Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 10 Bagian Kedua

Sinopsis “D-Day” Episode 10 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Episode 10 Bagian Pertama]

Perawat sudah mulai membereskan agar ibu Hae Sung bisa dipindahkan sedangkan Hae Sung hanya duduk diam disampingnya. Tapi Hae Sung masuk dan menyuruh mereka berhenti – dia yang akan bertanggung jawab.

Ketika Hae Sung berterima kasih padanya, Woo Jin mengingatkan bahwa meskipun dia akan menjaganya, dia tak bisa menjamin tidak akan ada yang terjadi pada ibunya. Hae Sung tidak boleh mendekati rumah sakit, jika terjadi maka Direktur Park secara pribadi akan mencari sebuah rumah sakit dan memindahkan ibunya kesitu.

Ji Na mendengar semuanya dan saat dia mendekat, Woo Jin bertanya apa dia datang untuk mengatakan sekarang sudah terlambat. Tapi malah sebaliknya, dia berterima kasih. Saat Woo Jin akan berjalan pergi, dia menyebutnya tidak seperti Direktur.

Sinopsis D-Day 3Sinopsis D-Day 2

Di luar, Hae Sung memandangi rumah sakit yang menjadi tempat kobaran jiwa mudanya. Ji Na melihatnya dan menyerahkan sebuah surat yang dititipkan oleh ayah si kembar. Dia berterima kasih atas apa yang telah ia lakukan, dan berjanji di hari ulang tahun si kembar, dia akan menceritakan pada mereka cerita tentang Hae Sung. Saat ayah dan ibu si kembar dalam perjalanan menuju kapal, mereka melewati tempat dimana Hae Sung membebaskannya dari dalam mobil, menyelamatkan nyawanya dan nyawa anak mereka.

Inilah salah satu dari arti kehidupan, ujar Hae Sung dan dia bersiap untuk pergi mencari kakaknya untuk memintanya sering-sering menengok ibu mereka. Dia kaget ketika melihat Ji Na juga mengenakan helmnya dan mengingatkan Hae Sung bahwa dia juga sudah tidak bekerja di Rumah Sakit Mirae. Mereka berdua akhirnya pergi naik motor meninggalkan Mirae.

Sinopsis D-Day 4

Pak Kang dan ayah Ji Na kaget melihat satu sama lain tidak pergi naik ke kapal dan malah memilih untuk membantu rumah sakit. Pak Kang berujar: “Karna aku bukanlah orang yang cocok dengan lingkungan yang nyaman. Rumah sakit cocok sekali denganku.”

Dalam perjalanan mereka, Hae Sung dan Ji Na menemukan petugas kebakaran, dan ketika kapten Choi melihat mereka, dia memanggil mereka untuk membantu korban yang ditemukan. Saat melihat mayat yang ditutupi terbaring di jalan, Hae Sung kembali mengingat saat ketika dia berusaha dan gagal untuk menyelamatkan seorang pria yang terjebak dalam reruntuhan rumah sakit.

Hae Sung berkeringat dan gemetar setelah melihat langsung betapa mengenaskannya situasi yang terjadi di luar rumah sakit saat dia memeriksa pasien di atas meja, dan meskipun da mencoba menyembunyikannya, Ji Na menyadari ada sesuatu yang terjadi pada Hae Sung. Dia kemudian mengambil alih dan Hae Sung mencoba mengendalikan ketegangannya. Petugas kebakaran tidak memiliki pasokan perlengkapan medis yang memadai, sehingga pasien harus dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

Sinopsis D-Day 7Sinopsis D-Day 6

Kapten Choi senang melhat Hae Sung dan Ji Na ada bersama mereka, karna sekarang mereka akan mulai menyelamatkan korban ketimbang hanya menemukan mereka. Tapi untuk menyelamatkan orang-orang, dia menyuruh Ji Na tetap tinggal di lokasi sedangkan dia akan ke rumah sakit untuk mengambil sedikit obat dan peralatan.

Saat Hae Sung mengemudikan motornya, dia memperlambat motornya untuk melihat orang-orang memungut barang-barang yang ada dalam reruntuhan itu, mencari barang-barang yang masih bisa digunakan untuk bertahan hidup.

Ji Na mengatur perlengkapan di sebuah tenda ketika Woo Sung tiba, dan dia memberitahunya bahwa mereka sebenarnya datang kesini untuk mencarinya. Karna Hae Sung tidak diijinkan lagi kembali ke rumah sakit, dia membutuhkan Woo Sung untuk bisa sering-sering menjenguk ibu mereka.

Sinopsis D-Day 8

Hae Sung memang sudah tidak diijinkan kembali ke rumah sakit, tapi dia ada di luar untuk berbicara dengan Kepala Kang. Dia merasa sangat konyol untuk memberikan banyak obat-obatan kepada seorang dokter yang baru saja dipecat. Hae Sung memperingatkan jika dia tidak diberikan obat-obatan yang ia butuhkan maka RS. Mirae akan menjadi tempat penampungan mayat. Gempa bumi yang dilihat dari dalam dengan gempa yang terjadi diluar sama sekali berbeda.

Jika Kepala Kang tak bisa membantunya, maka sebaiknya dia dibiarkan masuk ke gedung obat dan dia akan mencuri apa yang ia butuhkan, dan dia bisa menyangkal dengan mengatakan tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Menurut Hae Sung dia sudah diperlakukan sebagai penjahat di RS Mirae – siapa yang perduli apa yang akan terjadi padanya selama dia bisa menyelamatkan orang di luar sana. Kepala Kang dengan marahnya mengingatkan bahwa jika dia terlalu terburu-buru seperti sekarang, perawatan ibunya bisa saja dihentikan. Tapi Kepala Kang juga tidak bisa membiarkan banyak korban yang akan meninggal, jadi dengan menghela nafasnya dia mengatakan padanya bahwa dia akan memberikan jawaban secepatnya.

Sinopsis D-Day 9

Dirktur Park dengan bahagianya bersantai di kantornya, sambil meminum secangkir kopi hangat. Tapi Woo Jin sepertinya tidak bisa sesantai itu, dan Direktur Park bertanya apa karna batal menutup rumah sakit jadi dia merasa menyesal. Woo Jin berkata padanya bahwa dia tahu Direktur Park pasti punya alasan tersendiri melakukan itu semua, dan Direktur Park balik menyerang dengan mengatakan bahwa dia juga merasa Woo Jin mempunyai alasan melarang pemindahan ibu Hae Sung.

Kepala Kang kemudian mengetuk pintunya. Dengan tenang dan sopannya dia meminta membentuk Disaster Medical Assistance Team – Tim Dukungan Medis Darurat (DMAT). Direktur Park menganggap ide Kepala Park seperti kurang kerjaan dan Woo Jin berpikir bahwa negara mereka masih belum memiiki sistem DMAT, apalagi Mirae adalah rumah sakit swasta sehingga tidak ada alasan untuk menjadi pionir.

Sinopsis D-Day 10

Kepala Kang menjelaskan bahwa akan tampak mengesankan jika Rumah sakit swasta pertama di negara ini  melakukan yang belum dilakukan oleh negara. Dengan menolong semakin banyak pasien darurat, akan membawa semakin banyak keuntungan bagi pihak rumah sakit. Direktur Park sepertinya terbuai dengan tawaran manis ini, tapi Woo Jin menyebutkan bahwa tidak ada tim medis yang bersedia bertugas diluar.

Tapi kepala kang mengatakan bahwa Hae Sung datang menemuinya, meminta obat-obatan dan perlengkapan untuk menolong orang-orang yang terluka di luar. Direktur Park malah menuduhnya sedang melindungi Hae Sung agar dia bisa kembali. Tapi jika Hae Sung bersedia mengobati pasien. Mereka hanya menyediakan obat-obatan dan perlengkapan beberapa staf, sehingga kredit dan jasa menjadi milik RS. Mirae. Maka  dengan penawaran semanis itu, Direktur Park akhirnya setuju.

Kepala Kang mendapatkan obat-obatan dan perlengkapan, dan memastikan perawat Kim juga ikut membantunya diluar dalam menanggulangi para korban.

Sinopsis D-Day 11

Di kantornya, Direktur Park menyadari bahwa dengan menyetujui tawaran Kepala Kang akan membawanya ke sebuah posisi yang jauh lebih tinggi dari posisi direktur rumah sakit – memanjat ke posisi yang memberikan dana 50 milyar. Meskipun demikian sepertinya Woo Jin kecewa dengan keserakahan Direktur Park.

So Yool juga memutuskan untuk ikut dalam tim DMAT karna berpikir camp pengungsi lebih membutuhkan seorang psikiater, karna dia tahu ada banyak penderita halusinasi pendengaran dan insomnia. Kepala Kang juga meminta So Yool untuk mencari keberadaan Dong Ha setelah sampai di camp pengungsi, dan So Yool membuat selebaran yang ia tempel di dinding pengumuman orang hilang.

Saat dia masuk ke sebuah aula yang diperuntukkan untuk para pengungsi, betapa terkejutnya ia menemukan banyak orang yang berbaring disana dengan hanya membawa barang milik mereka seadanya yang bisa dikepak dalam sebuah koper. Saat dia duduk di meja relawan, dia melihat seseorang yang ia kenal – tidak lain dan tak bukan adaah Myung Hyun, yang meninggalkan rumah sakit beberapa hari sebelumnya.

Sinopsis D-Day 12

Dia sedang tidur di atas tikar ketika dia membangunkannya, dia tak bisa menyangka pada situasi seperti ini sebagai seorang dokter dia masih bisa tidur pulas. Dia menyuruh untuk membantunya, tapi Myung Hyun menolak untuk melakukan tanggung jawabnya.

So Yool memberitahunya bahwa RS Mirae sudah beroperasi seperti biasa setelah menerima dukungan obat dan peralatan, dan memperingatkan akan melaporkannya karna dia cuti tanpa izin. Dia kaget mendengar berita ini, dan memohon pada So Yool tepat disaat Ja Hyuk datang ditemani kumpulan reporter.

Sinopsis D-Day 14Sinopsis D-Day 13

Ja Hyuk datang disana untuk menyerahkan botol air minum kepada para pengungsi, dimana dia juga melakukan tugasnya sebagai seorang politisi untuk meyakinkan warga bahwa pemerintah berupaya keras siang dan malam. Sementara itu, Direktur Park menulis semua peralatan dan obat-obatan yang digunakan oleh tim DMAT, sedangkan pegawainya kaget melihat pimpinannya berbaik hati dalam memberikan semua perlengkapan dan obat-obatan yang dibutuhkan. Dia menyuruh untuk menulisnya tidak usah terlalu jujur, gunakan beberapa teknik untuk mempertimbangkan keuntungan bagi rumah sakit.

Sinopsis D-Day 15Sinopsis D-Day 16

Dae Gil sebagai ko-as ditugaskan ikut dalam tim DMAT (bersama perawat Kim), dan meskipun dia menggerutu bahwa dia hanya dikirim sebagai perwakilan dari RS Mirae; dan ditugaskan untuk menjaga obat-obatan, mesin USG portable dan semua peralatan. Hae Sung sangat senang melihatnya, dan menarik sambil memeluk Dae Gil ke tenda pengobatan.

Saat Ja Hyuk akan pergi meninggalkan camp pengungsi, So Yool memberitahunya bahwa mereka membutuhkan bantuan lebih banyak lagi. Dia juga ingin tau apa dia sudah mendapat kabar tentang Dong Ha dari camp pengungsi lainnya, dia sangat sibuk dengan pekerjaannya tapi dia sudah mengirim orang untuk melacak Dong Ha, dia meyakinkan So Yool bahwa dia juga menganggap Dong Ha sebagai darah dagingnya sendiri.

Sinopsis D-Day 17

Selang waktu 60 jam setelah gempa, dan para petugas kebakaran mencoba untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban di kolam renang, tapi mereka tidak sengaja menginjak batu yang longsor. Mereka lari berhamburan untuk menyelamatkan diri, dan kakak ipar Direktur Park masih terjebak. Dia berbalik melihat putranya, memanggilnya, tapi anak itu tidak merespon dan tidak bergerak.

*Credit subtitle Indonesia: darksmurfsub-Indo [totoro]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*