Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 13 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 13 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day 2Sinopsis D-Day

Sinopsis D-Day 4

Bersiap kembali ke rumah sakit, Hae Sung menyalakan mesin motornya dengan DDol Mi duduk di belakangnya. Dia dengan sendirinya memegang dengan erat saat Hae Sung menjalankan motornya.  Berdiri di depan rumah sakit, Hae Sung mengaku takut untuk kembali. Begitu menampakkan kaki melewati pintu itu, dia harus melanjutkan perjuangannya – terhadap tekanan hidup, ketakutan, dalam menghadapi suasana kematian yang menyedihkan.

Dia berbalik menatap Ddol Mi, dan bertanya apa Ji Won benar-benar mengatakan kata-kata yang menyemangati itu. Ddol Mi mengakui dia sudah menambah sedikit bumbu, tapi itulah yang terdengar olehnya. Hae Sung percaya kata-katanya dan mengumpulkan keberaniannya.

Sinopsis D-Day 3

Sinopsis D-Day 5

Myung Hyun tampak kesal karna dimasukkan dalam salah satu tim DMAT dan menyalahkan So Yool karna melihatnya di camp pengungsian. Dae Gil telah mengubah jalan pikirannya dan membujuk Myung Hyun bahwa pekerjaan DMAT tidak seburuk itu, khususnya bagi seorang fellow yang berpengalaman sepertinya.

Hae Sung kembali dan diberikan informasi terbaru bahwa tim DMAT akan diperluas, dibawah kepemimpinan Woo Jin. Hae Sung melihat ke arah putri Kapten Choi dan meminta rekap medisnya. Setelah melihat rekap medis anak itu bersama timnya [Ddol Mi, Park Ji Na dan  Dae Gil], dia datang menghadap Kapten Choi dan mengakui dirinya seorang dukun. Tapi dia juga baru pertama kali melihat kondisi penyakit putrinya dan mengerti mengapa dokter lain tidak sanggup memberikan tindakan apapun. Kapten Choi malas mendengar kata-kata Hae Sung dan menyuruhnya pergi.

Sinopsis D-Day 6Sinopsis D-Day 7

Anak buak Kapten Choi datang dan bertanya bagaimana dengan perawatan putrinya. Dan Kapten Choi menjelaskan bahwa dokter yang selama ini ia percaya mengakui kalau dirinya adalah seorang dukun, dia memilih untuk menyerah. Mendengar penjelasan atasannya, Woo Sung mengejar kakaknya dan memberikan satu pukulan tinju. Dia menuntut agar Hae Sung menyelamatkan putri Kepala Choi.

Hae Sung menjawab dia tak tahu bagaimana cara supaya bisa menyelamatkan nyawanya, tapi Woo Sung menganggapnya hanya sebuah alasan yang klise. “Masih berani bilang kau pasti akan menyelamatkan pasien asal kami mengantar mereka kesini. Tapi kau malah memilih lepas tangan. Baiklah, kau memang orang seperti ini. Sama sekali tidak melakukan apa-apa. Hanya menyuruh bawahanmu. Berlagak keren di depanku, sok bersikap seperti hyeong,” ucap Woo Sung.

Setelah Hae Sung pergi, Ji Na datang menghampiri Woo Sung dan memberitahunya untuk memahami kakaknya. Dalam hidup Hae Sung, mungkin hari ini adalah hari yang paling ingin ia hapus dari dalam hidupnya.

Sinopsis D-Day 8

Hae Sung datang ke kantor Woo Jin untuk meminta buku tentang Takayasu arteritis, dan Woo Jin mencoba untuk menghentikannya, karna dia tahu bahwa Hae Sung ingin merawat putri Kapten Choi. Dia memperingatkan Hae Sung untuk hati-hati karna Direktur Park sudah menargetkannya, ingin menendangnya dari rumah sakit.

Woo Jin menyebutkan karna keponakannya Ji Won meninggal, Hae Sung hanya diam. Woo Jin kembali mengingatkan Hae Sung untuk lebih berhati-hati saat ikut tim DMAT ke lapangan dan memintanya untuk mengikuti instruksi yang ia berikan.

Woo Jin memberitahu bahwa dia tidak ingin Hae Sung menjadi domba kurban Direktur Park. Keahliannya, tangannya terlalu berharga untuk masuk ke perangkap Direktur park. Tapi Hae Sung tidak mendengarkannya, dia mencari sendiri buku-buku yang ia butukan di perpustakaan, dan menghabiskan semalaman membaca buku-buku yang ia dapatkan untuk mencari tahu bagaimana cara mengatasi penyakit putri Kapten Choi dalam ruangan perpus yang gelap itu yang hanya ditemani sebuah senter sebagai penerang.

Sinopsis D-Day 9Sinopsis D-Day 10

Kepala Kang tidur dengan Dong Ha, dan dia sejenak terbangun untuk memberitahu ibunya bahwa dia bersyukur ibunya sudah ada disampingnya. Kepala Kang minta maaf, dan Dong Ha berkata bahwa dia pasti sangat khawatir mencarinya. Dia memberi Dong Ha ciuman selamat malam dan menjaganya sampai tertidur pulas.

Ibu Ji Won memberitahu suaminya bahwa besok mereka akan mengantar Ji Won ke peristirahatan terakhirnya. Mereka tidak bisa terus membiarkannya ada di kamar mayat, dan ambulans bisa mengantar mereka ke tempat kremasi. Ayah Ji Won berdiri  dan hendak pergi ke rumahnya untuk mempersiapkan barang-barang untuk mengantar kepergiannya. Saat hendak pergi, dia bertemu dengan seorang pengacara yang ia kenal yang menggendong ibunya di belakangnya. Ayah Ji Won melihat ternyata ibunya masih hidup, dan memberitahu si pengacara bahwa Ji Won telah meninggal.

Sinopsis D-Day 11Sinopsis D-Day 12

Hae Sung melihat keluarga kapten Choi, dan Ddol Mi mengejarnya saat dia berjakan keluar. Dia mengejarnya untuk memastikan bahwa dia tidak melarikan diri, dan  Hae Sung meyakinkan Ddol Mi jika dia tidak akan pergi. Dia hanya mencari So Yool untuk mengobati penyakit PTSDnya [gangguan stres yang timbul setelah mengalami peristiwa traumatis yang luar biasa, misalnya bencana alam]. Ddol Mi tersenyum dan berkata padanya bahwa pikirannya yang menyuruhnya kabur itu telah kembali ke jalan yang benar.

Tapi Hae Sung segera memita Ddol Mi untuk tidak salah paham. Dia kembali bukan karna dirinya; tapi karna Ji Won. Dia juga mendengar Ji Won pernah berkata seperti itu terhadapnya bahwa dia harus bangkit dan membuat hidupnya berarti. Itulah yang membuatnya tersadar, dan bukan Ddol Mi. Ddol Mi tersenyum dan mengangguk atas ucapan Hae Sung.

Sinopsis D-Day 22

So Yool mengkonfirmasi bahwa Hae Sung memang terkena PTSD dan dia heran melihat Hae Sung yang mendadak berubah menjadi orang yang berbeda setelah mengalami hal paling berat dalam hidupnya. Hae Sung mengingat panggilan awalnya menjadi seorang dokter dan dia juga merasa malu jika tumbang begitu saja karna ada seorang gadis yang pulang ke Busan tapi demi dirinya dia kembali lagi ke tempat yang bagaikan medan perang ini. “Jika aku tumbang begitu saja,  bagaimana bisa aku mempertanggung jawabkannya di depan wanita itu,” ucap Hae Sung.

So Yool memberinya SSRI [semacam obat antidepresan seperti prozac] untuk ia minum ketika keluar nanti ke DMAT. Mereka juga memulai terapi untuk mengetahui sumber penyakit PTSDnya, yang sepertinya semuanya bermula tentang kecelakaan lalu lintas yang ia alami. Saat kecelakaan itu, dia yang mengemudikan mobilnya, dan dia tidak bisa menyelamatkan ayahnya. Dia terjepit sehingga tidak bisa bergerak sama sekali dan dia merasa sangat tidak berdaya, tidak mampu, dan tidak berguna. So Yool bertanya apa ayahnya menyalahkannya dan Hae Sung menjawab tidak. Dia tidak hidup dalam penyesalan karna hidup adalah sebuah hadiah yang terindah.

Sinopsis D-Day 21

Sinopsis D-Day 13Sinopsis D-Day 14

Setelah melakukan terapi, Hae Sung kembali ke ruang gawat darurat dan melihat ke sekelilingnya, seperti mencari seseorang. Dia melihat ke sebuah ruangan dan mengenali sosok yang sedang tertidur di tempat itu. Wajahnya tersenyum ketika dia melihat Ddol Mi sedang tertidur. Dia menarik sebuah kursi agar bisa melihatnya lebih dekat dan kembali mengingat saat dimana Ddol Mi membujuknya untuk kembali ke rumah sakit. Dan setelah mengingat kenangan manis itu, dia ikut tertidur disampingnya.

Keesokan paginya, Kapten Choi tampak lusuh dan dia bergegas pergi untuk tugasnya. Istrinya marah karna dia mengabaikan putrinya, tapi dia menjawab bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan. Anak buahnya juga menyuruhnya untuk tetap tinggal di rumah sakit, tapi Kapten Choi berkata melihat kondisi putrinya membuatnya merasa bagai di neraka. Dia menghapus air matanya saat mereka berangkat.

Sinopsis D-Day 15

Sinopsis D-Day 17Sinopsis D-Day 16

Hae Sung membangunkan Kepala Kang untuk memberitahu masalah kamar mandi yang baunya luar biasa menyengat sehingga sudah hampir menjadi sarang penyakit. Sebenarnya Kepala Kang ingin meminta bantuan anggota pemadam kebakaran untuk mengambil sedikit air dari sungai tapi dia merasa tidak enak hati untuk meminta tolong. Dia bertanya pada Hae Sung apakah sesulit itu, dan Hae Sung mengangguk. Dia menyarankan Kepala Kang memberikan antibiotik untuk mengendalikan kondisi sepsis putrid Kapten Choi.

Hae Sung memeriksa Seo Hyun, Putri kapten Choi, dan menyapa Sister, yang kaget (karna merasa bersalah). Sister (Perawat Kim) hanya berinteraksi sedikit dengan Hae Sung, tapi dia dipanggil kembali olehnya untuk membuang  pembungkus – pembungkus coklat yang diberikan oleh Direktur Park. Dia langsung mengambilnya dan berjalan dengan cepatnya.

Seo Hyun memegang tangannya, dan dia memberitahunya bahwa perutnya sakit. Hae Sung menawarkan akan memberikannya analgesic, dan dia mengatakan bahwa umurnya 15 tahun. Hae Sung mengerti apa maksudnya, tapi kali ini dia tidak memberikan janji apapun padanya.

Sinopsis D-Day 18Sinopsis D-Day 19

Radio berbunyi yang meminta tim penolong dari Mirae, dan Myung Hyun segera mengecilkan volume suaranya. Tapi sudah kedengaran oleh Ddol Mi, yang segera mengangkatnya dan menawarkan akan mengirim tim penolong.

Woo Jin mempersiapkan tim DMATnya dan memberitahu mereka sebelum berangkat bahwa keselamatan adalah hal yang utama ditambah tidak boleh dikarenakan angan-angan untuk menyelamatkan orang, mengambil tindakan yang irasional. Hae Sung dan Woo Jin saling bertatapan muka sebelum mereka pergi dengan ambulans. So Yool datang dengan terburu-buru sebelum Hae Sung pergi, dan dia memberikan pil untuk membantunya jika penyakitnya kambuh.

Sinopsis D-Day 20

Direktur Park melihat dokumen tentang surat pemberhentian agar Hae Sung tidak akan bisa menjadi dokter lagi. Dia hanya perlu meyakinkan kakak iparnya sekarang. Pengacara yang sebelumnya bertemu dengan ayah Ji Won datang ke kantor Direktur Park dan memberitahunya bahwa ayah Ji Won berencana ingin mendonasikan asetnya baik itu RS. Mrae maupun Yayasan Mirae untuk kegiatan amal sehingga anak-anak yang senasib dengan Ji Won bisa menerima pengobatan gratis. Dia diberitahu bahwa setelah bencana ini berakhir, kakak iparnya akan segera mengubah surat wasiatnya. Berita mengejutkan ini benar-benar membuat Direktur Park marah besar, karna dia bukan lagi pewaris RS. Mirae.

Sedangkan ayah Ji Won kembali ke rumahnya mengumpulkan barang-barang anaknya untuk dikremasi. Dia melihat foto anaknya yang sudah meninggal dan menangis. Tapi tiba-tiba kembali terjadi gempa dan ayah Ji Won jatuh.

Credit Sub Indo:Darksmurf Sub Indo (totoro)

***BERSAMBUNG***  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*