Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 10 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 10 Bagian Pertama

sinopsis d-day

sinopsis d-day 2

[Baca juga: Sinopsis D-Day Episode 10 Bagian Kedua]

Hanya Ddol Mi seorang yang tertinggal dalam pesawat itu untuk membawa pasien ke Busan sedangkan Hae Sung, Dae Gil, dan Ji Na bersiap-siap kembali ke rumah sakit Mirae. Hae Sung mengucapkan selamat jalan padanya, tapi penumpang pesawat tidak mengijinkan Ddol Mi menggunakan alat komunikasinya, jadi Ddol Min hanya bisa melambaikan tangannya di jendela sebagai ucapan selamat tinggal. Hae Sung melihat pesawat itu pergi.

sinopsis d-day 3

Kembali ke rumah sakit, So Yool, perawat Kim, dan Jung Won merebus gunting dan peralatan logam lainnya karena mereka telah kehabisan disinfektan. Kepala Kang menyadari bahwa mereka bisa merebus semua peralatan yang terbuat dari logam, tapi mereka harus mencari cara untuk mensterilkan cube dan plastik. Listrik memang sudah menyala tapi perlengkapan mereka hampir menyusut.

Kepala Kang diberitahu oleh tangan kanan Direktur Park bahwa listrik di rumah sakit tidak akan bertahan lama. Kepala Kang berteriak padanya karna dia dan Direktur Park menggunakan terlalu banyak bahan bakar ketika mereka harus naik lift sampai ke atap. Meskipun demikian dia mengatakan bahwa rumah sakit tidak hanya kekurangan pasokan listrik, tapi sekarang air, oksigen, obat-obatan dan makanan. Dia menyarankan Kepala Kang menyerah dan menutup rumah sakit.

sinopsis d-day 4

Ja Hyuk berusaha untuk mengirim mobil tangki ke rumah sakit, tapi karna jembatan putus, tim penyelamat tak bisa lewat. Tapi Kepala Pemadam Kebakaran memberitahunya bahwa angkatan udara sudah digerakkan ditambah tanker juga akan terjun dalam misi penyelamatan sehingga mereka masih bisa melaksanakan rencana nomor dua. Kepala Kang berkomunikasi dengan Ja Hyuk lewat radio yang bertanya kapan mereka akan mendapat bantuan mulai dari mobil tangki sampai makanan dan obat-obatan.

Ja Hyuk menjelaskan situasi yang terjadi, dan Kepala Kang mengingatkan bahwa secara hukum obat-obatan hanya boleh dipegang oleh Jaringan Farmasi, jika Jaringan Farmasi tidak memberi obat, rumah sakit tidak bisa berbuat apa-apa.  Dia berkata pada Ja Hyuk bahwa ini bukan masalah siapa yang salah, tapi tentang menyelamatkan orang-orang. Dia menjelaskan bagaimana dia hanya bisa menjalani hidupnya dengan penuh perasaan bersalah melihat pasien menghembuskan nafas terakhirnya di depan matanya, padahal dia bisa menyelamatkannya. Dia juga merasa hampir gila, dalam sehari lebih dari sepuluh kali, bayangan putranya yang bisa saja meninggal di luar sana, tapi rumah sakit tidak bisa tanpa dirinya. Tanpa dirinya semakin banyak pasien yang akan meninggal. Karna memikirkan semua itu, dia memaksakan diri untuk bertahan.

Ja Hyuk meyakinkannya bahwa dia pasti akan menepati janjinya untuk mengirim bantuan, dan meminta untuk menunggu beberapa waktu lagi. Tapi setelah komunikasi terputus, dia bertanya-tanya apa seharusnya dia berhenti berbohong dengan slalu mengatakan minta maaf dan memberi harapan dan memberi tahu Kepala Kang yang sesungguhnya.

sinopsis d-day 5

Woo Jin tak setuju melihat cara para staf mensterilkan peralatan dan perkakas, dan menolak untuk melakukan operasi menggunakan peralatan dan perkakas itu karna ada kemungkinan akan terjadi infeksi jika tidak disterilkan dengan tepat.  Menyarankan pasien untuk mencari rumah sakit lain juga merupakan salah satu cara yang dianjurkan Woo Jin.

Woo Jin dan Direktur Park setuju untuk menutup rumah sakit, tapi Kepala Kang bersikeras bahwa bantuan perlengkapan akan segera tiba. Tapi Woo Jin menolak karna dia tidak ingin membahayakan pasien dan membuat mereka menjadi rentan terhadap virus. Direktur Park meyakinkan Kepala Kang bahwa dia sudah bekerja dengan hebat sebagai Kepala Penanggulangan Bencana, tapi karna dukungan dari pemerintah yang terlambat, sekarang rumah sakit harus di tutup.

sinopsis d-day 6

Dengan mengambil nafas yang dalam, Kepala Kang duduk di depan intercom rumah sakit. Dia memberitahu semua orang bahwa dikarenakan gempa yang tidak terduga, rumah sakit diterpa kesulitan yang sangat besar, dikarenakan kekurangan perlengkapan, rumah sakit tidak sanggup untuk terus beroperasi. Mulai hari ini, mereka memutuskan untuk menutup rumah sakit ini dan meminta maaf. Tapi keluarga pasien tak terima keputusan ini, mereka malah menghajar ayah si kembar karna telah memberikan bahan bakar kepada rumah sakit dibanding menyelamatkan diri dengan kapal.

Tapi tidak lama kemudian, Hae Sung dan timnya kembali dengan membawa mobil tangki bahan bakar dan truk perlengkapan yang mereka butuhkan. Ketika dia menyadari mengapa sampai terjadi keributan di ruang tunggu, dia segera datang ke ruang intercom dan mematikannya. Dia ingin tahu apa yang sedang ia lakukan padahal dukungan peralatan dan bahan bakar sudah tiba. Dia duduk di kursinya, dan memberitahu semua orang bahwa rumah sakit tidak akan ditutup.

sinopsis d-day 7

Karna jengkel, Direktur Park lari mendatangi Hae Sung dan berteriak padanya, mengapa dia melawan perintah Direktur. Hae Sung hanya berkata bahwa awalnya rumah sakit akan ditutup karna kekurangan bahan bakar dan perlengkapan, tapi sekarang bala bantuan tiba bersama dengan mereka sehingga tidak perlu untuk ditutup.

Direktur Park mengingatkan bahwa tidak pasti jika masih akan ada bantuan lagi yang dikirimkan, ditambah lagi jika bahan bakar dibagi ke kapal maka listrik tidak akan berthan lama. Woo Jin mengingatkannya bahwa jika rumah sakit mereka dibanjiri pasien akan maka bantuan ini akan cepat habis  dan juga akan kekurangan bahan makanan.

Direktur Park bertanya apa Hae Sung berniat hidup untuk hari ini saja? Tapi Hae Sung menjawab: “Harus bisa melalui hari ini, baru bisa ada hari esok.” Dia menambahkan mungkin Woo Jin dan Direktur Park berpendapat bahwa hanya dengan perawatan terbaik tanpa adanya beban itulah rumah sakit. Tapi tidak untuknya. Ada dokter, ada pasien, ini adalah rumah sakit.

sinopsis d-day 8

Dalam ruang istirahat yang tenang, Hae Sung penasaran apakah Ddol Mi selamat selama perjalanan sampai ke tujuan, menikmati makanan enak bersama orang tua, apa dia sudah mandi berkali-kali demi menghilangkan bau yang menempel di badan.

Saat dia mencoba untuk tidur, dia melihat catatan kecil yang ada di bagian atas tempat tidurnya – salah satu dari catatan kecil itu ada kunyahan permen karet tertempel dengan tulisan dari Ddol Mi bahwa sudah tiga hari dia tidak gogok gigi. Hae Sung kemudian meledek dirinya sendiri karna telah menciumnya. Tapi Hae Sung mengambil radio yang ada di kantongnya dan mencoba menghubungi Ddol Mi, meskipun dia sendiri tahu bahwa dia tidak akan bisa menjawabnya.

sinopsis d-day 9

Ja Hyuk tiba di rumah sakit dan penasaran mengapa begitu banyak orang yang pergi padahal bantuan peralatan dan bahan bakar telah mereka antarkan. Dae Gil menjelaskan padanya bahwa mereka adalah orang-orang yang mau naik kapal Hangang meninggalkan Seoul. Rumah sakit menepati janjinya untuk mengembalikan bahan bakar mereka untuk kapal yang akan membawa mereka ke tempat yang aman.

Ja Hyuk bertemu dengan Direktur Park, yang memberitahunya bahwa mereka tidak bisa lagi menerima bantuan dari pemerintah sehingga sebaiknya mereka memindahkan bantuannya ke rumah sakit lain. Kapasitas medis mereka sudah mencapai batas maksimum, dia juga sudah tak bisa percaya 100% pada dukungan pemerintah. Ja Hyuk berkata padanya jika dia bersedia membiarkan rumah sakit ini terus beroperasi, semua peralatan, obat-obatan dan bahan bakar yang seterusnya, akan diprioritaskan untuk Rumah Sakit Mirae, apalagi jalanan sudah dalam proses pemulihan sehingga mereka tak perlu takut kehabisan perlengkapan.

Ditambah lagi dia memastikan bahwa pemerintah akan mendukung rumah sakit yang beroperasi secara darurat tidak akan mengalami kerugian secara finansial. Pemerintah akan memobilisasi dana tambahan dan sarana khusus dan menambal semua kekurangan ini, terlebih-lebih Rumah Sakit Mirae.

sinopsis d-day 10

Dia juga memastikan pemerintah akan mengeluarkan sebuah undang-undang khusus yang akan membantu rumah sakit mengatasi semua masalah gugatan. Direktur Park sepertinya setuju dengan tawaran Ja Hyuk, dan rumah sakit akan tetap beroperasi.

Kepala Kang bahagia mendengarnya, tapi Direktur Park mengajukan sebuah persyaratan – Hae Sung harus meninggalkan rumah sakit untuk tetap beroperasi. Kepala Kang tak habis pikir dengan keputusannya karna dalam bencana ini Hae Sung adalah dokter paling berusaha keras dan jauh lebih kompeten dari dokter manapun. Ji Na bertanya apa itu karna pasien yang datang dari Hangang Miare telah pergi semuanya sehingga dia sudah tidak membutuhkan Hae Sung.

Direktur Park mengakui itu adalah salah satu alasannya, dan menyinggung bahwa Ji Na juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya, sehingga dia sudah tidak bekerja disini. Dia mengakui bahwa karna Hae Sung telah mengingkari janjinya – melakukan operasi yang tidak masuk akal tanpa izin dan melanggar otoritas. Dia melanggar janjinya untuk mentaati Direktur rumah sakit, sehingga dia dan ibunya harus keluar.

sinopsis d-day 11

Tapi Kepala Kang berkomentar bahwa ini bukan langkah yang benar, demi menerima pasien yang lain, pasien yang di depan mata diusir; meskipun demikian Direktur Park mengatakan bahwa bukankah dia sendiri yang demi mengosongkan bangsal dan mengusir pasien. Pasien yang tidak memiliki harapan hidup tentu saja harus dikeluarkan.

Hae Sung berpendapat bahwa kondisi ibunya hanyalah vegetatif otak, bukan  mati otak. Banyak pasien yang setelah tertidur bertahun-tahun akhirnya terbangun juga. Kepala Kang bersiap untuk menentang keputusannya, tapi Hae Sung setuju untuk pergi. Tapi dia memohon sampai kondisi Seoul pulih, mereka tetap merawat ibunya. Direktur Park bahagia melihat tundukan Hae Sung, tapi dia bersikeras agar Hae Sung tetap membawa ibunya.

Ji Na mengikuti ayahnya, dan menyuruhnya untuk membatalkan perintahnya. Dia memperingatkannya bahwa jika dia memecat Hae Sung apalagi mengusir ibunya, dia tidak akan memaafkannya. Direktur Park sama sekali tdak terintimidasi oleh ancamannya, jika memang perlu, dia bisa membuang putrinya sendiri. Dia mengatakan bahwa seharusnya dia memohon padanya dengan begitu kemungkinan berhasil lebih besar ketimbang mengancamnya.

***BERSAMBUNG***

One comment

  1. Gomawo chingu sudah update sinopsisnya ditunggu lanjutannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*