Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 16 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 16 Drama Taiwan

Baca Juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 15 Drama Taiwan

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Pelatih Chang pun memarahi para anak didiknya karena ketidakmahiran mereka dalam bertenis. Tak lama, Zhi Shu datang dan menantang pelatih Chang untuk bertanding dengannya. Pelatih Chang pun menerima tantangan Zhi Shu tersebut. Setelah menyentuh raketnya, pelatih Chang pun sangat bersemangat ingin mengalahkan Zhi Shu. Zhi Shu melakukan service, dan pelatih Chang tak bisa menangkap bola yang dilemparkan oleh Zhi Shu.

Zhi Shu kembali melakukan service, dan pelatih Chang tak bisa menangkap bola yang dilemparkan oleh Zhi Shu. Zi Yu yakin pelatih Chang akan segera dihancurkan oleh Zhi Shu. Zi Yu,”Saya sudah mendengarnya, yakni hubunganmu dengan pelatih Chang”. Yue Qin menjawab,”Saya tidak memiliki hubungan apapun dengan pelatih Chang”.

Zhi Shu kembali melakukan service, dan pelatih Chang bisa menangkapnya, namun sayang saat Zhi Shu mengembalikan bola dari pelatih Chang, dia malah tak bisa menangkap bola dari Zhi Shu. Zi Yu,”Kecepatan bolanya menakjubkan. Zhi Shu yang terbaik”. Yue Qin menyuruh Zi Yu untuk memberikan semangat kepada pelatih Chang. Zi Yu malah menarik tangan Yue Qin, dan menyuruhnya bersorak buat pelatih Chang.

Zhi Shu dan pelatih Chang kembali bertanding, dan service bola yang diberikan oleh Zhi Shu malah mengena hidung pelatih Chang, sehingga hidungnya berdarah. Zi Yu lalu menyuruh Yue Qin untuk mengobati hidung pelatih Chang yang berdarah. Yue Qin pun bergegas mengambil perban dan mengobati hidung pelatih Chang yang berdarah. Zi Yu lalu memprovokasi Zhi Shu dengan mengatakan bahwa dia melihat Yue Qin kini memiliki hubungan dekat dengan pelatih Chang.

Zhi Shu terlihat cemburu kepada pelatih Chang, Zi Yu,” Zhi Shu kamu main dengan bagus hari ini”. Zhi Shu lalu menerima ajakan kencan nonton film di bioskop yang diajukan oleh Zi Yu. Zi Yu pun bahagia dan meminta Zhi Shu untuk bertemu dengannya di pintu gerbang bioskop nanti malam, dan Zhi Shu menerima ajakan Zi Yu itu. Yue Qin dan pelatih Chang menjadi begitu kecewa karena Zhi Shu dan Zi Yu kini berkencan.

Di kantin kampus, Ah Jin mendengar perkataan anak klub tenis yang bergosip bahwa pelatih Chang dan Yue Qin kini sudah berkencan. Ah Jin pun kaget mendengar hal itu, karena dia tahu Yue Qin suka dengan seorang pria yang sopan. Anak klub tenis bergosip,”Mereka akan kencan di bioskop hari sabtu ini”. Di dalam hatinya, Ah jin heran mengapa Yue Qin berkencan dengan pelatih Chang, karena Ah Jin mengenal betul Yue Qin adalah seorang gadis yang sederhana, Ah Jin pun curiga Yue Qin jangan2 memiliki masalah.

Ah Jin pun ingin tahu apa yang tengah terjadi antara pelatih Chang serta Yue Qin. Yue Qin datang ke rumah Zhi Shu dan bertemu dengan ibunya. Hati Yue Qin terlihat begitu gusar. Yue Qin,”Kencan pertama pastinya romantis, kan?”, Ibu Zhi Shu kaget,”Apa… Apa kamu akan kencan dengan Zhi Shu?”. Ibu Zhi Shu lalu ingin memilihkan gaun buat Yue Qin serta berbelanja bersamanya. Yue Qin memberitahukan,”Zhi Shu akan kencan. Namun bukan dengan saya. Dia ke bioskop sabtu ini dengan gadis yang lain”.

Ibu Zhi Shu menjadi sangat emosi dan ingin tahu dengan gadis siapa Zhi Shu akan kencan. Yue Qin memberitahukan Zhi Shu akan kencan dengan gadis dari kelas mereka, dan namanya Zi Yu Wu. Yue Qin bingung apa yang harus dilakukannya, namun ibu Zhi Shu menegaskan dia akan tetap menjadi pendukung utama Yue Qin. Ibu Zhi Shu menyarankan agar mereka segera membangun perlawan, ibu Zhi Shu,”dengarkan saya. Mulai besok. Kamu harus mengikutinya. Pastikan kamu mengetahui jadwal Zhi Shu dengan baik seperti jadwalmu”.

Keesokan harinya, ketika Zhi Shu hendak pergi, ibu Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk menyamar dan menjaga jarak dari Zhi Shu, namun tetap harus mengikuti setiap pergerakannya. Yue Qin pun terus menguntit Zhi Shu. Di dalam bis, Yue Qin mengirim sms ke ibu Zhi Shu dan memberitahukan keberadaannya. Di dalam hatinya, Yue Qin tak menyangka jarak antara dirinya dan Zhi Shu masih tetap jauh satu sama lain. Yue Qin kesal karena dia tak bisa semakin dekat dengan Zhi Shu.

Yue Qin sungguh berharap dia bisa duduk mesra dekat dengan Zhi Shu, dan bersandar di bahunya layaknya seperti pasangan kekasih. Tanpa disadarinya, Yue Qin malah bersandar di bahu pria lain. Yue Qin kini hanya bisa memandangi Zhi Shu dari kejauhan. Zi Yu pun bertemu dengan Zhi Shu, dan Yue Qin masih menguntit keduanya. Zhi Shu memuji pakaian yang dikenakan oleh Zi Yu, lalu Zi Yu mengajak Zhi Shu untuk minum kopi bersama. Ketika Yue Qin menguntit keduanya, tiba2 saja pelatih Chang muncul dan menyapa Yue Qin.

Yue Qin kaget mengapa pelatih Chang bisa mengenalinya, pelatih Chang bisa mengenali Yue Qin karena dia terlihat berbeda dari orang kebanyakan. Pelatih Chang meminta Yue Qin untuk jangan banyak bicara dan menyuruhnya untuk segera menguntit Zhi Shu serta Zi Yu.

Ah Jin lalu bertemu dengan teman2 model Zi Yu dan  ingin tahu keberadaan pelatih Chang serta Yue Qin. Tak lama, Lina menyapa Ah Jin. Lina lalu mengajak Ah Jin untuk pergi bersamanya, namun teman2 model Zi Yu melarang Lina membawa Ah Jin. Lina tetap mengajak Ah Jin datang ke outlet ayam panggangnya. Lina lagi risau karena ayam panggangnya yang dijualnya tidak laku. Lina,”Ah Jin adalah seorang koki yang handal. Dia akan membantu kita. Saya membantumu beberapa waktu lalu. Kamu seharusnya membalas jasaku itu. Kami menggunakan dana uang ini untuk membantu anak2. Tolong bantu kami”. Akhirnya, Ah Jin mengurungkan niatnya untuk mencari Yue Qin, dan membantu Lina.

Zi Yu dan Zhi Shu minum bersama, Zi Yu,”Sesungguhnya, saya sudah mendengarmu dulu ketika ketika kita masih sekolah dulu. Ketika saya bertemu denganmu di SMA saat pameran ilmu alam. Lalu saya memutuskan untuk satu sekolah denganmu”. Zi Yu menjelaskan dia bahkan berjuang keras untuk bisa masuk Universitas Negeri Taiwan NTU, namun dia tak menyangka Zhi Shu malah masuk Universitas Xingdou. Akhirnya, Zi Yu pun mengikuti Zhi Shu ke universitas tersebut. Zhi Shu menanggapi,”jadi begitu?”.

Yue Qin dan pelatih Chang mendengar percakapan mereka berdua, Zi Yu melanjutkan percakapan dengan Zhi Shu, Zi Yu,”Apa kamu berencana untuk melakukan penelitian akademik atau menangani bisnis ayahmu?”. Zhi Shu hanya  menanggapi pertanyaan itu sembari tersenyum dan berbalik. Tanpa sengaja dia melihat pelatih Chang dan Yue Qin. Zhi Shu pun merasa tindakan mereka berdua adalah seperti orang bodoh.

Zi Yu lalu ingin tahu tipe wanita yang disukai oleh Zhi Shu. Yue Qin mendengar dengan seksama apa yang dikatakan oleh Zhi Shu. Zhi Shu menjawab,”Saya ingin wanita yang pintar, cantik, serta memiliki tubuh yang indah. Paling pentingnya, dia harus pintar masak”. Yue Qin merasa tak semangat karena merasa dirinya tak pantas lagi dengan Zhi Shu. Zi Yu pun merasa dirinya adalah gadis yang tepat buat Zhi Shu, sontak pelatih Chang kaget mendengarnya. Zhi Shu pun mengakui mengagumi kecantikan Zi Yu, Zi Yu menanggapi,”Terima.. kasih”.

Ketika Zhi Shu bersulang buat Zi Yu, tanpa sengaja dia menjantuhkan air minumnya ke gaun Zi Yu. Sontak Zi Yu pun ingin mengganti gaunnya sebelum nonton bersama  di bioskop, dan mengajak Zhi Shu pergi bersamanya. Melihat kejadian ini, Yue Qin dan pelatih Chang tak ingin keduanya pergi. Namun Zhi Shu dan Yue Qin pada akhirnya pergi bersama.

Lina terkagum melihat kemahiran Ah Jin ketika dia menggoreng ayam. Tak lama teman2 model Zi Yu memberitahukan padanya bahwa mereka tidak melihat Yue Qin ataupun pelatih Chang. Ah Jin pun kesal dan berjanji akan membuat perhitungan kepada pelatih Chang, jika dia berani menyentuh Yue Qin.

Pelatih Chang dan Yue Qin membuntuti Zhi Shu dan Zi Yu hingga ke mal. Tal lama karyawati menawarkan pakaian buat Zhi Shu dan Zi Yu karena mengira mereka berdua adalah pasangan kekasih. Tentu saja, Yue Qin dan pelatih Chang geram mendengar hal itu. Zi Yu senang mendengar karyawati itu menyebut dirinya dan Zhi Shu adalah pasangan kekasih.

Lalu Zi Yu mengenakan gaun merah yang diberikan padanya sambil memperlihatkannya pada Zhi Shu. Dari kejauhan, pelatih Chang sangat suka ketika Zi Yu mengenakan gaun merah tersebut. Namun pelatih Chang sangat kesal kepada Zhi Shu. Yue Qin sendiri sangat kesal melihat gaya Zi Yu yang berpose indah di depan Zhi Shu.

Zi Yu lalu ingin mengenakan gaun yang lain, lalu dia mengganti gaunnya. Namun seorang pelanggan memanggil karyawati, sehingga tak ada orang yang bisa membatunya mengenakan gaun. Zi Yu akhirnya meminta bantuan Zhi Shu, Zi Yu,”Saya tak bisa mengancingnya. Bisakah kamu mengancingnya buatku?”, Zhi Shu menjawab,”Tentu..”.

Lalu Zhi Shu mengancingkan gaun Zi Yu, dan Yue Qin begitu sangat kesal melihatnya. Pelatih Chang pun menjadi takut jika Zhi Shu malah jatuh cinta dengan Zi Yu; bila dia menggancingkan gaunnya. Zi Yu memandangi Zhi Shu yang menggancingkan gaunnya. Zhi Shu,”Saya kira merah yang cocok. Gaun itu cocok dengan gayamu”. Zi Yu,”Tentunya saya juga merasa lebih bagus”.

Lalu Zi Yu mengganti gaunnya dengan gaun yang berwarna merah, dan dia pergi bersama Zhi Shu. Pelatih Chang lalu menghampiri Yue Qin yang sedang sibuk berbelanja untuk memilih kemeja buat Zhi Shu.

Ah Jin lalu membuat menu masakan baru di outlet Lina dengan sajian hidangan “Ayam panggang Rusia”. Lina pun memuji Ah Jin yang berhasil membuat menu baru, dan membuat outletnya menjadi ramai. Lina lalu ingin mencium Ah Jin, namun Ah Jin melarangnya, Ah Jin menjelaskan bibirnya itu hanya buat Yue Qin seorang.

Zhi Shu dan Zi Yun pun mengantri di depan bioskop. Ketika mereka mengantri, Zi Yu malah terkilir tanpa sengaja. Zhi Shu lalu memegang kaki Zi Yu, dan Yue Qin menjadi cemburu sembari mengingat masa silam; ketika Zhi Shu menggendongnya akibat terlikir karena latihan tenis. Zi Yu,”Saya sungguh menyukai ketika bersamamu?”. Zhi Shu,”Apa kamu memiliki waktu luang nanti malam?”.

Pelatih Chang geram mendengar ajakan Zhi Shu, dan menganggapnya seorang yang cabul.  Yue Qin pun tak tahan dan ingin pergi, namun dia malah berpapasan dengan pemuda yang pernah menjual pulpen dan mendorongnya secara tak sengaja.

Pemuda,”Kamu kelihatannya saya kenal. Kamu kan gadis pena itu. Senang bertemu denganmu. Saya minta 30 puluh ribu dollar”. Yue Qin kaget ketika pemuda itu meminta uang darinya sebanyak itu, namun pemuda itu menegaskan dia ingin meminta uang sebanyak itu. Pelatih Chang,”bagaimana dengan 30 dolar?”, pemuda menjawab,”kamu kira saya bodoh”.

Pemuda itu lalu ingin memukul pelatih Chang, namun untungnya Zhi Shu muncul bersama Zi Yu. Pemuda itu lalu mengingat Zhi Shu adalah orang yang pernah mengancam akan memenjarakannya jika dia menggangu Yue Qin. Zhi Shu lalu berbisik ke telinga pelatih Chang, Zhi Shu,”kamu bertindak bagus hari ini. Ambil ini sebagai sebuah kesempatan”. Lalu dengan cepat, Zhi Shu memegang tangan Yue Qin serta membawanya pergi. Pemuda itu menyuruh teman2nya untuk memburu Zhi Shu serta Yue Qin.

Sementara, pemuda itu mendekati pelatih Chang serta Zi Yu. Zi Yu pun terjatuh ketika para pemuda mendekatinya. Melihat Zi Yu terjatuh pelatih Chang menjadi geram dan melihat sebuah raket tenis lalu memegangnya. Setelah raket berada di tangan pelatih Chang, dia menjadi begitu pemberani. Pelatih Chang,”Saya tidak akan membiarkan kalian melukai wanitaku”.

Pelatih Chang pun berhasil memukul semua pemuda itu, dan mereka berlari ingin meminta bantuan dari teman mereka. Zhi Shu pun berlari bersama Yue Qin sembari memegang tangannya. Yue Qin,”Saya harap kami dapat berlari seperti ini selamanya”, lalu Yue Qin dan Zhi Shu bersembunyi di balik tembok. Sementara para preman mencarinya.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*