Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 7 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 7 Drama Taiwan

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 6 Drama Taiwan]

Baca juga Sinopsis Miss in Kiss Episode 8 Drama Taiwan, Sinopsis Miss in Kiss Episode 9 Drama Taiwan

Zhi Shu tiba-tiba menyalakan lampu kamarnya sampai mengagetkan Yue Qin, sehingga dia bergegas menyembunyikan buku Zhi Shu yang tadi diam-diam ia ambil di belakangnya.

“Sudah tengah malam. Apa yang sedang kau lakukan di dalam kamarku seperti seorang pencuri?” tanya Zhi Shu dengan curiga. Yue Qin dengan gugup menjawab tidak apa-apa, dan ingin bergegas keluar dari kamarnya, namun Zhi Shu memegang tangannya untuk menghalanginya pergi. “Apa kau berencana untuk menyerahkan dirimu padaku karna saya menolakmu?,” tanya Zhi Shu.

Yue Qin menjawab tentu saja tidak, dan Zhi Shu kembali bertanya, “Jika itu bukan alasannya, mengapa kau ada disini?”

Zhi Shu menarik Yue Qin ke ranjang. “Jangan khawatir,” ucap Zhi Shu saat berada di atas tubuhnya. “Saya tidak akan mengatakan tidak padamu. Hanya ada kita di rumah,” sementara Yue Qin terbaring sambil tangannya memegang selimut karna ketakutan.

“Apa yang ingin kau lakukan,” tanya Yue Qin. Zhi Shu perlahan mendekatkan wajahnya, dan kembali berkata: “Ah Jin mengatakan ini sebelumnya ‘Siapa yang tahu ketika si jenius mungkin berubah menjadi jahanam’.”

Yue Qin segera menyorong mukanya untuk menghindarkan dirinya dicium oleh Zhi Shu dan berkata dengan gugup: “Meskipun saya benar-benar menyukaimu, saya berpikir kita seharusnya menjalin hubungan yang pantas terlebih dahulu.”

Zhi Shu tertawa kecil dan  kemudian bangun dari tempat tidur. Seketika itu Yue Qin tersadar kalau dia sedang dikerjai.

“Jangan khawatir,” ucap Zhi Shu. “Saya tidak perduli entah itu pantas atau tidak pantas, saya sama sekali tak punya niat untuk berpacaran denganmu.” Yue Qin mengancam akan memberitahu yang lain kalau Zhi Shu mengambil keuntungan darinya. Shi Zhu mempersilahkan Yue Qin untuk melakukannya namun mengingatkan: “Menurutmu siapa yang akan mereka percayai? Kau atau saya?”

Yue Qin mengaku kalah,  dan memberitahu Zhi Shu bahwa dia tidak membutuhkan buku yang tadi ia ambil. “Apa kau yakin?” tanya Zhi Shu. “Sekolah mulai besok.” Dia membuka  bukunya dan memberitahu Yue Qin: “Semua jawabannya sudah selesai.”

Sementara itu di tempat terpisah, Yu Shu yang sedang tertidur di samping ibunya tiba-tiba bermimpi buruk dan mengigau: “Lari! Cepatlah! Zhi Shu akan mengambil keuntungan darimu!” Setelah menenangkan Yu Shu, dia tiba-tba saja berpikir ucapan Yu Shu barusan tidak buruk dan berandai-andai jika hal itu benar-benar terjadi.

Kembali ke rumah. Zhi Shu mendesak Yue Qin keluar dari kamarnya, namun ia memelas: “Tolong ajari aku. Kalau tidak saya tidak akan keluar dari kamarmu.” Zhi Shu bersikeras tidak akan, namun Yue Qin memasang wajah memelasnya untuk memohon, dan pada akhirnya Zhi Shu setuju.

Mengajari Yue Qin, Shi Shu mengomel dengan kemampuan matematikanya: ”Bodoh, berapa banyak kali saya harus mengulang?”

“Baiklah saya akan melakukannya lagi,” balas Yue Qin.

Suara Yue Qin bernarasi: “Beginilah bagaimana kami menghabiskan malam terakhir liburan musim panas kami. Kami begadang semalaman menyelesaikan pekerjaan rumahku. Kami hanya bergegas menyelesaikan pekerjaan rumahku .”

Di sekolah, saat ditanyai oleh Pak Guru siapa yang akan mereka tunjuk untuk ikut lomba berenang mewakili kelas mereka, Mei Mei angkat tangan dan menunjuk Ah Jin. Kelas menjadi riuh karna menyoraki namanya, dan seorang teman sekelas mereka lanjut menjelaskan bahwa Ah Jin telah menjadi raja olahraga air sehingga  menurut mereka hanya ini satu-satunya kesempatan untuk kelas F menjadi pemenangnya.

Meskipun demikian, Pak Guru khawatir karna telah ada banyak kompetisi  yang akan diikuti olehnya. Ah Jin berdiri dari tempat duduknya dan berkata dengan penuh keyakinan: “Pak, jangan khawatir. Saya, Zhi Zhu Jin, akan memastikan tidak akan  membuat teman-temanku kecewa dan akan memenangkan semua gelar itu tahun ini. Kelas F akan terus memegang rekor.”

Ah Jin kemudian berbalik dan meminta Yue Qin untuk ikut bergabung dengannya dalam kompetisi renang  relay campuran. Dia menatap tajam Yue Qin sambil mengulurkan tangannya dan berkata, “Kau dan aku akan menjadi satu dan akan menciptakan rekor berenang baru untuk Xiangdu.”

Yue Qin menerima tawarannya, dan optimis bahwa kelas F akan menjadi juaranya.

Sementara itu di kelas A Pak Guru menginformasikan tentang ajang olahraga yang haris diikuti oleh mereka. Dia  berpesan agar kegiatan itu tidak akan mempengaruhi pelajaran mereka, dan kemudian membagikan satu perstau formulirnya untuk diisi.

Yue Qin mulai berlatih memperagakan gaya berenang untuk mempersiapkan diri, sementara Ayah merekamnya dengan video di tangannya. Ibu Zhi Shu datang bergabung membawakan camilan, dan mengungkapkan kebahagiannya melihat Yue Qin.

“Seorang gadis 18 tahun berenang. Ini masa muda. Saya cemburu,” ucap Ibu Zhi Shu pada suaminya dan ayah Yue Qin. Namun dia menambahkan: “Tapi ada juga jenis lain berumur 18 tahun,” dimana mereka bertiga kompak berbalik memandangi Zhi Shu dan Yu Shu yang sedang ayik membaca di taman. Namun kedua kakak beradik itu kompak menggelengkan kepala saat mereka berbalik melihat tingkah Yue Qin.

Ibu Zi Shu mengingatkan Yue Qin agar tidak terlalu banyak berlatih berenang karna khawatir dia akan mudah kena keram, apabila otot-ototnya tegang. Seketika itu, Yue Qin mulai berhayal yang tidak-tidak, kakinya tiba-tiba keram sehingga ia hampir tenggelam dan tiba-tiba saja Zhi Shu melompat ke kolam renang untuk menyelamatkannya. Yue Qin kemudian memeluk Zhi Shu dan bersandar di dadanya.

Yue Qin tertawa sendiri  membayangkannya dan tanpa sadar memeluk Ibu Zhi Shu.

Kompetisi renang akhirnya dimulai. Suara teriakan anak-anak kelas F terdengar nyaring, dan Zhi Shu hanya menggengkan kepalanya melihat sikap mereka. Ibu Zhi Shu datang ditemani ayah Yue Qin membawa pengeras suara untuk menyemangati Zhi Shu dan Yue Qin. Menggunakan pengeras suara di tangannya, Ibu menyoraki Zhi Shu dan Yue Qin agar mereka menang di kompetisi ini, namun yang ada Zhi Shu malah risih melihat sikap ibunya.

Kompetisi renang  untuk pria terlebih dahulu dimulai. Ah Jin dengan penuh percaya diri membuka jaketnya di depan teman-teman sekelasnya untuk memamerkan dadanya yang terbuka.

Zhi Shu berdiri di pinggir kolam dan melemaskan otot-ototnya, dan Ah Jin cukup terkejut mendapati Zhi Shu juga ikut dalam kompetisi ini. Dia berani menyindir Zhi Shu, “Pria dengan semua otak  dan tanpa kekuatan berani berkompetisi denganku? Semua anak-anak dari kelas A adalah kutu buku. Tidak sepertiku.”

Tak lama tiga teman sekelas Ah Jin, yang merupakan penggemarnya, datang dan menyoraki namanya dengan penuh semangat. Ibu Zhi Shu cemberut dengan sorakan mereka ‘Ah Jin nomor satu” sementara Ah Jin malah tertawa lebar seolah berada di atas awan darinya.

Ah Jin berteriak memanggil Yue Qin yang sedang duduk di kursi penonton, “Yue Qin, saya tidak bisa menghentikan mereka yang menyukaiku. Tapi kau satu-satunya untukku.” Mei Mei dan Xiao Sen menggodainya bahwa itu begitu romantis, namun Yue Qin menganggap itu sangat memalukan.

Ah Jin kembali mengeluarkan kata-kata di depan Zhi Shu yang menyudutkannya, dan karna kesal, Zhi Shu yang sedang merenggangkan ototnya, sengaja mendorong Ah Jin dengan tangannya hingga ia terjatuh ke lantai.

Ah Jin ingin marah, namun sesaat setelah Zhi Shu membuka bajunya, suara teriakan para wanita yang duduk di kursi penonton terdengar riuh, sampai menghentikan Ah Jin. “Dia sangat tampan,” gumam Yue Qin. Ah Jin menatap Zhi Shu dengan marah, dan sepertinya persaingan ketat mereka akan segera dimulai.

Pak Guru memanggil Zhi Shu ke arena perlombaan, dan Xiao Sen yang duduk di samping Yue Qin berkomentar, “Si jenius yang kau cintai selama tiga tahun, Zhi Shu Jiang.” Pak Guru selanjutnya memanggiL Ah Jin, dan Mei Mei juga ikut berkomentar, “Juara berenang, yang telah mencintaimu selama tiga tahun, Ah Jin.”

Qiao Sen dan Mei Mei kompak bertanya, “Yue Qin, siapa yang kau dukung?,” dan Yue Qin tak  menjawab karna bingung.

Peluit dibunyikan, tanpa pertandingan telah dimulai dan para kontestan melompat ke kolam renang. Ah Jin berenang dengan cepat dan berhasil mengalahkan Zhi Shu. “Yue Qin saya berhasil mengalahkan si barbar,” teriak Ah Jin. Yue Qin juga ikut senang dengan kemenangannya, meskipun dia juga sepertinya mengkhawatirkan Zhi Shu.

Mereka bertemu di ruang ganti saat Yue Qin akan bersiap-siap bertanding. Yue Qin menyinggung tentang kekalahannya barusan dari Ah Jin, namun Zhi Shu berkata: “Bukan hal yang besar.” Dalam pertandingan selanjutnya, Yue Qin mendoakan Zhi Shu yang terbaik karna akan menjadi perenang terakhir.

“Ini kehidupan. Kau tidak bisa selalu menang,” ucap Yue Qin.  “Siapa yang ingin sepenuh hati dalam perlombaan,” balas Zhi Shu.

Yue Qin: “Apa maksudmu kau  tidak berusaha keras. Saya tahu kau mungkin tidak bisa menerima kekalahan, tapi orang-orang …” Zhi Shu segera memotong ucapannya bahwa hanya orang-orang dari kelas F yang sangat perduli tentang perlombaan ini.

Yue Qin: “Apa yang ingin kau katakan. Faktanya adalah kelas F mengalahkanmu. Ah Jin mengalahkanmu. Tampak bagiku kau hanya seseorang yang tidak bisa menerima kekalahan.”

Yue Qin menantangnya untuk menunjukkan apa yang ia bisa, dan Zhi Shu menerima tantangannya bahwa dia akan menunjukkan kemampuannya, namun dia memperingatkan bahwa itu berarti kelas F tidak akan menang dalam event apapun.

“Apa tidak apa-apa?,” tanya Zhi Shu dan kemudian pergi.

Yue Qin ditertawai saat para pesaingnya melihat baju renangnya, yang bermotif gambar lucu. Dia menggerutu, “Apa yang kalian tertawakan? Apanya yang lucu? Baju renang inu membuatku lebih cepat!”

“Semuanya tentang skill,” teriak Yue Qin.

Relay renang campuran dimulai. Perenang pertama dari kelas F berhasil mengungguli para perenang dari kelas lain, dan giliran Yue Qin, yang berusaha untuk sampai lebih dulu ke garis finish dimana Ah Jin telah menungguinya.

Dia bertekad agar kali ini kelas F menang dan tidak akan membiarkan Shi Zhu meremehkan kelasnya. Semuanya berjalan lancar karna dia berhasil memimpin di depan dari para perenang lainnya sampai di dalam air konsentrasinya hilang saat melihat wajah Zhi Shu.

“Zhi Shu sedang menungguku,” pikir Yue Qin sehingga tanpa disadarinya, dia memasuki jalur kelas A, jauh meninggalkan jalurnya. “Bodoh,” ucap Zhi Shu sambil tersenyum tipis melihat Yue Qin yang menghampirinya.

Ah Jin berteriak memanggil Yue Qin untuk menyadarkannya, sehingga ia bergegas kembali ke jalurnya.

Ah Jin maupun Zhi Shu segera melompat, di awal Ah Jin berhasil melewati para perenang dari kelas C, D dan E, tapi tiba-tiba saja Zhi Shu berenang dengan begitu cepat dan menyusulnya. Semua orang berkumpul untuk menyaksikan siapa yang terlebih dahulu sampai garis finish, dan ternyata Zhi Shu yang terlebih dahulu berhasil memegang garis finish, mengalahkan kelas F.  Sementara Ah Jin hanya berhasil di tempat kedua.

Tanpa sengaja seseorang mendorong Yue Qin, sehingga ia terjatuh masuk ke dalam kolam. Seorang pria berenang menghampirinya untuk menolongnya – dan dia adalah Zhi Shu yang mengeluarkannya dari air. Zhi Shu membaringkan Yue Qin.

Yue Qin membuka matanya dan melihat Zhi Shu di depan matanya. Dia berpikir dalam hatinya bahwa Zhi Shu akan memberikannya nafas buatan sehingga ia kembali menutup matanya. Tapi Ah Jin tiba-tiba mendorong Zhi Shu dan berniat untuk menggantikannya memberikannya nafas buatan.

Ah Jin perlahan mendekatkan wajahnya. Untungnya di detik-detik terakhir, Yue Qin membuka matanya, dan Yue Qin segera memuntahkan air tepat ke wajahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*