Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 12 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 12 Drama Taiwan

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 13 Drama Taiwan]

Yue Qin datang ke kampus dan mendapati seorang wanita cantik menghampiri Zhi Shu. Seseorang memberinya teropong untuk melihat dengan jelas wajah wanita itu, dan sebuah suara memberitahunya bahwa namanya adalah Zi Yu Wu.

Yue Qin bertanya siapa dia, dan suara itu kembali menjawab bahwa saat ini dia adalah model paling terkenal di kampus ini, dan memiliki ayah seorang profesor. Suara itu melanjutkan bahwa selain penampilannya dan latar belakang keluarganya yang luar biasa, dia juga merupakan salah satu mahasiswa top di bidang science dan teknologi.

“Dia begitu menakjubkan?,” gumam Yue Qin. Yue Qin bertanya,“Mengapa dia terlihat begitu dekat dengan Zhi Shu?” Suara itu menjawab bahwa sebuah rumor beredar bahwa Zi Yu adalah salah satu lima besar yang lolos ujian masuk, tapi dia menyerahkan tempatnya di NTU dan bergabung dengan Universitas Xingdou Jurusan Fisika karna ingin kuliah di tempat yang sama dengan Zhi Shu.

Ketika berbalik, dia terkejut mendapati seseorang berada disampingnya. “Bagaimana kau bisa membaca pikiranku?,” tanya Yue Qin. Seniornya  menjawab, “Bagaimana bisa kau menyalahkanku ketika kau sendiri yang berbicara keras?”

Yue Qin bertanya dia siapa, dan si senior menjawab: “Saya dikenal sebagai Pelatih Kejam, satu-satunya Presiden Klub Tenis. Si janggut Chang.”

Chang menyeret Yue Qin  pada Zhi Shu dan berkata ada seseorang yang sedang mengamatinya. Chang menyinggung Zhi Shu yang belum bergabung dengan klub tenisnya, dan mengajak Zhi Shu berbicara empat mata.

Dia berbisik, “Siapa yang menunjukkanmu porno di tahun pertamamu? Lantas siapa yang mengajarimu mahyong di kelas 11 dan bagaimana memilih gadis di kelas 12?” dan Zhi Shu hanya menjawab dengan bingung, “Saya tidak ingat apa-apa.”

Chang kagum melihat kecantikan Zi Yu sehingga mengulurkan tangannya untuk berkenalan dan mengajaknya untuk bergabung dengan klub tenisnya, tapi Zi Yu hanya mengacuhkannya. Zi Yu berbalik menatap Yue Qin dengan sinis, dan bertanya pada Zhi Shu: “Siapa gadis ini? Kekasihmu?’

Yue Qin berharap dia mengatakan ya, tapi Zhi Shu dengan cuek berkata, “Tidak mungkin.”

“Kita telah berciuman. Bagaimana dia bisa bicara seperti itu. Ciuman pertamaku yang berharga. Apa itu tidak berarti apa-apa?,” ucap Yue Qin dengan kesal dalam hatinya. Dan dia tambah kesal setelah Zhi Shu setuju pergi bersama Zi Yu ke kelas untuk untuk membicarakan sesuatu, meninggalkan mereka berdua.

Chang berkata dengan kesal, “Saya tidak suka dengan perasaan kekalahan.” “Saya juga,” ucap Yue Qin sambil melipat kedua tangannya.

Yue Qin datang ke kantin dan menceritakan pada kedua sahabatnya tentang pesaing beratnya, dan Xiao Sen berkomentar: “Gadis itu sangat menakjubkan. Dia seperti versi pasangan perempuan Zhi Shu.”

Mei Mei: “Memangnya kenapa? Yue Qin adalag kelas F milik Zhi Shu Jiang.” Tapi Yue Qin berkata dengan label kelas F, dia sudah merasa kalah.

Yue Qin melihat daftar menu di kantin, dan tak menyadari Zhi Shu datang dan berdiri di belakangnya. Dia bersyukur menunya tidak ada pilihan F, dan Zhi Shu berkata: “Apa kau harus menyuarakan isi pikiranmu?” Zhi Shu kemudian memilih menu  pesanannya dan Yue Qin  langsung memilih menu yang sama dengannya. Zhi Shu protes karna melihat menunya jauh berbeda dengan menu milik Yue Qin.

Dan ternyata pria yang menghidangkan makanannya adalah Ah Jin dan Zhi Shu langsung melipat kedua tangannya dengan kesal setelah melihat wajahnya.

Yue Qin bertanya: “Apa yang sedang kau lakukan disini? Saya pikir kau mulai bekerja.” Ah Jin berkata bahwa di malam hari dia bekerja di restoran ayah Yue Qin, tapi di siang hari dia bekerja disini.  “Saya ingin menghasilkan banyak uang dan segera memulai sebuah keluarga. Dengan cara ini saya bisa melindungi Yue Qin sepanjang waktu,” ucap Ah Jin dengan penuh percaya diri.

Dia kemudian berkata pada Zhi Shu, “Saya tidak ingin bajingan manapun membully Yue Qin. Jadi si barbar Jiang, apa tidak ada lagi yang bisa kau katakan?”

“Saya sangat tersentuh,” ejek Zhi Shu. “Seorang pria yang dikendalikan oleh seorang gadis sama sekali tidak berguna. Sangat menyedihkan.”

Yue Qin menunggui Zhi Shu di kampusnya dan berpikir dalam hatinya, “Meskipun Ah Jin diejek oleh Zhi Shu karna hanya memikirkanku, tapi ada sebuah tempat untuknya dihatiku. Saya sama menyedihkannya.” Yue Qin kemudian mengikuti Zhi Shu untuk mengetahui klub yang akan ia ikuti, tapi Zhi Shu berhasil menghilang dalam sekejap dari pandangannya.

Untungnya Zi Yu kebetulan lewat, sehingga Yue Qin mengikutinya dan mendapati Zhi Shu ternyata berada di klub tenis. Zi Yu duduk disampingnya dan mengajak Zhi Shu untuk nonton bersama, tapi Zhi Shu menolak dengan alasan ada hal yang harus ia kerjakan. Sementara Yue Qin diam-diam mengamati mereka dari luar dan kesal melihat tingkah Zi Yu yang seolah tebar pesona di depan Zhi Shu.

Chang mengagetkan Yue Qin, dan mengingatkan kalau dia tidak seharusnya memata-matai Zhi Shu. Yue Qin mencoba untuk menjelaskan, tapi Chang berkata bahwa semua orang di Xingdou telah mengetahui tentang dia dan Zhi Shu. Chang mengajak Yue Qin untuk bergabung dengan klub tenisnya ketimbang memata-matainya sekaligus untuk melindungi Zhi Shu, dan sepertinya Yue Qin tertarik dengan idenya.

Chang memperkenalkan dirinya di depan para anggota baru klub tenisnya dengan  ramah dan berharap di bawah kepemimpinannya Klub Tenis akan menjadi sebuah tempat yang dipenuhi dengan tawa dan persahabatan.

Dia kemudian memperkenalkan dengan bangga dua bintang pemain tenis yang baru saja bergabung dengan klub mereka – yang pertama Zhi Shu Jiang, murid baru di Jurusan Fisika, pemenang kompetisi tahun lalu se-SMA Wilayah Bagian Utara, dan runner up untuk kompetisi wanita se-SMA Wilayah Utara, Zi Yu.

Chang menjelaskan tentang berbagai penghargaan yang berhasil diraih oleh klub mereka, dan kemudian mempersilahkan Yue Qin untuk memperkenalkan dirinya sebagai anggota baru. Yue Qin memperkenalkan dirinya, dan tidak berani mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa dia masuk ke tenis ini adalah karna Zhi Shu.

Zi Yu lantas bertanya telah berapa lama dia bermain tenis, dan Yue Qin mengakui bahwa dia belum pernah sama sekali bermain tenis tapi telah beberapa kali melihatnya di TV.

“Saya percaya bahwa tenis adalah olahraga yang sempurna untukku,” tambah Yue Qin. “Karna saya akan bisa mengenakan pakaian tenis yang bagus dan berlatih sambil bersenanag-senang. Kita bisa bertemu untuk ngumpul setelah kelas. Kita juga bisa ngumpul bersama selama libur sementar. Saya tahu saya tak punya pengalaman, tapi saya sangat cocok dengan tenis.”

Yue Qin menambahkan bahwa semuanya itu tidak ada hubungannya dengan Zhi Shu, dan segera dia menyadari jika ucapannya  tidak seharusnya ia ungkapkan. “Bodoh,” gumam Zhi Shu.

Latihan segera dimulai dan Chang yang tadinya ramah dan lemah lembut, segera berubah drastis setelah berada di lapangan. Seorang anggotanya tak bisa menangkis lemparannya, dan dia segera berkata kasar bahkan sampai mengumpatnya – dan membuat Yue Qin ketakutan.

Yue Qin ketakutan setelah melihat aggota yang lain dimarahi habis-habisan, dan Zhi Shu berkata, “Pelatih Kejam. Itu sebutannya. Jangan dibodohi oleh sikap baiknya. Ketika dia memegang raket. Dia berubah menjadi hewan buas yang berbeda.” Zhi Shu menceritakan bahwa dulu waktu SMA, banyak pemain yang berhenti karna tidak tahan dengannya.

Zi Yu berhasil meledeni permainannya. Tapi saat Zhi Shu maju ke lapangan, dia berhasil mengalahkan Chang di depan para aggota baru. “Zhi Shu, kau sangat keren,” teriak Yue Qin, dan sikapnya barusan tambah menbuat Chang jengkel.

Dia memanggil Yue Qin dengan suara yang keras untuk maju ke lapangan. Berdiri di tengah lapangan tenis, Yue Qin menarik dalam nafasnya karna ketakutan dan memohon pada Chang bahwa ini pertama kalinya ia bermain tenis, tapi Chang tidak perduli. Chang melemparkan bola tenisnya dengan kekuatan penuh ke arah Yue Qin, dan pada akhirnya bola itu mengenai wajahnya dan membuatnya jatuh pingsan.

Malamnya Yue Qin berlatih tenis di dalam kamarnya. Tanpa ia sadari dua kakak beradik menonton tingkah lucunya saat berbicara sendiri  sambil bermain tenis karna lupa menutup pintu kamarnya, sampai membuatnya malu. Yue Qin kemudian menceritakan pada ibu Zhi Shu bahwa dia bergabung klub tenis, dan mengakui bahwa dia masih baru sehingga masih harus berlatih dengan keras.

Ibu Zhi Shu menceritakan bahwa dia juga pandai bermain tenis ketika masih muda dulu. Dia memberitahu Yue Qin akan memberikan pakaian  tenis yang dulu dibelinya, dan berkata dengan bahagia: “Yue Qin dan Zhi Shu sekarang bisa bermain ganda campuran bersama-sama.”

Yue Qin tersipu malu, dan Shi Zhu yang juga duduk di ruang tamu memberitahu Yue Qin bahwa dia seharusnya melupakan tentang pakaian tenis bagi seorang pemula. Yue Qin berkata tapi semuanya itu tentang suasanya hati, dan bahwa ketika dia mengenakan pakaian tenis yang bagus, dia akan merasa lebih percaya diri yang akan membuatnya seolah-olah pemain tenis profesional.

“Apa kau bisa menang hanya dengan suasana hati?” tanya Zhi Shu. Ibu menyuruh Yue Qin mengabaikan ucapannya, dan mengajaknya untuk mencoba pakaian tenisnya.

Di restoran ayah Yue Qin, sepasang kekasih datang  untuk makan tapi kemudian setelah melihat menunya mereka pergi. Ah Jin marah-marah, tapi Ayah Yue Qin mengakui bahwa dia telah mendengar komentar yang sama belakangan ini.

Ayah berasumsi bahwa mereka telah menjual menu yang sama selama ini sehingga membuat para pengunjung bosan sehingga ia berpikri mereka seharusnya mengganti menu masakan mereka. Ayah berkata jika mereka tidak  ada kenaikan, maka dia akan segera menghadapi masalah keuangan. Ah Jin menawarkan diri bahwa dia bisa memberinya uang karna mereka adalah keluarga, dan Ayah bertanya: “Siapa yang bilang begitu?  Saya adalah bosmu. Mengerti?”

Ayah Yue Qin tiba-tiba saja merasa terganggu setelah Ah Jin menyebutkan ‘keluarga’ dan meminta pendapatnya apa dia dan Yue Qin telah tinggal lama di rumah keluarga Zhi Shu. Ayah merasa dia dan Yue Qin telah memberikan banyak masalah pada mereka sehingga dia berpendapat bahwa mereka seharusnya segera pindah.

Ah Jin sangat mendukung keputusannya, dan mengakui bahwa dia sangat sedih setiap kali memikirkan betapa dekatnya  Zhi Shu dengan Yue Qin.

Tak lama sepasang kekasih datang dan meminta menu yang tidak ada dalam daftar menu yang mereka tawarkan melainkan menu ‘Spesial Yue Qin’ yang Ah Jin buat di kampus mereka. Ah Jin menawarkan harga yang lebih tinggi dari yang ia jual di kampus, dan pasangan itu setuju untuk memesannya. Ayah bingung dengan menu ‘Yue Qin Spesial” yang mereka sebutkan dan Ah Jin meyakinkannya untuk menyerahkan menu baru itu padanya agar mereka bisa menghasilkan  uang yang lebih.

Di rumah saat berpapasan dengan Zhi Shu, Yue Qin memberanikan diri bertanya tentang Zi Yu. Zhi Shu bertanya, “Apa kau cemburu?” Yue Qin menjawab tidak, dan Zhi Shu berkata bahwa dia sangat cantik, dan juga pintar.

“Mengapa kau sangat perduli dengannya?” tanya Yue  Qin sambil menundukkan kepalanya karna kesal.

Zhi Shu mendekatkan wajahnya dan berkata, “Lagipula saya pikir kita sudah cukup dekat karna kita sudah berciuman.” Yue Qin bingung mau bilang apa, dan Zhi Shu berkata: “Jangan bilang kau sudah melupakanku.”

Yue Qin: “Apa yang sedang kau lakukan?,” saat Zhi Shu perlahan mendekatkan wajahnya.

Zhi Shu: “Apa kau mau mandi atau apa kau mau menciumku?”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*