Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis “Marry Me, or Not?” Episode 5 Bagian Kedua

Sinopsis “Marry Me, or Not?” Episode 5 Bagian Kedua

Sinopsis Marry Me or Not

[Baca juga: Sinopsis “Marry Me, or Not?” Episode 5 Bagian Pertama] 

Huan Zhen datang ke apartemen Hao Meng, dan kaget melihat banyak barang-barangnya yang ternyata masih berantakan. Huan Zhen lalu masuk kamarnya dan mendapati sehelai rambut di atas tempat tidur. Dia yakin sehelai rambut itu milik Sheng Nan dan menduga dia sedang berusaha merampas Justin (Hao Meng). Dia kemudian memantapkan dirinya bahwa dalam sebulan dia akan memikat hatinya.

Tidak hanya rambut, dia melihat barang-barang milik Sheng Nan ada di kamarnya. Tapi tak lama kemudian, Hao Meng datang dan mengumpulkan barang-barang milik Sheng Nan. Dia berkata pada Huan Zhen akan membuangnya.

Sinopsis Marry Me or Not 2

Hao Meng bertanya pada Huan Zhen apa dia khawatir bagaimana dia memperlakukan Sheng Nan dan bagaimana dia akan memperlakukannya di masa yang akan datang.

“Tentu saja. Bagaimana kamu sampai memikirkannya?,” jawab Huan Zhen.

Hao Meng mengaku orang lain pasti akan berpikir dia sudah ekstrim karna memutuskan Sheng Nan hanya karna seorang wanita yang baru ia temui.

“Saya tidak perduli apa yang dipikirkan orang lain, tapi saya hanya perduli apa yang kamu pikirkan,” ucap Hao Meng.

Sinopsis Marry Me or Not 3

Huan Zhen tak mau kalah bermain kata: Saya baru tahu saya mempunyai perasaan spesial untukmu. Hao Meng mendekatinya dan bertanya: “Perasaan seperti apa?”

Mau tak mau Huan Zhen menjawab: Menyukaimu adalah perasaan itu.

Hao Meng lanjut bertanya: Tolong jangan berbohong padaku.

Huan Zhen: Mengapa saya harus berbohong?

Sinopsis Marry Me or Not 4

Sinopsis Marry Me or Not 5

Hao Meng: “Ada terlalu banyak kebohongan dalam pekerjaanku. Saya bisa mengetahui ketika sesuatu benar atau salah. Tapi kamu berbeda. Apapun yang kamu katakan, saya akan percaya bahkan jika itu sebuah kebohongan. Saya juga akan mempercayainya.

Huan Zhen juga tak mau kalah melontarkan kata-kata manis untuk didengar: “Saya juga sama denganmu. Saya tidak mudah percaya dengan orang lain. Tapi itu begitu aneh, saya mempercayaimu lebih dari saya mempercayai diriku sendiri.

Huan Zhen tiba-tiba memegang  tangan Hao Meng dan menaruhnya di dadanya – sontak hal itu membuatnya terkejut dan tampak agak sedikit gerogi. “Berdiri di depan orang yang kusukai. Saya akan merasa sangat bahagia. Jika saya berdiri di depan seseorang yang sangat sangat kusukai. Saya tidak hanya akan merasa bahagia, tapi hatiku juga akan berdebar, berdebar, berdebar. Akan terus berdetak tanpa berhenti. Apa kamu juga merasakan yang sama.”

Sinopsis Marry Me or Not 6

Sinopsis Marry Me or Not 20

Huan Zhen: Apapun yang dikatakan orang lain. Saya tidak perduli. Karna satu-satunya hal yang kupercayai di dunia ini adalah detak jantung ini.

Dia langsung memeluk Hao Meng untuk mendengar detak jantungnya, tapi gerakan refleks Huan Zen seakan membuatnya tak berdaya.

“Saya bisa memastikan kamu juga menyukaiku. Karna hatimu seperti milikku. Berdetak sangat kencang, sangat kencang, ” kata Huan Zen.

Huan Zhen kemudian menyuruh Hao Meng beristirahat, dan ingin mengambil dari tangannya barang-barang milik Sheng Nan; tapi dia memegangnya sangat erat. Mereka berdua tarik-tarikan, dan Hao Meng tidak akan membiarkan Huan Zhen sampai membuang barang-barang adiknya.

Sinopsis Marry Me or Not 7

Sinopsis Marry Me or Not 8

“Jika Sheng Nan sampai tahu, dia membuang barang-barangnya, dia akan menggila,” pikir hao Meng.

Lain lagi dengan Huan Zhen yang berpikir: Tidak, saya tidak akan membiarkannya memiliki kesempatan bertemu kembali dengan Sheng Nan.

Mereka berdua bersikeras tak ada yang mau mengalah. Karna saking kuatnya tarikan Huan Zhen, keranjang berisi barang milik Sheng Nan terlepas dari tangan Hao Meng. Huan Zen terdorong ke belakang mengenai lemari, dan sebuah vas jatuh. Hao Meng segera melindungi Huan Zhen agar vas itu tidak mengenai kepalanya — tapi membuat lengannya terluka dan dia jatuh pingsan.

Sinopsis Marry Me or Not 9

Sinopsis Marry Me or Not 10

Huan Zhen mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh agar mereka bisa cepat sampai ke rumah sakit. Karna melaju dengan cepat, mereka sampai dikejar polisi. Huan Zhen terus mengemudikan mobilnya tanpa memperdulikan polisi, dan saat dia membelokkan mobilnya, dia bertabrakan dengan sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Untuk kedua kalinya, Hao Meng langsung menjadi perisai bagi Huan Zhen, melindunginya agar dia tidak terluka.

Huan Zhen terpaksa diberi surat  tilang oleh Pak Polisi, dan di rumah sakit dia diberitahu oleh dokter meskipun lengan kekasihnya terluka, dia tidak seharusnya terburu-buru seperti itu. Karna mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sampai bertabrakan menyebabkan luka Hao Meng semakin besar dan dia bahkan harus di jahit.

Sinopsis Marry Me or Not 11

Sinopsis Marry Me or Not 12

Keluar dari rumah sakit, Huan Zhen awalnya berniat untuk mengemudikan mobil untuk mengantarnya pulang tapi Hao Meng langsung menunjukkan lengannya yang terluka – membuat Huan Zhen mengurungkan niatnya. Dia memanggil taxi, dan kemudian membukakan pintu untuk Hao Meng. Di dalam mobil, Huan Zhen kembali membantu memasangkannya sabuk pengaman. Huan Zhen berada sangat dekat sehingga membuat keduanya untuk beberapa saat saling bertatapan sampai akhirnya supir taksi bertanya kemana mereka akan pergi. Keduanya langsung gerogi menyadari betapa dekatnya mereka tadi, Huan Zhen juga kembali mengingat kejadian ketika mobil mereka bertabrakan- meskipun dalam keadaan terluka Hao Meng langsung melindunginya.

Di rumah, Ibu Huan Zhen melakukan ritual agar putrinya dan Hao Meng ditakdirkan menikah.  Tak lama kemudian, dia menerima telpon dari Huan Zhen. Dia langsung kegirangan karna baru saja dia melakukan ritual untuk mengikat hubungan mereka, Huan Zhen sudah menelpon untuk memberitahunya bahwa dia tidak akan pulang karna akan menginap di rumah Hao Meng untuk merawatnya.

Sinopsis Marry Me or Not 13

Sinopsis Marry Me or Not 14

Hao Meng duduk sambil melihat Huan Zhen menyiapkan makan malam. Dia berpikir pada dirinya: Situasi seperti apa ini? Bagaimana bisa sampai seperti ini?

Begitu juga dengan Huan Zhen, dia berpikir: Situasi apa ini? Mengapa saya ada di sini membantunya membuatkan makan malam.

Hao Meng: Tidak apa-apa. Motifku adalah untuk membuatnya lebih mencintaiku dan lanjut menjadi kekasihku. Kemudian saya tidak akan kencan buta lagi.

Huan Zhen: Karna sudah seperti ini, saya hanya perlu menjadi seorang pacar yang bisa merawat kekasihnya. Hao Sheng Nan tidak akan mendapat kesempatan untuk merampasnya kembali.

Sinopsis Marry Me or Not 16

Sinopsis Marry Me or Not 15

Karna Hao Meng terus menatapnya saat memasak, Huan Zhen lalu bertanya: “Mengapa kamu melihatku seperti itu? Apa masakanku sangat aneh?”

“Tidak. Tapi kamu  memasak di rumahku sangat aneh,” jawab Hao Meng.

“Apanya yang aneh,” tanya Huan Zhen.

“Sekarang, kamu memasak di rumahku sebagai kekasihku. Terasa sangat tak nyata,” jawab Hao Meng.

“Lalu menurutmu apa yang harus kulakukan padamu untuk membuatnya lebih nyata?,” tanya Huan Zhen.

“Menurutmu apa.” kata Hao Meng.

Sinopsis Marry Me or Not 17

“Apa dia memberi isyarat saya harus menciumnya?,” pikir Huan Zhen.

“Mengapa dia tidak mengatakan apapun? Dan melihatku seperti itu. Apa mungkin dia mau saya menciumnya?,” pikir Hao Meng.

Huan Zhen Zhen berusaha menahan dirnya: Cai Huan Zhen. Ini bukan waktunya untuk mengakui kekalahan. Dan hal yang sama juga terjadi pada Hao Meng.

Tapi apa mau dikata, luapan asmara dalam diri mereka akhirnya tak tertahankan, keduanya berciuman.

Hao Meng menyuruh Huan Zhen pulang, tapi dia menolak. “Saya tidak akan pulang. Lenganmu terluka. Jika saya pergi, siapa yang akan merawatmu,?” ucap Huan Zhen.

Sinopsis Marry Me or Not 18

Sinopsis Marry Me or Not 19

Huan Zhen bertanya pada Hao Meng apa ini pertama kalinya dia terluka karna melindungi seorang gadis, Hao Meng menjawab ‘Ya’. Jawaban Hao Meng membuat Huan Zhen bahagia.

Sambil memandikan rambut Hao Meng, Huan Zhen berkata: “Karna ini pertama kali ada pria yang terluka untukku, saya sangat menginginkannya. Ini juga pertama kalinya buatmu terluka karna seorang gadis.”

Melap rambutnya yang basah, Huan Zhen kembali mengingatkan Hao Meng: “Pacarku, Berjanji padaku kamu hanya akan melindungiku. Kamu tidak boleh melindungi orang lain.”

“Oke, saya berjanji. Saya hanya akan melindungimu,” kata Hao Meng.

Sinopsis Marry Me or Not 21

Sinopsis Marry Me or Not 22

Sinopsis Marry Me or Not 23

Huan Zhen mengganti pakaiannya, dan sejenak Hao Meng terpana dengan pakaiannya yang seksi. Dia melihat pil tidur di kamar tidurnya saat berganti pakaian, dan bertanya apa dia terkena insomnia. Hao Meng memberitahunya bahwa dia tidak bisa tidur jika tidak meminumnya.

Mereka berdua duduk bersama di ruang tengah, sambil menyalakan TV. “Makan pil tidak bagus, bagaimana klo saya bicara padamu sampai kamu tertidur,” tanya Huan Zhen. Dia mengaku pada Hao Meng kapanpun dia tak bisa tidur, dia akan meminta ibunya berbicara dengannya sampai membuatnya tertidur.

Hao Meng berkata dia sudah melakukan semua cara mulai dari mendengarkan musik, minum susu, olahraga sebelum tidur tapi tak satupun yang berhasil. Huan Zhen kemudian bertanya apa yang ia lakukan ketika tak bisa tidur. Hao Meng lalu menghafal beberapa kata yang berkaitan dengan pembuangan akhir limbah industri yang ia baca dalam sebuah artikel, dan tak lama kemudian Huan Zhen tertidur.

Sinopsis Marry Me or Not 24

Sinopsis Marry Me or Not 25

Sinopsis Marry Me or Not 26

Melihat Huan Zhen tertidur, Hao Meng  berkata dengan suara pelan: Kamu tampak lebih imut ketika tertidur. Huan Zhen tertidur di pundak Hao Meng, dan tak lama kemudian Hao Meng akhirnya mengantuk dan terlelap tidur bersama di sofa itu. Di alam bawah sadar mereka, Huan Zhen meminta Hao Meng berjanji satu hal.

“Selama kau menjadi kekasihku, selain melindungiku, lindungi dirimu juga. Jangan biarkan kekasihku terluka lagi, kamu dengar itu?,” ucap Huan Huan Zhen.

“Saya berjanji. Mulai dari sekarang, saya tidak akan membiarkan kekasihmu terluka lagi,” kata Hao Meng.

Sinopsis Marry Me or Not 28

Sinopsis Marry Me or Not 29

Keesokan paginya, keduanya bangun dari tidur dengan diam-diam dan menyadari ternyata mereka semalaman tidur bersama. Huan Zhen diam-diam bangun dan bergegas pergi ke kamar mandi. Hal yang sama dilakukan Hao Meng, dia segera pergi ke kamarnya — keduanya memperbaiki penampilan mereka.

Mereka bergegas kembali ke posisi semula , dan setelah itu mereka berpura-pura seolah-seolah baru saja bangun. Tapi suasana hati Huan Zhen berubah jadi buruk ketika pagi itu Sheng Nan menelpon. Selama menyiapkan sarapan pagi, Huan Zhen tampak marah meskipun dia menyangkalnya di depan Hao Meng.

Hao Meng meyakinkan Huan Zhen bahwa hubungannya bersama Sheng Nan telah berakhir, tapi dia langsung menyuruhnya untuk berhenti bicara.

Sinopsis Marry Me or Not 30

Sinopsis Marry Me or Not 31

“Caramu bicara, tampak seperti saya sedang cemburu dengan Hao  Sheng Nan,” kata Huan Zhen. Dia memberitahu Hao Meng bahwa dia tidak pernah cemburu karna yang paling ia benci adalah seorang wanita yang dengan mudahnya merasakan cemburu. Tapi sekarang dia merasa cemburu, itu karna mantannya juga adalah wanita yang paling ia benci.

Untuk meyakinkan Huan Zhen, dia memberikan kunci apartemennya. Jika dia merasa khawatir, dia bisa datang untuk memeriksa apartemennya.

Hao Meng juga mengungkapkan bahwa kemarin adalah untuk yang pertama kalinya dia melihat belakang wanita membuatkannya makanan – dan itu adalah Huan Zhen. Pertama kali membiarkan seorang gadis mencuci rambutnya, pertama kali berbaring disamping seseorang, mendengarkan nafasnya saat tertidur. Dan sekarang, dia memberitahu Huan Zhen adalah yang pertama kali buatnya takut seorang gadis marah karna dirinya.

Sinopsis Marry Me or Not 33

“Pertama kali tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yang bisa kupikirkan bagaimana saya harus menenangkanmu,” kata Hao Meng.

Huan Zhen dibuat terkesima dengan kata-katanya, dan dia sangat bahagia mengambil kunci apartemen Hao Meng.

“Kelak, saya akan sering-sering memeriksa,” kata Huan Zhen.

Sinopsis Marry Me or Not 34

Sinopsis Marry Me or Not 35

Saat Huan Zhen akan pergi dari apartemennya, Sheng Nan tiba-tiba saja muncul di depan pintu. Takut dia akan salah paham dan terjadi pertengkaran, dengan sigap Hao Meng langsung memeluk Huan Zhen. Sheng Nan sangat terkejut melihatnya ada di apartemen kakaknya. Tapi, Hao Meng kemudian menggelengkan kepalanya sebagai tanda melarangnya untuk masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*