Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua

Baca Juga : Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama 

Buat teman2 yang menantikan Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian kedua, berikut ulasannya :

Pada bagian pertama, Presiden Park Gun masuk ke ruang operasi untuk menghentikan tindakan operasi Hae Sung. Akhirnya karena tak ada wali dan penjamin, Presiden Park Gun menginginkan pasien itu dikeluarkan dari ruang operasi. Presiden Park Gun,”Kita hanya memberitahumu untuk memindahkannya ke rumah sakit lain yang menerimanya. Cepat. Angka hidupnya turun 9%, karena Dr Lee menghalagi. Kau harus memikirkan ibumu juga”. Presiden Park Gun tetap tegas untuk mengeluarkan pasien. Pasien sendiri sudah menangis takut karena akan dikeluarkan dari rumah sakti. Tak lama dr Dae Gil merengsek masuk ke dalam rumah sakit, dan berjanji akan menjadi penjamin bagi pasien.

Dae Gil berkata ke Presiden Park Gun,”Jadi tolong lakukan pembedahan. Anda tahu ayahku kan ? Direktur Rumah Sakit Bedah Plastik Ahn. Saya berkualifikasi. Kan ?”. Kemudian Dae Gil menerangkan bahwa pasien tersebut adalah teman SMA-nya dulu. Mau tak mau, Presiden Park Gun pun menyetujui, Hae Sung pun meminta Presiden Park Gun untuk keluar dari ruangan operasi. Dengan malu, Presiden Park Gun keluar dari ruangan operasi. Setelah Presiden Park Gun pergi, Hae Sung meminta anastesi dilakukan. Anastesi pun dilakukan, dan pasien pun tertidur.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua a

Di ruang UDG RS Mirae, seorang tim pemadam kebakaran membawa seorang pasien anak kecil berumur 7 tahun. Mendengarnya Dr Kang langsung berlari ke arah pasien, namun sayang ternyata pasien bukanlah anak dari Dr Kang. Akhirnya Dr Kang sempat dibaluti kekecewaan serta kesedihan. Setelah 100 % Anastesi berhasil, Hae Sung meminta tim untuk bersiap karena operasi dilakukan tanpa transfusi darah. Ddol Mi ragu operasi akan berhasil. Ddol Mi,”Kami melihat Free Air (ISTILAH MEDIS) lewat sinar X”. Hae Sung pun meminta Ddol Mi untuk melakukan operasinya dengan benar. Hae Sung memulai pembedahan dengan pisau bedah. Hae Sung sedikit terlihat ragu. Hae Sung memejamkan matanya, dan langsung membedah pasien tersebut. Kemudian perawat Ohn memberitahukan ke Dr Kang bahwa operasi Hae Sung akhirnya dilakukan karena Dae Gil menjadi penjamin bagi pasien.

Perawat Ohn pun menjelaskan bahwa Dae Gil menjami pasien karena keduanya adalah sahabat karib semenjak SMA. Perawat Ohn memprediksi bahwa operasi akan dilakukan selama 2 jam. Namun Woo Jin merelai,”Perawat Ohn, kecepatan bukanlah segalanya dalam perawatan medis. Diagnosa yang tepat harus datang pertama”. Woo Jin pun datang ke ruangan Presiden Park Gun, dan meminta agar Presiden Park Gun menghentikan operasinya. Namun Presiden Park Gun mengaku tak bisa menghentikan operasi tersebut. Karena operasi Hae Sung itu dilakukan dengan adanya persetujuan dan tak akan merugikan RS Mirae.   Woo Jin takut bila terjadi kesalahan dengan pasien, maka RS Mirae akan dituntut balik. Namun Presiden Park Gun tetap tenang saja, pasalnya segala  tuntutan pasien akan dilimpahkan ke Hae Sung. Presiden Park Gun,”Kenapa ? Apa kamu kuatir ? Apakah rumah sakit ini yang kau kuatirkan atau Dr Lee Hae Sung ?”. Woo Jin menjawab,”Rumah sakit ini..”.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua b

Kemudian Hae Sung pun melakukan operasinya, Hae Sung ingin menaruh perekat di hati pasien, sehingga dia meminta Dae Gil untuk segera menutupnya dengan cepat. Hae Sung melihat hati pasien terkoyak, namun Hae Sung melihat pendarahan di bagian hati dapat teratasi, dan kondisi pancreas pasien masih dalam keadaan normal. Hae Sung,”Dia mengalami hypothermia, coagulopathy, dan metabolic acidosis. Kita harus cepat”. Tak lama Prof Woo Jin masuk kedalam ruang operasi. Hae Sung bertanya mengapa Woo Jin masuk kedalam ruang operasi. Woo Jin berkilah dia ingin melihat bagaimana  sebuah kecerobohan membimbing Hae Sung.

Bagi Woo Jin, mustahil Hae Sung dapat melakukan operasi dalam waktu sejam tanpa transfusi darah ke pasien. Woo Jin pun melihat waktu yang sudah tertinggal sedikit. Hae Sung menyuruh Woo Jin untuk menunggu dan melihat hasil yang akan dilakukan kepada pasiennya. Sementara itu, Hae Sung sendiri tetap fokus untuk melakukan pembedahan demi keselamatan pasien.  Di ruang UGD, Dr Yoo melakukan kesalahan penanganan seorang  pasien anak. Namun Dr Yoo berkilah kesalahan dilakukannya karena tidak ada dokter ahli anak yang mendampinginya. Dr Kang,”Anak ini, Akankah kau bertanggung jawab ?”. Dr Kang marah karena Dr Yoo tak merawat pasien anak itu dengan baik, padahal Dr Kang sudah mempertaruhkan semuanya untuk departemen UGD. Dr Yoo pun meminta maaf, dan berjanji akan berhati2. Dr Kang pun menguatkan si anak bahwa orang tuanya akan datang mencari.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua c

Sementara itu, Hae Sung pun terus berjuang di ruangan operasi. Ddol Mi,”Dr Lee Dr Lee, segmental resectionnya disini..”. Hae Sung,”Saya takkan melakukannya..”. Mendengarnya, Woo Jin pun meminta Hae Sung untuk menghentikan operasinya. Namun Hae Sung tetap meneruskan pembedahannya. Akhirnya Woo Jin menyakinkan operasi bedah Hae Sung tidak berhasil, Woo Jin,”Saya tidak yakin operasi ini sebagai professor di departemen bedah”. Woo Jin pun hendak menggantikan Hae Sung. Hae Sung tetap tak mengindahkan hal tersebut. Bagi Woo Jin jika Hae Sung tetap melakukan segmental resection (prosedur bedah), maka Hae Sung ibaratnya tukang daging yang akan membunuh pasiennya.

Namun bagi Hae Sung meskipun operasi sulit ataupun tidak, Hae Sung akan tetap melakukan operasi. Hae Sung, ”Bagi orang ini, setiap detiknya adalah pertarungan dengan kematian..”. Hae Sung pun meminta para timnya untuk tetap fokus, dan akan tetap melakukan operasi dengan berbagai resikonya. Tak lama, Hae Sung menghentikan melakukan pembedahan, dan Hae Sung bertanya mengenai tanda vital pasien. Ddol Mi pun menjelaskan tekanan darahnya diantara 80/40 dengan tingkat pulse diantara 110 dan 120.  Akhirnya Hae Sung berhasil membedah pasiennya, dan itu adalah pertama kalinya Hae Sung berhasil melakukan metode bedah “Demage Control Surgery (DCS)”. Hae Sung pun meminta Ddol Mi serta Dae Gil untuk memindahkan pasien ke ICU.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua d

Ddol Mi serta Dae Gil pun membawa pasiennya, keduanya pun kaget mendengar Hae Sung pertama kali melakukan prose bedah tersebut. Woo Jin tetap marah dengan Hae Sung yang melakukan operasinya secara serampangan. Namun Hae Sung mengatakan,”Saya bukanlah orang yang tanpa punya hati mengambil resiko denga nyawa seseorang. Saya ingin menyelamatkannya. Saya seorang dokter. Menyelamatkan pasien adalah pemberian”.  Woo Jin,”Saya juga dokter, namun ini hanya kesombongan dan spekulasi..”. Kemudian Hae Sung mengutarakan bagaimana operasi yang baru saja dilakukannya berhasil, karena pasien yang ingin hidup.

Bagi Hae Sung seorang dokter tak boleh mengangkat tangannya karena kondisi pasien yang sedang kritis. Sebaliknya seorang dokter harus mengerahkan segala usaha medis terlebih dahulu baru dapat berhenti pada sebuah kematian. Hae Sung,”Apakah itu kesombongan atau spekulasi, jika saya bisa menyelamatkan mereja dengan kesempatan hidup 1%. Saya akan melakukan apapun. Itulah mengapa saya menjadi dokter”. Kemudian Hae Sung pun pergi dari ruang operasi. Sambil membersihkan ruang operasi, Ji Na berujar bahwa itulah kepribadian dari diri Hae Sung. Woo Jin mengejek kepribadian Hae Sung yang tidak takut apapun. Ji Na,”Kematian pasien adalah apa yang ditakutkannya..”. Ji Na pun menyindir bahwa Woo Jin memiliki ketakutan yang lain. Woo Jin,”Apa itu ?”, Ji Na,”Itu, dirimu sendiri yang mengetahuinya..”. Setelah mengatakan hal itu, Ji Na pergi namun pandangan Woo Jin tiba2 menjadi kabur.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua e

Woo Jin bertanya,”Sesuatu yang sungguh saya takutkan ?. Kamu tidak tahu. Apa yang sungguh aku takutkan..”. Kemudian pasien itupun dirawat di ruang ICU dengan perawatan intensif. Sebaliknya Hae Sung pun berbincang dengan dengan Ddol Mi serta Dae Gil. Hae Sung menjelaskan metode pembedahan “Demage Control Surgery (DCS)” yang dilakukannya. Hae Sung menjelaskan metode bedah itu bertujuan untuk membuat kondisi pasien semakin baik, sehingga pasien dapat kembali menjalani operasi lain dalam waktu yang singkat. Dae Gil menanggapi,”Pertama kita harus menjaga tanda vitalnya dengan norepinephrine dan mengurangi jumlahny dengan lambat, dan mengendalikan kesembangan I/O untun menjaga ususnya bengkak..”. Sementara itu Ddol Mi hanya terdiam terpaku, Hae Sung bertanya perawatan apa yang harus dilakukan buat pasien. Dan Ddol Mi menjawab,”Saya bukan dari bagian internal medicine..”. Dae Gil berusaha terlihat cerdas di depan Ddol Mi. Dae Gil memang mengetahui dasar ilmu dari internal medicine. Dae Gil bersiul untuk memandang rendah Ddol Mi yang beberapa waktu lalu mengejeknya. Saat Ddol Mi hendak marah ke Dae Gil, Dae Gil langsung memberikan laporan pasien dan pergi. Hal itu membuat Ddol Mi harus melongo. Di ruangannya, Hae Sung pun menikmati makan cokelat untuk mengembalikan energinya yang harus terkuras di ruang operasi. Tak lama Dae Gil masuk ke ruangan Hae Sung, dan dia meminta agar Hae Sung merawat temannya dengan baik. Meskipun Dae Gil sebenarnya tak suka dengan Hae Sung, namun Dae Gil sadar bahwa Hae Sung hanyalah satu2nya orang yang bisa menyelamatkan temannya itu. Dae Gil pun pun rela berlutut ke Hae Sung, bila hal itu bisa menyelamatkan temannya Min Cheol.

Dae Gil pun mengaku dia sangat berhutang dengan temannya tersebut. Hae Sung,”Menyelamatkannya karena kau sangat berhutang  banyak  dengannya ?. Baiklah”. Dae Gil,”terima kasih banyak..”. Saat Dae Gil hendak pergi, Hae Sung melemparkan Dae Gil beberapa makanan kaleng, dan meminta untuk membagikannya ke Ddol Mi pula. Ini untuk mengembalikan energi mereka. Karena tak suka dengan makanan kaleng tersebut, Dae Gil pun memberikannnya ke Ddol Mi. Melihat makanan itu, Ddol Mi tersenyum dan meminta Dae Gil duduk disampingnya. Ddol Mi,”Itu, kamu berikan padaku ?”..”. Dae Gil,”Ambillah semua ini..”. Kemudian Ddol Mi pun senang memakan semua makanan kaleng itu.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua f

Dae Gil kembali ke ruang ICU, Perawat Ohn heran Dae Gil kembali ke rumah sakit Mirae, padahal dia baru saja pulang ke rumahnya. Dae Gil,”Rumah sungguh gelap dan Saya bosan..”. Perawat Ohn bertanya dengan kondisi di luar RS Mirae. Dae Gil melihat bagaimana kota Seoul sudah berantakan, jembatan Sungai Han sudah berantakan, dan ada banyak api dimanapun. Perawat Ohn kaget mendengarnya, Dae Gil berkata,”Itu sebuah mukjizat kalau orang bisa hidup. Kau, saya dan Min Cheol (teman Dae Gil yang diperasi) juga..”.  Sambil menatap Min Cheol, Dae Gil mengungkit bagaimana dirinya yang ditolong sang ayah atas tindak kejahatannya saat SMA, dan membuat Min Cheol yang dituduh sebagai pelakunya. Hal itu membuat Min Cheol malah dikeluarkan dari sekolah, dan menjadi mantan narapidana.

Dengan uangnya ayah Dae Gil rela membayar pengorbanan Min Cheol untuk kejahatan Dae Gil. Dae Gil,”Hari saya mencuri sepeda motor, adalah hari saya mendapat ijin untuk masuk sekolah kedokteran..”. Dae Gil kasihan dengan nasib Min Cheol seorang yang miskin, dan rela menerima uang dari ayahnya sebagai kompensasi. Dae Gil,”Saya seperti itu karena Saya serakah ingin menjadi seorang dokter. Saya sangat mempercayai kata2 ayahku, namun dia bahkan tidak mengganti rugi atau memberikan pengacara”. Perawat Ohn meminta Dae Gil untuk merawat Min Cheol dengan baik, sebagai balas budi atas semua yang dilakukan temannya tersebut. Sebaliknya di kantornya, Woo Jin sempat mencari literatur dari metode bedah  Damage control surgery yang dilakukan  oleh Hae Sung. Woo Jin membaca sejenak, namun karena jengkel Woo Jin melemparkan bukunya.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua g

Saat melemparkan bukunya itu, Woo Jin melihat selembar foto dan mengambilnya. Woo Jin pun teringat kenangan saat Hae Sung serta Woo Jin masih berteman baik. Kala itu Woo Jin mentraktik temannya termasuk Dr kang , Ji Na, So Yool, dan foto itu adalah saksinya. Woo Jin merenungkan kenangan indah lalu itu. Sebaliknya Presiden Park Gun sempat bertemu dengan Ji Na. Ji Na memalingkan wajahnya, ternyata Presiden Park Gun adalah ayah kandungnya. Ji Na tetap tak memiliki hubungan baik dengan sang ayah, Ji Na,”Saya lupa bahwa saya punya seorang ayah seperti dirimu..”. Presiden Park Gun sempat sedih mendengar hal itu.  Ji Na pun berpaling dari ayahnya, dan mengungkit bagaimana Ji Na harus menjalani hidup terpisah dari ayahnya selama 20 tahun, dan Presiden Park Gun sebagai sang ayah tak pernah menayakan keberadaan ibunya sekalipun.

Di balik ruangan Ji Na sempat menangis. Nampaknya Ji Na sempat  mengatakan hal tersebut. Kemudian muncullah ingatan lalu saat Ji Na bertengkar dengan ayahnya Presiden Park Gun. Presiden Park Gun,”Kamu pikir Lee Haesung akan menang ? Segalanya sempurna!. Saat itu Ji Na bertengkar dengan ayahnya karena membela Hae Sung.  Ji Na bertengkar dengan ayahnya karena masalah ibu Hae Sung. Karena keputusan sang ayah, Ji Na terang-terangan mengaku malu memiliki ayah seperti Presiden Park Gun. Kemudian kembali ke masa sekarang dimana Woo Jin menemukan Ji Na menangis di salah satu sudut ruangan rumah sakit Mirae. Woo Jin mengkhawatirkan Ji Na, namun Ji Na tak ingin mengungkapkan alasannya menangis.

Woo Jin mengungkit kisah silam dimana mereka memiliki hubungan sepasang kekasih. Namun Ji Na tak ingin kembali lagi pada hubungan saat itu. Ji Na hendak pergi, namun Woo Jin memeluk Ji Na. Ji Na hanya terdiam dengan pelukan Woo Jin. Kemudian Ja Hyun pun mengarahkan para lembaga pemerintah perihal strategi2 yang harus agar kota Seoul bisa bangkit dari bencana gempa. Ja Hyuk mengarahkan semua lembaga pemerintah itu dengan penuh emosi, Ja Hyuk,”kalian ngerti ? membuka jalanan adalah prioritas utama kita. Kalian bisa membuat petengkaran namun ikuti perintahku skarang. Buat bencana, 72 jam adalah waktu emas !”. Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua ini berakhir. Gomawoo

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*