Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 11 Bagian Kedua

Sinopsis “D-Day” Episode 11 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Episode 11 Bagian Pertama]

Ketika mereka tiba di rumah sakit, ayah Ji Won memberitahu putranya bahwa dia sekarang selamat. Tapi Hae Sung melihat Rumah Sakit Mirae dan mundur, mengingat ancaman jika dia kembali menginjakkan kakinya ke dalam rumah sakit maka ibunya akan dipindahkan. Hae Sung mengaku bahwa dia tidak bisa melakukan operasi di RS. Mirae karna dia sudah dipecat, dan petugas kebakaran juga memberikan kabar bahwa mereka ditolak karna tidak ada dokter yang akan mengoperasi dan tidaj sesuai dengan kebijakan rumah sakit.

Tapi ayah Ji Won adalah pemilik sesungguhnya RS Mirae – mengambil radio dan menyuruh Direktur Park untuk mengijinkan operasinya. Jika Hae Sung telah dipecat, dia akan mempekerjakannya kembali. Mereka kemudian mempersiapkan ruang operasi dan mendorong Ji Won masuk ke dalam ruang operasi.

Ji Won menyesal karna dia akan mati tanpa melihat langit dan lautan. Dia minta maaf pada ayahnya karna terlahir sebagai anak yang memiliki penyakit dan memberitahu Hae Sung untuk mendonorkan matanya. Tapi Hae Sung memotong pembicaraannya yang tidak masuk diakal  karna dia akan menyelamatkannya. Sebelum mereka masuk ke ruang operasi, ibu Ji Won segera menghampiri anaknya dan meminta Hae Sung untuk menyelamatkan putranya. Bahkan Direktur Park setuju dalam operasi kali ini berharap Ji Won bisa tetap hidup.

Sinopsis D-Day 2

Dalam ruang operasi, Myung Hyun dan temannya menganggap operasi kali ini beresiko tinggi. Mereka takut masuk dalam daftar hitam Direktur Park, apalagi Hae Sung yang memimpin operasinya, mereka jadi tambah ragu. Sehingga ketika Hae Sung masuk ke dalam ruang operasi, Myung Hyun berpura-pura memberi alasan bahwa kondisinya kurang fit karna dari tadi diare terus dan lari keluar ruang operasi, diikuti temannya.

Selang waktu 64 jam setelah gempa, So Yool bertanya pada Ddol Mi bagaimana dia akhirnya bisa kembali lagi ke Seoul; padahal di Seoul hanya membuatnya menderita. Ddol Mi mengangap enteng penderitaan  itu, baginya tidak seburuk itu. Perbincangan mereka terputus saat Hae Sung datang dengan tergesa-gesa meminta Ddol Mi dan Dae Gil untuk segera datang ke ruang operasi dan menyuruh Perawat Kim memanggil ahli bedah thoraks. Mereka semua segera berlari untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka.

Sinopsis D-Day 3Sinopsis D-Day 4

Dalam perjalanan menuju ruang operasi, mereka melewati Woo Jin yang marah melihat Hae Sung kembali ke rumah sakit. Hae Sung memperjelas situasinya bahwa orang yang posisinya jauh lebih tinggi dari Direktur Park menyuruhnya kembali ke rumah sakit ini. Dengan alasan itu mereka segra bergegas ke ruang operasi.

Woo Jin mendorong seorang pasien ke ruang bangsal dan bertanya pada Ji Na tentang operasi Hae Sung. Ji Na tidak tahu banyak, dan Perawat Kim datang bertanya apa yang harus dilakukan. Semua ahli bedah thoraks sibuk. Woo Jin kemudian meminta Ji Na untuk menjaga pasiennya sebelum dia pergi.

Sinopsis D-Day 5Sinopsis D-Day 6

Kembali ke ruang operasi, Perawat Kim memberikan kabar bahwa tidak ada ahli bedah thoraks. Hae Sung bersiap melakukan operasi dengan rencana alternatif, tapi seperti biasa dia dihentikan oleh Woo Jin. Pendapat mereka saling bertentangan bagaimana pasien dengan kelumpuhan otot mampu menahan operasi seperti ini, dan perawat ragu-ragu memberikan pisau bedah. Ji Na juga masuk ke ruang operasi dan menyuruh perawat itu untuk tukaran dengannya – yang tidak bersangkutan silakan keluar!. Woo Jin bertanya pada Ji Na mengapa dia ikut campur, dan dia memperjelas bahwa dia adalah tim Hae Sung.

Woo Jin melihat operasinya dimulai dari luar, dan dia berjalan keluar menuju lobby dimana orang tua Ji Won bertanya dalam keadaan putus asa tentang kemungkinan putranya bisa selamat. Dia memberikan jawaban yang samar-samar untuk menunggu hasilnya, yang kemudian menimbulkan pertanyaan dari orang tua Ji Won – apakah maksudnya karna tidak diketahui atau sebuah saran agar menyerah sebuah harapan. Woo Jin mengklarifikasi dengan memilih yang kedua.

Sinopsis D-Day 7Sinopsis D-Day 8

Woo Jin memperingatkan orang tua Ji Won untuk mempersiapkan mental mereka, tapi ayahnya masih tetap berharap. Hae Sung akan menyelamatkan putranya. Direktur Park mencoba mematahkan harapannya dengan menyebut dia adalah dokter yang sembrono, tapi dia tetap percaya dengan kemampuan Hae Sung.

Di ruang operasi, Hae Sung berjuang untuk tetap melanjutkan operasi meskipun ahli bedah thoraks belum datang. Tapi EKG mendeteksi terjadi tamponade jantung yaitu keadaan akut dimana terdapat cairan di dalam pericardium (selaput jantung). Mereka segera membutuhkan bantuan ahli bedah thoraks.

Sinopsis D-Day 9

Kapten Choi dipanggil di radio, rupanya istrinya ada di kantor wilayah. Awalnya dia ragu sampai mendengar istrinya menangis di radio tentang putri mereka.

Kembali di ruang opersi, tekanan darah Ji Won terus turun, dan dokter ahli bedah thoraks tak kunjung datang. Dalam keadaan terdesak, Hae Sung menyuruh Ddol Mi untuk membuka thoraksnya. Ddol Mi protes, bersama dengan timnya yang lain, karna ini terlalu berbahaya apalagi ini bukan bidang mereka – tapi tidak ada cara lain untuk membuat Ji Won selamat. Ji Na memberitahu Hae Sung bahwa dia sudah melakukan yang terbaik untuk menolong sepupu kecilnya; tapi dia bersikeras bahwa mereka harus melakukan yang mereka bisa.

Sinopsis D-Day 10

Hae Sung menyodorkan tangannya untuk meminta pisau bedah, dan Ji Na ragu-ragu. Tapi dia akhirnya menaruh pisau bedah di tangan Hae Sung dan operasi dilanjutkan.

Hae Sung membuka thoraks Ji Won, tapi tiba-tiba ada gejala henti jantung, dia segera melakukan cardiac massage dan berharap jantungnya bisa kembali berdenyut. Tapi setelah beberapa saat, di monitor garisnya menjadi lurus, terdengar bunyi di ruangan operasi tak ada denyut jantung. Ddol Mi melepaskan tangannya dari tubuh Ji Won, dan Hae Sung  terpaksa harus melakukan hal yang sama, dan tampak dia sangat terpukul dengan kematian Ji Won.

Sinopsis D-Day 12Sinopsis D-Day 11

Kepala Kang segera bergegas ke rumah sakit lain dan menanyakan tentang Dong Ha. Perawat mengantarnya ke ranjang tempat Dong Ha berbaring dan dengan perlahan dia berjalan mendekatinya. Terlihat jelas Dong Ha berbaring dengan balutan di kepalanya, dan Kepala Kang mendesak putranya untuk membuka matanya.

Sinopsis D-Day 13

Di ruang operasi, mereka membersihkan meja operasi dimana Hae Sung duduk membungkuk – seakan merasa bersalah karna gagal menepati janjinya. Ji Na menjatuhkan peralatan operasi, dan bisa dibilang saat ini dia sedang berduka kehilangan keponakan kecilnya. Ddol Mi dan Dae Gil menutupi tubuh Ji Won dan mendorongnya kluar dari ruangan operasi. Hae Sung duduk sendiri di ruang operasi untuk beberapa saat, sendiri dalam kepedihannya.

Sinopsis D-Day 15

Ketika mereka membawa mayat Ji Won keluar, Direktur Park menuntut ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Ddol Mi dengan singkat menjelaskan prosedur operasi, dan dia segera menyalahkan kelancangan Hae Sung karna melakukan operasi tanpa bantuan ahli bedah thoraks. Tidak hanya itu, dia menduga Hae Sung mengeluarkan dokter yang seharusnya membantunya dan membawa timnya sendiri padahal mereka jauh lebih berpengalaman. Meskipun Ji Na membelanya, tapi pembelaan itu tak ada gunanya.

Hae Sung muncul dan ibu Ji Won menampar wajahnya karna memberinya harapan palsu. Dia menyesal karna tidak menghabiskan momen terakhir bersama putranya dan menyalahkan Hae Sung karna telah mengambil nyawa putra mereka. Hae Sung tak menjawab apapun atas kemarahan ibu Ji Won yang histeris akan kesedihannya. Hae Sung menundukkan kepalanya dan menerima tuduhan apapun yang dialamatkan padanya.

Sinopsis D-Day 14

Kapten Choi bergegas ke rumah sakit dan menemukan istrinya ada disana. Sambil menangis, istrinya memukulnya dan menyalahkannya apa dia pantas disebut ayah. Kapten Choi sangat terguncang, dan dia masuk ke ruangan gawat darurat mencari putrinya. Istrinya menuntunnya ke ranjang dimana dia melihat putrinya mendapat bantuan ventilator. Kapten Choi kemudian melihat kakinya dan menemukan kaki putrinya telah diamputasi sampai lutut. Saking terkejutnya, dia jatuh ke lantai dan istrinya terus menangis di samping putri mereka.

***Credit Sub Indo: DarksmurfSubIndo [Totoro]***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*