Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 15 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 15 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day

Sinopsis D-Day 2

Sinopsis D-Day 3

Ddol Mi dan Hae Sung dengan bahagia merayakan kesuksesan operasi mereka, tapi selebrasi mereka akhirnya berakhir. Mereka mendengar pengumuman dari Kepala Kang untuk membahas masalah pencabutan izin praktek Dokter bedah UGD Lee Hae Sung. Hae Sung sama sekali tidak terkejut.

Saat Direktur Park sedang mempersiapkan untuk pertemuan, Ji Na masuk ke ruangan itu. Mereka kemudian keluar untuk membicarakan tentang Hae Sung. Direktur Park berkata pada Ji Na bahwa Hae Sung adalah tumor ganas yang sudah menyebar luas kemana-mana. Ji Na lalu balik bertanya lalu mengapa dia disuruh ikut DMAT. “Karena keahlian dia diakui, karena itulah diatur sedemikian rupa,” ucap Ji Na. Tapi Direktur Park menganggap semuanya salah. “Sudah pasti akan ada kejadian di lapangan yang butuh pertanggung-jawaban. Han Woo Jin memiliki sebuah talenta yang sudah sepantasnya dihargai. Aku butuh seseorang menjadi perisai baginya. Tapi tidak kusangka perisainya ini malah melawanku,” kata Direktur Park.

Sebelum dia pergi, Direktur park berbalik dengan memberikan sekali lagi peringatan sebagai seorang ayah. “Lee Hae Sung sudah gila. Kelak, kau harus berdiri di pihak yang menang.” Ji Na menatap ayahnya hampir tak percaya dengan tindakan yang telah dilakukannya.

Sinopsis D-Day 4

Ddol Mi gugup menunggu untuk mendengar hasil dari rapat dan meminta prediksi Woo Jin. Woo Jin memprediksi mustahil untuk bisa membatalkan sanksi administratif. Keluarga almarhum mau menggugat. Ditambah orang-orang juga setuju dengan pendapat rumah sakit. Sialnya keluarga almarhum adalah keluara Direktur Park. Semua orang tahu jika korban adalah putra kakak Direktur Park, tentu saja tidak ada yang akan bersedia berdiri di pihak Hae Sung. Sudah pasti ini adalah langkah go-stop yang sudah direncanakana terlebih dahulu.

Dalam pertemuan itu, Hae Sung menatap dengan tajam Direktur Park saat ia membacakan alasan pencabutan izin prakteknya. Kepala Kang berdebat bahwa dengan mempertimbangkan kondisi TKP dan situasi darurat, tidak bisa memvonis jika dia bersalah. Tapi Direktur Park bersikeras sekalipun ini bencana, sebuah peraturan tetaplah menjdi peraturan, Hae Sung bukan seorang dokter ahli bedah syaraf dan dia sudah melewati kapasitasnya. Terhadap pasien Ji Won yang meninggal, Hae Sung sudah tahu jelas itu adalah bidangnya para ahli bedah thoraks, tapi masih berani memaksakan operasi.

Sinopsis D-Day 5

Hae Sung memberikan pembelaanya: “Kalau begitu, jika pada saat menunggu dan pasien meninggal,aku tidak usah duduk disini, begitu? Jantungnya berangsur-angsur melemah. Menunggu dengan cemas, tapi dokter bedah thoraks tak kunjung tiba. Mungkin jika aku melakukan sesuatu, aku akan bisa menyelamatkan dia. Ini adalah sebuah dosa? Ini adalah sebuah kesalahan?”

Direktur Park berteriak bahwa dia salah, disini tidak ada satu orangpun yang berani melakukan tindakan seperti itu. Hae Sung beralasan karena mereka tidak bersedia bertanggung-jawab sehingga memiliki pikiran seperti itu. Direktur Park kemudian mengeluarkan kartu andalannya – mengumumkan bahwa Hae Sung adalah penderita PTSD.

Sinopsis D-Day 6

Sinopsis D-Day 7

Direktur Park menyampaikan argumen-argumen yang menyudutkan Hae Sung, dan dia menyuruh asistennya untuk membagikan kertas suara. Kepala Kang berdiri dan menolak untuk memberi suara. Direktur Park setuju dengan pilihannya, tapi Kepala Kang mengklarifikasi bahwa jumlah orang yang ditentukan tidak tercapai.  Peraturan internal rumah sakit, sebanyak dua pertiga dari kepala bagian rumah sakit yang hadir adalah jumlah yang ditentukan, dan mereka kurang lima orang. Direktur Park berargumen ini adalah situasi berbeda karna terjadi bencana, tapi Kepala kang tersenyum dan mengulang sekalipun ini adalah bencana, sebuah peraturan tetaplah menjadi peraturan. Tentu saja harus dipatuhi.

Kepala Kang kembali ke kantornya, dimana ada seorang dokter yang sudah menunggunya dengan cemas. Dia salah satu dokter kepala bagian rumah sakit yang tidak hadir dalam rapat itu. Karna jumlah orang yang hadir kurang, rencana pencabutan izin praktek Hae Sung ditunda. Mereka sadar betul  ini hanya bersifat sementara, tapi sebagai sesama dokter dia ingin membantu. Mereka membutuhkan dokter ahli bedah seperti Hae Sung. Andai saja dia memiliki keberanian seperti dokter Lee Hae Sung, semua pasien akan berhasil ia selamatkan.

Sinopsis D-Day 8

Sinopsis D-Day 9

Tuan Kang dan ayah Na Ri membantu menyusun pasokan obat-obatan yang baru tiba di gudang. Tapi ketika Direktur park datang, dia menyuruh mereka pergi. Karna jengkel melihat mereka mengatur pasokan obat-obatan itu, dia membuang pasokan itu dari raknya. Ji Na melihatnya dan memberitahunya bahwa dia sudah mendengar dengan masalah Hae Sung. Dia bertanya mengapa harus mencabut izin prakteknya, Hae Sung adalah dokter yang baik. Direktur Park mengakui dia memiliki keahlian yang baik, tapi dia tidak membutuhkannya di RS. Miraenya.

Ji Na bertanya pada ayahnya mengapa dia harus marah dan begitu keras. Dia menjelaskan dia telah mempersembahkan seluruh hidupnya pada rumah sakit ini. Setiap keping bata dari rumah sakit ini, setiap bilah pisau bedah semuanya melalui tangannya. Dia menegaskan dia tidak akan tumbang, tidak akan kalah dari siapapun. Ji Na berkata padanya dia akan berdiri di pihak yang benar ketimbang di pihak yang menang, membuat ayahnya seperti tersenyum yang dibuat-buat. “Di dunia ini mana ada pembagian benar dan salah. Siapa yang menang, dialah yang benar. Inilah batasannya,” ucapnya. Tapi Ji Na menggelengkan kepalanya dan menolak untuk mengerti batasan yang ia buat.

Sinopsis D-Day 10

Penglihatan Woo Jin mulai memburuk, dia tidak bsia mengenali Ji Na ketika masuk ke ruangan ICU. Dia berhasil menyambunyikan masalah penglihatannya yang bermasalah, mereka kemudian membicarakan tentang izin praktek Hae Sung yang untuk sekarang ini aman. Woo Jin mengakui dirinya iri melihat kekhawatiran Ji Na terhadap Hae Sung . Dia sungguh berharap dia juga orang seperti itu baginya, bahkan dia berharap lebih.

Ji Na memberitahunya bahwa kekhawatirannya tentu saja termasuk dirinya. Karena tahu dia telah menentang ayahnya, apa yang akan terjadi, dia tahu jelas. Woo Jin menyesal kenapa tidak dari dulu dia berbuat seperti ini. Ji Na optimis mengatakan penyesalan itu belum terlambat, karna dia telah melihat Han Woo Jin yang ia kenal. Tapi Woo Jin berkata lain, yang menegaskan mungkin sudah terlambat. Karena itulah dia semakin menyesalinya.

Sinopsis D-Day 11

Sinopsis D-Day 12

Hae Sung mencoba memeriksa pasien, tapi Myung Hyun ikut campur,  beralasan bahwa dia sudah dipecat dari rumah sakit ini sehingga dia tidak seharusnya memeriksa pasien lagi. Seperti biasa, Myung Hyun banyak bicara dan mencoba merebut catatan medis pasien dari tangan Hae Sung. Ketika Hae Sung menghindar saat Myung Hyun kembali mencoba mengambil catatan medis si pasien, Myung Hyun malah tertumbuk di tembok dan melukai dirinya sendiri.

Kepala Kang datang untuk menenangkan keduanya yang sedang bertengkar, dan menyuruh Myung Hyun menutup mulutnya ketika dia mulai merengek. Hae Sung memberitahu Kepala Kang setelah melihat catatatan medisnya, kaki pasien harus difasiotomi [Fasiotomi – tindakan memotong fasio guna mengurangi tekanan sehingga dapat menghindari terjadinya sindroma kompartemen]. Pembengkakan pada kaki pasien semakin lama semakin parah. Tanpa melakukan operasi, nyawa pasien dalam bahaya.

Menanggapi laporan Hae Sung, Kepala Kang meminta Woo Jin melakukan operasi, tapi dia dengan ragu-ragu menolak. Dia sangat kelelahan dan sebagai gantinya merekomendasikan Myung Hyun untuk melakukan operasinya. Kepala Kang tentu saja tidak akan mengirim Nyung Hyun melakukan operasi, dan meminta bantuan Woo Jin. Tapi kembali lagi dia menolak permintan Kepala Kang dan membuat Ji Na kecewa.

Sinopsis D-Day 13

Sinopsis D-Day 14

Dia kantornya, Woo Jin kembali melihat diagnosanya, Penglihatannya kembali memburuk, dan dia meremas kertas itu dan membuangnya.

Ddol Mi mengambil satu kumbang Hae Sung dan menaruhnya di wajah Dae Gil, dan Ddol Mi puas melihat Dae Gil bangun karna terkejut. Saat Ddol Mi mengembalikan kumbang itu ke tempatnya, Ddol Mi mengkritik Dae Gil karna mengantuk saat melakukan operasi. Dae Gil membela diri mengatakan dia juga butuh tidur, tapi Ddol Mi berkata padanya bukan hanya dia yang tidak tidur. Perawat Park, Hae Sung dan dirinya juga tidak tidur, dan dia lepas tangan dari tanggung jawab. Ddol Mi menyebutkan  izin praktek Hae Sung hampir dicabut, yang merupakan sebuah berita baru bagi Dae Gil. Sebelum pergi, Ddol Mi kembali memukul kepala Dae Gi sebagai hukumannya.

Sinopsis D-Day 15

Sinopsis D-Day 16

So Yool berjalan di rumah sakit bersama Hae Sung, memberitahu tentang pengalamannya mengobati pasien. Dia merasa sangat bersyukur menjadi seorang psikiater karena mendengar curhat mereka juga merupakan sebuah terapi. Dia bahkan menerima apel sebagai bayaran dari konsultasinya. Apelnya terasa enak, tapi sangat menyedihkan. Gara-gara gempa, semua orang kehilangan tempat tinggal.

Mereka mendengar Dae Gil komplain di ruang istirahat, dan Hae Sung lari untuk menghentikannya saat dia melihat Dae Gil mencoba untuk menenggelamkan kumbangnya. Dae Gil menjelaskan bahwa Ddol Mi menggunakan ini untuk menggigit hidungnya dan mengkritiknya atas ketidakmampuannya. Ketika Hae Sung mencoba membelanya, kritikan Dae Gil mengarah ke Hae Sung. Dia seharusnya tidak melakukan operasi yang beresiko tinggi jika dia tidak yakin akan berhasil. Lihat sekarang apa yang ia dapatkan: izin prakteknya hampir saja melayang.

Sinopsis D-Day 17

So Yool mengikuti Dae Gil yang masih marah. So Yool duduk di sampingnya dan berkata dia tahu bagaimana perasaannya. Dia tahu Dae Gil juga ingin bisa melakukannya dengan baik karna itu adalah sebuah operasi penting tapi takut melakukan kesalahan. Dia pasti sangat menyalahkan dirinya sendiri karna telah melakukan kesalahan – “Kenapa aku tidak sanggup melakukannya dengan baik?”, menyalahkan diri sendiri, benci ditambah juga perasaan bersalah, “begitu ada yang salah dengan pasien, pasti aku yang disalahkan”, “karena diriku, dokter Lee Hae Sung hampir kehilangan izin praktiknya.”

Dae Gil kaget karna So Yoon bisa membaca isi pikirannya. Dia memberitahu Dae Gil bahwa yang hanya perlu ia lakukan adalah minta maaf dan tidak mengulangi lagi kesalahannya.

Sinopsis D-Day 18

Sinopsis D-Day 19

Kapten Choi dan istrinya memeriksa keadaan putri mereka, dimana kondisi kesehatanya semakin membaik. Ddol Mi meyakinkan mereka bahwa luka yang ada di tubuhnya akan sembuh dengan cepat, hanya khawatir luka secara emosional perihal kakinya yang satu tidak ada. Kapten Choi percaya bahwa putrinya akan sekuat dirinya, dan dia sekali lagi berterima kasih pada Ddol Mi. Membelai rambut putrinya yang sedang tertidur, dia memberitahunya bahwa dia cantik sekali.

Woo Sung mendorong sendiri kursi rodanya menuju pintu masuk ICU, dimana Ddol Mi melihat kondisinya nyang duduk  di kursi roda. Dia mengaku disuruh harus istirahat selama beberapa hari.

Dia kemudian bertanya tentang kondisi putri Kapten Choi dan bisa merasakan betapa khawatirnya kapten Choi. Ddol Mi melihat Woo Sung dan menyadari bahwa dia mirip sekali dengan kakaknya: tidak memperdulikan diri sendiri, tapi mengkhawatirkan orang lain duluan, sembrono, tidak sabaran, suka marah-marah

Sinopsis D-Day 20

Sinopsis D-Day 21

Hae Sung memeriksa kondisi pasien yang kakinya bengkak bersama Kepala Kang, dan dia bertanya mengapa mereka belum melakukan operasi. Kepala Kang menjelaskan Woo Jin menolak karna dia kelelahan, dan Hae Sung tidak mengerti mengapa. Bagi Woo Jin operasi seperti ini hanyalah mainan anak kecil.

Dae Gil dan So Yool bertemu Hae Sung di lobby, dan Dae Gil menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf atas kelancangannya. Hae Sung dengan murah hati bersikap tidak mengingat lagi kesalahan yang ia buat dan berkata padanya dia juga seperti itu dulu. Berita di TV kembali melaporkan bencana yang terjadi, dan Dae Gil mengenali bencana itu terjadi di daerah tempat tinggal So Yool. So Yool kemudian menonton berita tersebut dan sangat terkejut saat melihat dalam daftar nama-nama korban yang meninggal ada nama ibunya.

Sinopsis D-Day 22

Hae Sung memberitahu So Yool untuk mengkonfirmasi sebelum membuat asumsi yang tidak-tidak, sehingga Hae Sung pergi menemui kapten Choi untuk mengecek identitas mayat korban bencana tersebut. So Yool memberitahu Dae Gil selama ini dia berharap dengan giatnya dia menolong orang, ibunya juga akan mendapat pertolongan dari orang lain. Dia mendapat secercah harapan saat melihat Dong Ha berhasil ditemukan sehingga dia terus berpikir orang lain juga akan membantu ibunya. Tapi, Hae Sung datang dan memberinya kabar buruk. Dia minta maaf, dan seketika itu So Yool menangis karna terpukul atas berita itu.

Kondisi pasien yang kakinya membengkak semakin memburuk, dan penglihatan Woo Jin muali kabur sehingga sulit baginya untuk melakukan operasi secepatnya. Jadi dia pergi keluar untuk meminta Hae Sung yang melakukan operasi. Dia berencana membawa So Yool untuk melihat mayat ibunya, tapi pasien ini tidak punya waktu. Dia setuju melakukan operasinya meskipun dibayang-bayangi Direktur Park yang pastinya tidak akan setuju dengan tindakannya kali ini. Dia harus segera menyelesaikan operasinya setelah itu mengantar So Yool.

Credit SubIndo: Darksmurf SubIndo (totoro)

***BERSAMBUNG***

One comment

  1. Wahhh seruuu..
    Kapan nihh mba sinopnyaa di lanjut???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*