Home / Sinopsis Drama Asia / Sinopsis Drama Taiwan / Sinopsis Miss in Kiss Episode 8 Drama Taiwan

Sinopsis Miss in Kiss Episode 8 Drama Taiwan

[Baca juga: Sinopsis Miss in Kiss Episode 9 Drama Taiwan]

Xiao Sen menempel di papan tentang pengumuman ’60 hari memasuki ujian masuk perguruan tinggi’ dan Mei Mei berkata dengan prustasi, “Saya tidak ingin menjadi domba pengorbanan.” Yue Qin meminta Mei Mei tidak pesimis dan bahwa mereka bisa saja melakukan dengan baik, namun Xiao Sen bertanya  apa hal itu mungkin bagi mereka yang berada di kelas F.

Ah Jin bergabung dan bertanya ada apa dengan kelas F. Mei Mei menjawab bahwa mereka tidak memiliki kesempatan dalam hal apapun, dan mereka selalu menjadi pecundang. Ah Jin berkata tidak, dan tidak sengaja mengungkit tentang kompetisi olahraga dimana kelas mereka selalu menang tiap tahun – tapi dia segera menutup rapat mulutnya.

Yue Qin minta maaf karna tahun ini kelas mereka tidak menang, meskipun Ah Jin meyakinkannya bahwa semua itu bukan salahnya tapi dia hanya berenang di garis yang salah. “Si barbar Jiang adalah yang harus disalahkan!”

“Bukan itu!,” ucap Yue Qin. Yue Qin lemas saat membayangkan ucapan Zhi Shu yang menantangnya bahwa dia akan menunjukkan  kemampuannya, dan sebagai akibatnya kelas F tidak akan menang dalam event apapun.

Wajah teman-teman sekelasnya yang lain lesu, dan Ah Jin meminta mereka untuk tidak tertekan: “Ini hanya ujian masuk. Ada cukup banyak tempat kuliah untuk semua orang.”

“Lupakan tentang kuliah.” ucap Mei Mei. “Saya bahkan tidak yakin apa saya bisa tamat dari SMA.” Yue Qin berkata dia begadang sampai jam dua pagi belajar untuk ujian ujian akhir, dan Mei Mei berkata dia juga tidak bisa tidur bahkan wajahnya akan meledak.

Semua teman sekelasnya lesu karna akan menghadapui ujian termasuk Yue Qin, sehingga Ah Jin menawarkan akan membuatkan mereka soup yang akan menguatkan otak mereka. “Kau yang paling membutuhkannya,” ucap Xiao Sen dan kembali duduk ke bangkunya.

“Yue Qin. Saya akan memastikan fisikmu sehat untuk ujian,” ucap Ah Jin, meskipun Yue Qin tetap saja lesu.

Ah Jin datang ke restoran Ayah Yue Qin dan dibantu membuat soup untuk teman-teman sekelasnya yang lagi lesu. Ayah Yue Qin mengingatkan Ah Jin untuk tidak terus-terusan memanggilnya ‘Ayah,’ dan mengakui bahwa memasak untuk seluruh kelas tidaklah mudah.

Saat ditinggal pergi oleh Ayah Yue Qin, seorang pengunjung wanita protes dengan makanan yang disajikan padanya, sehingga untuk menutup rapat mulutnya karna takut dia akan menodai reputasi ayah Yue Qin, Ah Jin memutuskan untuk memberinya menu yang lain.

Lina puas dengan menu baru yang disajikan, namun Ah Jin berkata bahwa menu itu sama dan dia hanya menambahkan adonan dan menggorengnya dengan api panas: “Sekarang, itu tiba-tiba berubah menjadi enak?”

Dia melihat papan  nama di seragam Ah Jin, dan berkata dia mengenal seseorang yang jenius dari sekolah Xingdou bernama Zhi Shu Jiang. Ah Jin sendiri tak menyangka dia bisa mengenalnya, namun menjelek-jelekkan Zhi Shu di depannya.

Ah Jin berkata Zhi Shu itu mengerikan, namun Lina berkata bahwa Zhi Shu sangat tampan dan juga pandai. Dia menceritakan bahwa sekelompok siswa terpilih mengunjungi Pusat Penelitian Nasional, dan bahwa dia yang terpandai disana. Ah Jin bertanya untuk mengkonfirmasi apa mereka adalah murid-murid yang spesial, tapi sayangnya mereka berdua salah komunikasi hanya karna kemampuan Ah Jin dalam Bahasa inggris yang kurang untuk memperjelas ucapannya, karna Lina tak terlalu pandai berbahasa Mandarin.

Ah Jin datang ke sekolah dan memberitahu teman sekelasnya bahwa dia mengenal seorang siswa yang berbakat. Ah Jin berkata dia adalah siswa internasional top bernama Lina, dari Rusia.

Xiao Sen dan teman-temannya yang lain tidak percaya dia bisa punya teman seperti itu, sehingga Ah Jin meminta Yue Qin untuk mempercayainya dan menceritakan bahwa dia  memasak untuknya dan orang itu telah berjanji akan mengajari semua orang untuk ujian nanti.

Ah Jin meminta mereka datang ke Rumah Keberuntungan hari ini untuk diajari oleh Lina, dan telah menyiapkan makanan untuk mereka.

Datang ke restoran untuk belajar, kelas F malah kebingungan dengan penjelasan Lina karna tidak terlalu fasih dalam berbahasa Mandarin sampai mereka kebingungan. “Saya pikir kita tidak akan lulus ujian akhir,” ucap Xiao Sen dan Yue Qin meminta mereka untuk tidak pesimis.

Dia mengambil contoh dirinya yang berhasil lolos top 100, dan Mei Mei tiba-tiba terpikir sebuah ide. Dia sengaja mengeluh tempat ini terlalu sesak dan menyarankan agar mereka datang ke tempat yang lebih luas dan nyaman, yaitu ke rumahnya. Tanpa pikir panjang, Yue Qin membawa mereka ke rumah Zhi Shu. Mei Mei dan Xiao Sen terperangah dengan kamarnya yang indah, dan Yue Qin mengingatkan bahwa mereka datang kesini untuk belajar.

Mereka masing-masing membuka buku pelajaran mereka, tapi tak satupun yang mereka tahu. Mei Mei memberi kode pada Xiao Sen, dan Xiao Sen berkata: “Ada sebuah cara. Kami bisa pergi dan meminta Zhi Shu Jiang.”

Yue Qin menolak, namun Mei Mei meyakinkannya bahwa Zhi Shu akan menerimanya apabila dia memintanya. Yue Qin berkata tidak mungkin dan bahwa Zhi Shu hanya akan mempermainkannya, namun Xiao Sen mengingatkan bahwa Zhi Shu adalah alasan dia berhasil masuk top 100.

Yue Qin berkata hal itu karna dia memegang kartunya, dan menyarankan agar mereka meminta bantuan Lina untuk diajari. Xiao Sen bertanya, “Apa kau mengerti apa yang ia katakan dengan logat itu? Lagipula, Zhi Shu hanya  berjarak satu kamar.”

Mei Mei memelas, “Apa hanya kau yang ingin menjadi terbaik dan meninggalkan kami dibelakang?”

“Tapi dia tak sehebat itu,” balas Yue Qin. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa saat Mei Mei dan Xiao Sen mendesaknya.

Yue Qin datang ke kamar Zhi Shu disaat dia lagi asyik bermain dengan adiknya. Dia berkata dengan lembut, “Zhi Shu ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu? Apa kau bisa datang dan membantuku?”

“Tidak saya tidak mau,” balas Zhi Shu.

Yue Qin: “Mengapa? Tidak akan memakan waktu yang lama untuk menyelamatkan nyawa tiga gadis.” Mei Mei dan Xiao Sen muncul dari belakangnya, dan Yu Shu langsung berkomentar: “Tiga orang bodoh,” dan Mei Mei begitu kesal.

Tiga sekawan mengerjakan soal di lembar pertama tanpa menemui kendala apapun setelah dijelaskan oleh Zhi Shu. Tapi setelah membuka lembaran tugas Fisika berikutnya, tiga sekawan itu  sama sekali tak tahu apa-apa.

Mereka melirik pada Yue Qin dengan wajah memelasnya, dan Yue Qin terpaksa kembali datang ke kamar Zhi Shu untuk meminta bantuannya. Yue Qin mengetuk pintunya untuk kembali diajari Fisika. Karna kesal terus-terusan diganggu olehnya, Zhi Shu menyuruhnya menunggu 15 menit. Tiga sekawan itu menunggu diluar kamar Zhi Shu, dan Mei Mei skeptis Zhi Shu bisa mengerjakan semua soal hanya dalam waktu 15 menit.

15 menit kemudian Zhi Shu keluar dan mengembalikan buku soalnya, dan memperingatkan Yue Qin untuk tidak lagi datang ke kamarnya. Setelah Zhi Shu masuk, mereka bertiga memeriksa lembar soalnya, dan terkejut mendapati Zhi Shu telah mengerjakan semuanya.

Keesokan harinya, Xiao Sen dan Mei Mei mengumpulkan seluruh teman sekelasnya untuk menyalin catatan Fisika Zhi Shu, dimana teman-teman mereka mengaku mengerti – sementara Ah Jin pergi untuk mempersiapkan makanan untuk les mereka nanti.

Mei Mei bertanya apa mereka masih harus pergi untuk les Lina hari ini, dan Xiao Sen menjawab mereka telah mendapatkan catatan Fisika Zhi Su sehingga tidak akan ada masalah. “Bagaimana dengan matematika?,” tanya Xiao Sen sambil melirik pada Yue Qin.

Yue Qin berkata mereka bisa minta untuk diajari oleh Lina, namun teman-temannya yang lain kompak menolak karna logat bahasanya sangat buruk. Sehingga Yue Qin tak punya pilihan lain selain setuju untuk membawa mereka semua ke rumah Zhi Shu.

Setibanya di rumah usai pulang sekolah, Zhi Shu mendapati semua anak kelas F datang ke rumahnya untuk diajari. Zhi Shu melipat kedua tangannya sambil menatap Yue Qin dengan kesal, sehingga Yue Qin bersembunyi di belakang Mei Mei.

Zhi Shu bertanya bagaimana ini bisa terjadi, dan Yue Qin menjawab bahwa dia tidak melakukan apa-apa, tapi mereka semua membaca catatan yang ia tulis sehingga ini terjadi. “Tolong,” ucap Yue Qin. “Kau satu-satunya yang bisa menyelamatkan kami.”

Murid-murid kelas F juga memasang wajah memelas di depannya, sehingga Zhi Shu tak punya pilihan lain selain mengajari mereka semua. Sementara itu, di restoran Ah Jin bertanya-tanya apa terjadi sesuatu setelah tak seorang pun yang datang untuk bimbingan belaja. Tapi setelah mendapat sms dari seorang temannya, dia bergegas pergi ke rumah Zhi Shu dengan kesal meninggalkan Lina.

Rumah Zhi Shu dipadati oleh murid-murid kelas F yang datang untuk diajari olehya bahkan sampai ke halaman rumahnya, dan Zhi Shu sampai menjelaskan mata pelajaran Matematika menggunakan mic agar kedengaran oleh mereka semua.

Ah Jin tiba di rumah Zhi Shu untuk marah-marah, tapi dia segera di hentikan oleh teman-temannya. Melihat rumahnya begitu ramai, Ibu Zhi Shu berkata pada suaminya, “Rumah kita dipenuhi energi setelah Yue Qin datang tinggal bersama kita.” Ayah menambahkan bahwa Zhi Shu juga tampak berbeda, dan Ibu berkata ini semua berkat Yue Qin.

Ujian tiba, dan murid-murid kelas F mengerjakan soalnya dengan tenang berbeda dengan Ah Jin yang malah tertidur di kelas. Di ruang guru, para guru yang memeriksa hasil ujian murid kelas F tak menyangka dengan  nilai mereka yang sangat memuaskan, bahkan sampai mengagetkan wali kelas mereka sendiri.

Murid kelas F berkumpul untuk berterima kasih pada Zhi Shu karna telah membantu mereka lulus ujian. Mereka kemudian menyerahkan sebuah bungkusan  hadiah tahun baru yang telah mereka persiapkan untuk Zhi Shu.

Yue Qin cukup terkejut, dan Mei Mei berpesan agar Yue Qin agar tidak mengintip hadiahnya, sementara Yue Qin bertanya-tanya pada dirinya, “Hadiah tahun baru? Apa saya juga harus memberinya sesuatu?”

Yue Qin segera terpikir sebuah ide yang akan ia berikan sebagai hadiah karna belakangan ini melihat Zhi Shu sering memijat kepalanya karna sakit kepala.

Xiao Sen menggodainya, “Zhi Shu, apa kepalamu sakit lagi?” “Saya akan memijat kepalamu. Saya akan membantumu rileks,” goda Mei Mei. Wajah Yue Qin sampai memerah karna malu.

Yue Qin tak ada di rumah sehingga Ibu bertanya pada Zhi Shu tapi Yu Shu malah berkata, “Siapa yang perduli dengannya?” Ibu kemudian mencoba untuk memanas-manasi Zhi Shu bahwa apa Yue Qin saat ini punya pacar. Dia menambahkan: “Apa pria itu yang bernama Ah Jin yang berencana mengajaknya keluar untuk pesta tahun baru sehingga mereka mencari tempat yang romantis?”

Zhi Shu keluar bersana Ya Jun ke supermarket dimana disana mereka mendapati Yue Qin sedang bekerja paruh waktu. “Apa dia semiskin itu? Ujian masuk semakin dekat. Dia masih melakukan ini?,” sindir Ah Jun,” sementara Zhi Shu tak berkomentar apapun.

Mereka sekeluarga berkumpul bersama-sama merayakan Malam Tahun baru. Ibu Zhi Shu memberikan Yue Qin sebuah foto mereka sekeluarga bersamanya. Yue Qin sangat suka, dan Ibu Zhi Shu berterima kasih pada Yue Qin dan ayahnya, yang telah tinggal bersama mereka.

Yue Qin kemudian mengeluarkan kado yang akan ia berikan masing-masing untuk keluarga Zhi Shu yang telah ia persiapkan. Tapi terlebih dahulu, dia berdiri dari tempat duduknya dan memberikan kado tahun baru yang telah dipersiapkan oleh teman-temannya.

Zhi Shu bertanya apa itu, tapi Yue Qin sama sekali tak tahu apa isinya. Zhi Shu kemudian membuka kadonya, dan mendapati sepasang boneka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*