Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 5

Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 5

Baca Juga: Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 4

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Ya Jun pun keluar dari rumahnya, dan bertemu dengan Yu Shu. Zhi Shu lega karena Ya Jun belum menyadari keberadaan Yue Qin di rumahnya. Yu Shu menyindir Ya Jun  yang selalu berada di peringkat kedua dibawah Zhi Shu. Namun tak lama, ibu Shi Shu mengajak Ya Jun untuk makan malam bersamanya. Zhi Shu tetap melarang Ya Jun makan malam bersama keluarganya, karena ada ujian esok hari. Karena Zhi Shu bersikeras tak ingin Ya Jun makan malam bersamanya, akhirnya Ya Jun pun pergi. Ya Jun tak menyangka Zhi Shu masih perduli dengannya. Zhi Shu,”kamu harus kembali ke rumah, dan belajar”.

Pada malam harinya, Zhi Shu pun mengajar Yue Qin pelajaran bahasa Inggris. Yue Qin senang diajari oleh Zhi Shu yang mengajar pelajaran bahasa Inggris jauh lebih baik dari guru mereka. Lalu Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk menghafal beberapa kosa kata dalam bahasa Inggris, dan Yue Qin sedikit melirik  Shi Zhu. Zhi Shu mengajar Yue Qin cara melafalkan kata “Neuroscientist”.

Yue Qin dengan tekun menulis kosakata dalam bahasa Inggris, dan Zhi Shu menemaninya. Ketika, Yue Qin selesai menulis, dia mendapati Zhi Shu sedang tertidur. Yue Qin memandangi Zhi Shu dan melihat Zhi Shu sudah begitu lelah karena mengajarinya. Yue Qin merasa tak enak sudah banyak bertanya kepada Zhi Shu selama ini.

Yue Qin memadangi Zhi Shu dengan pandangan begitu tajam. Yue Qin melihat Zhi Shu begitu tampan lalu menyentuh wajahnya. Di dalam hatinya, Yue Qin mengakui dia naksir dengan Zhi Shu. Lalu Yue Qin pun tertidur. Saat ibu Zhi Shu datang ke kamar  Yue Qin, dia mendapati Yue Qin dan Zhi Shu malah saling bersandar dan tertidur. Ibu Zhi Shu lalu memotret keduanya. Ibu Zhi Shu menjadi bahagia bila keduanya bisa bersama.

Keesokan harinya, Yue Qin melihat Zhi Shu begitu mengantuk. Di dalam hatinya, Yue Qin takut Zhi Shu tidak bisa konsentrasi dalam ujian kali ini. Yue Qin ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Zhi Shu karena sudah membantunya belajar. Namun Yue Qin takut karena Zhi Shu melarangnya berbicara dengannya, bila mereka berada di sekolah. Akhirnya, Yue Qin memberanikan dirinya berbisik kepada Zhi Shu dan mengucapkan rasa terima kasih.

Yue Qin datang ke ruangan ujian, dan Xiao San yakin Yue Qin bisa tembus peringkat 100. Ah Jin berjanji akan membantu Yue Qin membersihkan seluruh kelas jika Yue Qin gagal. Tak lama guru datang dan membawa ujian soal matematika serta membagikannya. Yue Qin dengan serius mengerjakan ujian matematika tersebut. Sedangkan Xiao San hanya sibuk mendengarkan lagu, sementara Mei2 sibuk berdandan.

Pak guru pun menegur keduanya. Pak guru lalu menegur Ah Jin yang tertidur. Ah Jin lalu mengerjakan ujian matematika itu dengan menaruh undian ketika dia hendak memilih jawaban soal pilihan ganda. Setelah ujian selesai,  Ah Jin hendak mentraktir Yue Qin, Mei, serta Xiao San. Namun keluar dari ruangan kelas, Ah Jin malah melihat Ya Jun dan dia menarik bajunya.

Ah Jin melotot memandangi Ya Jun, namun dia tersadar kewajibannya kini adalah bisa melindungi Yue Qin, sehingga Ah Jin tak jadi memukulinya. Ah Jin malah hendak mentraktir Ya Jun. Namun Ya Jun merasa heran, Ya Jun yakin Ah Jin ingin mentraktirnya karena Yue Qin pasti akan membersihkan semua ruangan kelas 11 esok hari.

Setelah meremehkan kemampuan Yue Qin, Ya Jun pun pergi, tapi Ah Jin begitu jengkel dengan sikap kasar Ya Jun tersebut. Yue Qin dan lainnya menahan Ah Jin yang ingin memukuli Ya Jun, Ah Jin berkata,”Yue Qin. Kenapa kamu ingin membantu lelaki macam itu untuk membersihkan”, dan Ah Jin pun pergi.

Keesokan harinya, pengumuman ujian pun ditempel di mading sekolah. Zhi Shu meraih peringkat pertama, dan ditempat kedua diraih oleh Ya Jun. Yue Qin bersyukur karena Zhi Shu tetap berada di peringkat pertama. Yue Qin mengucapkan selamat kepada Zhi Shu yang masih meraih peringkat satu. Namun Zhi Shu juga mengucapkan selamat kepada Yue Qin. Yue Qin lalu melihat papan pengumuman, dan Ya Jun juga melihat papan pengumuman. Ya Jun agak kesal karena dia masih tetap berada di tempat kedua.

Yue Qin malah merasa bersedih karena dia tidak berhasil berada di peringkat 100. Ya Jun mendekati Yue Qin, Ya Jun,”Dari wajahmu saya tebak kamu tidak berhasil. Mulai bersihkanlah ruangan kelas”. Ya Jun lalu membawa Yue Qin ke kelas A dan menyuruhnya membersihkan ruangan kelas. Yue Qin pun membersikan ruangan kelas A, dan anak2 kelas A meledek Yue Qin dan merendahkannya karena berada di kelas F. Namun tak lama, Ah Jin bersama anak2 kelas F lainnya muncul di depan kelas A, dan mereka hendak membantu Yue Qin. Ah Jin dan Ya Jun pun saling bersikukuh.

Anak kelas A tetap menyuruh Yue Qin untuk membersihkan ruangan kelas mereka. Anak2 kelas F marah melihat sikap anak2 kelas A yang memandang remeh mereka. Ah Jin lalu memperlihatkan kertas pengumuman yang memperlihatkan bahwa Yue Qin berhasil menduduki peringkat 100. Ya Jun masih tak percaya akan hal itu. Yue Qin menyahut,”Namun saya melihat nama orang lain”.

Ah Jin menegaskan kertas pengumumuman itu diambil oleh Ah Jin sendiri terlebih dahulu, sehingga Yue Qin melihat nama orang lain. Yue Qin pun tak menyangka dia berhasil menduduki peringkat 100 besar, dan Mei2 menyuruh Yue Qin pergi. Anak2 kelas F kembali ke ruangan kelas mereka, dan Ah Jin bersorak sorai karena Yue Qin berhasil menduduki perinkat 100 besar. Semua anak2 kelas F juga bersorak sorai atas keberhasilan Yue Qin tersebut.

Tak lama, pak guru datang dan memberitahukan bahwa Yue Qin adalah murid pertama dari kelas F yang berhasil menduduki peringkat 100. Yue Qin,”terima kasih. Terima kasih semuanya”. Pak guru menegaskan Yue Qin telah membuat sejarah. Pak guru kelas F sangat bangga atas kesuksesan muridnya ini. Tak lama, Zhi Shu datang ke kelas F dan semua anak2 kelas F bersorak sorai2 padanya.

Zhi Shu dan Yue Qin bertemu dengan rahasia di lantai atas sekolah. Zhi Shu berujar,”berikan padaku. Berhenti bermain. fotonya”, Yue Qin menanggapi,”Oh.. yah, saya hampir lupa. Saya bisa mendapat peringkat 00. Terima kasih”.  Zhi Shu menjelaskan usaha keras Yue Qin sendiri yang membuatnya berhasil di ujian kali ini. Namun Yue Qin menegaskan dia tak bisa belajar tanpa bantuan Zhi Shu. Zhi Shu lalu memandangi Yue Qin, dan Mei2 memotret pertemuan keduanya.

Pak guru kembali menempelkan kertas pengumuman Yue Qin yang berhasil mendapat peringkat 100, dan meminta Yue Qin untuk tetap bekerja keras. Yue Qin memandangi papan pengumuman dan merasa begitu senang. Di dalam mimpinya, Yue Qin menyandingkan dirinya dengan Zhi Shu di peringkat pertama seperti nomor urut 1 dan 100. Lalu Yue Qin pun pergi bersama Mei2 dan Xiao San.

Di grup media sosial sekolah, Yue Qin begitu bahagia karena fotonya terpampang nyata serta menyebutkan bahwa dia adalah murid baru bertalenta dari kelas F. Yue Qin senang membaca komentar orang yang memuji dirinya. Tak lama, ibu Zhi Shu datang dan Yue Qin memperlihatkan fotonya yang terpampang di grup media sosial sekolah.

Yue Qin juga memberitahukan dia berhasil mendapat peringkat 100 dan prestasinya itu dipos di grup medsos sekolah. Yue Qin,”Sekali sesuatu terjadi dan di pos di laman ini, semua orang akan mengetahuinya”. Ibunda Zhi Shu lalu ingin bergabung dalam grup medsos sekolah Yue Qin. Yue Qin menjelaskan,”pertama2, Anda harus memiliki nomor induk siswa dan membubuhkan tanggal lahir. Anda hanya membubuhi nomor induk anda disini dan membuat kata sandi. Hanya itu”. Ibu Zhi Shu,”Oh saya mengerti”.

Keesokan harinya, Yue Qin datang ke sekolah dan para murid membicarakan keberhasilan Yue Qin yang berhasil menduduki peringkat ke 100. Yue Qin merasa begitu bahagia karena banyak murid yang memujinya. Yue Qin datang ke kelasnya, dan Ah Jin menyahut,”Kami akan  menggunakanmu sebagai panduan buat membuat film yang inspiratif”.

Yue Qin tak mengerti dengan perkataan Ah Jin. Ah Jin berkata,”Saya tahu segalanya katakanlah apa yang kamu lakukan setelah sekolah?”. Yue Qin menjawab,”Makan dan sekolah”. Ah Jin merasa Yue Qin kini sudah bekerja sebagai pembantu di rumah Ya Jun. Yue Qin mengelak dia sudah bekerja sebagai pembantu di rumah Ya Jun.

Di rumah Zhi Shu, ibunya sedang berada di depan laptop bersama sang suami. Ibunda Zhi Shu,”Suamiku, bukannya nomor induk Zhi Shu 57111717”. Ayah Zhi Shu,”Saya ingat nomor induknya “Saya selalu berada di nomor satu selamanya”. Ibu Zhi Shu menanggapi,”bagaimana bisa itu disebut nomor induk?”. Ayah Zhi Shu pun mencoba mengingat nomor induk anaknya, ayah Zhi Shu,”Saya kira 51515111. Coba yang itu”. Akhirnya, ibu Zhi Shu mencoba login di grup medsos sekolah anaknya, dan dia berhasil.

Di sekolah, Ah Jin meminta Yue Qin berkata jujur, tapi Yue Win bersikeras menolak dirinya sudah menjadi pembantu di rumah Ya Jun. Ah Jin lalu ingin tahu dimana Yue Qin tinggal sekarang. Namun Yue Qin tak ingin memberitahukan tempat tinggalnya sekarang, Yue Qin,”yang penting ini tidak ada hubungannya dengan Ya Jun Du”. Ah Jin meminta Yue Qin untuk berkata jujur dan berbagi beban yang ada di dalam dirinya. Yue Qin menanggapi,”kamu sungguh menjengkelkan. Saya bilang ini bukan seperti yang kamu pikirkan”.

Yue Qin lalu meminta Mei dan Xiao San untuk membantunya. Mei2 menjelaskan,”Sederhana, kami akan mengikutimu pulang ke rumah hari ini untuk melihatnya sendiri. Ini akan menghentikan Ah Jin berpikir terlalu dalam”. Namun Yue Qin tetap melarang ketiga temannya untuk mengikutinya pulang ke rumah. Tak lama, Xiao San berteriak melihat hpnya.

Keempatnya pun berteriak termasuk Yue Qin sendiri. Ah Jin, Xiao San, Mei2, dan Yue Qin kaget karena mereka melihat foto Yue Qin yang saling tidur berdampingan dengan Zhi Shu di grup medsos sekolah.  Judul foto mesra Zhi Shu dan Yue Qin bertajuk,” Zhi Shu dan Yue Qin kini sudah tinggal bersama”. Anak2 F sama2 berkata,”Apa ini nyata? Yue Qin dan Zhi tinggal bersama?”.

Mei2 dan Xiao San marah karena mengetahui Yue Qin sudah tinggal bersama Zhi Shu. Ah Jin,”kamu dan Zhi Shu sudah tinggal bersama”. Akhirnya, Yue Qin meminta maaf dan berkata jujur. Yue Qin menjelaskan ayahnya dan ayah Zhi Shu adalah teman baik. Karena hal ini, Yue Qin pun menjelaskan dia tinggal di rumah ayah Zhi Shu ketika rumah mereka roboh.

Yue Qin,”Namun Zhi Shu melarangku untuk memberitahukan kepada siapapun. Karena itu saya menyimpan rahasia ini dari kalian”. Ah Jin menanggapi,”Ini bahkan lebih buruk daripada menjadi pembantu di rumah Ya Jun. bagaimana bisa ini terjadi?”. Ah Jin marah dan dia pun pergi meninggalkan Yue Qin.

Xiao San yakin Yue Qin berhasil mendapatkan peringkat 100 karena bantuan Zhi Shu. Yue Qin pun mengakui Zhi Shu sudah mengajarinya. Mei2 kagum dengan kemampuan Zhi Shu yang berhasil mengajari Yue Qin. Tak lama, Zhi Shu datang dan meminta Yue Qin untuk bertemu secara pribadi.

Zhi Shu,”Bisakah kamu berhenti mengekspos pribadiku dan mengganggu kehidupanku?. Ibuku memberikan fotonya padamu bukan berarti kamu bisa memperlihatkannya kesemua orang”. Yue Qin hanya menjelaskan bahwa dia bukanlah orang yang menyebarkan foto itu di grup medsos sekolah, namun Zhi Shu tak percaya dan pergi.

Di kamarnya, Yue Qin melihat surat cintanya yang ingin diberikannya kepada Zhi Shu. Yue Qin menghela nafasnya karena Zhi Shu sudah membencinya. Yue Qin bingung mengapa perjalanan cintanya diisi dengan penuh tantangan. Yue Qin bingung mengapa dia tetap mencintai Zhi Shu, padahal Zhi Shu sudah berlaku kasar padanya. Lalu Yue Qin pun tertidur bersama surat cinta tersebut.

Di dalam surat cintanya, Yue Qin menuliskan,”Saya adalah Yue Qin dari kelas F. Kamu mungkin tak tahu siapa saya, namun saya tahu banyak tentangmu. 2 tahun lalu, saya melihatmu memberikan pidato di hari pertama kita sekolah dan saya justru menyukaimu. Kita tak punya kesempatan untuk bicara, jadi saya memutuskan menulis surat cinta ini untuk mengekspresikan perasaanku. Berharap kita saling mengenal satu sama lain. Zhi Shu saya menyukaimu”. Dan tanpa disadari oleh Yue Qin, Zhi Shu membaca surat cinta tersebut.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

One comment

  1. terima kasih, sinopsinya… like like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*