Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 15 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 15 Drama Taiwan

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 14 Drama Taiwan]

Masakan terhidang di atas meja, dan semuanya kaget melihat masakan buatan Yue Qin kali ini gosong, dan bahkan rasanya keasinan dan berminyak. Yue Qin berdiri dari tempat duduknya, dan mengakui bahwa bukan dia yang memasak semua makanan yang mereka santap sebelumnya.

Mereka bertanya-tanya siapa yang memasaknya, dan si janggut Chang lantas menebak kalau orang itu adalah Zhi Shu, setelah sebelumnya absen selama latihan sore.

Zi Yu kemudian mengajak Zhi Shu keluar karna ada sesuatu yang ingin beritahukan, dan Yue Qin maupun si janggut Chang memutuskan untuk diam-diam mengikuti mereka. Mereka berdua bersembunyi di balik pohon untuk memata-matai mereka.

Zhi Shu bertanya apa yang ingin ia bicarakan, dan Zi Yu meminta pendapatnya tentang dirinya setelah mengenalnya sejauh ini. Zi Yu menjelaskan bahwa setelah berbicara pertama kali dengannya di kampus, dia sangat memikirkannya.

“Karna kamu orangnya berterus terang. Saya pikir, saya seharusnya jujur padamu,” ucap Zi Yu dan  mendekatkan wajahnya seolah akan menciumnya.

“Tidak,” teriak si janggut Chang, sehingga Yue Qin segera menutup mulutnya agar suaranya tidak kedengaran, namun mereka malah terjatuh. Zhi Shu segera berbalik setelah mendengar sebuah bunyi, dan mendapati Yue Qin berada di atas tubuh si janggut Chang.

Si Janggut Chang dan Yue Qin segera mengklarifikasi bahwa yang mereka lihat bukan seperti yang mereka pikirkan, dan Zhi Shu berkata dia tak perduli apa yang terjadi, tapi kemudian membawa Yue Qin sambil memelototinya dengan kesal.

Setelah Yue Qin pergi bersama Zhi Shu, Si janggut Chang mengajak Zi Yu untuk berlatih tenis dengannya, namun Zi Yu mengacuhkannya.

Hari-H pertandingan tenis dimulai setelah seminggu boot camp. Berdiri di lapangan, Yue Qin begitu gugup dan bahkan tubuhnya gemetar karna ketakutan. Sebelum pertandingan dimulai, Zhi Shu memberitahu Yue Qin agar dia memukul bola yang datang ke arahnya. Sayang, baru di awal permainan Yue Qin gagal memukul bola yang datang ke arahnya.

Karna saking gugupnya, Yue Qin bahkan menjatuhkan raketnya ke  tanah. Zhi Shu menghampirinya, memegang tangannya dan  berkata sepatah kata yang berhasil mengembalikan kepercayaan dirinya.

Zhi Shu: “Jangan gugup. Kau tidak sendirian. Kau memilikiku.”

Seketika itu kepercayaan diri Yue Qin kembali, dan menantang Zi Yu dan si janggut Chang untuk menunjukkan semua kemampuan mereka: “Saya tidak takut lagi.”

Si janggut Chang memukul bolanya, dan Yue Qin berhasil menerima servisnya sayang kakinya terkilir. Zhi Shu segera menggendong Yue Qin untuk membawanya pulang dan meninggalkan arena pertandingan meskipun pertandingan mereka belum selesai.

“Maaf. Ini salahku lagi,” ucap Yue Qin.

“Kau selalu berusaha terlalu keras,” balas Zhi Shu, dan Yue Qin diam-diam menatap Zhi Shu sambil tersenyum.

Sesampainya mereka di restoran, restoran ternyata tutup dan Ayah pun tidak ada di rumah. Yue Qin kesulitan naik ke lantai dua, dan kali ini Zhi Shu kembali menggendong Yue Qin dibelakangnya untuk membawanya ke kamarnya.

Tiba di lantai dua Yue Qin syok mendapati semua barang-barangnya lenyap dan menduga ada maling yang masuk ke rumahnya. Ayah tidak menjawab telponnya, sehingga Zhi Shu menyuruh Yue Qin pulang bersama ke rumahnya karna khawatir jika dia sendirian di rumahnya.

Setibanya mereka di rumah, Yu Shu dengan lemas memberitahu Zhi Shu bahwa dia telah kehilangan kamarnya dan Yue Qin kembali pindah. Zhi Shu cukup terkejut, dan Ibu dengan antusais memberitahu Yue Qin bahwa dia bisa kembali ke kamarnya sebelumnya.

Ibu berkata bahwa mereka hanya perlu membuat sedikit perubahan untuk membuat sebuah kamar pasangan untuk mereka berdua, dan juga sebuah kamar bayi. Zhi Shu bertanya, “Apa yang sekarang kau rencanakan?,” dan Ibu menjawab bahwa dia hanya berencana membuat beberapa perubahan pada rumah dan mengubahnya menjadi sebuah rumah untuk tiga generasi.

“Bukankah menyenangkan untuk seluruh keluarga tinggal bersama-sama,” ucap Ibu Zhi Shu, dan memberitahu Yue Qin bahwa dia telah memberitahu ayahnya dan ayahnya berpikir itu ide yang bagus.

“Kami hanya berpisah selama beberapa hari dan kau telah mendapatkan sebuah rencana baru? Apa kami setuju?,” protes Zhi Shu. “Mengapa saya harus selalu setuju dengan rencana dan tipuanmu?”

“Rencana dan tipuan apa,” balas Ibu Zhi Shu. Ibu berkata bahwa dia hanya mengungkapkan isi pikirannya yang meminta Yue Qin untuk  tinggal, dan bahwa dia sudah tahu kalau mereka telah diam-diam berciuman.

Yu Shu bertanya dengan terkejut: “Apa kau benar-benar mencium gadis seperti itu?.” Ibu segera menyuruhnya menutup mulutnya, dan menasihati bahwa dia akan segera mulai memanggilnya kakak ipar.

Zhi Shu menatap Yue Qin dengan kesal, dan Yue Qin menegaskan bahwa dia tidak mengatakan apapun. Ayah datang bergabung dan melihat kakinya yang diperban, sehingga Yue Qin menjelaskan bahwa kakinya terkilir saat bermain tenis, dan Zhi Shu yang membalutnya untuknya.

Ayah Zhi Shu mengucapkan terima kasih telah membantu mereka karna istrinya hampir depresi tanpa kehadiran Yue Qin di rumah. Ayah Yue Qin kemudian berkata jika bukan karna istrinya, dia tidak akan menyadari perasaan putrinya begitu pula perkembangan hubungan Yue Qin dan Zhi Shu.

Ah Jin juga datang membantu membawa barang-barangnya. Dia mendesak Yue Qin untuk diberitahu alasan kepindahan mereka kembali ke rumah Zhi Shu karna Ayah tidak mengatakan apa-apa padanya, Yue Qin hanya diam tapi ibu Zhi Shu membocorkan sebuah rahasia bahwa Zhi Shu telah mencium Yue Qin.

Ah Jin mendorong Zhi Shu ke  pagar rumah karna jengkel, dan berkata dengan ketus: “Siapa yang bilang kau bisa menciumnya? Apa punya IQ 200 berarti kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan?.”

Zhi Shu menahan pukulan Ah Jin dengan tangannya, dan menyindirnya: “Dia tidak terlihat tidak bahagia ketika saya menciumnya.” Ah Jin memukul pagar untuk meluapkan emosinya, dan Ibu berkata pada suaminya bahwa dia kasihan melihat Ah Jin, meskipun ia bahagia karna Zhi Shu mengakui ciumannya.

Yue Qin sedang membereskan kamarnya  saat Zhi Shu datang. Yue Qin ingin mengklarifikasi masalah ciuman mereka yang bocor pada ibunya, namun Zhi Shu memotong ucapannya dan mengembalikan pensilnya padanya. Yue Qin berpikir bahwa Zhi Shu telah memberikan pensil itu pada Zi Yu, dan Zhi Shu hanya berkata: “Siapa yang menginginkan hal seperti itu?” Zhi Shu berkata bahwa Zi Yu hanya bersenang-senang ketika dia meminjamkannya padanya.

Yue Qin diam-diam tersenyum tipis, dan Zhi Shu mengingatkan agar dia tidak melakukan apapun yang mempermalukannya lagi.

Di kampus, Yue Qin menceritakan pada kedua sahabatnya bahwa dia telah kembali pindah ke rumah Zhi Shu dan bahwa Ibu Zhi Shu bahkan mempersiapkan kamar pasangan untuk mereka berdua. Yue Qin berkata dia penasaran bagaimana ibu Zhi Shu mengetahui bahwa dia dan Zhi Shu telah berciuman. Kedua sahabatnya bersikap aneh di depannya, sehingga membuat Yue Qin berasumsi mereka berdua adalah dalangnya.

Tanpa mereka sadari, Zi Yu kebetulan lewat di taman dan merekam ucapan Yue Qin di ponselnya dan menguploadnya di laman media sosial kampus. Tak menunggu lama, beberapa mahasiswa menonton videonya dan mengetahui fakta bahwa Zhi Shu telah menciumnya.

Yue Qin khawatir jika Zhi Shu akan  marah jika mengetahui  hal ini setelah kemarin telah diperingatkan untuk tidak lagi mempermalukannya – sehingga ia bergegas pergi  mencari Zhi Shu di taman untuk mengklarifikasinya.

Zi Yu menghampiri Zhi Shu yang sedang asyik membaca sendirian di taman, dan mengajaknya untuk nonton bersama di akhir  pekan ini, namun Zhi Shu menolak ajakannya. Yue Qin datang ke taman untuk menemui Zhi Shu, namun Chang membawa Yue Qin ke tempat lain sambil memegang tangannya untuk membicarakan sesuatu, dan beberapa  mahasiwa yang melihatnya salah paham dan mengira kalau Yue Qin menyelingkuhi Zhi Shu.

Chang menyinggung tentang hubungan cinta segiempat yang cukup rumit diantara mereka berempat, dan ia menawarkan agar Yue Qin mengikuti instruksinya sehingga mereka berdua  bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Yue Qin skeptis, namun Chang  menasihati Yue Qin untuk percaya diri apalagi setelah dia dan Zhi Shu telah berciuman. Meskipun Yue Qin berkata bahwa mereka masih belum resmi sebagai sepasang kekasih.

“Apa seorang pria akan mencium seorang gadis yang tak mereka sukai?,” tanya Yue Qin. “Apa mereka akan sengaja bersikap keren dan juga berpura-pura itu tidak terjadi?”

Chang berkata itu tidak benar, dan menambahkan bahwa jika dua orang berciuman, hubungan mereka harusnya berkembang  menjadi lebih serius: “Bagaimana bisa dia berpura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa setelah ciuman?”

“Dia pasti menyesalinya,” duga  Xu-feng (Chang). Yue Qin lesu, namun Xu Feng segera meralat bahwa untuk seorang pria seperti Zhi Shu yang  menciumnya,  hal itu bisa saja karna dia menyukainya.

Yue Qin: “Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa dia pasti menyesalinya jika dia berpura-pura tidak ada apa-apa yang telah terjadi?” Xu Feng berusaha mengklarifikasi bahwa hal itu terjadi pada orang lain, tapi hal itu berbeda dengan Zhi Shu: “Dia adalah legenda Xingdou, si jenius diantara para jenius. Tentu saja dia tidak berpikir seperti orang biasa.”

Yue Qin merasa Xu Feng hanya berusaha menghiburnya, dan saat dia mendekatkan wajahnya untuk meyakinkan Yue Qin melakukan apa yang ia  katakan, Zi Yu dan Zhi Shu kebetulan lewat. “Si janggut Chang dan Yue Qin tampaknya sangat dekat,” ucap Zi Yu untuk memanas-manasinya. Dia mengambil ponselnya dan memotret mereka berdua dan menambahkan bahwa orang-orang mulai mengatakan ada sesuatu diantara mereka berdua.

Baru saja selesai mandi, Yue Qin lupa membawa  baju gantinya sehingga dia terpaksa keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk. Namun saat keluar, Zhi Shu kebetulan naik ke lantai dua.

Yue Qin ingin kembali masuk ke kamar mandi karna malu, namun Zhi Shu berkata: “Apa bisa kau tidak meninggalkan ponselmu dimana-mana?” Zhi Shu membaca pesan baru di ponsel Yue Qin tentang gosip Yue Qin yang pacaran dengan si janggut Chang yang beredar di laman kampus. Zhi Shu menatapnya dengan kesal, sementara Yue Qin salah sangka dengan tatapannya – mengira dia melihat tubuhnya sehingga langsung berdiri membelakanginya.

 “Siapa yang lihat? Saya tidak akan tertarik padamu bahkan jika kau telanjang,” ucap Zhi Shu.

“Apa?,” ucap Yue Qin. Dia meminta ponselnya dikembalikan, dan Zhi Shu lantas berkata: “Kau memang sesuatu. Pertama, Ah Jin menjadi calon suamimu. Kemudian kau memberitahu semua orang bahwa kita telah berciuman.”

Yue Qin berkata tidak, dan menjelaskan bahwa semua berita yang ada di laman hanyalah gosip belaka.“Kalau begitu si janggut Chang pasti benar,” ucap Zhi Shu, dan Yue Qin begitu kaget melihat fotonya bersama Pelatih Chang beredar.

Yue Qin berusaha untuk mengklarifikasi, namun Zhi Shu tidak tertarik. Zhi Shu berkata bahwa dia tidak perduli jika Yue Qin ingin bersama orang lain: “Saya perjelas. Menurutku itu membosankan, menjengkelkan dan kotor.|

Yue Qin berkata dengan ketus, “Apa kau harus berkata ‘kotor’? Mengapa kau selalu mengerjaiku? Apa semenyenangkan itu membully-ku”

“Ya,” ucap Zhi Shu. “Saya tidak bisa menahan untuk membullymu ketika saya melihatmu.” Zhi Shu mendekatkan dirinya pada Yue Qin dan berkata, “Kalau kau tidak ingin dibully, maka berhenti berada di jalanku.”

Ayah  naik ke lantai dua, dan tanpa sengaja mendapati mereka berdua dengan pose seolah-olah akan berciuman dan Yue Qin yang hanya mengenakan handuk. Ayah lantas mengingatkan mereka bahwa ada beberapa batasan sebelum menikah, meskipun mereka telah dekat.

Keesokan harinya, Si janggut Chang kembali marah-marah setelah semua anggotanya tak satupun bisa bermain dengan benar dalam sesi latihan, sementara Yue Qin telah kelelahan memungut bola. Zhi Shu datang ke tempat latihan dan memberitahu Chang bahwa dia ada disini untuk bertanding dengannya, dan Chang menerima dengan senang hati tantangannya.

One comment

  1. Huah panas banget ini..
    Btw aku lebih suka karakter Zhi Shu daripada Naoki. Jahil banget dia.

    Btw boleh Kasih tau dimana tempat download drama ini. Aku nemunya cuma sampe ep 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*