Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis “D-Day” Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Episode 12 Bagian Pertama]

Ddol Mi membawa Dae Gil ke luar rumah sakit ke sebuah tempat dimana mereka hanya bisa bicara berdua saja, dan memberinya sebuah tendangan. Ddol Mi ingin tahu kenapa dia harus bilang apa yang dilakukan Ji Na sehingga gara-gara kecerobohannya Hae Sung bisa saja kena sial lagi. DDol Mi berkata jika dia ingin meninggalkan tim DMAT silahkan saja pergi, tidak usah memperburuk keadaan.

Dae Gil malah menggerutu, “Gara-gara dikirim ke tim DMAT, aku jadi sial tujuh turunan. Kenapa aku masih mau kesana?”. Dia ingin menjadi seorang dokter ortopedi, kenapa harus menghambat perkembangannya dengan ikut dalam tim DMAT. Dia berpikir bahwa dia adalah representative dari RS. Mirae, sedangkan Ddol Mi menurutnya tak punya hubungan apa-apa dengan para korban sehingga dia tidak ada bedanya dengan tentara bayaran. Jadi secara teknis sudah sepantasnya dia yang mendengar instruksi Dae Gil.

Sinopsis D-Day 2Sinopsis D-Day 3

Meskipun demikian, dia hanya mau minta tolong satu hal. Karna Hae Sung sekarang lagi tertekan, berdiri tegak saja dia tidak sanggup – sebaiknya mereka jangan menambah beban baginya. “Bisakah kau lihat dulu situasi, baru mengambil keputusan apa yang akan kau lakukan?, kata Ddol Mi kepada dae Gil. Selain itu, dia juga tahu kalo Dae Gil ingin menyelamatkan Ji Won. Meskipun masih dalam keadaan jengkel, dia mengakuinya, siapa yang tidak ingin menyelamatkan nyawa Ji Won, dan kembali lagi menggerutu, “Aku benar-benar tidak ingin ikut DMAT. Dasar!”

Untuk menghilangkan rasa prustasinya, Dae Gil duduk dalam mobil mewahnya sambil memutar musik dengan sangat keras. So Yool membuat Dae Gil kaget setelah dengan diam-diam dia masuk ke dalam mobilnya untuk mendengarkan musik bersama.

Sinopsis D-Day 4Sinopsis D-Day 5

Ketika Dae Gil mematikan musiknya, So Yool berkata padanya bahwa dia sudah mendengar kabar dia tidak mau ikut tim DMAT lagi. Berita menyebar cepat sekali. Dia mengakui senang melihat ada Dae Gil di ruang operasi dengan tatapan matanya yang hangat dan penuh semangat. Dae Gil memberitahunya bahwa dia tahu seperti apa rasanya mencoba bertahan hidup di TKP, karna itulah dia berusaha sebisa mungkin untuk menolong mereka. Tapi mempraktekkan apa yang ia pelajari dari buku pelajaran, tentu saja dia merasa takut.

Tidak semua orang bisa menjadi Hae Sung, tapi So Yool berkata padanya bahwa pasti ada sesuatu yang bisa ia kerjakan lebih baik dari Hae Sung setidaknya dia sudah jujur pada dirinya sendiri, mengakui jika sulit. Berbeda dengan Hae Sung ‘tidak apa-apa, tidak apa-apa’ – slalu membohongi diri sendiri. Ketika Dae Gil dengan bahagianya bertanya apa dia mau dengar lagu kesukaannya, mereka sejenak merasa gerogi karna tersadar ternyata mereka duduk sangat dekat satu sama lain.

Sinopsis D-Day 6Sinopsis D-Day 7

Saat musiknya dimainkan, Hae Sung sedang duduk sambil memandangi ambulance yang datang dimana para staf rumah sakit segera memindahkan pasien itu, para penyelamat pemadam kebakaran, staf rumah sakit dan keluarga pasien yang duduk di depan api unggun untuk mendapatkan kehangatan. Ddol Mi datang dan dengan cerianya memberikan satu kaleng kopi di depan wajahnya, dan sedikit menggodainya dengan mengatakan, “lenganku mau copot.”

Hae Sung akhirnya mengambil kopi yang disodorkan padanya. Ddol Mi menyuruhnya untuk tidur, meyakinkannya bahwa dia yang akan menjaga pasien di ruang ICU dan memberi makan serangga peliharaannya sehingga dia bisa istirahat. Tapi dia tidak menjawab apapun, dia meletakkkan kaleng kopinya dan berjalan pergi.

Sinopsis D-Day 8Sinopsis D-Day 9

Perawat Kim dengan gugupnya duduk di ruang kantor Direktur Park, karna khawatir mengapa dia ingin mencarinya. Dia mulai bertanya padanya apa yang terjadi di lokasi penyelamatan, dan ketika Perawat Kim ragu-ragu untuk menjawab, dia menawarkannya coklat.

Tentu saja Perawat Kim menerimanya dengan senang, dan saat dia mencicipi coklat itu, Direktur Park berkata  padanya bahwa dia bisa memberinya pekerjaan di rumah sakit ini setelah semuanya pulih. Perawat Kim akhirnya termakan semua bujukan rayunya, dan mengakui bahwa Hae Sung tiba-tiba berubah menjadi sangat aneh.

Sinopsis D-Day 10

Dia terkena PTSD, dan Hae Sung sadar betul akan hal itu. So Yool mendapatinya sedang berbaring dengan keadaan putus asa di ruang istirahat, Hae Sung menjelaskan bahwa tangannya bergetar dan nafasnya tidak normal karna dia tidak bisa melepaskan bayangan dari pria yang meninggal dalam  reruntuhan RS Mirae. Meskipun demikian dia menyuruh Hae Sung untuk berobat, tapi dia malah berkata padanya bukankah lebih baik menggunakan alasan ini untuk berhenti menjadi dokter.

Direktur Park kali ini merasa telah menangkap basah kesalahan Hae Sung dengan mendapati fakta baha dia melakukan operasi dengan kondisi PTSD.

Kepala kang dan Kapten Choi tiba di rumah sakit Mirae dengan anak mereka, dan saat staf rumah sakit memindahkannya d sebuah ranjang di ruang ICU, Kepala Kang menatap putrinya tanpa pengharapan. Dia menutupi kakinya yang keluar dari selimut.

Sinopsis D-Day 11Sinopsis D-Day 12

Duduk di samping ibunya, Ji Won bertanya-tanya apa akan lebih baik jika dia tidak mencoba menyelamatkan nyawa Ji Won. Hae Sung  merasa mungkin lebih baik baginya jika dia juga mati malam itu bersama ayanya dibanding tetap dalam keadaan tidak sadarkan diri selama bertahun-tahuan.

Kapten Choi dalam keadan putus asa mendatangi Hae Sung di ruangan itu untuk memohon agar dia menyelamatkan putrinya. Dia tidak mengerti mengapa Hae Sung tidak ingin menangani pasien lagi. Dia juga menyebutan bahwa Hae Sung begitu berusaha keras menolong orang yang mereka keluarkan dari reruntuhan kolam renang, tapi putrinya melihatnya saja dia tidak sudi? Apa karna dia bukan orang berada atau perlakuannya terhadap orang berbeda? Tapi Hae Sung berdiri didepannya dan bertanya mengapa mencari dan merecokinya, sekalipun dia ingin menolongnya, dan berusaha keras melakukan operasi, pada akhrnya dia akan mati.

   Sinopsis D-Day 13Sinopsis D-Day 14

Direktur Park telah menyusun semuanya untuk memecat Hae Sung; dan tidak hanya itu dia meminta kakaknya (ibu Ji Won) untuk menandatangani permohonan pencabutan lisensi prakter Hae Sung yang akan diajukan kepada Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. Sementara itu, Hae Sung melepaskan jas dokter dan nametagnya dan meninggalkannya di ruang istirahat.

Woo Jin adalah pilihan kedua untuk menyelamatkan putri Kapten Choi,  tapi dia minta maaf karna tidak bisa menerimanya sebagi pasien karna tingkat kelangsungan hidupnya terlalu rendah. Istri Kapten  Choi memegang lengan suaminya saat dia menangis dengan tersedu-sedunya bertanya pada suaminya apa yang akan mereka lakukan.

Hae Sung memberi penghormatan kepada Ji Won di kamar persemayaman, duduk di sampingnya sambil menangis mengeluarkan rasa kesedihannya yang dalam. Air matanya tumpah membasahi pipinya saat Hae Sung meminta maaf karna dia tidak berdaya menyelamatkannya. Orang seperti dia, sungguh tidak pantas menjadi seorang dokter.

Sinopsis D-Day 15

Tidak lama kemudian, ibu Ji Won datang membawakan bunga untuk putranya. Dia marah karna Hae Sung juga ada disana dan memulai memukuli dadanya dengan bunga itu, dan berteriak menyuruhnya untuk keluar.

Hae Sung berjalan melewati lorong rumah sakit yang gelap dalam perasaan bersalah. Ketika Ddol Mi datang ke ruang istirahat dengan mie cangkir ramen, dia menyadari Hae Sung telah pergi – dengan nametag dan jas dokternya yag ada di atas lantai.

Kepala Kang membacakan cerita kepada putranya ketika Direktur Park datang untuk memeriksanya – dia akan baik-baik saja. Direktur Park berpura-pura berperan sebagai orang yang baik hati saat dia berkata bahwa ibunya sangat hebat. Walaupun dia hilang, sepatah katapun dia tidak pernah mengeluh. Dengan gigih menjaga dan merawat pasien sambil dia menunggu kabarnya.

Sinopsis D-Day 17Sinopsis D-Day 16

Tapi dia ingin berbicara secara pribadi tentang masalah DMAT di ruang kerja Kepala Kang – menggunakan kartunya menyinggung Ji Na yang sudah sangat ceroboh berusaha melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan seorang perawat, dan Hae Sung yang melakukan operasi padahal menderita PTSD. Dia yakin ini adalah bukti malpraktik dan akan terbukti ketika mereka melakukan otopsi.

Sementara itu, Hae Sung mengendarai sepeda motornya ke sebuah bangunan reruntuhan Dan masalanya sekarang PTSDnya bukan hanya pria yang mati dalam reruntuhan itu, tapi harapan Ji Won yang ingin tetap hidup menghantuinya.

Wawancaranya telah tersiar secara luas di TV, dan Direktur Park duduk dengan bangganya melihat pribadinya yang baik hati ditunjukkan di kamera. Meskipun demikian sebenarnya dia ingin membatalkan DMAT, sekarang wawancara itu sudah tersebar luas memuji atas usahanya untuk menyelamatkan nyawa masyarakat, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi dibubarkan.

Sinopsis D-Day 18Sinopsis D-Day 19

Sebagai gantinya, dia akan mengganti ketuanya karna dia tidak bisa mempercayai Hae Sung dan juga DDol Mi. Dia meminta Woo Jin yang membuatnya terkejut. Kepala Kang masih mempercayai Hae Sung, jika dia diberi sdikit waktu, kondisinya akan membaik. Tapi Direktur Park mengingatkannya bahwa sebelum hal itu terjadi; golden time akan  terlewatkan. DMAT akan sia-sia.

Woo Jin membentuk tim DMAT baru dan tim DMAT akan dikembangkan secara bertahap. Ditambah tenaga medis luar dan tenaga medis Rs. Mirae akan dieksekusi oleh dua tim. Sekali lagi dia menekankan peraturannya, dibandingkan dengan hasil, proses jauh lebih penting, terutama pengobatan yang diluar keahlian dan spesialisasi [kata-kata yang ditujukan pada Ji Na]. Pengobatan yang beresiko tinggi tidak diperbolehkan.

Ddol Mi lari di sepanjang jalan kota yang dipenuhi puing-puing sat dia mencari Hae Sung. Hae Sung duduk sendiri dalam keputus asaannya, memberitahu dirinya sendiri bahwa semuanya telah berakhir.

Sinopsis D-Day 20Sinopsis D-Day 22

Saat Hae Sung mulai membawa motornya, Ddol Mi berdiri di depan jalannya, membuatnya harus mengerem mendadak. Dia memohon padanya untuk tetap tinggal, karna jika dia pergi, itu berarti dia telah memutuskan untuk tidak lagi menjadi dokter. Dia berbalik akan pergi, tapi dia memanggilnya, dan memberitahunya bahwa dia telah mengunjungi Ji Won di tempat persemayaman dan bertanya apa dia membenci Hae Sung karna telah gagal menyelamatkannya.

Ddol Mi mengatakan bahwa Ji Won memberitahunya bahwa dia sangat berterima kasih padanya karna saat dia merasa ketakutan, Hae Sung menggenggam tangannya, dan dia berterima kasih pada Hae Sung karna dia tidak mengabaikannya meskipun dengan penyakit yang dideritanya kelumpuhan otot sehingga operasi tidak ada bedanya. Dia mencoba menahan tangisnya saat melanjutkan mengatakan bahwa, saat jantungnya dipijit oleh Hae Sung dia berterima kasih karna bisa merasakan kehangatan tangannya.

Sinopsis D-Day 21

Hae Sung menyuruhya untuk tidak berkata bohong, tapi Ddol Mi mengatakan bahwa Ji Won berterima kasih padanya karna dia mendorongnya untuk tetap hidup, sehingga itulah dia berjuang dan bertahan hingga sekarang. Dia mendekati belakang Hae Sung, kembali lagi memohon padanya untuk tidak pergi. Kata-katanya tidak bohong, Ji Won benar-benar berkata seperti itu padanya. Jika dia pergi begitu saja, Ji Won tidak akan tenang dalam tidurnya.

Ddol Mi menangis di belakang Hae Sung, dan hal yang sama dimana Hae Sung tak kuasa menahan tangisnya. Dia berbalik untuk menenangkan Ddol Mi dan memeluknya dengan erat dimana mereka berdua kembali menangis.

5 comments

  1. Semakin suka sama drama ini keep fighting ya chingu

  2. berharap sinopsis ep 13 cepet di update,Fighting

    • Iya, dalam minggu ini sudah mau update, cuman agak lambat karena banyak daftar sinop lainnya. Ditunggu ajah yah. Mohon Maaf atas keterlambatannya.

  3. Thor tau gak musik apa dan judul lagu yg didengar ahn dea gil didalam mobilnya?
    Makasih sinopsisnya.. Fighting..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*