Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 18 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 18 Drama Taiwan

Baca Juga:Sinopsis Miss in Kiss Episode 17 Drama Taiwan

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Ibu Zhi Shu pun menyuruh Yue Qin membuat Zi Yu cemburu dengan kue yang mereka buat, karena kue itu bisa dijadikan makanan pencuci mulut di festival kampus nanti. Bel rumah berbunyi dan ibu Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk bersemangat. Zi Yu pun datang bersama dengan anjing peliharaannya Sisi. Zi Yu  bertemu dengan Zhi Shu serta adiknya Yu Shu. Yu Shu senang melihat anjing Sisi dan membawanya masuk kedalam rumah agar bisa bermain dengan anjingnya Tiny.

Zi Yu pun bertemu dengan ayah Zhi Shu serta ayah Yue Qin. Zhi Shu lalu memperkenalkan Zi Yu kepada mereka berdua. Zi Yu lalu memuji ayah Zhi Shu serta ayah Zhi Shu, Zi Yu menyebut mereka berdua berkarisma, dan yakin Zhi Shu dapat mewarisi bakat mereka berdua yang terkenal diantara para gadis lainnya. Ayah Zhi Shu pun menyebut dirinya terkenal diantara para gadis dan memiliki wajah seperti Zhi Shu. Ayah Zhi Shu bertanya,”Jadi Zhi Shu sungguh terkenal diantara para gadis lainnya?”, Zi Yu menjawab,”yah itu benar adanya. Dia bukan hanya pintar namun juga tampan”.

Ayah Zhi Shu lalu menyebut anaknya mendapatkan gen tampan itu dari ibunya. Mendengar apa yang dikatakan oleh ayah Zhi Shu, sang istri menjadi senang. Ayah Yue Qin pun memuji penampilan Zi Yu serta pekerjaannya sebagai seorang model sambilan. Zi Yu merasa tersanjung dengan pujian ayah Yue Qin, sedangkan ibu Zhi Shu serta Yue Qin kesal mendengar hal itu.

Tak lama, Yu Shu datang dan senang dengan anjing Sisi yang sangat penurut. Ayah Zhi Shu,”Wow.. sepertinya dia anjing yang terlatih”. Zi Yu lalu memberitahukan bahwa anjingnya Sisi adalah anjing yang memang sudah dilatih sebelum dia merawatnya.

Tak lama, ibunda Zhi Shu pun masuk dan memperkenalkan dirinya sambil menyapa Zi Yu. Ibu Zhi Shu lalu memperkenalkan Yue Qin sebagai pembuat teh yang handal. Tak lama, Zi Yu memperlihatkan pudding mangga yang dibuatnya. Ibu Zhi Shu,”Wah menakjubkan. Yue Qin juga sudah membuat kue. Yue Qin bawalah kuenya”. Tak lama, Yue Qin membawa kue yang dibuatnya bersama ibu Zhi Shu. Namun penampilan kue tersebut malah sungguh berantakan.

Ibu Zhi Shu sendiri kaget melihat penampilan kue itu. Zi Yu hanya tertawa melihat penampilan kue itu. Yue Qin memberitahukan ke ibu Zhi Shu bahwa dia tanpa sengaja menabrakkan kue tersebut ke dinding ketika tadi membawanya. Yu Shu pun langsung mengambil pudding mangga buatan Zi Yu, juga diikuti oleh ayah Yue Qin serta ayah Zhi Shu. Ibu Zhi Shu menjadi marah kepada keduanya. Zhi Shu lalu mengambil pudding manga Zhi Shu, dan ibunya menjadi begitu kesal.

Ibu Zhi Shu,”Jangan kuatir. Saya selamanya berada disisimu. Saya pendukung abadimu. Saya memakan kuenya”, sambil memperlihatkan kue buatan Yue Qin. Zi Yu tak ambil pusing dengan tingkah ibu Zhi Shu. Zi Yu lalu ingin tahu apakah Zhi Shu sudah memutuskan menu apa yang akan diambilnya pada festival kampus. Zi Yu,”Jika kamu menyukai pudding. Saya bisa mengajarimu membuatnya. Mudah dan enak kok”.

Ibu Zhi Shu pun menjadi takut dan memberitahukan ke Zhi Shu bahwa kue yang dibuat oleh Yue Qin juga terasa enak. Zhi Shu hanya cuek dengan ibunya dan meminta Zi Yu jalan bersamanya sambil bermain dengan Sisi serta Tiny.  Yue Qin pun menjadi sangat kesal karena tingkah Zhi Shu yang begitu cuek kepadanya.

Ibu Zhi Shu pun marah kepada suaminya dan ayah Yue Qin yang justru menikmati pudding dari Zi Yu. Ibu Zhi Shu menegaskan pudding tersebut adalah lawan kuat dari Yue Qin. Ayah Zhi Shu serta ayah Yue Qin tak ambil pusing hal itu dan tetap menyantap pudding itu.

Di taman rumah, Zi Yu pun bermain bersama anjingnya. Yu Shu pun suka dengan Zi Yu yang sangat mahir bermain dengan anjing. Yu Shu mencium bau anjing Sisi sangat harum dan ingin tahu cara Zi Yu memandikan anjingnya. Zi Yu pun memberitahukan bahwa dia memandikan Sisi dengan sebuah merk shampoo yang dibelinya lewat media online.

Yu Shu, Zhi Shu, dan Zi Yu pun pergi bersama melihat produk shampoo itu. Yue Qin datang untuk memberikan makanan kepada anjing2 itu. Tapi, karena ketiganya akan pergi, Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk menjaga anjing2 tersebut. Zhi Shu mengingatkan janji Yue Qin bahwa dia rela melakukan apapun buatnya. Akhirnya mau tak mau, Yue Qin harus merawat anjing Sisi serta Tiny. Saat hendak memberikan makanan kepada kedua ekor anjing tersebut, Tiny malah kabur.

Yue Qin pun tersiksa mencari Tiny kemana2. Yue Qin,”Sekarang sudah malam, kemana perginya Tiny?. Tak ada orang disini!”. Tak lama Tinny datang dan menyapa Yue Qin. Yue Qin tak menyangka dia akhirnya bisa melihat Tiny. Tak lama, Zhi Shu pun datang. Yue Qin bahagia karena Tiny akhirnya ditemukan. Zhi Shu,”Maksudnya kami akhirnya menemukanmu. Tiny sudah kembali beberapa jam lalu. Kami malah mencarimu”. Yue Qin pun mengaku tersesat karena dia tak mengenal jalan yang dipijakinya. Zhi Shu lalu menyuruh Yue Qin untuk segera ke rumah.

Yue Qin lalu hendak pergi namun arah jalan yang dilewatinya malah salah, dan membuat Zhi Shu kesal. Dalam perjalanannya, Yue Qin melihat toko kue Snow Dance. Yue Qin menyamakan kue Snow Dance itu sama seperti buatannya seaindainya tidak rusak. Zhi Shu,”Apa kamu suka dengan buah cherry?”, Yue Qin,”yah buah cherry bukan hanya terlihat bagus namun terasa enak juga”. Yue Qin mengungkit buah cherry dapat mempengaruhi ukuran bibir seseorang, jika memakannya dalam porsi besar. Namu Zhi Shu menjelaskan ukuran mulut seseorang justru dipengaruhi oleh DNA, dan bukan karena menyantap buah cherry.

Lalu Zhi Shu dan Yue Qin pun jalan bersama, Zhi Shu,”Ngomong2, kantor pos mengirim sebuah surat terdaftar hari ini. Kartu laporan nilai Yue Qin Xiang”. Yue Qin lalu mengambil surat itu dan hendak menyembunyikan nilainya. Zhi Shu menyuruh Yue Qin untuk jangan sibuk menyembunyikan nilainya, karena Zhi Shu sudah lebih dahulu melihatnya. Yue Qin marah dengan sikap Zhi Shu yang melihat kartu laporan nilainya. Zhi Shu menanggapi,”Saya harus melihatnya untuk mengetahui berapa besar ketulusanmu saat kamu mengakuinya beberapa waktu lalu. Saya tidak kira kamu mendapat 38 poin”.

Yue Qin kesal mengapa nilainya begitu rendah padahal dia sudah belajar dengan keras. Karena Yue Qin hanya mendapat  38 poin atas ketulusannya untuk berubah menjadi seorang wanita sepadan buat Zhi Shu; Zhi Shu malah merasa Yue Qin tak tahu malu karena Yue Qin malah tidak bisa lulus dalam ujiannya. Yue Qin meminta Zhi Shu memberikannya sekali lagi kesempatan. Yue Qin meminta Zhi Shu untuk mengajarinya. Namun Zhi Shu tak mau dan merasa anjing Tiny justru lebih pintar dari Yue Qin, Zhi Shu malah menyuruh Yue Qin meminta anjing Tiny untuk mengajarinya.

Festival kampus Xingdou pun akhirnya dibuka. Semua mahasiswa Xingdou menyiapkan outlet mereka, termasuk Zhi Shu, pelatih Chang, Ah Jin, Yue Qin, juga Zi Yu. Masing2 dari mereka menempelkan spanduk di outlet mereka masing2. Zi Yu membuat teh buat mahasiswa yang memesan tehnya, lalu Yue Qin membawakan teh itu ke pelanggan.

Namun pelanggan justru marah dan tak ingin meminum teh yang dibawa oleh Yue Qin; dan menyuruh Zi Yu yang membawakan teh tersebut. Para penggemar Zi Yu berteriak memanggil namanya, dan Yue Qin membawakan teh tersebut kepada Zi Yu. Saat Zi Yu hendak membawakan teh itu, Zhi Shu pun memarahi Yue Qin karena kecerobohonnya menjatuhkan teh yang dibawanya.

Yue Qin berujar,” Zi Yu memenangkan ronde kali ini lagi”. Yue Qin menyalahkan dirinya yang tak bisa melakukan apapun. Ah Jin lalu memandangi Zhi Shu yang membuat menu makanan, dan sedikit merasa tertandingi oleh keahlian masak Zhi Shu. Ah Jin pun tak ingin kalah, dia ingin menunjukkan keahlian masaknya kepada siapapun. Namun tak ada mahasiswa yang mencoba menu masakannya, Ah Jin yakin menu masakan yang dibuatnya jauh lebih enak daripada siapapun. Ah Jin,”Kenapa tidak ada yang datang kesini. Karena kita tak punya strategi. Ingat saat kita membantu Lina. Kita hanya mengubah namanya. Cari nama yang keren”. Lalu Ah Jin berkumpul bersama temannya.

Zhi Shu pun membuat menu dessert dengan sajian buah cherry. Yue Qin menjadi bahagia saat Zhi Shu menaruh buah cherry ketika membuat menu dessert-nya, Yue Qin,”Apa dia menggunakan buah cherry karena saya?”. Pelatih Chang menawarkan kopi buatannya kepada mahasiswi, namun perhatian para mahasiswi itu hanya tertuju pada Zhi Shu yang sedang melayani pelanggan. Pelatih Chang kesal dan menawarkan kopi buatannya kepada Zi Yu, namun Zi Yu tak mau meminumnya. Yue Qin malah meminum kopi pelatih Chang itu, dan membuat dia menjadi sangat patah hati.

Teman2 Ah Jin lalu menarik perhatian pengunjung dengan mengenakan busana yang lebih menarik buat perhatian pengunjung pria. Teman2 Ah Jin memperkenalkan menu makanan berbahan kentang kepada pengunjung, dan membuat pengunjung terkagum. Lalu teman2 Ah Jin juga memperkenalkan resep masakan baru Ah Jin yakni Salt Baked Chicken ala Ah Jin. Para pengunjung pun ramai mendatangi outlet Ah Jin, dan menu makanan yang disajikannya menjadi laku keras.

Pelatih Chang lalu memandangi Zi Yu, dan kagum dengan pesona yang dimilikinya. Pelatih Chang meminta pendapat Zhi Shu, Zhi Shu pun mengakui Zi Yu adalah seorang mahasiswi yang terkenal di kampus, dan pelatih Chang memarahi Zhi Shu yang memandangi Zi Yu. Yue Qin pun menjadi begitu cemburu dan yakin Zhi Shu sudah menyukai Zi Yu. Tak lama para pengunjung pria mendatangi outlet klub tenis. Yue Qin ingin menjamu para pengunjung pria tersebut, namun pelatih Chang meminta Yue Qin jangan bertindak ceroboh sambil menyuruh Zi Yu menjamu para pelanggan pria tersebut.

Zi Yu pun mengambil daftar menu dan menghampiri para pengunjung itu, Yue Qin pun makin merasa rendah diri. Ketika Zi Yu menjamu para pengunjung pria itu; mereka malah meminta Yue Qin yang menjamu mereka. Zi Yu pun pergi dengan kesalnya dan memberikan daftar menu kepada Yue Qin. Yue Qin menjadi kaget karena baru pertama kalinya para pengunjung pria meminta layanannya. Zi Yu menjadi begitu cemburu.

Yue Qin menjamu para pengunjung pria itu, namun para pengunjung pria itu meminta foto Yue Qin dan berjanji akan membatu Yue Qin menaikkan popularitasnya di dunia online. Lalu Yue Qin pun berfoto bersama para pengujung pria itu. Pelatih Chang lalu melihat media online kontes Dewi kampus dan terdapat foto Yue Qin. Tak lama, Ah Jin menyahut,”Biadab Zhi Shu saya akan menyelamatkan Yue Qin-ku kembali dari cengkraman kotormu”.

Tak lama banyak pengunjung pria mendatangi Yue Qin dan memotretnya. Yue Qin ingin tahu berapa banyak pria yang ingin berfoto bersamanya, dan semua pengunjung pria itu malah mengangkat tangan mereka. Zi Yu Qin pun sangat cemburu melihat tingkah para pengujung pria tersebut. Yue Qin menjadi sangat takut dengan kerumunan pria yang memburunya dan dia bergegas kabur.

Akhirnya, Yue Qin datang kembali, pelatih Chang,”kamu darimana sepanjang sore ini. Kamu harus membersihkan outlet kita”. Yue Qin tak ingin membersihkan outlet tersebut, namun pelatih Chang berusaha memberikan isyarat kepada Yue Qin karena dia ingin Zhi Shu dan Yue Qin membersihkan outlet klub tenis bersama. Zi Yu pun ingin membersihkan outlet klub tenis, namun pelatih Chang melarangnya. Pelatih Chang beralasan Zi Yu adalah seorang Dewi kampus sehingga dia tak pantas berpakaian kotor ketika akan menerima hadiah di atas panggung. Pelatih Chang lalu membawa Zi Yu pergi bersamanya.

Zhi Shu dan Yue Qin saling berpandangan bersama. Ketika Yue Qin hendak membersihkan outlet klub mereka. Tiba2 saja, Yue Qin terjatuh dan dia menjatuhkan gelas kaca. Melihat hal itu, Zhi Shu pun melindungi tubuh Yue Qin dari kursi yang akan menimpanya. Zhi Shu menahan kesakitan atas kursi yang menimpanya. Yue Qin memegang tubuh Zhi Shu, dan Yue Qin merasakan sakit di lengannya akibat goresan kaca. Yue Qin berada diatas tubuh Zhi Shu, dan dia meminta Yue Qin pergi dari tubuhnya, Zhi Shu,”Tubuhmu sungguh berat. Menyingkirlah”, Yue Qin,” Zhi Shu Apa kamu baik2 saja?”.

Zhi Shu kesal mengapa Yue Qin menumpuk kursi sungguh tinggi. Zhi Shu pun bangun, dan Yue Qin  hendak menempelkan koyo padanya. Namun Yue Qin tertalu bodoh dan tak bisa membuka koyo itu sehingga Zhi Shu yang membukakannya. Yue Qin pun meminta maaf dan berjanji tidak akan menumpuk meja itu dalam posisi yang sangat tinggi lagi. Zhi Shu lalu mengoleskan obat di tangan Yue Qin, dan Yue Qin menjadi sungguh bahagia karena Zhi Shu mengobati luka di tangannya. Yue Qin pun merasa sungguh bahagia memandangi Zhi Shu. Yue Qin,”Akankah ada kesempatan kedua..”, sambil menyodorkan bibirnya hendak mendapat ciuman dari Zhi Shu.

Semua Dok Gambar LINE TV

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*