Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss In Kiss Episode 11 Drama Taiwan

Sinopsis Miss In Kiss Episode 11 Drama Taiwan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Baca juga: Sinopsis Miss In Kiss Episode 12 Drama Taiwan.

Baca juga: Sinopsis Miss In Kiss Episode 13 Drama Taiwan

Ah Jin memberikan sobekan seragamnya dalam bentuk hati yang berisi kancing bajunya untuk Yue Qin, dan bahkan berkata, “Kita bisa melewati mahkota cinta ini untuk anak-anak kita.” “Kau hanya membodohi dirimu sendiri,” ucap Mei Mei karna mereka melihat dadanya yang terbuka.

Ah Jin membalas dengan bangga, “Tidak apa-apa. Saya bangga dengan dadaku yang berotot.” Ibu Zhi Shu berkata tidak seburuk itu, tapi dia masih jauh dibandingkan dengan Zhi Shu.

Zhi Shu melihat ada banyak kancing di seragam sekolahnya, dan Ya Jun  menjelaskan bahwa dia tidak ingin mengecewakan para gadis yang mengejar kancingnya. Ada seorang junior yang menghampiri Zhi Shu, dan ia bertanya-tanya apa gadis itu akan meminta kancing kedua Zhi Shu.

Ternyata gadis itu ditolak oleh Zhi Shu untuk berfoto dengannya, dan Yue Qin berkata, “Dia mengingatkanku akan diriku yang dulu.”

“Kau tak punya hati. Kau baru saja menyakiti hatinya,” ucap Ya Jun dan  menawarkan kancing bajunya, tapi junior itu tidak tertarik.

Zhi Shu: “Mengapa saya harus berfoto?,” dan Ya Jun menjawab sebagai tanda kelulusan mereka. Seorang gadis lain menghampirinya, dan Zhi Shu kembali menolak untuk berfoto maupun memberikan kancing bajunya. Zhi Shu tak tahu mengapa mereka meminta kancing kedua, dan Ya Jun  tidak berminat untuk menjelaskan padanya.

Ibu Zhi Shu kagum melihat putranya ternyata terkenal diantara para gadis-gadis, dan kemudian menyuruh Yue Qin pergi menemui Zhi Shu untuk meminta kancing keduanya, berfoto bersama dan juga menciumnya. Ah Jin menunjukkan kancingnya pada Yue Qin, dan berkata: “Tidak boleh. Kancingmu ada disini.”

“Yue Qin, apa kau  akan menutup tahun-tahun SMA-mu dengan kancing Ah Jin yang setengah telanjang,” ucap Mei Mei. Dan Yue Qin menggelengkan kepalanya.

Yue Qin menghampiri Zhi Shu tapi dia menolak untuk memberikan kancing keduanya ataupun  berfoto bersamnya. Yue Qin berlari menuju Ibu Zhi Shu dan merengek, dan pada akhirnya Zhi Shu setuju untuk berfoto kelulusan dengannya karna dipaksa oleh ibunya.

Suara Zhi Shu bernarasi, “Sekarang kami akan mengucapkan selamat tinggal untuk  masa-masa SMA kami dan teman-teman kami dari Kelas F. Selamanya saya akan mengingat persahabatan yang kami buat disini. Sekarang, saatnya menginjakkan dunia baru menjadi mahasiswa. Tapi sebelum kami berpindah ke jalan kami masing-masing, masih ada satu pesta kelulusan untuk dihadiri.”

Ah Jin melihat Yue Qin yang sedang asyik berbincang dengan kedua sahabatnya. Sebelum menghampirinya, dia berpikir dalam hatinya, “Sejauh ini saya telah gagal dua dari tiga usahaku. Tapi saya percaya diri bahwa saya bisa memenangkan hatinya dengan rencana terakhirku.”

Dia kemudian membawa nampan berisi takoyaki buatannya pada Yue Qin, dan Yue Qin terpukau dengan kelezatannya. Ah Jin perlahan mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir Yue Qin yang menempel mayones, namun Mei Mei datang dan menyeka  mayones yang ada di bibirnya.

“Kau baru saja merusak ciuman cinta sejatiku,” ucap Ah Jin.

Pak Guru kemudian memanggil seluruh kelas F untuk berkumpul dan bernyanyi bersama. Namun Ah Jin mendorong Ya Jun, dan memberitahunya bahwa kelas F yang akan mengambil panggungnya. Zhi Shu menyuruh Ya Jun mengabaikan mereka dan menambahkan: “Kelas F hanya tahu menggunakan fisik.’

Ah Jin tersinggung dan mendorong Zhi Shu. “Siapa yang menggunakan paksaan fisik?,” ucap Ah Jin dengan keras. Xiao Sen meminta  Ah Jin untuk tidak membuat gara-gara karna bantuan Zhi Shu mereka semua bisa lulus. Ah Jin berkata dia tidak menerima bantuan apapun darinya, tapi Ya Jun menyindir: “Jangan lupa ada seseorang dari kelas F yang mengacaukan Kelas A,” sambil melirik pada Yue Qin.

Dia mengungkit tentang ulah Yue Qin yang menyebabkan Zhi Shu melewatkan ujian masuk NTU-nya. Yue Qin menundukkan kepalanya karna merasa bersalah, dan Zhi Shu berkata itu bukan salahnya: “Pendapat tentang seseorang sepertinya mampu merusak hidupku sudah cukup membuatku malu.”

Yue Qin kecewa mendengarnya, dan mengakui bahwa dia memang telah membuat banyak masalah untuknya. Dia lanjut berkata, “Tapi kelas A selalu mempermainkan murid-murid dari kelas F. Bukankah itu memalukan untuk menilai seseorang hanya dari kepintaran mereka?”

“Seseorang dari kelas A yang seharusnya mengatakan itu,” balas Zhi Shu. “Kelas F kurang kepercayaan.”

Yue Qin: “Kau bajingan berdarah dingin.”

“Lagipula kau tetap menyukaiku,” ucap Zhi Shu dengan tersenyum. Murid-murid kelas A kemudian mengungkit  bagaimana Yue Qin menulis surat cinta untuk Zhi Shu dan juga ditolak, dan bahkan berenang ke garis Zhi Shu dalam kompetisi renang.

Yue Qin: “Baiklah! Maka jangan menyalahkanku atas apa yang akan kulakukan setelah semua kata-kata kasar yang kau katakan”

Zhi Shu: “Apa seperti itu?.” Yue Qin berkata hanya dia satu-satunya yang mengetahui masa lalu Zhi Shu, dan kemudian mengeluarkan foto ‘girly Zhi Shu’ ketika  kanak-kanak dulu dan menujukkannya kepada semua teman-teman mereka.

Zhi Shu menjadi bahan tertawaan oleh teman-temannya, dan dia segera menarik Yue Qin keluar dari tempat pesta. Ah Jin ingin menyusul mereka, tapi dia dihentikan oleh Pak Guru agar tidak membuat keributan.

Zhi Shu membawanya ke Pohon Lunar Tua, dan Yue Qin berkata: “Saya tidak kehilangan apa-apa. Semua orang menertawaiku karna menyukaimu. Tidak masalah apa yang akan kau lakukan sekarang. Saya telah memutuskan untuk tidak menyukaimu lagi.”

“Apa kau yakin bisa melupakanku,” tanya Zhi Shu.

 “Tentu saja saya bisa. Saya sudah melihat orang seperti apa dirimu. Ketika saya kuliah nanti saya akan mencari seorang pria yang jutaan kali lebih baik darimu!,” ucap Yue Qin. “Saya akan menemukan orang yang paling pandai. Seorang pria yang mengikuti kuliah tanpa buka buku. Tidak, seorang pria yang bahkan bisa tamat tanpa harus masuk kelas! Seorang pria yang cukup tampan untuk menjadi seorang selebritis, seorang model, atlis nasional, seorang pemenang Nobel.”

Masih ingin kembali berkata-kata, Zhi Shu tiba-tiba saja mengecup bibir Yue Qin untuk pertama kalinya. Yue Qin masih terkejut dengan ciuman tiba-tibanya, dan Zhi Shu  lantas berkata, “Tunggu saja. Bodoh,” dan kemudian pergi. Ditinggal pergi oleh Zhi Shu, Yue Qin memegang dadanya yang berdetak kencang.

Kemudian kita kembali melihat Zhi Shu mencium Yue Qin dengan lembut, dan Yue Qin terbangun dari tidurnya – karna ternyata ciuman kali ini hanya sebuah mimpi.

Yue Qin bersiap-siap untuk masuk kuliah pertamanya, dan kita mendengar suara Yue Qin bernarasi: “Setelah pesta kelulusan, saya selalu bangun dalam keadaan pusing seperti ini. Setelah hari itu, Zhi Shu tidak ada di rumah sepanjang musim panas. Kami hampir tidak bicara, meskipun kami tinggal di atap yang sama. Saya bertanya-tanya sampai berapa lama akan seperti ini. Mulai hari ini dan kedepannya, Zhi Shu dan saya akan kuliah di tempat yang sama. Zhi Shu, sebenarnya saya bingung mau bilang apa jika saya melihatnya.”

Yue Qin hanya melamun di meja makan, sampai ia terkejut ketika menyadari Zhi Shu duduk di depannya. Dia ditegur oleh ibunya karna tak mengenakan pakaian yang telah ia siapkan, dan Zhi Shu berkata, “Saya tidak ingin terlihat sepertinya,” sambil melirik pada Yue Qin.

Ibu Zhi Shu memuji pakaian Yue Qin yang dikenakannya hari ini untuk kuliah pertamanya, dan Zhi Shu mengatainya, “Gemuk.” Yue Qin ingin melanjutkan sarapan paginya, dan Zhi Shu kembali berkata, “Perut, lengan, pipi yang tembem. Gemuk.”

Dalam perjalanan menuju kampus, Yue Qin berjalan di belakang Zhi Shu. Menatap Zhi Shu dari belakang, Yue Qin berkata dalam hatinya: “Ini sangat canggung. Saya bingung apa yang ingin kukatakan. Saya tak tahu apa yang sedang ia pikirkan. Tapi faktanya adalah dia yang menciumku,” sampai ia tak fokus di jalan dan malah menabrak orang-orangan. Dia bahkan berhayal kalau Zhi Shu yang membantunya berdiri, padahal si pemilik jualan.

Zhi Shu  hanya berkata, “Bodoh.”

Sesampainya di kampus, Zhi Shu berbalik dan bertanya, “Apa kau akan terus mengikutiku ke Jurusan Fisika?” Yue Qin berkata dengan malu: “Tidak. saya akan pergi ke Jurusan Nutrisi.”

Mei Mei dan Xiao Sen juga kuliah di tempat yang sama, dan Yue Qin berkata terasa aneh tanpa kehadiran Ah Jin. Xiao Sen bertanya, “Apa sekarang kau meirindukan Ah Jin? Bukankah sudah terlambat?”

Mei Mei bertanya bagaimana dengan liburan musim panasnya dengan Zhi Shu, dan Yue Qin akhirnya mengakui bahwa di pesta kelulusan mereka Zhi Shu menciumnya. Xiao Sen bertanya apa sekarang mereka pacaran, dan Yue Qin menjawab, “Saya tidak berpikir seperti itu. Dia mungkin hanya menipuku. Dia melakukan hal yang sama padaku sebelumnya.”

Tiga sekawan itu masuk ke kelas, dan mendapati semua teman kelas F mereka berada di kelas yang sama karna ternyata Jurusan Nutrisi Universitas Xingdou mengambil semua murid dari kelas F.

Tak lama, seorang dosen mereka datang dan memberikan pernyataan bahwa dia akan menggagalkan sebagian dari kelas tiap semester dan seketika itu kelas menjadi riuh karna pernyataannya. Si dosen jutek berkata, “Mereka dari kelas F yang ingin menikah, punya anak dan kemudian mati, kalian lebin baik bersiap-siap.”

Si dosen menambahkan bahwa dia tidak akan menujukkan kebaikan hati, dan akan memastikan uang kuliah mahal yang telah mereka bayar tidak akan terbuang percuma.

Mei Mei berbisik, “Profesor ini sangat tegas.” Si profesor menegaskan bahwa dia tidak akan membiarkan orang lain memanggil kelasnya, Kelas F di universitas ini.

Usai mengikuti kelas pertama mereka, Xiao Sen menggerutu: “Kita sudah kuliah, tapi kita masih disebut sebagai kelas F.”

Yue Qin: “Ditambah lagi, lulus tampaknya mustahil bagi kita sekarang.”

Tiga sekawan itu berpapasan dengan seorang anggota klub kampus yang memperkenalkan klubnya, dan Yue Qin bertanya-tanya klub mana yang akan dipilih oleh Zhi Shu. Yue Qin berkata dia akan bahagia jika bisa bergabung dengan klub yang sama, dan Xiao Sen berkata bahwa Yue Qin terlalu banyak meminta karna pria seperti Zhi Shu tidak akan tertarik bergabung dengan klub-klub seperti ini.

Mereka kemudian datang melihat-lihat keadaan kampus Institut Politeknik yang dipenuhi dengan murid-murid pria dari kelas A dan B. Yue Qin berkomentar kampus ini sudah seperti kampus para pria, dan Mei Mei berkata: “Bukankah ini lebih baik. Yang berarti hanya ada sedikit perempuan yang akan mengelilingi Zhi Shu.”

Mei Mei kemudian menyarankan agar mereka melihat-lihat, dan Yue Qin berkata dengan malu: “Untuk apa?”

Mei Mei: “Maksudku kalian berdua telah berciuman.” Karna didorong oleh kedua sahabatnya, Yue Qin  setuju untuk pergi melihat-lihat. Disana dia bertemu dengan kebanyakan dari teman satu sekolahnya yang tahu jika dia datang untuk menemui Zhi Shu.

Dari kejauhan, Yue Qin melihat Zhi Shu datang sehingga dia bergegas untuk menghampirinya. Tapi langkah kakinya terhenti saat seorang gadis cantik lebih dulu menghampiri Zhi Shu.

Yue Qin bersembunyi di balik tembok, dan mengintip. Dia bergumam, “Gadis itu cantik. Dia punya kulit yang bagus.” Seseorang dari belakangnya tiba-tiba memberikan teropong, dan Yue Qin segera menggunakannya untuk melihat dengan jelas wajah gadis itu.

“Siapa gadis itu?” tanya Yue Qin dengan penasaran, dan sebuah suara menjawab, “Namanya  adalah Zi Yu Wu.”

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*