Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 17 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 17 Drama Taiwan

Baca Juga:Sinopsis Miss in Kiss Episode 16 Drama Taiwan

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Zhi Shu serta Yue Qin pun bersembunyi dibalik tembok, dan para preman mencarinya. Setelah para preman itu pergi, Zhi Shu serta Yue Qin pun bermain ayunan bersama. Zhi Shu,”Sepertinya kencanmu dengan pelatih Chang tidak berjalan lancar”. Yue Qin hendak menjelaskan bahwa dia tak ada hubungan apapun dengan pelatih Chang, namun Zhi Shu melerai dan mengaku tahu keduanya selama ini sudah mengikutinya. Yue Qin pun mengaku sedih karena tahu Zhi Shu dan Zi Yu sudah berkencan.

Di dalam pikirannya, Yue Qin terus memimpikan ingin berkencan dengan Zhi Shu, namun Yue Qin merasa sedih ketika dia tahu Zhi Shu malah berkencan dengan wanita lain. Yue Qin pun meminta maaf karena sudah mengikuti Zhi Shu. Zhi Shu lalu memandangi Yue Qin sambil mengajaknya pergi. Zhi Shu terang2-an ingin mengajak Yue Qin kencan bersamanya.  Zhi Shu,”Saya ingin merealisasikan imajinasimu hari ini”. Yue Qin terheran luar biasa pasalnya Zhi Shu ingin berkencan dengannya. Karena bahagianya, wajah Yue Qin pun memerah.

Zhi Shu serta Yue Qin pun naik bis bersamanya, dan Yue Qin memandangi Zhi Shu dengan tatapan yang mesra. Yue Qin,”Apa kamu sungguh ingin kencan denganku?”, Zhi Shu,”Kita bisa saja selalu pergi ke rumah”. Yue Qin,”Tidak boleh. Saya kira kamu memiliki kencan dengan Zi Yu nanti malam”. Zhi Shu terheran mendengar penjelasan Yue Qin itu, Zhi Shu,”kamu tidak mendengar semuanya. Saya menyuruhnya untuk pergi ke dokter jika dia memiliki waktu nanti malam. Kakinya bengkak”. Yue Qin pun merasa begitu senang, pasalnya dia tahu Zhi Shu tak jadi kencan dengan Zi Yu.

Lalu, Yue Qin serta Zhi Shu berada di depan taman sambil memandangi pengendara sepeda. Zhi Shu,”Apa ini kencan yang kamu mimpikan?”, Yue Qin mengakui hal itu, dia merasa begitu bahagia bila melihat pasangan bersepeda bersama. Akhirnya, Yue Qin dan Zhi Shu pun bersepeda bersama, dan Yue Qin merasa begitu senang.

Yue Qin mengayunkan  pedal sepedanya dengan kencang, namun Zhi Shu meminta Yue Qin untuk tenang dan membiarkan Zhi Shu untuk membimbing mengayuh sepedanya. Yue Qin menjadi begitu tergila2 dan merasa sudah memilih tempat yang tepat ketika dia kencan bersama Zhi Shu. Zhi Shu pun tersenyum memandangi Yue Qin.

Yue Qin dan Zhi Shu pun duduk di taman bersama. Zhi Shu heran melihat Yue Qin yang terus tertawa sendiri. Yue Qin tertawa karena dia merasa seharusnya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para preman yang memburu mereka. Zhi Shu justru baru pertama kalinya diburu oleh preman, jika bukan karena Yue Qin. Sebelum bertemu dengan Yue Qin, Zhi Shu belum pernah merasakan kesulitan. Zhi Shu belum pernah merasakan kecewa serta kuatir sebelumnya.

Namun kini, Zhi Shu bisa merasakan kekuatiran serta  takut kehilangan. Yue Qin pun merasa dirinya seperti sudah membawa ketidakberuntungan kepada Zhi Shu. Zhi Shu,”Sebelumnya, saya enggan dan akan menghindari banyak hal, namun saya terbiasa sekarang. Apa yang kupikirkan mustahil sesungguhnya adalah mungkin. Ini sungguh menyenangkan”.

Yue Qin pun ingin tahu apakah Zhi Shu senang dengan keberadaannya. Zhi Shu menyadari betul kehadiran Yue Qin banyak menghancurkan dinding2 dalam hidupnya. Zhi Shu kini tahu kehadiran Yue Qin adalah sesuatu diluar kendalinya. Zhi Shu pun memberitahukan dia bukannya tidak menyukai Yue Qin.

Namun Zhi Shu hanya tak tahu bagaimana dirinnya bisa mengendalikan Yue Qin kadangkala. Lalu Yue Qin berdiri di depan Zhi Shu dan menyatakan perasaan sukanya. Meskipun Yue Qin tahu nilainya tidak sebagus Zhi Shu, tidak cantik, juga tidak pandai memasak. Namun Yue Qin berjanji akan bekerja keras menjadi wanita kesukaan Zhi Shu. Zhi Shu pun bahagia karena Yue Qin ingin menjadi gadis bertalenta demi dirinya.

Yue Qin bertanya apakah dia memiliki kesempatan untuk menjadi wanita yang disukai oleh Zhi Shu, namun Zhi Shu hanya terdiam serta mengajak Yue Qin pergi dari taman itu. Ketika mereka hendak pergi, Yue Qin meminta ijin ingin berada di depan kemudi untuk mengendalikan pedal sepeda. Zhi Shu pun setuju, meskipun dia meragukan kemampuan bersepeda Yue Qin.

Yue Qin mengendalikan sepeda serta melihat sebuah air mancur. Ketika Zhi Shu serta Yue Qin bersepeda, tanpa sengaja Yue Qin salah menyetir sehingga mereka berdua terjatuh kedalam air mancur. Zhi Shu serta Yue Qin menjadi basah. Ketika hendak berjalan, Yue Qin hampir terjatuh namun Zhi Shu berhasil menggapai tubuhnya sehingga mereka berdua saling berpandangan. Tak lama, Yue Qin memberikan kemeja kepada Zhi Shu, dan memberitahukan dia membeli kemeja itu ketika menguntit Zhi Shu serta Zi Yu tadi. Zhi Shu tak ingin mengenakan kemeja itu, dan menyuruh Yue Qin mengenakan kemeja itu guna mengganti baju Yue Qin yang basah.

Yue Qin mengira Zhi Shu tak senang dengan hadiah pemberiannya. Namun, Zhi Shu ingin Yue Qin agar tidak kebasahan. Yue Qin mengenakan baju kemeja  itu, dan Zhi Shu melihat penampilan Yue Qin sungguh aneh, apalagi jika mereka berada di dalam bis nanti. Yue Qin melihat kemeja yang dikenakannya, Yue Qin,”Apa kamu yakin saya tidak terlihat bodoh?”. Namun Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk berpakaian seperti itu sambil menyindirnya seorang yang bodoh, dan Yue Qin menjadi kesal.

Tak lama, Zhi Shu melihat seekor anjing jalanan yang dibuang. Zhi Shu lalu mengambil anjing itu, dan Yue Qin terlihat takut kepada anjing itu. Zhi Shu pun bertanya apakah Yue Qin takut dengan anjing, namun Yue Qin tetap mengelak takut dengan anjing. Yue Qin berbohong bahwa dia sungguh menyukai hewan. Akhirnya, Zhi Shu pun ingin membawa anak anjing itu. Di dalam hatinya, Yue Qin berkata,”Apa saya akan tinggal bersama dengan seekor anjing di rumah. Dewa, saya sudah trauma semenjak seekor anjing menggigit pantatku ketika kecil”. Namun karena Zhi Shu ingin membawa anjing itu ke rumah, Yue Qin terpaksa tetap berbohong dengan mengatakan dia menyukai anak anjing tersebut.

Di bioskop, Ah Jin menjadi galau karena dia tak berhasil bertemu dengan Yue Qin. Ah Jin merasa Sang Dewa tidak adil. Namun temah Ah Jin memberitahukan bahwa Yue Qin belum memutuskan ingin bersama Zhi Shu ataupun pelatih Chang, sehingga Yue Qin secara otomatis belum memiliki pacar. Teman Ah Jin menjelaskan dia masih dapat memiliki kesempatan untuk bisa memenangkan hati Yue Qin.

Ah Jin pun kembali bersemangat ingin berjuang menjadi pacar Yue Qin. Meskipun Zhi Shu sudah pernah mencium Yue Qin, Ah Jin yakin bukan berarti Yue Qin adalah pacarnya Zhi Shu. Tak lama, Ah Jin melihat seorang sosok wanita seperti Yue Qin, dan hendak mengejarnya. Namun dia malah berpapasan dengan preman yang mengejar Yue Qi.

Preman itu meminta uang dari Ah Jin, dan Ah Jin emosi dan ingin berkelahi dengan para preman itu. Teman Ah Jin memintanya untuk tenang dan fokus mencari Yue Qin. Ah Jin pun pergi, dan para temannya membantunya menangani para preman itu.

Zhi Shu pun membawa anjing itu ke rumah, dan ibu Zhi Shu sangat senang dengan keberadaan anjing itu. Ibu Zhi Shu lalu ingin memberi nama anjing tersebut dengan sebutan “Tiny”. Tak lama, Yue Qin datang sambil membawa makanan, namun dia terlihat takut kepada Tiny. Anjing Tinny mendekati Yue Qin, namun Yue Qin terlihat takut padanya. Zhi Shu pun memegang anjing tinny, dan meminta sang anjing jangan dekat dengan Yue Qin pasalnya Yue Qin terlihat takut padanya.

Ibu Zhi Shu,”Apa ? Yue Qin takut sama anjing?”, Yu Shu pun menertawakan Yue Qin yang sangat takut kepada anjing. Ayah Zhi Shu,”Zhi Shu.. Apa kamu berencana mempersiapkan perpindahan ujianmu?”, Zhi Shu menjawab,”Saya akan membawa Tinny jalan2 dulu”, dan Yu Shu pergi bersamanya. Ayah  Zhi Shu melihat anaknya seperti menghindarinya. Ibu Zhi Shu pun meminta suaminya untuk jangan terlalu mencampuri urusan masa depan anak mereka.

Di kantin kampus, Ah Jin bekerja dengan sangat rajin, dan atasannya melihat ada perubahan dalam diri Ah Jin hari ini. Ah Jin pun mengakui hal itu karena dia yakin bisa bertemu dengan seorang wanita yang menyukainya. Teman2 Ah Jin lalu mendatanginya, dan memintanya untuk menunjukkan kemampuan masaknya. Teman2 Ah Jin memintanya untuk mengikuti festival kampus. Ah Jin pun berkhayal bagaimana dia memperlihatkan kemampuan masaknya dalam festival kampus dan Yue Qin terkagum padanya. Ah Jin berkhayal memberikan makanan buatannya kepada Yue Qin yang dicintainya. Ah Jin berkhayal bagaimana Yue Qin mencicipi makanan yang dibuat olehnya, dan Yue Qin merasa masakan itu sungguh enak.

Ah Jin lalu meminta atasannya untuk mau mendaftarkan kedai mereka dalam festival kampus kali ini, pasalnya Ah Jin merasa kesempatan kali ini menyangkut kebahagiannya. Akhirnya, atasan Ah Jin setuju dan bersedia mendaftarkan Ah Jin dalam festival kampus ini. Namun atasan Ah Jin menyuruhnya untuk melakukan yang terbaik dalam festival kampus kali ini. Teman Ah Jin lalu memperlihatkannya sebuah voting online tentang siapa yang bisa disebut Dewi di kampus Xingdou, dan Zi Yu adalah salah satu kandidatnya.

Teman Ah Jin,”Kamu bisa mendaftarkan Yue Qin. Hasilnya akan diumumkan di akhir festival ini. Pemenang dalam festival ini dan kandidat yang terpilih akan menikmati perjalanan musim semi dari sponsor”. Ah Jin pun merasa senang dan ingin bisa berkencan bersama Yue Qin jika dia menang dalam kompetisi festival kampus kali ini. Teman Ah Jin pun sudah menyiapkan foto Yue Qin dengan pose yang paling cantik, dan Ah Jin sedang melihat foto itu. Akhirnya, Ah Jin dibantu oleh teman2nya mendaftarkan Yue Qin dalam pemilihan Dewi Kampus Xingdou.

Pelatih Chang, Yue Qin, dan para anggota klub tenis berkumpul bersama. Pelatih Chang mengungkapkan kebanggaannya kepada Zi Yu sebagai permata di dalam klub tenis mereka. Pelatih Chang bangga karena Zi Yu membantunya mempromosikan klub tenis mereka pada festival kampus kali ini. Pelatih Chang memberitahukan Zi Yu kini masuk dalam kandidat pemilihan Dewi Kampus.

Para anggota klub tenis lalu menyebut Zi Yu  layak sebagai Dewi Kampus karena kecantikannya. Pelatih Chang lalu menyuruh para anggota klub renang untuk jangan melewatkan memberikan dukungan mereka dengan melakukan voting di media online. Yue Qin sendiri tak senang dengan ajang itu. Zi Yu pun mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan semua anggota klub.

Pelatih Chang lalu berencana untuk membuka sebuah kafe buat festival kampus tahun ini. Lalu pelatih Chang memperlihatkan beberapa daftar makanan yang akan mereka jual. Pelatih Chang,”Sebuah produk dari presiden klub yakni kopi dari pelatih Chang. Juga ada teh Dewi2 Kampus Xingdou, teh kecantikan Zi Yu. Jangan lupa kita punya makanan pencuci mulut dari orang genius Xingdous, Zhi Shu”. Zhi Shu tak senang bila dia harus bertugas membuat makanan pencuci mulut, namun pelatih Chang tetap memaksa Zhi Shu membuatnya.

Pelatih Chang menegaskan makanan pencuci mulut ini adalah makanan utama yang dijual di stan  klub tenis. Pelatih Chang meminta Zhi Shu untuk melakukan yang terbaik demi klub tenis mereka. Pelatih Chang memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada Zhi Shu buat  pendapatan yang didapat di stan klub tenis di festival kampus tahun ini. Yue Qin pun tak setuju dengan ide dari pelatih Chang itu. Namun pelatih Chang tetap yakin Zhi Shu akan baik2 saja dengan tanggung jawab tersebut.

Pelatih Chang lalu memanggil Yue Qin agar bisa berbicara dengannya, pelatih Chang,”Saya sengaja menyusun rencana ini agar kalian bisa berdua. Kalian berada di rumah membuat makanan pencuci mulut bersama. Kalian berdua menghabiskan waktu sendirian. Tangan kalian bersentuhan saat kalian membuatnya…”, sambil melirik Yue Qin. Yue Qin senang mendengar penjelasan itu, Yue Qin berkhayal saat dirinya bersama Zhi Shu membuat makan pencuci mulut itu bersama sambil saling berpegangan tangan. Yue Qin berkhayal Zhi Shu berada di hadapannya sambil tersenyum dan memberikan buah cherry kepadanya.

Khayalan itu malah membuat Yue Qin menggigit tangan pelatih Chang. Pelatih Chang menyadarkan Yue Qin, pelatih Chang,”Apa kamu gila?”. Lalu pelatih Chang dan Yue Qin melihat Zi Yu serta Zhi Shu yang sedang berbincang bersama. Pelatih Chang tak senang melihat keduanya. Karena tahu Zhi Shu kini memiliki seekor anjing, Zi Yu pun menawarkan dokter hewan di dekat rumahnya. Yue Qin,”Dia bahkan tahu tentang Tiny. Kenapa dia memberitahukan padanya?”.

Pelatih Chang juga semakin kesal melihat Zi Yu dan Zhi Shu yang saling berbincang. Zi Yu lalu memberitahukan dia memiliki seekor anjing bernama Sisi dan suka bila memiliki teman. Zi Yu pun menawarkan ingin mengajak anjingnya Sisi bermain dengan Tiny. Sontak, Yue Qin serta pelatih Chang berkata,”Tidak..”. Namun Zhi Shu menjawab,”Kamu boleh datang..”, dan pelatih Chang serta Yue Qin malah semakin kesal.

Ibu Zhi Shu dan Yue Qin membuat kue. Ibu Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk memperlihatkan kue itu kehadapan Zi Yu bila datang ke rumah.  Ibu Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk bisa membuat Zi Yu cemburu dengan memberitahukan bahwa dia akan membuat kue itu bersama Zhi Shu layaknya suami istri dalam festival kampus tahun ini. Tak lama bel rumah pun berbunyi.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*