Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 3 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 3 Drama Taiwan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 2 Drama Taiwan] 

Yue Qin dan ayahnya disambut baik oleh  Paman Ah Li, dan Zhi Shu meyakinkan ayah dan ibunya bahwa kelas dia dan Yue Qin cukup terpisah tapi mereka telah mengenal satu sama lain dengan baik akhir-akhir ini. Ibu senang mendengarnya, dan mengungkapkan kebahagiaannya karna kelak dia bisa melakukan berbagai hal bersama Yue Qin seperti berbelanja, pergi ke acara musik dan memanggang kue.

Yu Shu datang bergabung ke ruang tamu untuk menyapa Yue Qin meskipun dipaksa oleh ibunya. Dia duduk disamping Yue Qin dan memperkenalkan dirinya dan memberitahu Yue Qin  bahwa sekarang dia kelas tiga. Yue Qin hanya berkomentar, “Kau sangat mirip dengan Zhi Shu. Kau juga pasti sangat pintar.”

Yu Shu tersenyum tipsi, dan kemudian bertanya apa dia bisa menanyakan pertanyaan Matematika dan Yue Qian dengan senang hati menjawab, “Tentu saja saya bisa membantumu dengan pelajaran Matematika.”

Tapi setelah Yu Shu mengajukan sebuah pertanyaan, Yue Qin malah bingung dan pada akhinya Yu Shu yang balik mengajari Yue Qin, menyebutkan istilah-istilah matematika yang sama sekali tak diketahui oleh Yue Qin.

Yu Shu makin kesal saat Yue Qin menyanyikan lirik lagu  “old Macdonald had a farm, satu tambah satu, hooray.”

Sebelum pergi meninggalkan ruang tamu, dia menjulurkan lidahnya pada Yue Qin dan berkata, “Aku membencimu.” Yue Qin tidak marah dan mengakui bahwa matematikanya memang buruk, namun Ibu Zhi Shu menyuruhnya berhenti membicarakan tentang matematika, dan mengajaknya ke kamarnya yang telah ia renovasi.

Ibu Zhi Shu memberitahu Yue Qin bahwa kamar ini memiliki gaya “The Rose of Versailles” sementara mata Yue Qin tak berkedip memandangi kamar barunya yang sangat indah. Ibu senang mendengar Yue Qin suka dengan dekorasinya, dan kemudian memberitahunya bahwa dia sebenarnya menginginkan seorang putri.

Ibu berkata seandainya dia memiliki seorang putri, dia akan membiarkan putrinya tidur di kamar tidur impian ini dan kemudian mereka menikmati teh sore bersama-sama dan mempelajari berbagai hal seperti Bahasa Perancis misalnya membawakan Puisi dan semacamnya

Ibu Zhi Shu berkata ‘C’est la vie’ adalah semuanya tentang kehidupan seperti lukisan impresionisme. Yue Qin bingung dengan kata ‘impresionisme,’dan sebaliknya berkata bahwa dia sama sekali tak memiliki kesan apapun.

‘Kau manis sekali,” ucap Ibu Zhi Shu dan berjanji pada Yue Qin bahwa dia akan mengajari semuanya tentang hal itu. Zhi Shu datang ke kamar dan membanting koper Yue Qin sampai mengagetkan mereka berdua.

Setelah Ibu pergi, Zhi Shu menunjukkan poster binatang yang ada di dinding dan memberitahunya bahwa ini dulunya adalah kamar Yu Shu. Yue Qin menebak Yu Shu pasti sangat sedih dan menyadari mengapa tadi dia bersikap kasar padanya.

“Kau pindah kesini karna keputusan yang dibuat oleh orang tuaku. Keberadaanmu tidak ada hubungannya denganku,” ucap Shi Zhu. “Lagipula, mataku tidak bisa melihat Nona Femtometer.”

Keesokan harinya, Yue Qin bergabung dengan keluarga Zhi Shu untuk sarapan pagi bersama-sama. Saat Zhi Shu memutuskan untuk lebih dulu berangkat ke sekolah, Ibu segera menyuruh Yue Qin untuk bergegas menyusulnya. Yu Shu juga ingin menyusul, dan Ibu segera menghentikannya dan menyuruhnya sarapan pagi bersama-sama. Ibu berbisik, “Zhi Shu harus menunjukkan Yue Qin jalannya. Jangan ganggu mereka.”

Berjalan bersama, Yue Qin baru ingin mengatakan sesuatu, tapi ucapannya terpotong karna Shi Zhu memperingatkannya bahwa Yue Qin harus tahu jalannya setelah dia menunjukkannya hari ini. Dia juga memberitahu Yue Qin untuk menjaga jarak di antara mereka, dan berpesan agar Yue Qin tidak memberitahu siapapun tentang mereka yang tinggal di rumahnya.

“Saya tidak ingin ada rumor aneh,” peringatan Zhi Shu.

Naik bus, Yue Qin malah kesulitan karna dihimpit oleh seorang pria tua di belakangnya. Dia merasa pria yang berdiri menyentuh rok belakangnya, sehingga memelankan suaranya memanggil Zhi Shu yang berdiri tak jauh darinya dan menggerakkan bibirnya bahwa pria yang ada di belakangnya cabul.

Zhi Shu melihat tas yang dipegang oleh pria itu menyentuh rok Yue Qin, dan kemudian mengacuhkannya. Saat turun dari bus, Yue Qin tidak menyadari kalau dompetnya terjatuh.

Di jalan seorang pria menawarkan polpen pada anak sekolahan yang lewat, tapi dia hanya diabaikan. Pria itu kemudian menawarkan polpennya pada Yue Qin, dan berbohong bahwa murid-murid mereka yang telah mendesainnya. Yue Qin tidak tertarik, sampai pria itu berkata, “Wanita selalu memiliki hati yang hangat,” sehingga dia berubah pikiran – meskipun pria itu yang awalnya mengaku polpen yang dijualnya murah, kemudian memberitahu Yue Qin bahwa harganya 15 dollar.

Saat akan mengambil dompetnya, dia akhirnya menyadari jika dompetnya hilang dan bergegas pergi setelah didesak oleh si penjual untuk membeli polpennya. Yue Qin menyusul Zhi Su, dan bertanya dengan ketus, “Zhi Shu Jiang! Bukankah kau melihat seorang ganster menggangguku? Ditambah lagi, kau melihat saya disentuh oleh orang cabul di atas bus, tapi kau tidak melalukan apa-apa! Kau mengerikan!”

Zhi Shu hanya menjawab, “Kau hanya terlalu sadar diri.”

Di kelas, murid-murid kelas F protes karna akan diberikan ujian sementara Pak Guru berpesan bahwa ujian ini seharusnya mudah bagi mereka yang memperhatikan di kelas.

“Aku benci ujian tengah semester,” gumam Xiao Sen. Dia terkejut melihat Yue Qin yang malah sibuk menulis catatannya dengan sangat terperinci. Yue Qin berdiri dari tempat duduknya dan berkata dengan nada yang optimis, “Saya tidak akan dikalahkan oleh Zhi Shu Jiang.”

Dia malah ditertawai oleh teman-teman sekelasnya, tapi Yue Qin berkata, “Saya serius.” Ah Jin memegang kening Yue Qin dan bertanya, “Apa  kau sakit?,” setelah melihat sikapnya yang tiba-tiba berubah.

Suhu tubuhnya tidak panas, dan Ah Jin kembali bertanya apa belakangan ini Yue Qin stres. Seorang teman kelasnya mengolok Yue Qin bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan Zhi Shu: “Tidak mungkin, mungkin di kehidupan berikutmu.”

Yue Qin berkata mereka memang ada benarnya, tapi kali ini dia akan memastikan namanya akan ada di papan pengumuman. Mei Mei mengingatkan bahwa dia harus menjadi siswa top 100 agar namanya bisa ada di papan, dan sejauh ini belum pernah  ada dari kelas F yang sebelumnya berhasil mencapainya.

“Saya akan membuat sejarah!,” ucap Yue Qin.

Malamnya, Yue Qin membuka buku pelajarannya namun dia sama sekali tak mengerti apapun. “Bagaimana orang baik sepertiku bisa begitu bodoh?,” gumam Yue Qin.

Tak lama, Ibu Zhi Su datang ke kamarnya untuk membawakan camilan. Ibu Zhi Shu berkata akhirnya dia bisa tampak seperti ibu sungguhan karna selama ini Zhi Shu tidak  pernah belajar sehingga dia tak pernah memiliki kesempatan untuk membawakannya makanan ringan.

Yue Qin cukup terkejut mendapati fakta bahwa Zhi Su tidak pernah belajar padahal dia adalah siswa top. Ibu menjawab karna dia pintar, tapi tidak penuh kasih sayang. Yue Qin penasaran dia sedang apa, dan Ibu berkata saat ini Zhi Shu sedang tidur.

Ibu memberitahu Yue Qin bahwa dia bisa menanyakan apapun pada Zhi Shu jika ada yang tidak ia mengerti. Dia kemudian meminta Yue Qin istirahat sebentar, dan datang membawa sebuah album foto Zhi Shu saat masih kecil. Dia terkejut mendapati foto ‘girly’ Zhi Shu, sehingga Ibu menceritakan bahwa saat itu kadang-kadang dia memakaikan pakaian perempuan yang telah ia beli karna mengira akan memiliki anak perempuan.

Ibu Zhi Shu menunjukkan foto terakhir Zhi Shu pada Yue Qin dan berkata dia tidak berani lagi memakaikannya pakaian perempuan setelah hari itu.

Flashback: Ibu mengajak Zhi Shu kecil yang mengenakan pakaian perempuan ke kuil untuk berdoa sekaligus meramalkan nasibnya. Dia diberitahu oleh si penjaga kuil bahwa putranya akan mencapai hal yang menakjubkan kelak di masa depannya, pandai dan tidak akan memiliki masalah apapun dalam melakukan apapun yang ingin ia lakukan, tapi si penjaga kuil memberitahu bahwa putranya memiliki kesempatan besar untuk menjadi seorang biksu.

Berdasarkan ramalannya, wanita itu menjelaskan bahwa kepintaran luar biasanya akan sulit dipahami oleh kebanyakan orang, dan pada akhirnya dia akan menemukan kedamaiannya di tangan Buddha. Ibu Zhi Shu panik, dan bertanya apa ada cara lain untuk mengubah nasib putranya. Wanita tersebut menganggap ini adalah keberuntungan yang ia dapatkan dari kehidupan sebelumnya, dan menginformasikan bahwa Zhi Shu akan menjadi biksu disaat usianya 20 tahun. Ibu tak rela sehingga ia berasumsi hal itu akan berbeda apabila Zhi Shu telah berkeluarga sebelum dia berusia 20 tahun.

Ibu Zhi Shu tanpa sadar mengucapkan angka dua puluh tahun, dan saat ditanya oleh Yue Qin apa maksudnya dengan dua puluh tahun, dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya meminta Yue Qin untuk mempercayainya bahwa dia bahagia memiliki Yue Qin tinggal bersama mereka.

Ibu Shi Zhu memberitahu Yue Qin bahwa dia berhenti memakaikan pakaian perempuan pada Zhi Shu karna tidak ingin dia diganggu oleh-teman-temannya. Ibu meminta Yue Qin untuk merahasiakan ini pada siapapun bahkan pada Yu Shu karna khawatir Zhi Shu akan sedih jika ketahuan oleh orang lain. Setelah mengingat satu persatu bagaimana Zhi Shu menghinanya dengan ucapan kasarnya, dia meminta satu foto girly Zhi Shu kecil sebagai kenang-kenangan, tapi sebenarnya untuk mengerjainya; dan Ibu bahkan memberinya dua buah foto Zhi Shu.

Saat sarapan pagi Yue Qin terus tersenyum kecil setelah melihat bagaimana lucunya Zhi Shu saat masih kecil dulu.

Di sekolah, Ah Jin bertanya kapan Yue Qin ada waktu luang karna ingin mengajaknya pergi nonton. Yue Qin menolak, dan memberitahunya bahwa dia haris belajar. “Ada apa? Apa kau masih memikirkan tentang top 100? Itu tidak sehat untukmu,” ucap Ah Jin.

Yue Qin tak berkomentar apapun dan hanya mengeluarkan setumpuk bukunya dari tas, dan Mei Mei melihat bahwa belakangan ini Yue Qin sepertinya berubah. Ah Jin bertanya sekarang dia tinggal dimana, dan Yue Qin menjawab dia tinggal di rumah teman ayahnya.

Ah Jin bertanya dimana dan seberapa jauh, dan Yue Qin mengaku dia tidak tahu alamatnya. Tak lama Zhi Shu datang ke ruang kelasnya, sampai membuat teman-teman sekelasnya terkejut.

Xiao Sen bertanya pada Yue Qin, “Apa Zhi Shu telah berubah pikiran untuk mengencanimu.” Ah Jin ingin menggertaknya namun Zhi Shu tak menanggapinya dan sebaliknya menyuruh Yue Qin keluar membawa tasnya.

Yue Qin bergegas akan pergi, dan Ah Jin yang berada di depan pintu merentangkan tangannya untuk menghalanginya. “Yue Qin jangan pergi. Masa depanmu bukan diluar sana. Ada disini. Berikan tasmu. Saya akan melindungimu,” ucap Ah Jin.

Yue Qin berkata bahwa Ah Jin cukup baik, dan Mei Mei menyambung ucapannya: “Tapi Zhi Shu tampan.” Mei Mei dan Xiao Sen kemudian diam-diam menyusul Yue Qin sampai ke Pohon Lunar Tua, tempat Yue Qin mengungkapkan perasaannya pada Zhi Shu.

Disana Zhi Shu mengembalikan kotak makan siang mereka yang tertukar, dan dari kejauhan Mei Mei dan Xiao Sen mengira mereka saling bertukar hadiah. Mei Mei menebak Zhi Shu telah menerima Yui Qen, namun mereka bertanya-tanya apa sebenarnya yang mereka katakan.

Zhi Shu menggerutu pada Yui Qen bahwa sejak kepindahannya sangat menyusahkan, sementara Mei Mei dari kejauhan yang salah paham menduga bahwa Zhi Shu sedang mengatakan ‘Aku mencintaimu’ pada Yue Qin – padahal sebenarnya mereka bertengkar.

Yue Qin berkata dia juga merasakan hal yang sama, dan bahwa dia merasa seragam mereka juga tertukar. Dia kemudian mengeluarkan foto kecil Zhi Shu saat dia kecil dulu yang mengenakan pakaian perempuan dari tasnya. Zhi Shu terkejut dia bisa mendapatkan foto itu, dan Yue Qin berkata bahwa dia mendapatkannya dari ibunya.

“Saya bertaruh kau tidak mengharapkan orang bodoh memiliki keuntungan,” ucap Yue Qin sambil mengulurkan tangannya dengan tanda V.

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

2 comments

  1. wahh ini playfull kiss versi taiwan yahh?

  2. Dulu sudah ada play full kiss versi taiwan.ada season 1 dan 2.ini kok ulang lagi.cuma beda pemain.versi taiwan season 3 ada ga?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*