Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama

Baca juga : Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Kedua

Buat teman2 yang menantikan Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama, berikut ulasannya :

Setelah semua pasien kanker Mirae yang tidak memerlukan perhatian lebih lanjut keluar, Prof Woo Jin melihat Ddol Mi dan menanyakan mengapa dia tak kembali ke Busan. Ddol Mi menanggapi,”Uh Saya ngerti kau mengingatku. Saya kira kau enggak ingat aku..”. Woo Jin,”Jung Ddolmi, bagaimana saya bisa lupa nama itu ?”. Kemudian Ddol Mi mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan Woo Jin yang telah mengoperasi perutnya saat kecelakaaan beberapa waktu silam.

Karena hal itu, Ddol Mi sangat mengagumi sekolah kedokteran dan ingin berjumpa dengan Woo Jin. Ddol Mi,”Tapi, apakah engkau sungguh dokter yang aku kenal ?”. Ddol Mi kini merasa asing dengan apa yang dilihatnya saat Woo Jin berada di rumah sakit.  Woo Jin menaggapi,”Belum pernahkah kau merasa karena bekas luka di perutmu sudah lama ?”. Bagi Woo Jin saat dia mengoperasi Ddol Mi tanpa melakukan anatesi, semuanya bukanlah legenda, namun hanya melakukan hal gila dan keberuntungan kala itu terjadi bagi Ddol Mi. Bagi Woo Jin, Ddol Mi selamat kala itu hanya karena keberuntungan.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama

Woo Jin meminta Ddol Mi untuk tidak memikirkan hal yang sama pada dirinya, terjadi pula pada pasien Mirae yang datang ke UGD nanti. Woo Jin,”Karena kekacauan itu akan membuat banyak pasien dalam bahaya..”. Kemudian Ddol Mi pun bertanya apakah Woo Jin menyesali apa yang telah dilakukannya  saat menyelamatkan Ddol Mi beberapa tahun lalu. Woo Jin menjawab,”Enggak. Saya hanya tak ingin melakukan hal seperti itu lagi..”. Setelah mengatakan hal itu, Woo Jin pun pergi sembari memberikan tanda tanya bagi Ddol Mi mengapa Woo Jin sudah berubah. Kemudian Woo Jin berjumpa dengan  Presiden Park Gun. Woo Jin merasa Mirae tak dapat mengendalikan semua pasien gawat darurat dalam keadaan yang serba kekurangan. Namun Presiden Park Gun meminta Woo Jin untuk tetap melakukan yang terbaik selama dua hari, karena Mirae hanya akan merawat pasien gawat hanya dalam dua hari kedepan. Presiden Park Gun,”Kita akan menutupi semua ketidakcukupan dalam persiapan bencana dan menghindari pelaporan..”.

Lagipula bila sesuatu terjadi, Dokter Kang yang akan bertanggung jawab atas semuanya, tegas Presiden Park Gun. Kemudian Presiden Park Gun melihat sosok pasien pak menteri yang sangat berharga bagi masa depan rumah sakit Mirae. Presiden Park Gun meminta Woo Jin untuk  merawat pasien pak menteri dan harus dapat menyelamatkan nyawanya. Kemudian dokter Kang pun berjumpa dengan para tim UGD. Dokter Kang mengarahkan karena persedian darah yang terbatas di Mirae, maka pasien yang memiliki masalah tulang yang patah harus segera diamputasi. Dan tim UGD tidak akan merawat pasien yang membutuhkan tranfusi darah secara berlebihan. Dan tak lama perawat mengatakan pasien UGD sudah datang ke rumah sakit Mirae. Dokter Kang meminta semua timnya untuk melakukan yang terbaik bagi pasien UGD yang datang.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama a

Saat beberapa dokter lain pergi, Ji Na melihat dokter Kang dalam kondisi yang tak biasanya. Ji Na berkata ke dr Kang,”beritirahatkah karena lengan Anda teruka. Biarkan kami yang menanganinya..”. Tapi dimanakah Dongha ? dimana Anda menaruhnya ?”. Dokter Kang terus menangis saat Ji Na menanyakan kabar Dongha anak dr Kang. Maklumlah saat gempa terjadi, Dongha sempat terhilang. Dr Kang menangis dan berkata,”Dia bersamaku di mobil. Saat sata membuka mataku, dia menghilang. Saya mencoba mencari kemanapun. Dia tidak ada disana”. Ji Na sedih mendengar musibah yang menimpa Dr Kang, dan Ji Na menyarakan agar Dr Kang lebih baik mencari anaknya daripada tinggal menangani pasien di Mirae.

Dr Kang menangapi,”Dongha tahu, jika sesuatu terjadi, kita memutuskan harus bertemu di rumah sakit..”. Karena alasan itulah Dr Kang terus berada di rumah sakit Mirae, dan berharap Dongha akan hidup kembali dan mereka dapat berjumpa di Mirae.  Untuk menguatkan Dr Kang  yang sedang dirudung masalah berat itu, akhirnya Ji Na pun memeluk Dr Kang.  Kemudian Hae Sung bersama tim dan beberapa perawat keluar untuk menangani pasien yang betul2 berada dalam keadaan darurat. Karena banyaknya pasin yang datang, So Yool serta Dae Gil pun harus berputar balik membawakan selimut pasien dengan tangga. Sementara itu, tuan Kang pun menuntun para pasien kereta api untuk keluar dari terowongan agar berhasil keluar dari terowongan bawah tanah. Sesaat lampu terowongan menjadi padam.

Hal itu menyebabkan seorang anak perempuan terjatuh. Seorang oppa pun berusaha untuk menggendong anak perempuan itu untuk berjalan. Untunglah anak itu memiliki peluit, sehingga oppa yang menggedong anak itu menyuruh para penumpang untuk mendengar tuntunan arah dalam terowongan melalui peluit tersebut. Akhirnya para penumpang kereta api berhasil mencapai stasiun. Sementara itu, tim pemadam kebakaran  kapten Choi duduk sejenak untuk beristirahat. Beberapa anggota  kapten Choi sudah merasa kelelahan. Anggota Choi,”Kita harus menyelamatkan lebih banyak masyarakat..”. Kapten Choi,”Ah, Aku enggak tahu. Aku enggak tahu..”. Tiba2 kapten Choi mendapat laporan dari anak buahnya bahwa sejumlah masyarakat berusaha keluar dari statiun kereta api bawah tanah di Yongkwang.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama b

Mendengar hal itu, kapten Choi menyuruh semua anggotanya untuk pergi ke stasiun kereta api bawah tanah Yongkwang. Tuan Kang berusaha untuk membatu para penumpang lain untuk keluar dari stasiun bawah tanah Yongkwang. Tak lama kapten Choi datang. Kapten Choi bahagia melihat tuan Kang berhasil selamat dari bencana gempa. Tuan Kang,”Seob, kamu datang untuk menemukanku ! Temanku !”. Tuan Kang pun memeluk kapten Choi karena mereka bertemu secara tidak sengaja. Kapten Choi memberitahukan bahwa Seoul baru saja dilanda gempa yang hebat. Tuan Kang meminta Kapten Choi untuk merekrut pemuda yang bersamanya, karena dia memiliki kemampuan untuk menuntun orang di stasiun bawah tanah serta  fisik yang kuat. Tiba2 sebuah gedung akan roboh, dan akan jatuh menimpa anak yang dibawa pemuda tadi.

Saat pemuda itu melihatnya, pemuda itu bergegas mendorong anak perempuan itu. Akhirnya anak perempuan itu berhasil selamat, sedangkan pemuda tersebut malah harus terluka parah akibat runtuhan. Saat Dae Gil serta So Yool hendak membawa selimut pasien UGD, tiba-tiba saja   Dae Gil disuruh untuk menghentikan pendarahan yang terjadi pada bagian kaki seorang pasien, Dae Gil terlihat gugup namun So Yool langsung memberikan sarung tangan kepadanya, dan Dae Gil berusaha menghentikan pendarahan pasien itu. Pasien itu pun dibawa ke dalam ruang UGD Mirae. Dr Yoo sempat bingung apakah akan mengamputasi pasien tersebut. Sementara itu, Dae Gil menjadi begitu jijik dengan darah yang muncrat dari pasien tersebt. Akhirnya Ddol Mi sebagai bagian ortopedi berhasil menghentikan sejenak pendarahan pasien tersebut. Ddol Mi,”hanya  hentikan di bagian arterinya. Kita bisa menagani tulah setelah kita menemukan tanda vitalnya. Orthpedi nanti..”. Dr Yoo,”Saya akan memberitahukan Dr Ahn Dae Gil untuk mendapatkan persetujuan operasi..”.

Kemudian Ddol Mi datang ke Dr Dae Gil yang tak bisa menangani pasien sebelumnya dengan baik. Ddol Mi,”Tapi itu membuat kamu memuakkan bahkan memikirkan untuk mengamputasi kaki dengan gergaji ? Apa kamu seorang dokter ?. Jika kau juniorku, Akan kupukul kau atas apa yang telah kau lakukan”. Namun Dae Gil berusaha untuk membantah Ddol Mi. Ddol Mi pun marah melihat tingkah Dae Gil yang hanyalah seeorang junior. Kemudian Ddol Mi mengabil papan nama Dae Gil, dan mengomeli bahwa lisensi medis yang dimiliki oleh Dae Gil hanya sebuah kertas tak berarti.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama c

Dr Dae Gil ingin pergi dari ruang UGD karena perawat bahkan dokter dari Busan Ddol Mi tak memperlakukannya sebagai seseorang yang juga berstatus dokter residen. Perawat Ohn menanggapi,”kamu takut dengan darah, dan mengapa kamu mencoba untuk menjadi dokter bedah plastik ?. Kamu pintar, hanya memilih bagian internal medicine..”. Dae Gil,”Aku tak bisa memberikan pembedahan plastik ayahku ke orang lain..”. Sebaliknya Dae Gil pun keluar dari rumah sakit Mirae, meskipun perawat Ohn berusaha untuk mencegahnya. Di jalanan Dae Gil masih kesal dengan Ddolmi, “Apakah dia seniorku langsung atau apa ? Beraninya dia menendangku ?. Dan bahkan seniorku tak bisa”. Tiba2 saja Dae Gil kaget melihat banyaknya orang yang sudah meninggal dunia, dan runtuhan roboh yang sudah ambruk dahsyat di tengah jalan.

Sementara itu, Ji Na, perawat Kim, serta Ddol Mi sedang beristirahat sejenak di kantor, karena mereka begitu kelelahan menangani banyak pasien.  Ji Na memuji Ddol Mi,“Kamu hebat. Kamu menyelesaikan memilah semua pasien..”. Perawat Kim cukup kesal karena rumah sakit tak memberikan mereka makanan. Ddol Mi yakin esok hari pasien gawat darurat akan kembali berdatangan di RS Mirae. Perawat Kim berharap agar mereka diberikan makanan pada esok hari. Tak lama Hae Sung datang memberikan mereka sekaleng kopi untuk mengganjal perut yang lapar. Namun hanya sejenak minum, perawat kembali datang dan meminta Hae Sung untuk menyelamatkan pasien yang dibawa oleh tim pemadam kebarakaran (SAR). Saat tim Hae Sung keluar, dia melihat Woo Jin menangani pasien yang luka berat akibat dari runtuhan gedung itu.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama d

Hae Sung sendiri menangani pasien anak perempuan yang tuli yang ditolong oleh pemuda tadi. Anak perempuan itu menangis dan menjelaskan bahwa dia tak memiliki ibu, dan ayahnya berada di rumah. Anak perempuan itu menuliskan kalimat di tangan Hae Sung, agar dia bisa menyelamatkan oppa yang menolongnya. Woo Jin sendiri menandai pemuda itu dengan tanda hitam yang berarti tak bisa ditolong lagi. Woo Jin,”Tekanan darah 70/50, pulse 130. Spertinya terjadi pendarahan hebat di bagian abdomen(perut). Jika kita mencoba melakukan sesuatu dengan panggul yang patah, pendarahan hebat tak terelakkan”. Woo Jin pun menolak pemuda itu dirawat di Mirae, karena pendarahan yang hebat serta persediaan darah terbatas. Kapten Choi marah karena pemuda itu diabaikan. Namun Woo Jin menegaskan,”Jika kami membutuhkan transfusi darah secara massif, kami menyerah. Itulah kebijakan dari aturan penanganan bencana rumah sakit Mirae..”.

Kapten Choi,”Menyerah ? Apa kamu bilang kau tak ingin menyelamatkan pasien ini ?”. Woo Jin juga marah,”Saya bilang tak ingin menyelamatkannnya tapi saya enggak bisa. Rumah sakit ini tidak cukup darah..”. Woo Jin meminta kapten Choi untuk membawa pemuda itu ke rumah sakit lain untuk bisa menyelamatkannya. Namun Kapten Choi marah karena kondisi jalanan yang sangat rusak sehingga sulit mengevakuasi pemuda tersebut. Dengan kondisi masih sadar, pemuda itupun mendengar Woo Jin menolak untuk menyelamatkan dirinya. Kapten Choi berteriak dan meminta agar pemuda itu diselamatkan segera.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama e

Namun Hae Sung malah berbeda pendapat dengan Woo Jin. Hae Sung ingin melakukan operasi, dan dia meminta Ddol Mi untuk membantu operasi tersebut. Saat Woo Jin mendengar hal itu, dia kaget. Hae Sung meminta perawat Ohn membawa pemuda itu ke ruang operasi. Woo Jin,”Siapa kau ? dengan itu , apakah kau akan melakukan operasi ?. Ku katakan padamu, kita enggak punya waktu ataupun darah..”. Hae Sung menaggapi,”Dalam sejam, tanpa tranfusi darah..”. Woo Jin,”Sejam ? Kesombonganmu menembus langit..”. Hae Sung,”Saya nekat..”. Hae Sung ingin melakukan operasi itu agar sang pemuda dapat hidup dan melihat hari esok. Hae Sung,”Jika dokter menyerah, tidak akan ada esok hari buat pasien ini..”. Woo Jin bertanya akan persetujuan pasien.

Tanpa ragu Hae Sung berkata ke pemuda itu, bahwa Hae Sung  dapat mengoperasi pasien itu, dan bertanya apakah dia ingin dioperasi. Pemuda itu menjawab,”Saya ingin hidup..”. Hae Sung,”Saya mendapat persetujuannya. Akan kujelaskan tipe operasinya saat berada di dalam..”. Tanpa ragu, Hae Sung meminta Ddol Mi untuk segera ke ruang operasi untuk membantunya. Namun Woo Jin marah karena tindakan itu akan membahayakan pasien. Kapten Choi merelai Woo Jin dengan berkata bahwa, dia membawa pemuda itu ke rumah sakit agar tidak menjadi mayat dan meninggal. Woo Jin menanggapi,”Ini adalah sebuah rumah sakit. Jadi berikanlah semuanya ke orang2 di rumah sakit.. Kami akan memutuskan apakah akan menyelamatkan atau tidak”. Pertengkaran sengit kapten Choi serta Woo Jin terjadi, Ddol Mi meminta keduanya berhenti karena pasien pemuda tersebut masih sadar.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama f

Ddol Mi,”Ku katakan dia bisa mendengar segalanya. Tolong pikirkan tentang perasaan pasien, huh?”. Dan pemuda itu langsung berkata bahwa dia ingin hidup. Akhirnya tanpa berpikir panjang, Hae Sung serta Ddol Mi membawa pasien tersebut.  Kemudian para anggota tim SAR pun duduk di luar Mirae. Kapten Choi masih penuh emosi dengan ocehan dari Woo Jin tadi. Tak lama Dr Kang mendatangi kapten Choi. Dr Kang,”Ketika gempar terjadi, dekat Yongkwang Mart, apakah mungkin mengetahui mereka ? Dia seorang anak 7 tahun. Dia memakai T-Shirt hijau”. Kapten Choi bertanya mengapa Dr Kang mencari anak itu. Dr Kang menjawab,”Dia adalah anakku. Ank 7 tahun. Dong Dongha”. Kapten Choi menghela nafas mendengarnya, Kapten Choi,”Oh Kamu pastinya menderita. Dan kamu masih melakukan yang terbaik sebagai dokter”. Kapten Choi pun berjanji berusaha untuk mencari anak dari Dr Kang Dongha. Kapten Choi,”Jangan kuatir, Semuanya akan baik2 saja..”.

Sementara itu, Hae Sung menjadi gugup serta keringatan karena pertama kalinya harus mengoperasi pasien tanpa bantuan transfusi darah dalam durasi hanya sejam. Ji Na melihat Hae Sung sangat gugup. Ji Na,”Jika tidak yakin, ayo menyerah saja. Enggak akan ada yang berkata apapaun..”. Hae Sung gugup apakah dia bisa melakukan yang terbaik buat pasien tersebut. Hae Sung tak ingin pasiennya meninggal begitu saja. Ji Na,”Kemudian tinggalkan kegugupan berakhir disini..”. Ji Na takut semua anggota tim operasi  di ruang operasi menjadi kacau bila Hae Sung menjadi gugup. Ji Na,”katakan disini bahwa kamu bisa melakukannya dengan baik. Jika tidak, saya tidak masuk kedalam..”. Hae Sung,”Kau menakutkan, Park Jina..”.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama g

Sebaliknya di ruangan Presiden Park Gun, Dr Kang kaget saat Woo Jin memberitahukan bahwa Hae Sung berani mengoperasi pasien yang membutuhkan trafusi darah yang banyak. Woo Jin,”Yah, tanpa tahu, berapa banyak darah yang dibutuhkan pasien. Tanpa pemeriksaan, hanya persetujuan”. Kemudian Presiden Park Gun bertanya dimana ruang operasi yang dilakukan Hae Sung. Sebaliknya di ruang operasi, pasien pemudai itu dibacakan beberapa persetujuan pasien yang berisi tentang resiko2 bila operasi ini dilanjutkan, dan RS Mirae tidak bertanggung jawab atas hal tersebut. Dalam kondisi lemah, pemuda itupun mendantangani kontrak persetujuan operasi dengan RS Mirae.

Melihat pasien yang gugup, Hae Sung berusaha menguatkan pasiennya itu, Hae Sung,”Pikirkan saja ingin hidup. Pasien,”Dokter, Terima kasih..”. Hae Sung,”Kamu terlalu cepat. Saya bahkan belum memulainya..”. Pasien,”Kau tidak membiarkanku meninggal di jalanan. Bahkan jika saya tak bisa membuka mataku setelah operasi, Saya takkan membencimu dokter. Jangan kuatir”. Alat deteksi jantung pun dipasang ke dada pasien, dan perlengkapan operasi lainnya. Hae Sung meminta Ji Na serta Ddol Mi untuk bersiap2 mengoperasi pasien.

Ahli anastesi pun sudah selesai melakukan tugasnya. Tak lama Presiden Park Gun datang, dan meminta untuk menghentikan operasi. Presiden Park Gun,”Kau berjanji tentang menjaga aturan rumah sakit. Kau tahu dengan persediaan darah, kan ?”. Hae Sung,”Saya bisa melakukan ini tanpa transfusi darah..”. Presiden Park Gun,”Bagaimana dengan persetujuan ?”. Hae Sung,”Saya sudah menerimannya. Presiden Park Gun, “Walinya ? Bahkan jika ini sukses, ini adalah operasi tanpa wali atau penjamin”. Namun Hae Sung tetap bersikeras ingin mengoperasi pasien tersebut. Presiden Park Gun,”Jangan mencoba untuk mengambil segalanya. Bahumu sudah cukup berat..”. Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama ini berakhir. Gomawooo.

Foto Sinopsis D-Day Episode 5 Bagian Pertama h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*