Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 2

Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 2

Baca Juga : Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 1

Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 3

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Semua Dok Gambar LINE TV

Ayah Yue Qin pun memberitahukan nama dari ibu Yue Qin adalah Yue Guang Yuan, yang artinya sama dengan sinar bulan dalam aksara China. Ayah Yue Qin mengenang istrinya yang berbeda dari sinar bulan, memiliki sifat yang hangat dan penuh ekspresif. Ayah Yue Qin mengenang ketika istrinya mengandung anaknya, sang istri berharap Yue Qin dapat menjadi seorang pianis. Ketika ayahnya sedang mengenang istrinya; Yue Qin pun menyuruh ketiga temannya untuk segera menyantap makanan yang dibuat oleh sang ayah.

Ah Jin menikmati menyantap makanan yang dituangkan oleh Yue Qin. Tak lama ayah Yue Qin berbalik dan bertanya apakah Yue Qin juga temannya tidak mendengarkan apa yang dikatakannya tadi. Yue Qin menyahut,”kami makan sambil mendengarkanmu, karena makanannya terlalu enak”. Tak lama Ah Jin menyahut bahwa dia tidak akan membiarkan anak2 di sekolah mereka meledek nama Yue Qin yang berasal dari aksara China.

Zhi Shu pun berada di ruangan penelitian, dan professor memperlihatkan tombol komputerisasi dari mesin Hadron Collider. Tanpa sengaja, seorang murid wanita terjatuh dan menyentuh tombol tersebut. Berbunyilah sirene tanda bahaya. Semua orang di ruangan penelitian itu menjadi ketakutan. Yue Qin dan semuanya pun hendak membereskan meja makan. Tak lama, Yue Qin merasakan seperti adanya gempa di rumahnya.

Ayah Yue Qin meminta semua teman Yue Qin  juga anaknya jangan kuatir karena dia sudah membangun rumahnya dengan sangat kuat layaknya benteng. Mei2 dan Xiao San pun kembali membersihkan meja makan. Gempa kembali mengguncang, namun ayah Yue Qin meminta semuanya untuk tenang, ayah Yue Qin,”Jangan takut. Rumah ini sungguh kokoh, rumah ini tidak dibangun oleh kontraktor jelek”.

Karena gempa terus mengguncang, Yue Qin menyuruh ayahnya untuk segera keluar dari rumah mereka. Mei2 juga meminta semuanya untuk keluar dari rumah itu. Namun ayah Yue Qin tetap bersikukuh bahwa rumah yang dia bangun sungguh kokoh. Gempa semakin kuat dan semuanya berdiam di bawah meja makan. Tak lama tak ada lagi guncangan gempa.

Ayah Yue Qin menegaskan,”Ini baik2 saja. Sudah kubilang kalian jangan kuatir. Kalian semua pasti mengira rumah ini tidak akan roboh kan?. Rumah ini tidak akan roboh”. Ayah Yue Qin pun melompat untuk membuktikan rumah yang dibangunnya tidak pernah roboh. Ah Jin, Mei2, Xiao Sen, serta Yue Qin pun bersyukur rumah itu tidak jadi roboh.

Di ruangan penelitian, professor pun menyuruh insiyur lainnya untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang tidak normal. Murid wanita meminta maaf atas kesalahannya yang sudah menekan tombol mesin Hadron Collider. Tak lama insiyur itu memberitahukan bahwa tidak ada keganjilan yang terjadi. Zhi Shu dan murid lain pun bernafas lega karena tak ada masalah yang ditimbulkan dari mesin itu.

Untuk mengusir rasa cemas Yue Qin dan temannya, sang ayah pun hendak bernyanyi lagu “Yue Qin” buat sang anak. Ah Jin pun semangat ingin mendengar lagu “Yue Qin”. Ayah Yue Qin pun bernyanyi. Ketika ayah Yue Qin sedang  bernyanyi. Mesin Hadron Collider itu ternyata mengirimkan partikel elektron ke pohon rahasia, dan pohon rahasia mengirim partikel elektron itu ke bulan. Bulan pun mengubah partikel elektron itu menjadi sebuah energi listrik layaknya petir.

Ayah Yue Qin sedang asyik bernyanyi, dan guntur menyambar atap rumah Yue Qin, dan sang ayah menjadi terkaget. Semuanya terkaget ketika melihat atap rumah Yue Qin sudah tidak ada lagi. Karena atapnya rusak, dinding rumah Yue Qin malah roboh, dan dinding rumah Yue Qin malah tak bersisa lagi.

Ayah Yue Qin kaget melihat rumahnya tersebut, dan merasa begitu sedih. Ayah Yue Qin menangis dan percaya rumahnya adalah rumah yang paling kuat di sekitar kompleks. Ayah Yue Qin masih tak percaya rumahnya malah sudah roboh. Yue Qin berusaha menenangkan ayahnya. Ayah Yue Qin memandangi langit sembari berkata,”Sayang… rumah baru kita baru saja roboh. Kami sudah kehilangan kehangatan sebuah rumah”. Para warga dan wartawan pun mengerumuni rumah Yue Qin yang tiba2 saja roboh.

Ayah Yue Qin berusaha memperbaiki rumahnya karena dia tak tahu lagi akan pergi kemana. Para wartawan lalu mengerumuni ayah Yue Qin dan bertanya apa yang dia rasakan setelah rumahnya sendiri yang roboh akibat gempa tadi. Berita robohnya rumah Yue Qin pun menjadi topik yang hangat di media TV. Tak lama seorang ibu melihat berita di TV tentang musibah yang menimpa ayah Yue Qin dan memanggil suaminya.

Keesokan harinya, Yue Qin pun pergi ke sekolah dengan perasaan sedikit malu. Ah Jin malah membuat sebuah poster yang bertujuan untuk menggalang dana membangun rumah Yue Qin kembali. Ah Jin,”Saya adalah Zhi-Zhi Jin dari kelas F. Hari ini kleas C, D, dan F berkumpul untuk membantu. Teman2 semua orang memiliki rumah dan orang tua. Namun kemarin seorang gadis imut kecil. Yue Qin dari kelas F tingkat 12 tiba2 kehilangan rumahnya karena bencana gempa”.

Ah Jin lalu mengajak para temannya membantu. Ah Jin lalu menjual sebuah sofa seharga $150 sebagai dana membantu Yue Qin. Namun murid lain merasa harga itu terlalu mahal. Lalu Ah Jin menjual meja makan seharga $60, namun murid2 merasa harga itu terlalu mahal. Ah Jin lalu hendak menjual lampu meja seharga $15, Ah Jin,”Tolong bantulah Yue Qin Xiang. Bantu dia membangun kembali rumahnya”. Hanya beberapa murid yang memberikan uangnya kepada Ah Jin, dan semua murid itu malah pergi.

Ah Jin lalu memanggil seorang murid cupu  sambil memaksanya untuk membeli produknya sambil memotretnya. Yue Qin malah merasa malu dengan apa yang dilakukan oleh Ah Jin. Namun Ah Jin malah kagum melihat Yue Qin yang kuat karena datang ke sekolah di tengah musibah yang melandanya. Yue Qin meminta Ah Jin untuk berhenti berbuat seperti itu. Namun Ah Jin menjelaskan dia sudah bekerja keras untuk menggalang dana demi membantu Yue Qin. Tak lama, Zhi Shu lewat dan Ah Jin memanggilnya.

Ah Jin menyuruh Zhi Shu untuk menyumbangkan uang. Seorang teman Zhi Shu menyindir Ah Jin. Namun Ah Jin malah menyindir balik teman Zhi Shu itu yang selalu berada dibawah bayang2 Zhi Shu. Ah Jin menegaskan dia tidak takut apapun dan hanya perduli pada Yue Qin. Ah Jin memandangi Zhi Shu dan bertanya padanya, Ah Jin,”Siapa menurutmu yang menyebabkan bencana pada rumah Yue Qin?. Itu kau”. Zhi Shu pun memberitahukan dia berada di laboratorium untuk melakukan percobaan skala femto.

Zhi Shu merasa dia tak ada hubungannya dengan robohnya rumah seorang gadis. Ah Jin tak senang Zhi Shu memanggil Yue Qin sebagai gadis. Ah Jin memegang Yue Qin dan memperkenalkan namanya kepada Zhi Shu, Ah Jin,”Dia adalah cewekku”. Yue Qin sendiri tak senang ketika Ah Jin memanggilnya sebagai pacar, Ah Jin menanggapi,”namun ini fakta”. Zhi Shu menyahut,”Saya akan memberikan sumbangan Nona Femtometer”. Ah Jin bingung dengan panggilan femtometer itu.

Teman Zhi Shu lalu menjelaskan femtometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur partikel terkecil di dunia. Zhi Shu lalu memberikan sejumlah uang kepada Ah Jin. Namun Ah Jin merasa Zhi Shu sudah mengganggap remeh Yue Qin. Zhi Shu menyahut,”Saya minta maaf. Saya seharusnya tidak menggunakan istilah fisika yang sulit untuk menghina kalian. Saya sudah memberikan kalian uang. Apa lagi yang kalian inginkan?”.

Yue Qin pun merasa jengkel dan tak ingin menerima uang dari Zhi Shu yang sudah menggangapnya enteng. Yue Qin,”Kenapa saya bisa naksir sama kamu selama dua tahun?. Saya sudah sungguh menghabiskan waktuku”, sambil memberikan uang yang diberikan oleh Zhi Shu.

Lalu Zhi Shu pun pergi meninggalkan Yue Qin. Tak lama, guru marah kepada Ah Jin karena sudah mengancam dan memaksa murid lain untuk mengumpulkan uang. Guru,”Apa kamu sungguh ingin diusir?”, Ah Jin,”Pak.. saya hanya mau mengumpulkan uang buat Yue Qin”. Guru itu pun menegaskan Ah Jin sudah melakukan dua kesalahan sehingga dia ragu Ah Jin dapat tamat. Tak lama polisi mendatangi Ah Jin dan memberitahukan bahwa seseorang sudah mengajukan keluhan atas stan illegal yang sudah dibuat oleh Ah Jin. Lalu polisi itupun membawa Ah Jin, dan guru Ah Jin berusaha mengikutinya.

Ayah Yue Qin berada di Rumah Keberuntungan. Ayah Yue Qin melihat saldo banknya yang hanya tertinggal $50. Ayah Yue Qin kini bingung apa yang harus dilakukannya dan tak tahu apa yang harus diperbuat buat anaknya.  Tak lama telepon berdering, Ayah Yue Qin,”Yah.. Rumah Keberuntungan tidak sibuk hari ini. Chun Shui. Kamu Chun Shui Jiang kan?”.

Akhirnya, Yue Qin bersama ayahnya pergi ke rumah teman sang ayah ketika dia masih kecil dulu.  Ayah Yue Qin memberitahukan nama temannya itu adalah Chun Shui Jiang. Ayah Yue Qin memberitahukan temannya itu adalah pria yang baik. Ayah Yue Qin juga memberitahukan ke Yue Qin bahwa temannya Chun Shui itu pergi keluar negeri bersama istrinya untuk belajar karena dia sangat pintar.

Semenjak itu, Ayah Yue Qin sudah kehilangan kontak dengan temannya karena dia tak pernah kembali lagi ke Taiwan. Namun, kini ayah Yue Qin berterima kasih kepada sang Dewa karena temannya Chun Shui itu ingin membantunya.

Akhirnya, Yue Qin dan ayahnya tiba di rumah Chun Shui. Ayah Yue Qin memberitahukan bahwa Chun Shui temannya itu memiliki seorang anak yang belajar di Xingdou, dan dia satu sekolah dengan Yue Qin. Ayah Yue Qin meminta Yue Qin untuk berhati2 dengan anak temannya itu, Ayah Yue Qin,”Anak lelaki yang mengalami pubertas tidak jauh berbeda seperti predator seksual. Mengerti?”.

Tak lama, Chun Shui keluar dari rumahnya dan dia bertemu dengan ayah Yue Qin, dan mereka saling bertegur sapa layaknya teman baik. Melihat wajah Chun Shui yang jelek, Yue Qin merasa lega dan yakin Chun Shui bukanlah ayah dari Zhu Shui pria yang disukainya. Chun Shui,”Rumahku adalah rumahmu”, ayah Yue Qin,”Terima kasih sudah mengijinkan kami untuk tinggal”.

Ayah Yue Qin lalu memperkenalkan anaknya. Tak lama, istri Chun Shui keluar dan dia kagum melihat Yue Qin yang sudah beranjak dewasa. Chui Shui memberitahukan ke Yue Qin bahwa istrinya adalah orang yang biasa menggendong Yue Qin ketika dia masih kecil. Istri Chun Shui,”Mulai sekarang. Kita adalah keluarga besar”, sambil memeluk Yue Qin dan menatapnya.

Istri Chun Shui lalu memanggil Zhi Shu, dan Yue Qin begitu terkaget ketika dia melihat Yue Qin. Ayah Yue Qin,”Anakmu sungguh tinggi dan tampan”. Chun Shui,”Seperti diriku”, ayah Yue Qin,”Sungguh berbeda”. Mata Yue Qin melotot ketika dia melihat Zhi Shu. Di dalam bawah sadarnya, Yue Qin merasa sebuah tragedi besar sudah menimpanya. Di alam sadarnya Yue Qin, Zhi Shu tiba2 saja muncul dan menjidat diri Yue Qin dan dia menghilang.

Yue Qin bersama ayahnya duduk di ruangan tamu. Chun Shui lalu meyinggung tentang sekolah Zhi Shu yang sama dengan Yue Qin. Zhi Shu lalu menjelaskan kelasnya dengan Yue Qin berjarak jauh satu sama lain, namun mereka sudah saling mengenal. Ibu Zhi Shu lalu memperlihatkan kamar  Yue Qin yang terlihat sangat bagus. Tak lama, Zhi Shu datang membawakan koper pakaian Yue Qin.

Lalu ibu Zhi Shu pergi dan menyuruh Zhi Shu serta adiknya berbincang dengan Yue Qin. Zhi Shu mendekati Yue Qin sembari berkata,”Kamu pindah kesini karena pilihan yang dibuat oleh orang tuaku. Keberadaanmu seperti tak ada bagiku. Juga mataku tak bisa melihat Nona femtometer”, dan Zhi Shu pergi meninggalkan Yue Qin.

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Semua Dok Gambar LINE TV

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*