Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 12 Bagian Kedua

Gambar Drama Korea 3

[Baca juga: Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 12 Bagian Pertama]

Flashback: Semasa SMA, In Ho sangat senang bahwa pianis favoritnya akhirnya datang ke Korea. Dia ingin mendapatkan tanda tangannya sendiri, dan tidak keberatan jika harus melewatkan kompetisinya di hari yang sama. Dia sedikit sombong tentang keinginannya untuk melewatkan kompetisinya hanya untuk kali ini, dengan mengatakan bahwa dia selalu menang di tempat pertama.

Gambar Drama Korea 1

Gambar Drama Korea 2

In Ho kemudian mengajak Yoo Jung ke ruang latihan piano,dan mendapati seorang siswa,bernama Yong Soo, sedang berlatih. Yoo Jung menyapanyadengan ramah, dan mengetahui dia juga  akan mengikuti kompetisi  pianis. Tapi In Ho malah mengkritiknya karna tidak pernah memenangkan kompetisi pianis, padahal mendapatkan bantuan dari keluarga Jung.  In Ho lantas berkata bahwa permainan pianonya tidak memiliki jiwa, dan mengusirnya pergi dari ruangan itu.

In Ho memainkan pianonya di ajang kompetisi pianis, dan semua orang berdecak kagum dengan penampilannya, termasuk ayah Yoo Jung yang datang bersama In Ha, namun Yoo Jung ada bersama mereka duduk di kursi penonton.

Gambar Drama Korea 4

Gambar Drama Korea 5

Usai pertunjukan pianonya, ayah Yoo Jung memberitahu mereka tentang keinginannya untuk mengadopsi In Ha dan In Ho sebagai anak. Mendengar rencananya, In Ho dan In ha terkejut sama halnya dengan Yoo Jung, tapi ayahnya berharap agar kelak mereka berdua bisa menjadi saudara sungguh bagi Yoo Jung, dan meminta mereka untuk mempertimbangkan keinginannya.

Gambar Drama Korea 6

Gambar Drama Korea 7

Tiba dirumah, In Ha lantas memberitahu In Ho bahwa dia tidak ingin diadopsi karna ingin menikahi Yoo Jung. Lain lagi dengan In Ho yang menyuruh In Ha untuk berhenti berbicara omong kosong dan melakukan apa yang dikatakan ayah Yoo Jung.

Tapi In Ho berpendapat lain, dia berpikir Yoo Jung tidak akan menyukainya, “Apa kau pikir dia mempunyai perasaan yang tulus? Saya lebih mengenalnya lebih baik darimu.”

Gambar Drama Korea 8

Gambar Drama Korea 9

Dan keesokan harinya, In Ho datang ke tempat ruangan latihan piano dan mendapati Yoo Jung memberikan sebuah kaset CD pianis terkenal Daniel Redkovich yang telah ditanda tangani kepada Yong Soo. Yoo Jung kemudian memberitahu In Ho bahwa dia yang telah memberikannya, dan datang ke konser Daniel Redkovich. In Ho menyadari ini alasan dia tidak datang ke kompetisinya, sehingga In Ho lantas bertanya, “Apa kau marah padaku?,” dan Yoo Jung menjawab,”Tidak.”

In Ho tak percaya  dengan omongannya, dan lantas bertanya apa hal itu dikarenakan rencana ayahnya untuk mengadopsi mereka. Tapi Yoo Jung hanya menjawab bahwa itu adalah keputusan ayahnya.

Gambar Drama Korea 10

Gambar Drama Korea 11

In Ho balik bertanya, “Bukan ayahmu. Bagaimana denganmu? Bagaimana perasaanmu tentang hal itu? Jika kau tak menyukainya, katakan saja. Pria macam apa ……”

Yoo Jung sambil memasang muka tersenyum mengatakan, “Tidak ada bedanya bagiku,” yang memicu amarah In Ho sehingga bertanya: “Jadi kau suka atau tak suka? Tak ada bedanya bagimu?”

Gambar Drama Korea 13

Gambar Drama Korea 14

Saat berada di kantin, Yoo Jung hanya asyik berbincang bersama Yoo Song selama jam makan siang, mengacuhkan In Ho dan In Ha yang duduk dekat dengannya. Dan saat dia kembali ke ruangan piano, diamalah mendapati Yoo Jung sedang menemami Yong Soo latihan piano dan menyuruh In Ho untuk tidak menganggu.

Yoo Jung kemudian membuat janji dengan teman SMAnya yang nakal untuk datang ke sebuah bar. Sementara Yong Soo kebetulan lewat dan mendengar rencana mereka sehingga Yoo Jung menawarkan untuk mengajaknya, dan meyakinkan Yong Soo bahwa mereka bukan anak yang nakal.

Gambar Drama Korea 15

Gambar Drama Korea 16

Gambar Drama Korea 17

Tapi, In Ho yang juga ikut mendengar rencana mereka, malah melarang Yong Soo untuk pergi ke tempat itu, dan menolak tawaran ajakan Yoo Jung. In Ho tak habis pikir Yoo Jung berani datang ketempat seperti tu, dan mengingatkan dia akan terlibat masalah jika ayahnya sampai tahu kelakuannya.

Yoo Jung balik bertanya, “Bagaimana ayah bisa tahu kecuali seseorang yang melaporkanku?”

Gambar Drama Korea 18

Gambar Drama Korea 19

Yong Soo tiba di bar tersebut dimana teman-temannya sudah lebih dulu datang, dan tak berselang lama polisi menggrebek tempat tersebut, dan menangkap Yong Soo beserta kawan-kawannya.

Di kantor polisi, mereka bertanya-tanya siapa yang telah melaporkan mereka, dan Yong Soo teringat satu nama, In Ho.

Keesokan harinya, mereka berlima membawa In Ho ke gedung belakang sekolah dan membabi buta memukuli dan menendangnya, meskipun In Ho bersikeras bukan dia pelakunya.

Gambar Drama Korea 20

Gambar Drama Korea 21

Gambar Drama Korea 23

Gambar Drama Korea 22

Dan tak jauh, dengan tatapan dinginnya Yoo Jung melihat bagaimana teman-temannya membabi buta memukuli In Ho, sementara Yong Soo tiba-tiba memukul pergelangan tangannya dengan sebuah tongkat sampai membuat In Ho mengerang kesakitan. Sambil memegang pergelangan tangan kirinya yang terluka, In Ho menatap wajah Yoo Jung selama beberapa saat, sementara Yoo Jung berpaling dan meninggalkannya.

gambar 24

Berbaring di rumak sakit dengan tangan kirinya yang di gips, In Ho diliputi sebuah kesedihan mendalam sementara ayah Yoo Jung datang ke rumah sakit menjenguknya dan meminta maaf. Dia mengatakan hanya ingin membuat In Ho menjadi saudara Jung,

Dan bertanya, “Apa itu tidak nyaman?.” In Ho mencabut selang infus dari tangannya dan mendatangi Jung di rumahnya.

gambar 25

Dia bertanya untuk mengkonfirmasi apa Yoo Jung yang telah melakukannya, tapi Yoo Jung malah berkata, “Tentu saja tidak. Kaulah yang melakukannya, bukan saya.”

In Ho menarik bajunya dan berkata dengan nada yang meluap-luap, “Kau bangsat. Mengapa kau melakukannya kepadaku?” Yoo Jung: “Mengapa ada orang-orang yang mendambakan apa yang bukan menjadi milik mereka? Mereka mengira apa yang sebenarnya menjadi milik seseorang adalah milik mereka. Dan akhirnya kehilangan apa yang menjadi milik mereka.”

gambar 26

gambar 27

In Ho: “Apa kau melakukan ini padaku karna kau membenci rencana kami diadopsi ke dalam keluargamu? Hanya karna itu ….”

Yoo Jung: “Pikirkan apapun yang kau inginkan,” dan meninggalkan In Ho yang menangis tersedu-sedu.

gambar 28

In Ho kemudian membawa barang-barangnya dan pergi dari rumah Yoo Jung meskipun keadaan tangannya masih di gips. In Ha mengejar In Ho dan bertanya kemana dia akan pergi. In Ho menjawab bahwa dia tak tahu, dan menyuruh In Ha untuk tidak menunggunya.

In Ha lantas memberitahu In Ho: “Baiklah, pergilah. Kau selalu seperti ini. Kau adalah seseorang yang bisa meninggalkanku kapanpun dia mau.”

Kembali ke masa sekarang, semua kenangan itu membuat In Ho berlari keluar dari tempat kosannya dengan sebuah tujuan.

gambar 29

gambar 30

Yoo Jung mengantar pulang Seol, dan dengan sopan dia berterima kasih padanya dan keluar dari mobilnya, meskipun sepertinya Yoo Jung ingin menahannya. In Ho mengsms Yoo Jung dan memintanya untuk bertemu. Melihatnya datang, In Ho langsung mencengkeram leher bajunya dan bertanya: “Apa yang telah kau lakukan kepada Baek In Ha?”

Yoo Jung lantas berkata: ”Berakting seperti seorang korban sementara mendapatkan semua yang dia inginkan,” dan balik bertanya sampai berapa lama In Ho akan terus berada didekat Seol. Dia menasihati In Ho untuk sadar dan memikirkan masa depannya.

gambar 32

gambar 31

Tapi In Ho malah mengungkapkan bahwa dia sangat ingin memukulnya, dan menawarkan agar mereka berkelahi satu lawan satu.

Yoo Jung setuju, dan di taman itu mereka berdua berkelahi untuk meluapkan kemarahan mereka. Karna kelelahan setelah saling adu jotos, In Ho lantas berkata: “Bagaimana bisa seorang pria yang sangat hebat memukul bisa menahannya sangat lama? Kau seharusnya menunjukkan siapa dirimu yang sesungguhnya, kau bajingan bermuka dua! Jika kau melakukannya, persahabatan kita tidak akan seburuk ini.”

Yoo Jung: “Menyalahkanku lagi? Bajingan ini terus bersikap seperti seorang korban sementara mendambakan apa yang bukan miliknya.”

gambar 33

Tapi In Ho malah balik menyindir sikap Yoo Jung yang memanfaatkan seseorang untuk menyingkirkan si penguntit Young Gon: “Apa itu caramu melindungi Bulu Anjing (Seol)?”

Dengan nada yang meluap-luap In Ho berkata: “Saya pikir perasaanmu kepada Seol tulus. Apa kau tahu apa artinya menyukai seseorang, kau bangsat?”

Yoo  Jung lantas mencengkeram erat kera baju In Ho dan bertanya,”Mengapa itu penting bagimu?”

gambar 34

In Ho: “Karna saya menyukai BuluAnjing. Itu penting bagiku karna saya menyukai Bulu Anjing, kau bajingan!” Yoo Jung malah semakin dibuat geram dengan pengakuannya: “Kau bersikap seperti seorang teman, tapi kemudian kau menusuk orang dari belakang!”, dan kemudian meninju wajahnya.

Tapi In Ho malah menunjukkan tangannya dan mengatakan bahwa Yoo Jung yang pertama menusukanya dari belakang.

Mereka berdua kembali berkelahi hingga terjatuh ke lantai, dan In Ho bertanya apa Yoo Jung bisa menjamin dia tidak akan melakukan hal yang sama kepada Seol seperti apa yang telah dilakukan Yoo Jung kepadanya.

gambar 35

Dia memberitahu Yoo Jung bahwa Seol akan mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya: “Kau adalah alasan mengapa kehidupan semua orang berantakan.”

In Ho menambahkan bahwa orang yang seharusnya menjauh dari Seol dalah Yoo Jung.

Setelah berkelahi dengan In Ho, Yoo jung menghubungi Seol dan memintanya untuk bertemu. Seol melihat wajahnya yang memar dan membuatnya sangat khawatir, tapi Yoo Jung tak menjelaskan apa-apa dan malah bersadar dalam pelukannya.

gambar 36

gambar 37

Seol mengoles wajah In Ho yang memar dengan salep, dan mengetahu wajahnya yang memar karna berkelahi dngan In Ho. Dia menebak perkelahian mereka tentang kejadian yang terjadi di masa SMA mereka, dan mengetahui Yoo Jung bukan seseorang yang suka berkelahi. Sehingga dia lantas bertanya, “Mengapa kau sangat membenci Baek InHo?”

Ingatan Jung kembali ke kompetisi piano itu, dan bagaimana dia akhirnya melewatkan kompetisi piano In Ho hanya untuk mendapatkan tanda tangan dari pianis favorit In Ho. Yoo Jung berpura-pura namanya adalah In Ho sehinggaa dia bisa mendapatkan tanda tangannya secara pribadi di buku musiknya.

gambar 38

gambar 39

gambar 40

Sementara itu, usai memainkan pianonya di ajang kompetisi itu, In Ho melihat Yong Soo yang bersiap akan naik ke panggung, dan memamerkan bagaimana permainan pianonya tadi membuat para penonton tersentuh. Yong Soo melihat ayah Yoo Jung juga datang sehingga dia bertanya bagaimana In Ho bisa berteman baik dengan Yoo Jung.

In Ho lantas memberitahu Yong Soo untuk tidak bermimpi, dan berkata Yoo Jung bisa saja tersenyum padanya, tapi di dalam hatinya dia membenci orang seperti dirinya. Dan tanpa sepengetahuannya, Yoo Jung datang, dan mendengar perbincangan mereka dimana In Ho mengatakan sesuatu yang buruk tentang dirinya.

gambar 41

gambar 42

Yong Soo mengatakan tentang Yoo Jung yang berasal dari keluarga kaya, terkenal dan siswa yang baik, dan semua orang iri padanya, tapi In Ho malah menyebut hal seperti itu tidak harus membuat mereka iri. In Ho mengatakan Yoo Jung adalah teman yang menyedihkan: “Apanya yang baik jika keluargamu kaya? Jung tidak mempunyai impian dan tidak bisa melakukan apapun yang ingin ia lakukan.” In Ho menyebutkan hanya dialah yang bisa memahami Yoo Jung dan mengatakan Joo Yung adalah orang yang sangat menyedihkan.

gambar 43

gambar 44

Dan di restoran saat ayahnya mengungkapkan rencana mereka untuk mengadopsi In Ha dan In Ho, Yoo jung menatap dingin ayahnya dan In Ho, tapi raut wajahnya tiba-tiba berubah tersenyum manis di depan In ho.

gambar 45

Saat dia pulang kerumah, tanpa sengaja Yoo Jung mendengar ayahnya berbicara dengan ibunya yang sudah tidak tinggal serumah bersama mereka, dan memberitahu tentang idenya untuk mengadopsi cucu Prof Baek. Ayahnya meyakinkannya bahwa Jung tidak akan menolak idenya, dan bersikeras bahwa idenya ini bukan untuk mengawasi Jung.

Ayahnya mengatakan: “Kau sendiri tahu seperti apa Jung. Bukannya saya menganggap dia aneh, tapi kau mengatakan bahwa jika dia dibiarkan sendiri, dia akan mempunyai masalah dengan hubungan pribadi. Jika seseorang tidak ada disampingnya untuk mengurusnya, dia tidak bisa bertahan hidup sendiri. Itulah mengapa dia membutuhkan saudara. Lagipula, saya membuat keputusan ini demi kebaikan Jung.”

gambar 46

gambar 47

“Dari situlah bermula,” Jung memberitahu Seol, menceritakan semua cerita itu kepadanya. Yoo Jung memberitahu Seol bahwa ide untuk adopsi cukup membuatnya terkejut, tapi dia bisa menerimanya, “Tapi orang-orang yang kupikir teman-temanku bahwa mereka terus mengawasiku – hal itu sulit untuk ditahan.”

Yoo Jung menjelaskan bagaimana perasaannya memiliki ayah yang terus mengawasinya, memegang bahunya dan menyuruhnya untuk tetap tenang, dan tidak rakus, seolah-olah dia telah melakukan kesalahan. Yoo Jung bertanya-tanya: “Apa saya terlihat seaneh itu?”. Dia berbalik ke arah Seol dan bertanya,”Apa saya terlihat aneh bagimu?

gambar 48

gambar 49

Seol bersandar dan merangkul Yoo Jung sambil berkata: “Senior. Awalnya, kita tidak dekat, kan? Kita berdua saling membenci satu sama lain dan memperlakukan satu sama lain seperti orang aneh. Tapi jika saya memikirkannya sekarang…kita bukannya aneh tapi saya pikir kita berbeda.”

Dia menjelaskan bahwa dia dulu sering mendengar orang-orang mengatakan bawa dia sensitif dan mengecewakan untuk didekati, dan hal itu membuatnya khawatir. Tapi dia kemudian menyimpulkan:”Begitulah diriku. Saya tidak tahu pasti, tapi kau, Senior, saya pikir kau tidak memiliki kesempatan untuk jujur dengan orang-orang. Pasti kau sangat kesepian.”

gambar 53

Seol memberitahu Yoo Jung untuk tidak lagi mempersulit dirinya mulai dari sekarang: “Kita akan menjalaninya bersama-sama. Saya sungguh ingin mengenalmu.”

Yoo Jung mengakui, “Saya takut. Kau akan meninggalkanku jika kau mengetahui siapa diriku yang sebenarnya.”

Seol memandanginya, dan memegang tangannya dan berkata: “Saya sangat menyukaimu, Senior. Lebih dari sebelumnya.”

gambar 50

gambar 51

Yoo Jung mengatakan, “Dari awal kau berbeda dibanding orang lain, Seol. Kau selalu mengamatiku dan selalu jelas kapanpun kau tidak menyukai sesuatu. Ini mungkin terdengar lucu, tapi saya mendapati hal itu berguna. Tidak perduli seberapa kecil mereka mungkin tampak bagimu. Itu mungkin karna kau takut padaku. Takut bahwa kau mungkin akan memprovokasiku. Saya tidak menyukainya”

“Tapi hal itu tidak seperti sekarang. Sekarang saya takut kau mungkin akan meninggalkanku. Saya juga menyukaimu. Sangat.” Seol tersenyum, dan matanya berkaca-kaca.

gambar 52

Sementara diluar restoran ibunyam InHo berdiri sendirian, terpukul melihat mobil Yoo Jung. Dia berjalan pergi dan berkata: “Ah, sakit.”

***Semua Dok Gambar: tvN***

2 comments

  1. min marry me or notny mna kan udah tmat ko blm di buat sinopsisny???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*