Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 6 Bagian Pertama

Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 6 Bagian Pertama

Gambar Sinop Cheese in The Trap Episode 6 Bagian Pertama

[Baca juga: Sinopsis “Cheese In The Trap” Episode 6 Bagian Kedua]

Episodenya di mulai menunjukkan Seol dan Yoo Jung ada di sebuah jamuan makan malam. Seol melihat kesekelilingnya dan bertanya pada Yoo Jung apa yang sedang mereka lakukan di tempat ini.

Tapi dengan dinginnya Yoo Jung berkata, “Apa kamu harus berdebat denganku disini untuk bisa puas. Kamu sendiri yang membuat penilaian tentangku dan menciptakan kesalah pahaman. Bahkan sejak pesta di awal tahun tan pendaftaran kelas Sang Chul.”

Meja yang memisahkan mereka bergoyang dan kursi mereka terdorong kebelakang dengan sendirinya, dan Yoo Jung lanjut menegur sikap Seol yang tidak bisa memaafkan satu kesalahan. “Mengapa hanya  dengan saya kau merasa harus berdebat segalanya,” ucap Yoo Jung.

Gambar 2

Gambar 3

Yoo Jung mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan tahun lalu, tapi telah melakukan yang terbaik sekarang. Dia memberikan beasiswanya kepada Seol dan membantunya dengan laporan nilai, kursus bahasa inggris, dan pekerjaan.

Meja mereka kembali terdorong kebelakang saat Yoo Jung kembali bertanya apa yang menjadi masalahnya. Seol berdiri dan berkata itu bukan yang ia inginkan, tapi Yoo Jung malah menyuruh Seol untuk jujur bahwa sebenarnya dia menyukai bantuannya.

Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

“Pikirkan baik-baik. Kau menerima semuanya dan sekarang saya pria yang jahat. Seberapa sempurna kau harapkan saya,” kata Yoo Jung. Lampu hias tiba-tiba terjatuh mengenai meja mereka membuat keduanya kembali terdorong kebelakang.  Yoo Jung bertanya apa dia akan terus menjauh darinya seperti ini – ternyata semua yang ia lihat hanya sebuah mimpi.

Dia terbangun di pagi hari setelah menerima sms dari Bo Ra yang berjanji akan mentraktirnya karna bersyukur ayahnya telah keluar dari rumah sakit. Dia bergumam, “Bagaimana bisa Yoo jung hanya mengatakan apa yang ingin ia katakan dalam mimpiku.

Gambar 7

Gambar 6

Seol makan bersama Bo Ra di restoran dan menceritakan semua apa yang telah terjadi tentang hubungannya dengan Yoo Jung yang sedang renggang.

Bo Ra berpendapat lain, dia berpikir Seol seharusnya bersyukur karna memiliki kekasih yang baik. Tapi Seol berkata pada Bo Ra bahwa dia tidak suka Yoo Jung baik padanya dengan cara seperti itu.

“Saya takut saya akan terbiasa,” ungkapnya.

Bo Ra memberitahu Seol tindakan Yoo Jung memang tidak normal, dan dia bisa mengerti mengapa Seol  tidak ingin menerimanya, tapi dia lantas bertanya apa Seol ingin putus dengan Yoo Jung.

Gambar 8

Gambar 9

Di tempat kursusnya, Seol menulis sms kepada Yoo Jung untuk mengajaknya ketemuan dan bicara ketika In Ho datang sambil mengomel dengan sikap In Ha yang terus saja meminta uang karna sms yang baru saja terima.

Seol mendengar omelannya, dan datang menghampiri In Ho. Wajah Seol seketika itu menjadi cemberut ketika In Ho bertanya padanya apa dia akan membelikannya makanan.

Seol lantas bertanya mengapa dia selalu mengungkit soal makanan tiap kali melihatnya, tapi In Ho malah mengingatkannya tentang janji yang pernah ia buat sebagai ucapan terima kasihnya untuk insiden batu bata itu.

Gambar 10

Gambar 45

Gambar 11

Saat sedang menunggu  Seol di depan toko swalayan, tanpa sengaja dia melihat mantan guru pianonya saat sedang diwawancarai di TV. Dalam wawancara itu, guru piano tersebut menceritakan bagaimana dia memuji seorang siswanya yang berbakat, dan bahkan menyebut siswanya itu sebuah mutiara yang berhasil ia temukan.

Melihatnya di TV mata In Ho berkaca-kaca, dan flashback saat In Ho remaja bermain piano dengan mahirnya didampingi seorang guru piano (yang ia lihat di TV). Melihatnya bermain dengan sangat mahir, dia menasihati In Ho bahwa orang-orang akan memujinya jika dia memainkan pianonya seperti caranya. Tepuk tangan seperti sebuah pisau, dan pujian adalah racun. Pria tu berkata In Ho adalah siswa yang spesial untuknya. Kembali flashback, saat In Ho berbaring di rumah sakit karna tangan kirinya yang terluka, gurunya datang dan menyuruh In Ho untuk melakukan rehabilitasi.

Gambar 13

Gambar 15

Gambar 14

Kembali ke masa sekarang, In Ho melihat anak didik mantan gurunya di TV dengan mahir memainkan pianonya sementara dia hanya menatap tangannya. Dia menangis karna mimpinya yang pupus, dan ketika dia berbalik dia mendapati Seol memegang sebuah payung berdiri di seberang jalan memandanginya. Dia berdiri beberapa saat melihat In Ho yang diguyur hujan hanya memandangi pemain paino itu, dan bisa merasakan kesedihannya.

Seol bersikap seolah-olah tidak melihat apa yang sedang terjadi, dan In Ho memutuskan untuk pergi minum bersamanya.

Gambar 16

Gambar 18

Gambar 17

Seol mengajak In Ho minum di bar yang ada di dekat tempat tinggalnya, sementara Yoo Jung sudah menungguinya di depan rumahnya. Saat In Ho ingin menyinggung kejadian tadi, Seol hanya menjawab yang ia lihat In Ho hanya kehujanan, seakan lebih memilih untuk tidak membahasnya lebih dalam.

Tak berselang lama, Yoo Jung datang ke bar itu dan melihat mereka berdua. Yoo Jung berkata pada Seol karna dia ingat sempat datang ke tempat ini bersamanya, makanya ia singgah.

Seol memandangi Yoo Jung yang duduk disampingnya dan berkata dalam hati: “Ah, bagaimana bisa jadi seperti ini?  Saya merasa seprti meringkuk dalam sebuah bola seolah-olah saya sudah kedapatan selingkuh. Saya yang seharusnya marah.”

Yoo Jung bertanya pada In Ho mengapa dia masih dekat-dekatan dengan Seol, dan dengan ketus In Ho memberitahunya bahwa dia tak bisa menuruti permintaannya karna Seol telah berjanji akan mentraktirnya minum. Dia lantas menyuruh Yoo Jung untuk pergi, jika tidak menyukainya – tapi Yoo Jung memilih untuk duduk minum bersama mereka berdua.

Gambar 19

Gambar 20

Duduk semeja dengan In Ho perang mulut antara mereka berdua tak terhindarkan karna sindiran-sindiran Yoo Jung sampai membuat Seol harus menenangkan mereka. In Ho lantas menyebut seandainya saja In Ha bisa bergabung bersama mereka.  Mendengar nama In Ha, Seol menebak dia adalah kakak In Ho. Karna pernah bertemu dengannya, dia menyadari kakak In Ho sangat cantik, dan membuatnya bertanya-tanya apa dia ada hubungan dengan Yoo Jung.

In Ho mendengar dari mulut Seol bahwa dia dan Yoo Jung sedang bertengkar, sehingga dia berkata pada mereka untuk putus karna tidak cocok satu sama lain – tapi Yoo Jung menyuruhnya untuk diam. Dia mulai memanas-manasi Seol dengan memberitahunya bahwa Yoo Jung mempunyai banyak teman wanita karna dia sangat kaya.

“Dia hanya akan menggonta-ganti mereka kapanpun dia bosan. Jika dia putus dengan satu gadis, segera gadis baru akan muncul. Dan dia sangat pilih-pilih tentang penampilan dan juga tubuh,” ucap In Ho.

Gambar 21

Gambar 22

Seol yang sudah mabuk, lantas bertanya pada mereka apa Yoo Jung pacaran dengan In Ha, dan dengan kompak baik Yoo Jung dan In Ho mengatakan tidak. In Ho sampai memukul meja dengan keras untuk kembali menegaskan pada Seol yang mabuk bahwa Yoo Jung dan kakaknya tidak pacaran.

Seol lantas membantah tuduhan In Ho bahwa dia belum pernah pacaran. Dia mengaku sempat berpacaran ketika masih SMA dengan anak gereja yang tampan dan pandai bermain drum. Tapi In Ho bisa menebak, hubungannya tidak berhasil karna dia dicampakkan, dan Yoo Jung menyuruhnya untuk berhenti bergosip.

Gambar 23

Gambar 26

Gambar 24

Gambar 25

Keduanya kembali terlibat pertengkaran sampai membuat Seol yang sudah mabuk berat memukul meja dengan keras untuk menutup mulut mereka berdua. Dia berdiri dan  memukuli kepala mereka masing-masing, dan menunjuk Yoo Jung yang selalu marah terhadap sesuatu, sementara In Ho selalu memintanya untuk dibelikan sesuatu.

Dia mulai mabuk berat sampai melakukan hal yang lucu. Ketika dia mendengar In Ho memanggilnya ‘bulu anjing,’ Seol memegang rambutnya  dan menjelaskan  dengan terbatah-batah bahwa rambut yang ia miliki adalah keriting alami.

Seol lantas berkata pada mereka ada sesuatu yang masih membuatnya penasaran, dan kembali bertanya apa Yoo Jung pacaran dengan In Ha. Tapi sekali lagi keduanya kompak membantah hal tersebut.

Gambar 27

Karna sudah mabuk berat, Seol pingsan. Yoo Jung menggendongnya, ditemani In Ho yang berjalan disampingnya. In Ho lantas bertanya apa Yoo Jung pernah merasa  bersalah kepadanya, Yoo Jung tidak menjawab pertanyaannya dan balik bertanya: “Bagaimana denganmu?.” In Ho tak berkata apa-apa dan memilih untuk tidak mengungkitnya lagi.

Seorang pria tiba-tiba melempari In Ho sebuah botol air minum, dan mendesak Yoo Jung untuk menurunkan Seol. Baik In Ho maupun Yoo Jung kaget dan tidak mengenali dirinya sampai dia menyebut Seol adalah kakaknya.

Gambar 28

Keesokan paginya, Seol bangun dan kaget melihat Jun adiknya ada di rumahnya. Dengan entengnya, Jun memberitahu Seol bahwa dia tidak akan melanjutkan sekolahnya di Amerika. Jengkel mendengar ucapan Jun, Seol langsung memukulinya berulang kali dengan bantal guling – untungnya Yoo Jung mengsms di saat yang tepat sehingg dia berhenti.

Jun bertanya siapa diantara dua pria itu yang menjadi kekasihnya, dia menyebut apa In Ho si kriminal atau Yoo Jung si mahasiswa model. Dia memberitahu keduanya tidak buruk, tapi dia berharap Yoo Jung bukan kekasihnya.

Gambar 29

Gambar 30

Jun berkata Seol telah memuntahi kepalanya tadi malam, sampai membuat Seol kaget setengah mati. Tapi dia lantas mengakui bahwa dia telah membohonginya. Jun memberitahu Seol bahwa tadi malam dia muntah di depan pintu. Menurutnya itu sangat jorok, dan berpikir kekasihnya yang model itu akan mencampakkannya.

Seol kembali memukuli kepala Jun dengan bantal karna telah menakutinya, dan bersumpah tidak akan pernah lagi minum.

Gambar 31

Gambar 32

Seol melihat Joo Yong mengemasi barang-barangnya, dan Joo Yong memberitahunya bahwa dia akan pindah. Mengenai hubungannya dengan Yoon Sub, Seol berjanji tidak akan menceritakannya pada orang lain.

Bertemu di sebuah restoran dengan Yoo Jung, Seol berkata dalam hati: “Kami bertengkar karna saya marah. Alkohol adalah musuhku.

Yoo Jung memberitahu Seol untuk tidak keluar dan minum sendirian, dan menyebut tingkahnya semalam imut. Seol minta maaf kepada Yoo Jung setelah mendengar dari sisi Yoon Sub, dan memahami jika dia melakukan itu untuk niat baik. Tapi dia meminta Yoo Jung untuk berjanji bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Dia meminta Yoo Jung jika ada sesuatu yang berhubungan dengannya, dia harus menanyainya terlebih dahulu.

Gambar 33

Gambar 34

Gambar 35

In Ho menyadari seseorang sedang membuntutinya, dan menyuruh orang itu untuk menunjukkan dirinya.

Orang yang membuntutinya ternyata adalah seseorang yang ia kenal, dan memberitahu In Hobahwa dia bisa datang menemuinya setelah melihat wajahnya di brosur.  Dia menyuruh In Ho untuk meninggalkan tempat ini karna bos mereka sudah mengetahui keberadaannya.

In Ho penasaran bagaimana orang itu berhasil menemukannya. “Tiap kali saya mulai menyukai sebuah tempat, saya harus meninggalkannya. Saya harus mengganti nomor ponselku dan meninggalkan tempatku. Dan apa yang harus aku lakukan dengan Baek In Ha. Saya pikir hidupku terlalu tenang belakangan ini,” ucap In Ho.

Gambar 36

Gambar 37

Menyadari dompetnya mulai menipis, In Ha menelpon seorang teman prianya dan mengajaknya untuk ketemuan. Tapi, pria ini mengetahui rencananya dan malah menyindirnya di telpon. Karna tak ada jalan lain, In Ha terpaksa menelpon In Ho untuk meminta uangnya.

Di telpon, In Ho memberitahu In Ha bahwa dia tak punya uang. Selain itu, dia menyuruhnya untuk tidak menelponnya karna untuk sementara dia akan bersembunyi dan mengganti nomor ponselnya. In Ha lantas bertanya apa dia sedang ada masalah, dan In Ho dengan ketusnya berkata: “Mengapa kau perduli? Kau tidak akan membantu.”

Pulang kencan usia makan dan nonton bersama, Yoo Jung mengungkapkan kepuasannya. Dia lantas bertanya kapan Seol akan pindah dari tempat tinggalnya.

Gambar 41

Gambar 40

Gambar 42

Gambar 43

Seol menjawab segera sebelum kampus dimulai.  Tapi, dia merasa sedih karna semuanya akan berakhir mulai dari kursus bahasa inggris yang ia ikuti, tinggal di tempatnya sekarang, dan juga liburan kampus. Tapi Yoo Jung berkata: “Tidak bagi kita. Kita akan terus bertemu bahkan setelah kelas dimulai.”

Seol kemudian mengambil sebuah bungkusan kado dari tasnya, dan memberinya kepada Yoo Jung. Yoo Jung sedikit menerima sebuah hadiah darinya, dan Seol memberitahu Yoo Jung bahwa jam yang ia berikan mungkin sedikit murah untuk seleranya, sehingga dia merasa sedikit malu.

Awalnya Seol berpikir Yoo Jung tidak menyukai hadiah jam pemberiannya, tapi dia memeluk Seol dan berkata dia sangat menyukainya.

Gambar 44

Setibanya dirumah, Yoo Jung mengganti jamnya dengan memakai jam pemberian Seol. Dia senyum-senyum sendiri karna bahagia memandangi jam pemberiannya.

Semua  Dok Gambar: tvN

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*