Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 10 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 10 Drama Taiwan

Baca Juga Sinopsis Miss in Kiss Episode 9 Drama Taiwan

Baca juga Sinopsis Miss in Kiss Episode 11 Drama Taiwan

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Yue Qin pun makan pagi bersama keluarga Zhi Shu. Hari itu adalah hari penting bagi Zhi Shu, dan Yue Qin tak memiliki nafsu makan, karena perutnya terasa kembung. Ibu Zhi Shu menyuruh sang anak untuk memeriksa semua keperluan ujiannya termasuk kartu tesnya. Ayah Zhi Shu juga menasehati anaknya untuk tetap mawas diri dalam mempersiapkan ujian masuk universitas negeri NTU kali ini, meskipun soal ujian adalah hal yang gampang bagi Zhi Shu.

Di dalam hatinya, Yue Qin tahu masuk ke universitas NTU adalah perkara mudah bagi Zhi Shu. Yue Qin merasa rendah diri karena tidak bisa satu universitas dengan Zhi Shu. Ibu Zhi Shu lalu menyuruh Yue Qin untuk memberikan baju lengan panjang kepada Zhi Shu. Yue Qin lalu mengikuti Zhi Shu yang hendak menjalani ujian masuk NTU. Zhi Shu heran mengapa Yue Qin mengikutinya.

Yue Qin pun memberitahukan bahwa ibu Zhi Shu menyuruhnya untuk memberikannya baju lengan panjang. Yue Qin lalu menyematkan baju lengan panjang ke tubuh Zhi Shu, dan menjauhkan dirinya dari Zhi Shu supaya tidak membawa nasib buruk lagi kepada Zhi Shu. Yue Qin berharap Zhi Shu melakukan yang terbaik dalam ujiannya kali ini. Ketika Zhi Shu berjalan pulang, dia malah merasakan sakit di perutnya. Yue Qin pun jatuh pingsan, dan Zhi Shu langsung menggendongnya. Akhirnya Yue Qin tersadar dan dia sudah berada di rumah sakit.

Yue Qin memandangi ayahnya serta orang tua Zhi Shu. Ayah Yue Qin memberitahukan ke anaknya bahwa dia mengalami gangguan gastroenteris akut, sehingga Yue Qin harus meminum resep obat dokter agar bisa pulih. Ibu Zhi Shu memberitahukan juga bahwa Zhi Shu adalah orang yang membawa Yue Qin ke rumah sakit, namun ibu Zhi Shu  menjelaskan  Zhi Shu tetap bisa ikut  ujian untuk masuk universitas NTU.

Yue Qin pun merasa tenang mendengar hal itu. Namun tak lama, Zhi Shu malah muncul, dan kedua orang tuanya kaget melihatnya. Zhi Shu mengaku pulang untuk makan, ayah Zhi Shu membalas,”Bagaimana dengan ujian masuk NTU?”, Zhi Shu,”Saya tidak pergi”.

Ayah Zhi Shu pun menjadi sangat marah kepada Zhi Shu, yang tidak pergi menjalani ujian masuk NTU padahal memiliki banyak waktu kesana. Ayah Zhi Shu ingin memarahi anaknya, namun ayah Yue Qin malah berlutut dan meminta maaf. Ayah Yue Qin tahu Zhi Shu tidak pergi menjalani ujian masuk NTU, karena keadaan Yue Qin yang sakit.

Ayah Yue Qin lalu ingin bertanggung jawab atas apa yang menimpa Zhi Shu. Yue Qin  pun menitihkan airmatanya ketika melihat sang ayah berlutut. Yue Qin juga malah meminta maaf kepada kedua orang tua Zhi Shu. Yue Qin,”Semuanya ini salahku. Saya penyebab Zhi Shu melewatkan ujiannya”. Ayah Yue Qin juga menyalahkan dirinya yang sudah pindah ke rumah ayah Zhi Shu dan malah menyebabkan masalah kepada keluarga ayah Zhi Shu. Ayah Yue Qin terus meminta ayah Zhi Shu untuk memaafkannya dan tidak memarahi Zhi Shu.

Pada malam hari, Yue Qin menelpon bagian administrasi universitas NTU, Yue Qin,”Saya memiliki masalah penting, ada seorang anak dengan tingkat IQ 200, dan dia tidak pergi ujian karena masalah darurat. Saya harus menjelaskan hal ini ke dekan. Saya menulis ke dekan namun saya tak mendapat balasan. Bisakah saya tahu nomor dekan?”. Namun staf dekan NTU itu langsung mematikan telepon. Yue Qin menjadi bingung apa yang harus dilakukannya untuk membantu Zhi Shu.

Tak lama, Zhi Shu memberitahukan bahwa dia memiliki nomor telepon dekan. Yue Qin menjadi malu dan mengaku hanya ini yang dapat dilakukannya. Yue Qin lalu meminta Zhi Shu memberikan padanya nomor hp dekan, namun Zhi Shu tak memberikannya. Zhi Shu menjelaskan bukan salah Yue Qin sehingga dia tak jadi masuk NTU. Zhi Shu,”Saya sedang memikirkan alasan kenapa saya harus masuk NTU. Kamu tanya kenapa saya ingin kuliah. Sejujurnya, saya juga tak tahu”.

Yue Qin menjelaskan orang di sekitar Zhi Shu malah tak mengerti mengapa Zhi Shu tak ingin kuliah. Namun Zhi Shu mengaku tak ingin ambil pusing mengenai hal tersebut. Yue Qin lalu menawarkan agar Zhi Shu mau mendaftar di Universitas Xingdou, karena Yue Qin juga mendaftar di universitas itu. Zhi Shu malah mengungkit makanan yang enak di kantin universitas Xingdou. Yue Qin kembali bertanya apakah Zhi Shu ingin mendaftar ke Universitas Xingdou, namun Zhi Shu tak menanggapinya dan pergi. Sementara itu, Ah Jin datang ke sebuah toko perhiasan.

Ibu Zhi Shu lalu merapikan baju Zhi Shu, dan keduanya bersiap2 menghadiri acara penamatan sekolah. Ibu Zhi Shu merayu anaknya yang sama2 naik panggung sekolah bersama Yue Qin di acara penamatan ini.

Pada hari penamatan sekolah kali ini, Ye Qin merasa sungguh bahagia, namun tidak bagi Zhi Shu. Yue Qin pun meminta maaf karena Zhi Shu tidak bisa masuk ke NTU. Yue Qin menunduk dan memberitahukan ayahnya sudah berpikir untuk pindah dari rumah Zhi Shu, karena mereka hanya memberikan masalah kepada Zhi Shu. Namun Zhi Shu merasa kehadiran Yue Qin malah membuat hidupnya terlihat semakin menarik.

Yue Qin bersemangat dan ingin berada di samping Zhi Shu sambil berjanji tidak akan membuat masalah lagi kepada Zhi Shu. Namun Zhi Shu merasa Yue Qin tidak bisa menjauhkannya dari masalah. Yue Qin pun berjanji akan membuat hari Zhi Shu menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Zhi Shu tak ingin ambil pusing akan hal itu, dan pergi. Yue Qin menghampiri Zhi Shu dan merasa Zhi Shu ingin satu kuliah dengannya.

Tiba di SMA Xingdou, Ya Jun bertemu dengan Zhi Shu serta Yue Qin. Ya Jun mengucapkan selamat karena Yue Qin diterima di universitas Xingdou, dan Ya Jun mendengar informasi bahwa Zhi Shu ingin mendaftar ke Universitas Xingdou. Pilihan Zhi Shu ini justru membuat para guru ingin pingsan, pasalnya semua orang ingin Zhi Shu bisa lanjut ke NTU.

Di dalam hatinya, Yue Qin pun menyalahkan dirinya. Zhi Shu pun ingin tahu apakah Ya Jun berencana menggagalkan dirinya masuk ke NTU, Ya Jun meminta Zhi Shu jangan memberikan nasib sialnya padanya. Tak lama, Ah Jin muncul dan marah kepada Zhi Shu karena dia gagal masuk NTU. Zhi Shu menerangkan Ah Jin dapat juga masuk ke Universitas Xingdou bila dia menginginkannya, dan Zhi Shu pergi.

Ah Jin menghampiri Yue Qin, Ah Jin,”Yue Qin, hari ini adalah hari besar. Temanku bilang mereka memiliki rencana buatku. Mereka ingin kita menerima ijazah bersama2. Ini sebuah kehormatan sehingga kita harus melakukan yang terbaik”. Yue Qin pun pergi karena merasa sedikit aneh dengan perkataan Ah Jin.

Di dalam hatinya, Ah Jin merasa dia akan menjalani sebuah rencana yang sangat besar karena akan menghadiri sebuah acara penamatan cinta antara Yue Qin dan dirinya. Ah Jin tak menyangka dia menghakhiri masa SMA dengan acara penamatan bersama Yue Qin. Lalu Ah Jin menghayalkan bagaimana dia sudah menyusun rencana di acara penataman SMA Xingdou.

Dalam khayalannya, Ah Jin berencana memberikan kancing emas kepada Yue Qin. Ah Jin sangat yakin kancing emas itu akan memberikan suasana yang berbeda di acara penamatan. Rencana selanjutnya, Ah Jin berniat memberikan “Tokoyaki Lover” kepada Yue Qin. Ah Jin yakin setelah Yue Qin menyantap Tokoyaki-nya, maka suasana hati Yue Qin menjadi sangat berbeda dan Ah Jin sangat yakin dia akan bisa berciuman dengan Yue Qin.

Zhi Shu pun dipersilahkan untuk menyampaikan pidato di acara penamatan SMA Xingdou. Zhi Shu,”Saya merasa terhormat diberikan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada Xingdou pada semua siswa yang tamat”, Zhi Shu pun menyampaikan pidatonya dan Yue Qin terkagum melihat Zhi Shu. Yue Qin teringat masa tiga tahun silam saat dia merasa begitu jatuh cinta dengan Zhi Shu. Meskipun Zhi Shu belum menyukainya, namun Yue Qin tetap merasa senang karena dia bisa tinggal bersama Zhi Shu.

Di dalam pikirannnya, Yue Qin masih mengenang kenangan bersama Zhi Shu . Yue Qin lalu mengenang masa silam ketika Zhi Shu mengajarinya pelajaran bahasa Inggris, memperlihatkan keahlian masaknya, dan ketika Zhi Shu menolongnya. Masa terindah Yue Qin di SMA adalah ketika dia bisa bersama Zhi Shu. Wajah Yue Qin pun memerah mengingat kenangan indah itu.

Tak lama pak guru memanggil namanya sehingga Mei2 harus menyadarkan Yue Qin dari lamunannya. Yue Qin menjadi malu karena ayahnya merekam momen saat dia tak menyadari guru memanggilnya. Pak guru lalu memanggil Ah Jin, sehingga Yue Qin dan Ah Jin harus kedepan panggung untuk menerima sertifikat ijazah kelulusan mewakili kelas F. Ah Jin dan Yue pun naik keatas panggung, dan Yue Qin terlihat gugup ketika dia harus naik panggung.

Ah Jin merasa bahagia sedangkan Yue Qin terlihat sangat gugup karena semua orang melihatnya.  Di alam bawah sadarnya, Ah Jin merasa dirinya dan Yue Qin seperti akan menikah, Ah Jin,”Bunyi piano menemani langkah kami, bukankah ini seperti pernikahan?. Seperti di aula pernikahan, dan pianis memainkan lagu pernikahan”.

Di dalam bawah sadarnya, Ah Jin merasa dia seperti akan menikah dengan Yue Qin, dan mengalahkan Zhi Shu. Ah Jin berpikiran gurunya adalah pendeta dan memintanya mengucapkan janji pernikahan  setia di depan Yue Qin. Kembali ke aula sekolah, Ah Jin malah menjawab bahwa dia akan setia selamanya kepada Yue Qin, dan semua murid kaget mendengar jawaban Ah Jin itu. Ah Jin pun meminta maaf karena dia mengira akan menikah dengan Yue Qin.

Yue Qin pun merasa malu dengan tindakan Ah Jin itu. Ketika pak guru memberikan sertifikat kelulusan padanya, Ah Jin malah berbicara dengan Zhi Shu. Ah Jin tak takut bila Zhi Shu satu kuliah dengan Yue Qin. Ah Jin berjanji dia akan bersifat lebih dewasa daripada Zhi Shu. Ah Jin ingin Yue Qin menjadi istrinya. Ya Jun melihat Ah Jin sudah kehilangan kesadarannya. Ah Jin yakin tak ada orang yang menolak idenya itu. Semua rekan Ah Jin lalu bersorak kepadanya.

Namun ibu Zhi Shu mengangkat tangannya dan menolak Ah Jin menjadi suami bagi Yue Qin. Ibu Zhi Shu lalu menyuruh anaknya untuk mengatakan sesuatu di depan orang banyak. Namun Zhi Shu malah merasa malu, dan Ya Jun juga murid lainnya hanya tertawa. Ibu Zhi Shu terus berkata,”Saya menolaknya..”.

Pak guru lalu menyuruh Ah Jin untuk diam di tempatnya karena dia sudah melakukan hal yang memalukan. Yue Qin lalu memarahi Ah Jin, karena dia terlalu naif akan keinginannya sendiri lalu Yue Qin pun pergi. Ketika Yue Qin ingin pergi, dia malah terantuk pada tangga dan terjatuh di depan Zhi Shu. Yue Qin lalu meminta maaf kepada Zhi Shu, namun Zhi Shu menyahut,”Bodoh….”, dan semua orang menertawai Yue Qin.

Yue Qin, Mei2, Xiao San, dan ibu Zhi Shu berada di depan pohon Lunar rahasia. Mei2, Xiao San, dan ibu Zhi Shu meminta maaf karena sudah berbuat onar di acara panamatan murid SMA Xingdou dan justru membuat malu Yue Qin. Mei2 hanya ingin Yue Qin dan lainnya merasakan acara penamatan yang bisa dikenang. Mei2 lalu melihat dua anak murid lainnya yang sedang berciuman di dekat pohon rahasia Lunar dan Mei2 senang melihat hal itu.

Yue Qin,”Saya cemburu. Seperti ini semestinya acara penamatan”. Tak lama, Ah Jin pun muncul dan Yue Qin tak senang dengan kehadiran Ah Jin. Xiao San melihat kancing yang dimiliki Ah Jin berbeda dari biasanya. Ah Jin pun ingin pohon Lunar itu menjadi saksi atas akhirnya dari kehidupan masa SMA-nya bersama Yue Qin, Ah Jin,”Saya membeli kancing emas ini. Ini adalah tanda dari cintaku yang tak berubah padamu. Tolong terimalah Yue Qin. Kita akan terhubung selamanya. Yue Qin, jangan menghabiskan waktu lagi”.

Xiao San melihat Ah Jin kembali ingin melamar kepada Yue Qin. Ah Jin merobek bajunya yang sudah tertempel kancing emas itu dan memberikannya pada Yue Qin. Mei2 melihat Ah Jin sudah membuatnya dirinya terlihat seperti seorang yang bodoh. Ibu Zhi Shu lalu memandangi Zhi Shu yang berbicara dengan Ya Jun. Ya Jun,”Apa kamu tahu arti dari kancing kedua?, Zhi Shu,”Apa artinya”, Ya Jun,”Lupakanlah. Saya lebih baik tidak menghabiskan nafasku”.

Yue Qin lalu mendatangi Zhi Shu, sedangkan Mei2 serta Xiao San memberikan semangat kepada Yue Qin. Zhi Shu bertanya,”Apa yang kamu inginkan. Apa kamu datang untuk meminta kancing keduaku?”, Yue Qin menjawab,”yah itu benar..”. Zhi Shu lalu mendekati Yue Qin seakan hendak menciumnya. Ibu Zhi Shu, Mei2, serta Xiao San kaget melihat tingkah Zhi Shu itu dan bersorak.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*