Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 12 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 12 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis D-Day Episode 12 Bagian Kedua]

Kepala Kang menemukan Dong Ha ada di rumah sakit Injoo. Saat dia  memohon agar anaknya bangun sambil menangis tak berapa lama Ja Hyuk datang dan memerintahkan untuk memeriksanya secara mendetail oleh dokter paling top di rumah sakit itu.

Saat Kepala Kang duduk si samping Dong Ha, Ja Hyuk berkata padanya mengapa tidak cari dia dulu, supaya dia bisa terlebih dahulu mencari tahu kebenaran informasi keberadaan Dong Ha. Tapi Kepala Kang membalasnya dengan berujar bahwa nantinya juga dia akan menyuruh orang lain – Orang yang tidak kenal Dong Ha bagaimana mau cari dia?. Tapi perlahan Dong Ha membuka matanya dan sadar, dan ibunya yang berada di sampingnya hanya bisa menangis karna merasa lega.

Sinopsis D-Day 2

Kembali di rumah sakit Mirae, Ji Na melihat dari jendela saat Hae Sung sangat terpukul dengan kejadian ini. Ayah Ji Won memakaikan kembali pakaian anaknya yang terbujur kaku di atas meja di dalam kamar mayat. Dia menciumnya dan seketika itu juga dia menangis dan air matanya membasahi pipi putranya, dan kemudian menangis dengan tersedu-sedunya saat dia Ji Won.

Hae Sung ada di ruang istirahat – tapi bukan untuk tidur. Dia mengingat pesan terakhir Ji Won untuk mendonorkan matanya. Woo Jin sudah tahu bahwa operasi Hae Sung gagal dan dia pergi mencarinya. Dia datang ke ruang istirahat, tapi pintunya terkunci dan Hae Sung sama sekali tidak menjawab.

Sinopsis D-Day 3Sinopsis D-Day 4

Di dalam kamar mayat, Ji Na meminta maaf pada keponakannya karna mereka tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Ketika dia kembali bergabung dengan keluarganya, dia mendapati tantenya terus saja menangis menyalahkan Hae Sung atas kematian anaknya, dan Direktur Park ikut memperparah mengingatkannya bahwa dia sudah memecat Hae Sung tapi suaminya yang memutuskan kembali untuk merekrutnya.

Ji Na angkat suara membela Hae Sung, menyebutkan bahwa dia satu-satunya orang yang memberi tantenya kesempatan sekali lagi untuk melihat putranya dengan menyelamatkannya dari kolam renang yang hancur itu dan membawanya ke rumah sakit. Jika Hae Sung adalah dokter yang menyerah dengan mudahnya dalam menyelamatkan nyawa, dia tidak akan mencoba menyelamatkan Ji Won setelah dia terjebak di dalam sana untuk jangka waktu yang sangat lama, terutama dengan kondisi kesehatannya.

Tapi tantenya hanya fokus pada pada fakta bahwa Hae Sung telah membelah dada putranya, dimana Ji Na menjelaskan bahwa itu ia lakukan demi menyelamatkan putranya. Tapi ayahnya berteriak pada Ji Na, yang jengkel karna mendengar dia menyuruh tantenya harus berterima kasih pada dokter yang tidak bisa menyelamatkan Ji Won. Ayah Ji Won hanya bisa menyalahkan dirinya karna dia anaknya mendapat penyakit seperti itu.

Sinopsis D-Day 5Sinopsis D-Day 6

Woo Jin mendengar beberapa dari perbincangan mereka, dan kemudian mengikuti Ji Na, menariknya ke sebuah ruang penyimpanan. Dia ingin mengetahui bagaimana sebenarnya hubungannya dengan Direktur Park – apa benar dia ayahnya. Dia memberitahunya bahwa itu tidak penting, tapi Woo Jin ingin tahu apa alasan dia meninggalkannya adalah karna dia sangat mirip dengan ayahnya.

Dengan ragu-ragu, Ji Na menjelaskan bahwa  disaat ibunya depresi, ayahnya yang tidak hanya seorang dokter tapi juga seorang suami sama sekali tidak menghiraukan ibunya. Terakhir pada saat ibunya mencoba membunuh dirinya, dia malah merasa malu. Khawatir jika penyakit depresi istrinya disebabkan olehnya. Takut peristiwa percobaan bunuh diri itu tersebar keluar, takut akan merusak reputasinya, takut dibicarakan orang-orang, dia akhirnya meninggalkan istrinya dan tentu saja putrinya.

Ketika Woo Jin meninggalkan Hae Sung setelah apa yang terjadi dengan ibunya, Ji Na menyadari bahwa Woi Jin adalah seorang pria ambisius sama seperti ayahnya – takut kesalahannya terbongkar, takut reputasi yang ia bangun hingga sekarang menjadi hancur, berpura-pura, menipu. Woo Jin berusaha membujuknya dengan mengatakan bahwa terlepas dari kesalahannya, dia bukanlah Direktur Park. Tapi Ji Na tidak perduli. Dia tidak ingin sekali lagi dibuang orang – pengalaman seperti itu sekali saja sudah lebih dari cukup.

Woo Jin menarik Ji Na dalam pelukannya, Woo Jin tak mengatakan apapun. Dia hanya memeluknya, dan Ji Na bersandar dalam pelukannya.

Sinopsis D-Day 7

Putri Kapten Choi ternyata ada di rumah sakit yang sama dengan Dong Ha – di bangsal yang sama. Kepala Kang sempat ngobrol dengan tim medis rumah sakit untuk mengetahui kondisi putrinya. Selain kaki putrinya yang terluka parah. Masih ada penyakit yang lebih parah. Dia juga mengalami penyakit kronis yaitu sekelompok gangguan yang menyebabkan paradangan pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah pada ginjal dan pengerasan aorta. Apalagi sekarang dia memiliki sindrom takayasu arteritis yang serius dan juga sepsis sehingga sangat sulit untuk melakukan operasi.

Karna putus asa, Kapten Choi bertanya apa itu berarti dokter hanya membiarkan putrinya berbaring saja menunggu mati. Kepala Kang mencoba untuk menenangkannya, tapi dia hanya bisa menyalahkan dirinya karna tidak bisa menyelamatkan putrinya. Dia meminta Kepala Kang untuk membantunya, tapi dia lantas menghela nafasnya berharap Hae Sung ada disini, karna dia pasti akan melakukan sesuatu.

Sinopsis D-Day 8Sinopsis D-Day 9

Mendengar nama Hae Sung memberinya secercah harapan, karna terakhir kali dia melihatnya, Hae Sung dipekerjakan kembali di RS. Mirae untuk menyelamatkan nyawa Ji Won. Tapi dokter yang ia bangga-banggakan sekarang diliputi oleh perasaan bersalah yang besar sampai harus menenangkan tangannya yang bergetar karna stres. Dia bersiap membuang serangga piaraannya, sadar mereka akan mati karna dia belum memberinya makan. Menyelamatkan serangga saja dia tidak sanggup, apalagi mau menyelamatkan orang, kata Hae Sung

Tapi Ddol Mi muncul dan merampas wadah tersebut darinya, dan mengingatkannya bahwa setidaknya dia sudah berusaha sekuat tenaga menyelamatkan orang. Dia memberitahu Hae Sung kalau nyawa semua orang bisa ia selamatkan, maka dia bukanlah dokter tapi Tuhan.

Sinopsis D-Day 10Sinopsis D-Day 11

Dengan sedihnya Hae Sung mengaku bahwa ternyata selama ini dia salah. Dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan orang. Dia sembrono dan keras kepala. Semua demi diri sendiri. Demi kepuasan diri sendiri dan menggunakan operasi sebagai alasan.

Mendengar kata-katanya, Ddol Mi merasa bersalah – jika jahitannya lebih rapi selama operasi. Andai saja dia melakukannya dengan lebih baik sedikit saja, mungkin sekarang Ji Won sedang berbaring di ruang ICU. Karna jngkel, Hae Sung berkata padanya bahwa itu sama sekali bukan kesalahannya, dan Ddol Mi membalas, “Lalu kenapa bisa ini kesalahanmu?’

Dia menolak untuk menjawab dan menghindar, tapi Ddol Mi tidak menyerah. Dia ingin tahu mengapa dia begitu keras menyiksa dirinya sendiri, dan ketika dia dengan perlahan menaruh tangannya di lengan Hae Sung, dia menyuruhnya keluar. Saat dia keluar, dia menghalangi Woo Jin untuk masuk.

Sinopsis D-Day 12

Dia memperingatkan Woo Jin untuk membiarkan Hae Sung sendiri, karna Hae Sung saat ini mengalami masa-masa yang sangat sulit. Dia bukan satu-satunya yang mengalami masa sulit sekarang ini, karna Ddol Mi mengaku pada Woo Jin bahwa dia bahagia saat menolong orang tapi sekarang ini terasa bagaikan neraka. Dengan nyalinya ini sudah pasti tidak sanggup. Dokter bedah dan dokter ahli bedah thoraks yang harus berhadapan dengan kondisi pasien yang dalam keadaan hidup ataupun mati, terasa seperti ingin mati saja. Sekarang dia mulai mengerti mengapa Woo Jin tidak bersedia melakukan operasi darurat.

Tapi Woo Jin mengakui bahwa batasan dimana dia memperhitungkan hidup matinya seseorang, mungkin sudah berbatasan dengan Tuhan. Tapi begitu topeng itu dibuang, Hae Sung dan dia hanyalah manusia biasa.

Sinopsis D-Day 13

Si dokter pemalas Myung Hyun meminta konfirmasi dari Ji Na. Dia ingin mengetahui apa benar rumor yang mengatakan bahwa Ji Na adalah perawat yang mengambil inisiatif untuk melakukan pembedahan pada Ji Won di tenda medis sebelum dia dibawa ke rumah sakit. Dengan tatapan kejengkelan pada Dae Gil, dia mengatakan bahwa itu benar – karna dokter ko-as mengatakan bahwa dia tidak bisa sehingga setidaknya dia mencoba.

Saat Myung Hyun menuduhnya berlagak seperti dokter padahal dia hanya perawat, seorang dokter menariknya keluar dari ruangan untuk memperingatkannya bahwa Ji Na adalah putri direktur, sehingga dia seharusnya berhati-hati dengan perkataannya. Dia kembali dan meminta untuk tidak salah paham – dia hanya khawatir dia tidak bisa jadi perawat lagi.

Sinopsis D-Day 14Sinopsis D-Day 15

Dia kembali melemparkan kesalahan tentang apa yang terjadi di tenda medis pada Hae Sung, dan dia sangat setuju dengan Dae Gil bahwa tim DMATlah yang harus dipersalahkan. Dae Gil menggerutu bahwa dia tidak akan lagi ikut tim DMAT – bisa-bisa sebelum mendapat izin praktek dia sudah tamat duluan.

Tapi Ddol Mi muncul dan mengaku bahwa dia yang melakukan pembedahan penanganan robeknya arteri karotis. Jadi seharusnya tidak perlu ada komplain, terutama dari dokter yang kabur dari ruang operasi setelah awalnya setuju untuk membantu.

Mereka masih berdebat siapa yang salah atas kematian Ji Won ketika Direktur Park datang. Dia mendapati hal yang janggal ketika Ddol Mi mengatakan bahwa dia yang melakukan pembedahan arteri dan bukannya Hae Sung, dan ketika dia menjelaskan bahwa Hae Sung tidak bisa melakukan pembedahan karna tangannya terluka, Direktur Park merasa keterangan Ddol Mi benar-benar aneh sehingga mendorongnya untuk mengajukan keberatan.

Sinopsis D-Day 17Sinopsis D-Day 16

Ji Na mengikuti ayahnya, dan menuntut agar dia tidak macam-macam terhadap Hae Sung. Ayahnya menjawab dengan menamparnya dan menegurnya karna dia hanya seorang perawat tapi berani memegang pisau bedah dan terus saja mengekori Hae Sung.

Tapi Ji Na malah berteriak padanya, memintanya untuk berhenti berpura-pura dan mengapa sampai melibatkan pamannya. Dia sepenuhnya sadar bahwa ayahnya menginginkan Mirae Group jatuh ke tangannya, dan dia semakin dekat memiliki semuanya ketika paman dan keponakannya meninggal.

Apa itu alasan mengapa dia membenci Hae Sung? Karna dia adalah bom waktu bagi rumah sakit yang bisa saja menghancurkan RS Mirae jika kebenarannya tentang apa yang terjadi dengan ibu Hae Sung terungkap. Saat Ji Na mengeluarkan amarahnya, Direktur Park berteriak padanya bahwa dia juga tidak hanya akan menghancurkan Hae Sung tapi juga dirinya. Ji Na tak mengindahkan perkataannya dan pergi dengan membanting pintu ruang kantornya.

***BERSAMBUNG***

Credit Sub Indo: DarksmurfSubIndo [Totoro]

 

2 comments

  1. Ach kasihah hae sung
    gomawo sinopsisnya chingu semangat ya ??

  2. Wowwwwwww makin seeruuuuu!daebak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*