Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 9

Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 9

Baca Juga: Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 8

Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 10,  Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Drama Taiwan Episode 11

Semua Dok Gambar LINE TV.

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Yue Qin lalu memberikan hadiah kepada Zhi Shu yang berasal dari kelas F. Hadiah ini sebagai ucapan terima kasih karena Zhi Shu mengajar anak2 kelas F. Zhi Shu lalu membuka hadiah yang diberikan oleh Yue Qin. Ternyata hadiah yang diberikan oleh anak2 kelas F adalah sebuah pasangan boneka yang saling berciuman. Ibu dan ayah Zhi Shu menyukai boneka tersebut. Yue Qin mengaku tak tahu hadiahnya adalah boneka seperti itu. Zhi Shu sendiri terlihat kesal kepada Yue Qin.

Namun ibu Zhi Shu malah merasa hadiah yang diberikan oleh Yue Qin sungguh imut. Yue Qin,”Saya sumpah itu bukan dari saya. Hadiah saya ini”, sambil memberikan hadiahnya kepada ayahnya, ayah Zhi Shu, ibu Zhi Shu, Yu Shu, dan terakhir buat Zhi Shu. Ayah dan ibu Zhi Shu, serta ayah Yue Qin begitu menyukai hadiah yang diberikan, sementara Yu Shu bingung mengapa Yue Qin memberikannya buku gambar.

Tiba giliran Zhi Shu membuka hadiahnya. Yue Qin,”ini alat pijat elektrik untuk kepala”. Yue Qin berusaha mengenakan alat pijat tersebut ke kepala Zhi Shu, namun dia menolaknya. Akhirnya, ibu Zhi Shu menyuruh anaknya untuk mau menerima alat pijat tersebut.  Ibu Zhi Shu ingin tahu darimana Yue Qin mendapatkan uang untuk membeli semua hadiah itu, Yue Qin memberitahukan dia kerja paruh waktu untuk mendapatkan semua uang tersebut.

Ibu Zhi Shu,”Wow, Yue Qin adalah gadis yang bijaksana, kan?”. Lalu  ibu Zhi Shu menyuruh semuanya untuk berfoto bersama, dan mereka semua saling berfoto bersama ala foto selfie. Ibu Zhi Shu lalu menyuruh anaknya untuk berfoto bersama Yue Qin. Namun Zhi Shu baru ingin berfoto bersama Yue Qin, jika Yue Qin mau mengenakan alat pijat elektrik itu di kepalanya.

Ibu Zhi Shu malah semakin senang mendengarnya, dan menyuruh Zhi Shu untuk mendekat dengan Yue Qin ketika mereka berdua akan berfoto bersama. Zhi Shu lalu memegang pundak Yue Qin, dan mendekatkan tubuh Yue Qin ke tubuhnya. Ketika akan dipotret, Zhi Shu berkata,”Sangat cocok, nona femtometer”, dan Yue Qin marah sehingga foto selfie mereka terlihat lucu.

Tahun baru pun tiba, dan Yue Qin melihat angkasa yang dipenuhi kembang api. Yue Qin,”Hanya saya yang bangun”. Yue Qin pun pergi ke ruangan tamu dan melihat alat pijat elektrik yang tidak ingin diambil oleh Zhi Shu. Ketika hendak pergi, Yue Qin malah bertemu dengan Zhi Shu. Zhi Shu,”Apa kamu mencari makanan di tengah malam begini?. Jika kamu lapar kamu bisa memasak pangsit spesialmu”. Yue Qin menawarkan ingin memasak pangsit kepada Zhi Shu, namun dia tak mau.

Ketika Yue Qin ingin pergi, Zhi Shu menyahut,”kamu mengambil kembali hadiah yang kamu berikan padaku?”, Yue Qin menjawab,”Kamu tidak menyukainya”. Zhi Shu langsung mengulurkan tangannya sebagai tanda dia menerima hadiah Yue Qin. Yue Qin pun bersemangat ingin menjelaskan manfaat alat pijat tersebut, namun Zhi Shu tak ingin menggunakannya karena dia ingin menaruh alat pijat elektrik itu di tempat lain.

Zhi Shu dan Yue Qin berada di kamar Zhi Shu. Zhi Shu,”Projek Yu Shu adalah astrology, namun dia bilang projek ini aneh tanpa bulan”, lalu Zhi Shu menaruh alat pijat yang berbentuk bulan itu di lampu projek astrologi Yu Shu. Zhi Shu,”Ini pastinya cocok”. Yue Qin,”terima kasih karena menerima hadiah ini. Juga terima kasih karna sudah mengajari kami”.

Zhi Shu lalu mengungkapkan bahwa dia tidak mengerti dengan anak2 kelas F. Zhi Shu berujar,”bagaimana kalian bisa bekerja dengan keras buat sesuatu yang tidak mungkin kembali. Ujian yang sama. Kalian tak suka belajar. Jadi kenapa harus kuatir dengan kuliah?”. Yue Qin lalu menerangkan bahwa kuliah bukan hanya tempat buat anak2 pintar seperti Zhi Shu. Namun Zhi Shu merasa tak ingin kuliah. Zhi Shu merasa tak membutuhkan seseorang untuk mengajarinya, karena Zhi Shu merasa dia bisa belajar sendiri sehingga dia tak ingin kuliah.

Namun Yue Qin menjelaskan kuliah bukan hanya tempat belajar, namun ada hal lain yang bisa dilakukan. Zhi Shu pun bertanya apa yang ingin dilakukan oleh Yue Qin. Yue Qin pun sesungguhnya belum memikirkan rencana masa depannya, Yue Qin kembali bertanya,”kamu? Apa yang ada di pikiranmu?”, namun Zhi Shu tak menjawab pertanyaan itu. Zhi Shu merapikan selimut tidur adiknya. Di tahun baru ini, Yue Qin merasa dia tak bisa menatap dengan tepat mata Zhi Shu. Yue Qin hanya dapat memandang sekilas wajah Zhi Shu di malam tahun baru itu.

Di kamarnya, Yue Qin menandai tanggal ujian yang akan dilangsungkan esok hari. Yue Qin melihat jimat keberuntungan dan berharap Zhi Shu dapat menjawab semua soal ujian, sedangkan Yue Qin sendiri berharap dia memiliki pikiran yang jernih. Yue Qin berharap dia bisa tiba di tempat ujian dengan tepat waktu dan memulai segalanya tanpa masalah.

Yue Qin lalu memandangi bulan dan bintang di luar kamarnya, sambil membawa jimat keberuntungan yang dibuatnya. Yue Qin meminta kepada bulan dan bintang supaya dia dan Zhi Shu dapat melakukan yang terbaik di ujian kali ini. Lalu angin berhembus ke kamar Yue Qin dan membawa secarcik kertas di mejanya, dan kertas itu tertempel di kamar Zhi Shu. Kertas itu bertuliskan,”Semoga hasilnya baik”.

Keesokan harinya, Zhi Shu dan Yue Qin sudah sarapan pagi untuk ujian masuk universitas. Namun Zhi Shu mendapat serangan flu sehingga Yue Qin memberikannya obat flu. Zhi Shu,”Apakah obat ini akan membuatku merasa ingin tidur?”, Yue Qin menjawab,”Saya kira tidak begitu”, dengan wajah yang lugu.  Yue Qin membaca aturan minum obat tersebut, Yue Qin,”Meminum tablet ini mungkin menyebabkan kantuk. Jauhkan diri dari kemudi”. Yue Qin tak menyangka dia sudah salah memberikan obat flu kepada Zhi Shu.  Namun ibu Zhi Shu yakin obat flu itu tidak akan menggangu Zhi Shu dalam mengerjakan soal ujian.

Yue Qin dan Zhi Shu pun jalan bersama menuju ke lokasi ujian. Di perjalanan, Yue Qin tersadar dia melupakan kartu ujiannya. Terpaksa, Yue Qin harus kembali ke rumahnya. Namun sebelum pergi, Yue Qin memberikan jimat keberutungan kepada Zhi Shu yang dibuatnya tadi malam. Zhi Shu menolak jimat itu, namun Yue Qin tetap memaksa Zhi Shu menerima jimat itu sambil mengikatnya di tas Zhi Shu, lalu kembali mengambil kartu ujiannya.

Di bis, Ya Jun melihat jimat yang diberikan oleh Yue Qin di tas Zhi Shu, Ya Jun pun hanya tertawa melihat jimat itu. Dalam perjalanan ke tempat ujian, bis yang ditumpangi oleh Zhi Shu juga Ya Jun terhalang oleh sebuah kecelakaan mobil. Karena gangguan ini, Zhi Shu dan Ya Jun pun turun dari mobil untuk bergegas bisa tiba di tempat ujian. Akhirnya mereka tiba di lokasi ujian, namun Ya Jun merasa Zhi Shu mendapatkan nasib buruk karena jimat yang diberikan oleh Yue Qin. Zhi Shu ingin membuang jimat itu, namun tiba2 saja seorang pria menyambarnya sehingga Zhi Shu jatuh dari tangga.

Seorang wanita malah menaruh jimat itu kembali ke tas Zhi Shu. Pria itu meminta maaf kepada Zhi Shu, pria,”Saya minta maaf. Saya lagi buru2”. Yue Qin pun berada di tempat ujian. Melihat soal yang berada di hadapannya, Yue Qin merasa kesulitan mengerjakannya. Yue Qin tahu soal2 itu mudah bagi Zhi Shu. Di tempat ujian, lengan Zhi Shu pun harus digips dan dia hampir mengantuk mengerjakan soal ujian itu. Ketika Zhi Shu tiba di rumahnya dengan kondisi tangan yang digips, Yue Qin dan ibu Zhi Shu menjadi kaget.

Zhi Shu memberitahukan lengannya mengalami patah. Zhi Shu,”Saya ke dokter setelah ujian dan dia bilang yang saya perlu hanya balutan gips”. Yue Qin menjadi begitu kuatir dengan keadaan Zhi Shu, namun Zhi Shu malah bosan melihat wajah Yue Qin dan pergi ke kamarnya. Di dalam kamarnya, Zhi Shu kembali kesal karena melihat jimat Yue Qin ternyata  masih berada di dalam tasnya.

Waktu pun berlalu, ibu Zhi Shu, Yu Shu, serta Yue Qin lalu melihat hasil pengumuman online ujian masuk universitas. Yue Qin lalu memasukkan nomor ujian Zhi Shu. Zhi Shu juga  baru kali ini terlihat penasaran dangan hasil ujiannya. Hasilnya Zhi Shu tetap mendapat peringkat tertinggi meskipun mengerjakan soal ujian dengan tangan yang terluka. Yue Qin lalu hendak memeluk Zhi Shu karena kesukesannya pada ujian universitas kali ini. Zhi Shu,”Saya tentunya jenius..”. Yue Qin lalu ingin melihat hasil ujiannya, namun Yu Shu tak ingin memberikan tablet-nya.

Di supermarket, Yue Qin membeli beberapa bahan makanan dan bertemu dengan Ya Jun. Ya Jun lalu menanyakan keadaan lengan Zhi Shu. Yue Qin,”Dia baik2 saja. Dokter bilang dia bisa mengeluarkan gipsnya minggu depan”. Ya Jun menanggapi,”itu bagus. Namun saya sedikit kuatir ketika dokter membicarakan tentang sequelanya”. Ya Jun menjelaskan sequela adalah semacam luka di lengan yang begitu serius dan tidak bisa disembuhkan seutuhnya, Ya Jun,”Jenis luka ini dapat menyebabkan perpindahan lengan di masa depan. Dia mungkin sulit untuk menulis”.

 Yue Qin lalu menjadi sangat kuatir dengan luka serius Zhi Shu itu dan heran mengapa Zhi Shu tak memberitahukan hal itu. Ya Jun mengaku tahu keadaan Zhi Shu itu karena dia yang membawa Zhi Shu ke dokter dan bersamanya ketika ujian. Yue Qin menjadi kesal dengan orang yang membuat Zhi Shu terluka di bagian lengannya. Namun Ya Jun malah menyalahkan Yue Qin.

Lalu Yue Qin mendatangi pohon Lunar, dan menyalahkan dirinya yang sudah melukai Zhi Shu. Yue Qin,”Jimat buatanku yang menyebabkan tulangnya menjadi patah. Ada konsekuensi negatif di masa depannya juga”. Yue Qin memukuli dirinya sendiri karena sudah memberikan naib buruk kepada Zhi Shu. Segenap keluarga Zhi Shu, ayah Yue Qin serta Yue Qin sendiri berada di rumah keberuntungan guna merayakan kesuksesan Zhi Shu dalam ujian perguruan tinggi kali ini.

Semuanya meminum arak, dan ayah Zhi Shu meminta menu makanan. Tak lama, Ah Jin muncul sambil menyajikan santapan makanan kepada semuanya, dan menyajikan menu spesial kesukaan Yue Qin. Ah Jin memberikan kue Cherry kepada Yue Qin. Ah Jin kini sudah memutuskan tidak akan kuliah, namun menjadi seorang chef. Ah Jin juga memiliki mimpi bersama Yue Qin. Kini, Ah Jin menjadi seorang anak didik dari ayah Yue Qin. Tak lama, Ah Jin melihat Zhi Shu yang kesulitan menggunakan sumpit karena luka di lengannya.

Ibu Zhi Shu menjadi cemburu dan menyuruh Yue Qin untuk tetap bersama Zhi Shu dan menjaganya. Ibu Zhi Shu malah yakin jimat yang diberikan oleh Yue Qin justru memberikan keberuntungan kepada Zhi Shu. Ibu Zhi Shu tahu tentang jimat keberungan itu, karena dia menemukannya saat membersihkan rumah. Ibu Zhi Shu yakin karena jimat yang diberikan oleh Yue Qin itu justru membuat Zhi Shu dapat meraih nilai sempurna di ujiannya. Ah Jin,”jimat keberuntangan apa?. Kenapa kamu memberikannya. Saya juga ingin satu”. Ayah Zhi Shu lalu berterima kasih kepada Yue Qin yang sudah memberikan jimat itu kepada ayahnya. Namun Yue Qin malah bersedih dan berpura2 meminta pamit.

Di dapur, Yue Qin justru menangis. Tak lama Zhi Shu datang dan mendapati Yue Qin sedang menangis. Yue Qin merasa sedih karena Zhi Shu mengalami banyak masalah ketika dia menjalani ujian masuk universitas, Yue Qin,”Saya mengetahui semuanya dari Ya Jun. Jimat keberuntangan yang kuberikan padamu. Justru tidak membantu sama sekali. Bukan hanya itu, saya hanya membawa nasib malang padamu”.  Zhi Shu pun mengakui keberadaan Yue Qin memang mengubah segalanya menjadi kacau, sehingga dia harus mengajar anak2 kelas F.

Zhi Shu mengakui tidak bisa duduk dengan tenang ketika dia menjalani ujian. Namun ini pertama kalinya, Zhi Shu merasa kuatir dengan hasil ujiannya. Yue Qin lalu menangis dan meminta maaf teramat sangat kepada Zhi Shu, karena sudah membuat lengannya terluka. Namun Zhi Shu malah berkata,”Menarik. Kehidupanku sungguh membosankan. Namun kamu, Yue Qin  membuatku merasa hidup”, sambil mendekatkan wajahnya ke Yue Qin dan tersenyum.

Semua Dok Gambar LINE TV.

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*