meng kemudian menjelaskan bahwa baru-baru ini dia telah tinggal terpisah dari suaminya, dan berdebat tentang perceraian tapi kedua anaknya tidak mendukung keputusannya sehingga dia merasa tertekan, dan menghubungi suaminya untuk mengajaknya berbicara.

Gambar 21

Ibu Hao Meng menegaskan bahwa dia dan ayah Huan Zhen tak mempunyai hubungan apa-apa. Dia memberitahu mereka bahwa sebelumnya dia telah melihat ayah dan ibu Huan Zhen di supermarket berbicara dan tertawa bersama yang membuatnya iri sehingga dia menangis karna membandingkan hubungannya dengan suaminya yang tidak seharmonis mereka.

Ibu Huan Zhen kemudian menyuruh suaminya untuk pergi membeli bir agar dia dan ibu Hao Meng minum sampai mabuk.

Gambar 22

Huan Zhen menelpon Sheng Nan untuk memberitahunya bahwa ibu mereka sedang minum sampai mabuk, dan bahkan berbincang dan tertawa bersama.

Sheng Nan tak habis pikir mendengar ibu mereka dengan bahagianya minum bersama padahal baru sejam yang lalu terjadi kejadian yang tak mengenakkan.

“Apa yang ada dalam pikirannya? Saya mulai sulit memahami ibuku,” ucap Sheng Nan.

Gambar 23

Huan Zhen lantas mengatakan mungkin apa yang membuat ibunya paling terluka bukan karna  tidak dimengerti tapi karna tidak ada seorang pun yang memahaminya.

“Orang-orang yang tampaknya paling kuat adalah sering yang paling kesepian,” ucap Huan Zhen.

Huan Zhen berjani akan mengurus ibunya dengan baik, dan Sheng Nan kembali bertanya mengapa Huan Zhen menelponnya ketika mengetahui ibunya tak punya uang dan tak tahu harus pergi kemana, ketimbang menelpon Hao Meng.

Gambar 25

Gambar 24

Huan Zhen menjawab bahwa dia sudah putus dari Hao Meng sehingga dia merasa aneh untuk menelponnya.

Sheng Nan kemudian bertanya mengapa Huan Zhen masih melakukan banyak hal untuk Hao Meng padahal mereka berdua telah putus, Huan Zhen menjawab dia melakukannya untuk Sheng Nan dan bukan untuk Hao Meng, tapi sepertinya dia sedang berbohong.

Gambar 26

Gambar 27

Hao Meng turun ke lantai bawah, dan melihat Sheng Nan telponan dengan seseorang.

Sheng Nan ingin memberitahu dengan siapa dia sedang berbicara, tapi sebelum menjawab sepertinya Sheng Nan terpikir sebuah ide.

Sementara itu, ibu Huan Zhen dan Hao Meng sudah mabuk berat, dan mulai berbicara ngelantur, dan jatuh tertidur.

Gambar 28

Gambar 29

Huan Zhen kemudian keluar menuju pekarangan rumahnya untuk menemui Sheng Nan yang mengaku di telpon sedang menuju ke rumahnya. Tapi ternyata Sheng Nan berbohong, yang datang malah Hao Meng.

“Mengapa kau datang kesini,” tanya Huan Zhen. Dan Hao Meng menjawab dia datang untuk menjemput ibunya yang mabuk karna diberitahu oleh Sheng Nan.

Gambar 31

Gambar 30

Hao Meng melihat ibunya sedang tertidur di lantai  karna mabuk berat, dan mengakui ibunya tidak pernah minum didepannya. Huan Zhen memberitahu Hao Meng bahwa ibunya menghabiskan hampir semua minuman alkohol sendiri, dan meminta maaf karna membiarkan ibunya minum sebanyak itu.

Dia berterima kasih karna telah menemani ibunya,tapi saat akan membawanya pulang ibu Hao Meng menolak sehingga Huan Zhen menyarankan agar malam ini ibunya menginap di rumahnya.

Gambar 32

Hao Meng menggendong ibunya ke kamar Huan Zhen dan membaringkannya. Ibunya yang masih dalam keadaan mabuk kemudian meluapkan kesedihannya, bagaimana suami dan kedua anaknya sama sekali tidak memahaminya. Sambil menangis, ibu Hao Meng mengatakan bahwa keluarganya berpikir dia hanya memikirkan tentang kehormatan dan reputasi.

Dengan nada yang meluap-luap, dia mengatakan apa yang paling ia perduli apakah Hao Meng bisa hidup dengan baik atau tidak. Ibunya menceritakan bagaimana Hao Meng setelah tamat kuliah harus terlilit hutang karna ingin menjadi pengacara lingkungan.

Gambar 33

Dia sampai rela berlutut didepan suaminya untuk memohon agar dia mau membantu Hao Meng, karna dia tidak ingin putranya menderita. Baginya, selama dia bisa membantu Hao Meng dia tidak perduli dengan harga dirinya. Karna baginya, Hao Meng adalah anak terbaik di dunia.

Ibu Hao Meng mengatakan di dunia ini tidak ada wanita yang cukup baik untuk putranya, dan mengakui bahwa sebenarnya dia tidak menginginkan Hao Meng menikah, karna dia takut Hao Meng akan melupakannya jika telah memiliki seorang istri. Itulah mengapa dia sendiri yang ingin memilihkan pendampingnya, seorang menantu yang patuh dan tidak akan mencuri putranya, ungkap ibunya.

Gambar 34

Huan Zhen memberitahu ibu Hao Meng bahwa dia tidak menakutkan dan bisa memahami perasaannya.

“Karna saya merasakan hal yang sama dengan yang anda rasakan, Karna saya takut orang lain akan khawatir, saya selalu berpura-pura kuat dan pintar,” ucap Huan Zhen.

Gambar 35

Gambar 36

Huan Zheng mengakui mereka berdua bodoh, meskipun mereka berdua menyayangi Hao Meng, tapi mereka tidak tahu bagaimana memperlihatkannya.

Huan Zhen meyakinkan ibu Hao Meng bahwa dia tidak menakutkan, dan kedua anaknya pasti sangat bahagia memiliki ibu seperti dirinya. Sementara Hao Meng berdiri dibalik pintu, merasa sedih mendengar semua ungkapan isi hati ibunya.

Gambar 37

Hao Meng kemudian memberitahu Huan Zhen bahwa selama ini dia tidak bisa seperti dirinya yang duduk disamping ibunya dan mendengarnya bicara.

Dia merasa menikah dengan orang yang dicintai adalah hal yang sangat membahagiakan, tapi berbeda dengan ibunya yang demi kedua anaknya menikah dengan orang yang tak ia cintai, sangat tidak beruntung dan menderita.

“Tapi saya kira ibumu mencintai ayahmu lebih dari yang kau pikirkan,”ucap Huan Zhen.

gambar 38

Hao Meng tak percaya karna dia dan Sheng Nan selalu melihat kedua orang tuanya bertengkar hampir setiap hari sejak mereka kecil, berbeda dengan kedua orang tua Huan Zhen yang akur.

Huan Zhen memberikan tanggapannya bahwa dari perspektif wanita, ibunya sering bertengkar dengan ayahnya karna berharap mendapat lebih banyak lagi perhatian.

Dia mengambil contoh ibunya yang sering berdebat dengan ayahnya karna dia sangat perduli.

gambar 39

gambar 40

Huan Zhen: “Wanita tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan mereka dengan baik sehingga mereka sering menggunakan metode ini untuk memberitahu separuh dari perasaan mereka ‘saya sangat perduli padamu. Bisakah kau juga lebih perduli padaku? Meskipun itu sedikit bodoh dan sedikit seperti mereka terlihat kuat, hal itu dianggap sebagai bagian dari cinta mereka,” ucap Huan Zhen.

Dia menambahkan seandainya Hao Meng melihat lebih dekat lagi dalam kehidupan mereka, dia akan menyadari bahwa ada banyak petunjuk orang tuanya sebenarnya saling mencintai.

gambar 41

Huan Zhen merasa aneh dengan tatapan Hao Meng sehingga dia bertanya, “Ada apa? Apa saya salah bicara?”

“Tidak,” jawab Hao Meng.  “Saya hanya berpikir bisa bersama seperti sekarang dan berbincang dengan dirimu terasa sangat nyaman.”

“Saya juga,” ucap Huan Zhen.

gambar 42

gambar 43

gambar 44

gambar 46

Sebelum meninggalkan rumahnya, Hao Meng mengatakan: “Dulu ketika kita pertama kali bersama-sama, saya bermimpi kita berdua terbangun di bawah sebuah pohon besar dan dalam mimpi itu kita berdua seperti pasangan yang telah bersama untuk waktu yang lama. Kita menggosok gigi bersama dan sarapan bersama, dan duduk di sebuah sofa sambil menonton bersama.”

Hao Meng menghela nafasnya,dan mengucapkan selamat malam dan berjalan pergi dari rumah Huan Zhen.

gambar 47

Tapi Huan Zhen tiba-tiba memanggilnya,seakan ingin mengucapkan sesuatu tapi yang keluar dari mulutnya  hanya ucapan,”Hati-hati di jalan.” Setelah Hao Meng pergi, Huan Zhen hanya bisa menangis.

Keesokan harinya, Hao Meng datang ke rumah dan mendapati semua barang-barang ibunya sudah berada di atas sebuah meja atas perintah ayah mereka.

gambar 48

gambar 49

Melihat keadaan semakin parah, Sheng Nan lantas bertanya sekarang apa yang harus mereka lakukan. Hao Meng menjawab untuk membiarkan kedua orang tua mereka bercerai.

Sheng Nan kaget dengan keputusan Hao Meng, tapi saat membereskan barang-barang ibunya Hao Meng melihat sebuah kotak yang menarik perhatiannya. Hao Meng membuka kotak aksesoris itu bersama Sheng Nan, dan melihat isi kotaknya sepertinya mereka menemukan sebuah jawaban.

Ibu Hao Meng bangun dari tidurnya, dan merasa sedikit malu kepada Huan Zhen usai semalam mabuk berat.

gambar 50

Hao Meng datang bersama Sheng Nan menjemput ibu mereka di rumah Huan Zhen. Mereka membawanya ke kantor Hao Meng yang sudah ditunggui oleh suaminya.

Hao Meng memberitahu ayah dan ibunya bahwa dia dan Sheng Nan telah menyetujui mereka untuk bercerai, dan kemudian menyodorkan berkas yang akan mereka tanda tangani, dan telah mengurus harta gono gini termasuk tunjangan bagi ibunya.

gambar 51

Ayah dan ibunya terkejut dengan sikap Hao Meng yang menyarankan mereka untuk bercerai, meskipun tetap saja keduanya berpura-pura setuju.

Keduanya memegang puplen bersiap untuk memberikan tanda tangan mereka di berkas persetujuan perceraian meskipun dengan ragu-ragu.

gambar 52

gambar 53

Sheng Nan kemudian mengambil sebuah kotak dari tasnya dan memberitahu kedua orang tuanya bahwa masih ada satu aset mereka yang masih belum dibagi, dan kemudian memberikan kotak itu kepada Hao Meng untuk diperlihatkan di depan mereka.

Ibu Hao Meng bersikeras melarang memperlihatkan kotak itu di depan ayah mereka dengan memberi alasan bahwa kotak aksesoris itu hanya sebuah hadiah pernikahannya.

gambar 54

gambar 55

Hao Meng menjelaskan pada ibunya bahwa semenjak dia ingin bercerai, maka isi dari kotak itu tidak lagi menjadi miliknya, dan harus dibagi.

Ayah Hao Meng langsung merebut kotak itu dari tangan istrinya. Dia membuka kotak itu dan tak menyangka melihat foto mereka berdua didalamnya, dan sejumlah kenangan yaitu catatan-catatan kecil berupa pesan untuk suaminya.

***Semua Dok Gambar: CTV, ETTV***

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*