Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 4 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 4 Drama Taiwan

Untuk melihat semua tautan sinopsis aktriskorea.web.id, silahkan kunjungi www.sinop.web.id

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 5 Drama Taiwan]

Bertemu di Pohon Lunar Tua, Zhi Shu berkata Yue Qin menyusahkan: “Mengapa kita harus sekolah di sekolah yang sama?” Yue Qin berkata dia juga merasakan hal yang sama, dan menambahkan bahwa seragam mereka juga mungkin tertukar.

Zhi Shu bertanya bagaimana seragam mereka bisa tertukar, dan Yue Qin menjawab, “Apapun bisa terjadi.” Dia kemudian mengeluarkan foto ‘girly’ Zhi Shu saat masih kecil dulu dan memberitahunya bahwa ibunya yang telah memberikannya. Sayang Zhi Shu gagal merebut fotonya dari tangan Yue Qin.

Yue Qin berkata dia bersedia mengembalikan fotonya asalkan Zhi Shu bersedia melakukan permintaannya. Yue Qin berkata ujian tengah semester mereka tersisa seminggu lagi, sehingga dia meminta Zhi Shu membantunya masuk top 100 di sekolah.

Zhi Shu menolak, dan Yue Qin memotret foto itu di ponselnya dan mengancam akan menguploadnya di laman media sosial agar semua orang melihatnya. Mau tak mau Zhi Shu setuju untuk mengajarinya hanya sampai minggu ini, tapi dia tak bisa menjamin apa Yue Qin bisa masuk top 100 karna setahunya hanya murid-murid dari kelas A dan B yang akan masuk dalam daftar.

“Untuk seorang gadis dari kelas F masuk top 100? Tidak akan mungkin. Kau akan butuh sebuah keajaiban,” ucap Zhi Shu dan kemudian pergi.

Kemudian kita melihat Yue Qin diajari mata pelajaran matematika oleh Zhi Shu di sebuah ruangan kelas. Dengan tersipu malu, Yue Qin berkata, “Zhi Shu kau sangat pintar.” Zhi Shu memberitahu Yue Qin bahwa Yue Qin juga punya potensi sehingga ia akan bisa masuk top 100 dengan hanya beberapa pelajaran.  Ternyata itu hanya sebuah mimpi, Yue Qin bahkan sampai  menghayalkan Zhi Shu akan mengecup bibirnya.

Ah Jin membangunkan Yue Qin dari lamunannya dan bertanya tadi apa yang ia bicarakan dengan Zhi Shu. Masih terpengaruh dengan hayalannya, Yue Qin tersenyum kecil saat berkata, “Dia bilang bahwa dia berpikir saya bisa masuk top 100.” Kebetulan Ya Jun lewat di depan kelas mereka, dan menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan  Yue Qin barusan.

Mei Mei dan Xiao Sen menyuruh Yue Qin untuk berhenti bermimpi karna tidak mungkin untuk bisa masuk top 100. Ah Jin bertanya untuk mengkonfirmasi apa tadi Yue Qin tidak mengungkapkan cintanya pada Zhi Shu, dan Yue Qin menjawab, “Tentu saja tidak.”

Namun Xiao Sen dan Mei Mei meminta Yue Qin untuk tidak perlu malu mengakuinya karna menduga Zhi Shu telah menerima cintanya,  sehingga Yue Qin menegaskan bahwa itu tidak pernah terjadi.

Ah Jin memberitahu Yue Qin untuk berhenti mengkhawatirkan tentang Zhi Shu maupun top 100, dan menambahkan: “Di mataku, kau selamanya nomor satu. Saya akan selalu melindungimu sampai akhir,” tapi Yue Qin malah pergi meninggalkannya dan pergi ke perpustakaan untuk belajar.

Membuka buku pelajaran matematikanya Yue Qin kesulitan mengerjakan soalnya. Dia melihat Zhi Shu bersama Ya Jun juga ada di perpustakaan, sehingga ia segera menghampirinya untuk minta diajari.

Sementara itu, Ya Jun membuka ponselnya dan mendapati berita baru lagi di laman media sosial, tapi kali ini dengan judul postingan “Kelas A Zhi Shu menembak kelas F Yue Qin” di depan Pohon Lunar tua.

Ya Jun bertanya sejak kapan kelas F berteman dengan anak-anak kelas A, dan kemudian mencoba mengkonfirmasi apa berita tentang mereka yang terposting di laman media sosial benar adanya. Yue Qin dan Zhi Shu kompak menjawab, “Tidak mungkin.”

Yue Qin menunjukkan bukunya dan berkata bahwa dia hanya ingin tahu bagaimana menyelesaikan satu pertanyaan,  tapi Zhi Zhu berkata, “Satu pertanyaan? Atau semua buku?”

“Ya, mengajarimu tidak mungkin,” balas Ya Jun. Yue Qin mendesak Zhi Shu untuk diajari, tapi Zhi Shu hanya menyuruhnya  mencari tutor. Ya Jun menyindirnya bahwa tutor pribadi saja tidak cukup. Dia kemudian meminta perhatian teman-temannya yang ada di perpustakaan dan mengumumkan ucapan keyakinan Yue Qin bahwa dia akan masuk top 100.

“Kau dari kelas F, ingin masuk top 100? Itu bahkan akan lebih sulit dibanding saya yang mencoba untuk naik dari  tempat kedua ke tempat pertama,” sindir Ya Jun.

Dan seorang teman sekelas mereka membalas, “Lihat saya kau tidak akan bisa menang dari Zhi Shu Jiang,” dan hal itu berhasil membuat Ya Jun kesal.

“Jangan menganggap enteng orang-orang dari kelas F,” balas Yue Qin dengan ketus. Tanpa mereka sadari ada sebuah kamare tersembunyi yang terpasang dan merekam secara live perbincangan mereka yang tersebar ke satu sekolah.

Ya Jun berkata dia hanya menilainya berdasarkan kepandaiannya dan tidak mungkin baginya bisa masuk top 100. Yue Qin menantangnya bahwa dia akan memastikan dirinya bisa masuk top 100, tapi Ya Jun berkata jika dia gagal maka Yue Qin harus membersihkan seluruh kelas dan Yue Qin tanpa pikir panjang setuju dengan taruhannya.

Dia kemudian ditelpon oleh Mei Mei yang menginformasikan bahwa dia sedang ditayangkan secara live di laman media sosial sekolah mereka dimana semua orang sedang menontonnya. Yue Qin mencoba mencari tahu dimana letak kameranya, dan mendapati kamera tersembunyi itu diletakkan di sebuah cangkir kecil yang diletakkan tak jauh darinya.

Yue Qin menganggap kamera kecil itu sudah terlalu keterlaluan, dan si paparazzi sudah bertindak terlalu jauh hanya untuk mengisi laman mereka. Ah Jin datang bergabung dan menaruh tangannya di pundak Yue Qin dan bertanya kemana mereka harus pergi hari ini. Yue Qin berkata dia  tak bisa karna harus  belajar di rumah.

Mei Mei menegur Yue Qin karna berani bertaruh seperti itu, dan Yue Qin berkata dia tak bisa menahan dirinya setelah mendengar apa yang Ya Jun katakan padanya.

Ah Jin lantas menghampiri  Ya Jun dan Zhi Shi di pintu keluar sekolah. “Beraninya kalian mem-bully dewiku dari Kelas F?,” ucap Ah Jun dengan ketus. Ya Jun  menyindir Yue Qin bahwa dia hanya merasa membersihkan akan lebih mudah baginya dibandingkan belajar. “Apa saya benar?” tanya Ya Jun pada Zhi Shu, dan Zhi Shu hanya menjawab bahwa Yue Qin sendiri yang memintanya.

Ah Jin ingin kembali ribut, sehingga Yue Qin terpaksa menghentikannya dan menjelaskan bahwa dia harus pulang untuk belajar. Ah Jin menawarkan diri untuk pergi bersamanya,  dan Yue Qin menolak namun Ah Jin merasa ada yang aneh dengan sikapnya belakangan ini karna melihat Yue Qin terlalu terburu-buru untuk pulang.

Mei Mei dan Xiao Sen setuju, dan Ah Jin penasaran apa ada sesuatu yang aneh dengan rumah baru Yue Qin.

Makan siang bersama, Ibu bertanya apa yang ingin dibuatkan untuk makan malamnya — keju muffin, muffin daging atau muffin cherry. Yue Qin memilih muffin cherry. Zhi Shu memilih keju dan daging dan menyuruh ibunya membawanya ke kamar Yue Qin.

Ibu cukup terkejut karna untuk pertama kalinya dia ingin makan malam sambil belajar. Ibu memegang tangan Yue Qin dan berkata  dengan bahagia, “Yue Qin! Saya terkejut dengan pengaruhmu pada Zhi Shu!” Saat Yu Shu berkata dia juga ingin belajar bersama Shi Zhu, ibu segera melarangnya.

Zhi Shu datang ke kamar Yue Qin untuk mengajarinya dan Yue Qin berkata dalam hatinya, “Saya tidak pernah mengharapkan bisa sendirian dalam kamar seperti ini. Saya gugup. Saya juga sedikit senang.”

Yue Qin tersenyum tipis, namun Zhi Shu mengingatkan Yue Qin bahwa dia bersedia mengajarinya, tapi dia tidak boleh mengungkapkannya di sekolah ataupun berbicara padanya di sekolah, dan Yue Qin setuju. Zhi Shu memutuskan terlebih dulu mengjari Yue Qin matematika, mata pelajaran yang dianggap Yue Qin paling sulit.

Zhi Shu bertanya  apa yang akan diujikan kali ini, dan Yue Qin kaget karna Zhi Shu tak tahu. Yue Qin lantas bertanya bagaimana dia mempersiapkan dirinya untuk ujian, dan Zhi Shu berkata bahwa dia mendengar pelajarannya ketika di kelas dan kemudian mempelajarinya sekali lagi dan baginya tidak perlu lagi ada pengulangan kembali.

Zhi Shu menunjuk soal yang harus dikerjakan oleh Zi Shu, namun saat memeriksa hasil pekerjaannya tak satupun yang beres. Yue Qin memberitahu Zhi Shu bahwa dia tak tahu rumus mana yang harus ia gunakan, dan Zhi Shu mengomel: “Apa kau bahkan mendengarkan di kelas? Bodoh sekali.”

Zhi Shu kemudian menjelaskan satu persatu, sementara Ibunya diam-diam memotret kebersamaan mereka di ponselnya di depan pintu yang terbuka ditemani Yu Shu saat datang membawakan makan malam mereka. Ibu Zhi Shu menjelaskan bahwa melihat mereka terlihat serasi bersama-sama, itulah alasan mengapa tadi dia memotret mereka. Yu Shu dengan ketus berkata, “Zhi Shu dan si bodoh itu sama sekali tidak serasi.”

Yu Shu minta maaf karna dipaksa oleh ibunya, tapi sebelum pergi, Yu Shu menjulurkan lidahnya keluar untuk meledek Yue Qin. Yue Qin ingin segera menyantap makan malamnya, dan Zhi Shu berkata dengan tegas, “Makan setelah kau menyelesaikan pertanyaannya.”

Keesokan harinya di sekolah, Yue Qin belajar keras sampai jam keluar main sambil mengikatkan pita di kepalanya dengan tulisan ‘top 100’ untuk menyemangati dirinya. Ah Jin menatap Yue Qin dengan tajam, dan memberitahunya: “Lanjutkan dan gunakan otakmu. Sementara itu, saya akan menjaga tubuhmu.”

“Siapa yang membiarkanmu untuk memiliki tubuhnya? Menjauh,” ucap Mei Mei yang salah paham dengan ucapannya.

“Diam,” balas Ah Jin.

Kemudian, Ah Jin datang sebuah ruangan yang dikhusukan untuk memasak dimana dia membuat masakan yang spesial untuk Yue Qin, dibantu oleh beberapa teman wanitanya yang terpukau dengan kemampuan masaknya – meskipun tangannya sempat teriris pisau karna terlalu besar kepala mendengar pujian tiga teman wanitanya sehingga  pisau yang seharusnya mengiris bawang malah mengenai jarinya.

Setelah selesai dia kemudian menghidangkan soup buatannya di sebuah mangkuk yang ditempeli sebuah tulisan ‘Mencintaimu Mencintaiku Bubur Seafood” – judul masakannya.

Yue Qin langsung  menyantap bubur lezat buatannya, dan Ah Jin berkata, “Saya mengerahkan semua hatiku didalamnya.” Ah Jin kemudian bertanya apa dia ada makanan di tempat tinggalnya, dan menawarkan diri bahwa dia bisa memasak untuknya di  tempatnya setiap hari. Ah Jin mengaku dia telah memeriksa ada banyak bahan-bahan yang bisa meningkatkan ingatannya dan konsentrasinya, dan Yue Qin hanya tersenyum tipis. Bukan hanya Yue Qin yang menikmati masakannya, tapi juga teman-teman sekelasnya.

“Melihat Yue Qin penuh energi dan banyak orang yang menyukainya, tidak sia-sia jariku teriris. Bukan masalah besar,” guman Ah Jin.

Pulang sekolah, Ah Jin diam-diam membuntuti Yue Qin untuk mengetahui lokasi rumahnya yang selama ini ia sembunyikan, dan sampai ke kompleks rumah mewah. Dari kejauhan, dia mendapati Yue Qin menyapu di depan rumah sambil memakai sebuah apron, sehingga membuatnya berasumsi bahwa Yue Qin bekerja sebagai pembantu di rumah itu – untungnya dia  tidak melihat saat Zhi Shu masuk ke rumah.

Ah Jin  menebak itulah alasan mengapa Yue Qin merahasiakan rumahnya dari mereka bertiga. Ah Jin berpikir dalam hatinya, “Apa saya harus berpura-pura tidak tahu apa-apa? Saya tidak ingin melukai harga dirinya.”

Tapi tak lama dia melihat Ya Jun datang ke rumah itu, sehingga Ah Jin segera menarik kesimpulan bahwa Yue Qin adalah pembantu di rumah Ya Jun, dan mencoba menghubungkannya dengan pernyataan Ya Jun tadi di sekolah yang menyarankan agar Yue Qin membersihkan seluruh kelas apabila dia gagal.

Ah Jin pun pulang dengan kesal.

Di dalam rumah, Ibu naik ke lantai dua dan memberitahu Zhi Shu bahwa teman sekelasnya, Ya Jun datang. Sebelum turun ke lantai bawah untuk menemuinya, dia datang ke kamar Yue Qin. Yue Qin bertanya, “Apa saatnya makan malam?”

Zhi Shu menghela nafasnya dan berkata, “Ini masih siang. Berhenti memikirkan tentang makanan.”

Zhi Shu menyuruh Yue Qin menyelesaikan soalnya sebelum makan malam, namun Yue Qin memelas: “Apa? Saya pikir saya tidak bisa menyelesaikannya. Apa saya bisa melanjutkannya setelah makan  malam?”

“Tidak. Ujiannya besok. Selesaikan sekarang,” balas Zhi Shu, selain itu Zhi Shu  menyuruh Yue Qin tidak turun ke lantai bawah tanpa seizinnya, dan Yue Qin terpaksa setuju.

Ya Jun datang untuk mengembalikan buku Zhi Shu yang salah ia bawa, dan Zhi Shu merasa dia tak perlu repot-repot sampai datang ke rumahnya karna bisa memberikannya besok. Ya Jun berkata ujiannya besok, dan dia khawatir bila Zhi Shu tidak bisa menyelesaikan ujian sebaik dirinya.

“Saya ingin bersaing dengan adil,” ucap Ya Jun, namun Zhi Shu merespon bahwa dia tidak berencana untuk belajar malam ini.

Zhi Shu mendengar suara pintu kamar Yue Qin yang terbuka, sehingga dia bergegas menyuruh Ya Jun untuk segera pulang, beralasan bahwa dia seharusnya pulang belajar untuk ujian besok.

Ya Jun telah berada di depan pintu gerbang untuk pulang, dan seseorang tiba-tiba membuka pintu rumah untuk keluar ke teras. Ya Jun berbalik untuk melihat, sementara wajah Zhi Shu begitu gugup karna ketakutan.

“Hei!,” ucap Ya Jun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*