Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 13 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 13 Drama Taiwan

Baca Juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 12 Drama Taiwan

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Yue Qin sangat bahagia pada hari itu karena dia akan satu kelas dengan Zhi Shu. Yue Qin pun duduk disamping Zhi Shu, dan membicarakan professor yang akan mengajar mereka. Zi Yu pun duduk disamping Zhi Shu. Namun tak lama Ah Jin pun muncul dibelakang tempat duduk mereka, sambil menyapa Yue Qin. Yue Qin kaget melihat Ah Jin. Ah Jin sengaja datang ke kelas untuk bisa melihat Yue Qin.

Zi Yu menyindir Yue Qin untuk harus lulus dalam mata kuliah ini. Namun Yue Qin menegaskan dia bisa lulus dalam mata kuliah ini. Tak lama, professor pun datang dan menjelaskan mata kuliah yang diajarnya. Ah Jin terpesona menatap Yue Qin, sehingga Profesor jengkel dan memanggilnya. Profesor itu meminta pendapat Ah Jin mengenai mata kuliah yang diajarnya, namun Ah Jin malah kebingungan. Ah Jin mengungkit tentang masak, dan membuat mahasiswa lain tertawa.

Profesor,”jadi masak ada hubungannya dengan alam semesta?”. Profesor itu lalu bertanya ke Yue Qin tentang kaitan dari teori quantum fisika. Yue Qin berkata dengan lugu,”Saya mengerti. Partikel. Gadis femtometer. Saya tertarik dengan itu”. Yue Qin menjelaskan femtometer adalah seorang gadis yang sangat kecil.  Profesor itu merasa Yue Qin sedang menyinggung robot femtometer yang  adalah robot dengan ukuran sangat kecil. Ah Jin lalu menyahut dia ingin menjadi lelaki femtometer dan menikahi gadis femtometer lalu memiliki anak bersamanya. Profesor sedikit bingung dengan perkataan Ah Jin pasalnya robot tidak menikah.

Zi Yu lalu menyahut dan menyindir Ah Jin serta Yue Qin yang memiliki otak femtometer dan tak tahu sama sekali tentang teori dari femtometer. Yue Qin menyahut,”Hanya Zhi Shu yang bisa memanggilku otak femtometer. Siapa yang menyuruhmu memanggilku seperti itu?”. Yue Qin meminta pendapat Zhi Shu, namun dia hanya terdiam. Ah Jin sendiri menegaskan gadis femtometer itu adalah miliknya. Profesor lalu menyebut Ah Jin dan Yue Qin adalah anak yang pintar karena mengungkit tentang sebuah inovasi teknologi baru, dan Zhi Shu sendiri bingung mendengar perkataan professor itu.

Yue Qin lalu datang ke tempat tenis, dan mencari Zhi Shu. Namun bola tenis malah mengenai tubuh Yue Qin. Zi Yu menyuruh Yue Qin mengambil bola tenis tersebut, dan menjelaskan bahwa semua anggota klub sudah memiliki peranan mereka masing2 berdasarkan perintah dari pelatih Chang. Karena Yue Qin pemain terburuk, maka dia harus mengumpulkan bola tenis. Yue Qin pun mencari Zhi Shu. Zi Yu memberitahukan Zhi Shu tidak datang untuk latihan.

Zi Yu lalu menyindir Yue Qin yang tak dekat dengan Zhi Shu karena tak tahu keberadaannya. Tak lama, pelatih Chang datang dan menghukum Yue Qin melakukan sit up. Yue Qin pun melakukan sit up dan dia kesal mengapa datang ke tempat latihan tenis, sedangkan Zhi Shu tak ada disana. Yue Qin kesal karena pelatih Chang menyiksanya.

Yue Qin pulang dan Ibu Zhi Shu memanggilnya duduk bersama. Ibu Zhi Shu lalu memperlihatkan sebuah gambar desain rumah mereka yang baru. Ibu Zhi Shu menjelaskan dia dan suaminya akan merenovasi ulang rumah mereka sehingga setiap anggota keluarga akan mendapatkan kamar mereka masing2. Ibu Zhi Shu dan suaminya ingin Yue Qin dan ayahnya tinggal selamanya di rumah mereka.

Namun ayah Yue Qin merasa tak enak dan sudah memutuskan untuk pindah dari rumah keluarga Zhi Shu. Ayah Yue Qin berencana untuk pindah ke restoran mereka. Ayah Yue Qin,”Semenjak anakku mengganggu ujian masuk Zhi Shu. Saya merasa bersalah. Saya harap kalian mengijinkan Yue Qin dan saya pindah”. Ayah dan ibu Zhi Shu melarang ayah Yue Qin untuk pindah.

Ayah Zhi Shu menjelaskan temannya ini tak membuat masalah sama sekali kepada anaknya. Tapi Ayah Yue Qin tetap ingin pindah. Ayah Yue Qin lalu menyinggung tentang anaknya yang selalu menggangu Zhi Shu. Ayah Yue Qin meminta ibu Zhi Shu untuk tidak memaksa anaknya menerima Yue Qin. Namun ibu Zhi Shu malah marah dan menegaskan bahwa dia tak ingin ada gadis lain disisinya. Ibu Zhi Shu menegaskan dia kagum dengan Yue Qin karena melihat dia begitu spesial.

Ibu Zhi Shu menegaskan anaknya Zhi Shu pasti akan segera menyukai Yue Qin. Ayah Zhi Shu pun ingin tahu apakah anaknya menyukai Yue Qin. Namun Zhi Shu tak menjawab apapun. Ayah Yue Qin tetap mengucapkan rasa terima kasihnya kepada ibu dan ayah Zhi Shu. Ayah Yue Qin lalu menyuruh anaknya untuk berterima kasih kepada ibu Zhi Shu. Namun Ibu Zhi Shu menangis dan menegaskan tak ingin Yue Qin dan ayahnya pergi.

Yue Qin menangis di kamarnya, sambil merapikan semua bajunya. Ayah Yue Qin tahu anaknya merasa sedih karena harus pergi. Ayah Yue Qin mengaku sudah lama memikirkan untuk pindah dari rumah keluarga Zhi Shu. Namun ayah Yue Qin mengakui kesalahannya yang tidak memberitahukan hal ini kepada Yue Qin sebelumnya. Ayah Yue Qin menjelaskan betapa besar ibu Zhi Shu sudah membantu mereka, dan ayah Yue Qin tak ingin keluarga Zhi Shu terus membantu mereka sehingga mereka terus tinggal selamanya di rumah keluarga Zhi Shu.

Apalagi ayah Yue Qin melihat Zhi Shu tak memiliki perasaan apapun kepada anaknya. Ayah Yue Qin mengajak anaknya untuk hidup seperti pada kehidupan mereka semula. Ayah Yue Qin berjanji akan menjaga sang anak. Yue Qin mendatangi kamar Zhi Shu, Zhi Shu bertanya,”kamu akan pindah? Akhirnya saya bisa memiliki kehidupanku kembali”, lalu Zhi Shu menutup pintu kamarnya. Yue Qin pun pergi. Di dalam kamarnya, Zhi Shu hanya merenung sejenak.

Keesokan harinya di kampus, Yue Qin memberitahukan ke Zhi Shu bahwa dia akan pindah besok sambil memberikan pensil kepada Zhi Shu sebagai ucapan selamat tinggal. Yue Qin berharap melalui pensil tersebut, Zhi Shu akan tetap bisa mengingat bahwa mereka pernah bersama. Yue Qin meminta Zhi Shu untuk jangan lagi berbalik darinya dan membantunya. Akhirnya Zhi Shu mau menerima pensil itu, dan Yue Qin pun pergi.

Yue Qin dan ayahnya pun mengucapkan salam perpisahan dengan kedua orang tua Zhi Shu. Yue Qin mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian ayah Zhi Shu. Yue Qin juga mengucapkan rasa terima kasih atas makanan lezat yang dimasak oleh ibu Zhi Shu. Yue Qin berterima kasih sudah bisa bermain bersama Yu Shu dan diajari oleh Zhi Shu. Yue Qin merasa mendapat kenangan yang bahagia bersama semua keluarga Zhi Shu. Ibu Zhi Shu menjadi sedih dan ingin memeluk Yue Qin, namun ayah Zhi Shu melarang istrinya membuat Yue Qin semakin bersedih.

Yue Qin lalu menghampiri Zhi Shu, dan meminta maaf kepadanya. Zhi Shu hanya mengucapkan selamat tinggal pada Yue Qin. Yue Qin pun pergi, dan ibu Zhi Shu sangat sedih karena Yue Qin meninggalkan mereka. Ibu Zhi Shu menatap anaknya dan merasa sangat jengkel kepadanya.

Di dalam mobil, Yue Qin hanya bisa menangis, karena hubungannya bersama Zhi Shu otomatis menghilang. Yue Qin merasakan hatinya terasa sungguh sakit. Sementara, Zhi Shu hanya bisa menatap pensil yang diberikan oleh Yue Qin.

Ah Jin merasa begitu sedih melihat kedatangan Yue Qin karena akhirnya Yue Qin kembali ke sisinya. Ayah Yu Qin melarang Ah Jin menangis. Ah Jin menyahut,”Kenapa bila saya menangis? Kenapa Anda tidak mengijinkanku menangis?”. Ah Jin menangis namun dia langsung menghentikan tangisannya. Ah Jin lalu memperlihatkan masakan yang dimasaknya dalam porsi yang sangat banyak.

Yue Qin pun tertarik dengan masakan Ah Jin itu. Ayah Yue Qin lalu memberitahukan ke anaknya bahwa Ah Jin memasak masakan di restoran mereka berdasarkan makanan yang disukai oleh Yue Qin untuk meningkatkan penjualan restoran. Yue Qin memuji Ah Jin yang sudah bekerja keras. Yue Qin merasa sedih karena kini dia hanya bisa makan. Ayah Yue Qin lalu menyuruh anaknya untuk makan yang banyak. Lalu Ah Jin membawa koper barang bawaan Yue Qin.

Yue Qin melihat masakan Ah Jin dan menyakinkan dirinya untuk bisa bersemangat kembali setelah menyantap makanan itu. Yue Qin tak ingin lagi menangis dan ingin memiliki hidup yang lebih baik. Yue Qin ingin hidup tanpa kehadiran Zhi Shu disisinya lagi. Yue Qin,”Kehidupan yang baru. Tantangan yang baru”. Tak lama Ah Jin muncul dan mengajak Yue Qin untuk berfoto selfie bersamanya, Ah Jin menyahut,”Suami yang prospektif”. Ah Jin hendak merekam semua kata2 harapan Yue Qin, namun Yue Qin melarang Ah Jin merekam semuanya.

Di ruangan tamu, ibu Zhi Shu melihat video rekaman Ah Jin yang terhubung langsung dengan tablet-nya. Yu Shu mengeluh lapar dan ingin makan, namun ibu Zhi Shu belum menyiapkan makanan apapun. Zhi Shu lalu hendak membeli makanan di luar, namun ibu Zhi Shu menyuruh anaknya untuk jangan membeli menu makanan apapun padanya karena dia tak memiliki nafsu makan.

Yu Shu dan Zhi Shu melihat kamar Yue Qin, dan Yu Shu kini menempati kamar tersebut. Yu Shu melihat buku gambarnya yang terdapat  lukisan yang digambar oleh Yue Qin.  Yu Shu sendiri merasa tidak tahan dengan kehadiran Yue Qin, dan bahagia Yue Qin akhirnya pergi. Zhi Shu melihat raket nyamuk yang dibeli oleh Yue Qin dan Zhi Shu teringat akan Yue Qin sambil tersemyum.  Yu Shu lalu menyuruh Zhi Shu untuk menangkap nyamuk, dan Zhi Shu berhasil melakukannya.

Di lapangan tenis, Yue Qin terus memungut bola tenis. Pelatih Chang terus menyiksa Yue Qin yang sudah kelelehan memungut bola. Yue Qin sedang asyik memungut bola, dan Zi Yu mengusiknya dengan memperlihatkan video rekaman dari Ah Jin. Yue Qin berusaha mengambil hp Zi Yu karena takut Zhi Shu melihat rekaman video itu. Zi Yu pun memberitahukan bahwa Zhi Shu sudah melihat rekaman video tersebut.

Tak lama, Zhi Shu datang dan Yue Qin berusaha mengelak mengatakan kata2 di video tersebut. Zi Yu bertanya,” Zhi Shu bagaimana pendapatmu tentang Yue Qin dan suaminya prospektifnya?”. Zhi Shu menjawab,”Tidak buruk. Pasangan yang serasi”. Yue Qin berusaha ingin memberikan pengertian kepada Zhi Shu atas video itu.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

One comment

  1. Semangat, tetap suka sm sequell dari cerita ini.. dari semua negara… terima kasih karena sudah menulis sinopsisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*