Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 6 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 6 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Drama Korea Episode 6 Bagian Kedua]

Ja Hyuk berkata pada yang lainnya bahwa jika kekacauan ini tidak bisa dibenahi dalam waktu tiga hari, korban jiwa, kerusakan properti akan bertambah secara eksponensial dan meminta kepada para lembaga pemerintah agar semuanya bergerak cepat. Setelah rapat selesai, Ja Hyuk memberitahu ketua Basarnas bahwa terhadap penanggulangan bencana kali ini, menyelamatkan korban dan pemulihan sistem adalah dua hal yang utama.

Ketua Basarnas tidak setuju karna menurutnya penanggulangan api adalah prioritas utama; tapi Ja Hyuk memperjelas bahwa belakangan ini ada opini masyarakat yang tersebar katanya pemadam kebakaran sibuk memadamkan api kesana kemari sehingga mengabaikan penyelamatan korban; ketua basarnas mengatakan bahwa tuduhan itu tidak adil dan sebuah tuduhan tidak berdasar. Dia membela diri karna peralatan yang belum bisa didatangkan ke TKP sehingga anak buahnya terpaksa menolong korban secara manual. Ja Hyuk memperjelas bagi badan penyelamat bencana opini negatif seperti ini bukanlah hal yang baik dan kembali mengingatkan bahwa menyelamatkan korban adalah prioritas utama.

Sinopsis D-Day 2

Usai rapat, Ja Hyuk diberitahu oleh tangan kanannya bahwa seperti yang telah ia perintahkan mereka telah mengambil alih pabrik semen China, sedangkan India dan Australia masih dalam batas negosiasi sedangkan bahan bangunan sedang diusahakan diambil alih secepat kilat dengan menggunakan uang tunai. Ja Hyuk memberitahu untuk secepat mungkin membentuk tim perencanaan ulang Yonggwang-gu. Ja Hyuk memandang dari jendela gedung-gedung yang runtuh di Seoul dan berkata: “Seoul dibangun kembali olehku, Goo Jae Hyuk.”

Di rumah sakit Mirae, Lee Hae Sung mengagetkan Ddol-Mi yang ketiduran menunggui seorang pasien dan menegurnya: “Jangan terkantuk-kantuk! Lakukan pekerjaanmu dengan benar. Bikin malu saja didepan ko-as. Mulut saja tidak sanggup kau buka. Hei, sekalipun ini bukan spesialisasimu, tapi bidang lain juga harus kau tahu. Itu baru namanya dokter.” Ddol-Mi protes diperlakukan seperti itu  oleh Lee Hae Sung  dan memberinya alasan jika dia telah diseret kesini untuk ikut menderita, tidak dizinkan pulang dan sekarang tidur saja tidak boleh: “Memangnya aku sudah kau kasih makan atau kau biayai?”; dan pergi keluar dari Unit Perawatan Intensif.

Hae Sung mengejar Ddol-Mi dan berkata padanya mengapa dia jadi suka ngambek. Tapi Ddol-mi berbalik dan memperlihatkan padanya agar-agar dan kopi kalengan sekaligus mengatakan karna khawatir dia belum makan apa-apa makanya dia menungguinya datang. Ddol-Mi memberitahunya bahwa dia mendapatkan agar-agar dan kopi kalengan itu dari ko-as bernama Dae-Gil yang mengejar-ngejarnya dan memberitahunya untuk tidak marah pada Dae Gil tapi Hae Sung malah tertawa.

Sinopsis D-Day 3

Kepala Park dan dokter Kang  ditemani Han Woo Jin pergi memeriksa pembangkit listrik yang mereka gunakan untuk rumah sakit dan menemukan jika selama ini rumah sakit hanya mengandalkan 2 unit generator. Mereka menemukan fakta  bahwa listrik belum terisi penuh sehingga untuk bertahan dua hari saja tidak bisa. Kepala Park berkata bahwa pemerintah mungkin akan segera memberikan mereka bantuan; sekalipun begitu mereka harus tetap mempersiapkan rencana penanggulangan nomor 2 karna bagaimanapun juga kemungkinan tutup lebih tinggi.

Warga Seoul terpaksa harus mengantri hanya untuk membeli bahan bakar karna kelangkaannya dan hanya di tempat pom bensin itu yang tersedia. Cha Ki Moong datang ke pemiliknya untuk membeli sedikit bahan bakar tanpa harus mengantri karna keadaannya sedikit mendesak untuk memindahkan bayinya yang baru dilahirkan agar mereka tidak meninggal. Tapi amarah warga Seoul yang lain yang sedang mengantri tersulut karna Cha Ki Moong ngotot ingin segera membeli bahan bakarnya. Dia akhirnya dihajar oleh warga lain dan terjadi keributan di pom bensin itu.

Sinopsis D-Day 4

Hae Sung menyuruh Dae Gil untuk menenangkan adik Min Chul yang menjalani operasi damage control dan dia sendiri yang akan menjaga pasiennya. Ketika Dae Gil dan Ddol-Mi keluar dari ruang unit perawatan intensif; dokter Kang datang. Dia meminta Hae Sung untuk mulai sekarang tidak boleh lagi menerima pasien dan tidak ikut campur terhadap pasien gawat darurat karna listrik rumah sakit tidak bisa bertahan sampai 2 hari. Dokter Kang menjelaskan bahwa Tim pembangkit listrik darurat awalnya menargetkan pasokan listrik cukup untuk setidaknya 2 hari tapi ternyata mereka dibohongi oleh statisktik angka yang ada di dokumen.  *[Damage Control Surgery –Sistem operasi yang bertujuan untuk mengontrol pendarahan, melindungi dan menghindari kerusakan jaringan lebih lanjut.]*

Hae Sung tak terima jika rumah sakit akan ditutup: “Apa rumah sakit akan ditutup. Disini hanya ada pasien darurat yang tidak bisa jalan ataupun bernafas tanpa respirator.” Dan Dokter Kang memberitahunya bahwa dia diperintahkan untuk membuat rencana penanggulangan kedua; tapi Hae Sung  lantas berkata: :”Dengan apa mereka akan mengevakuasi pasien dengan jumlah pasien 200 sampai 300 – mau sampai kapan proses evakuasinya; terus mau diantar kemana dan rumah sakit apa. Justru karna tidak ada alat transportasi tim penyelamat membawa pasien kesini dengan menggunakan kereta belanja swalayan.” Tapi dokter Kang malah marah-marah dengan sikap Hae Sung yang terlalu banyak protes dan balik bertanya apa dia pernah membayangkan situasi rumah sakit tanpa listrik.

Sinopsis D-Day 5

Diluar rumah sakit, Dae Gil yang sedang asyik bermain karet gelang dengan adik Min Chul; Ddol Mi datang menghampirinya dan berkata padanya jika dia menerima pemberian agar-agar dan kopi kalengnya tapi tidak hatinya. Dae Gil hanya bisa dibuat kebingungan dengan kata-katanya: “Aigoo, kalau mau menggosip sudah pasti kau juara satu. Terakhir kali baru kapan itu kau omeli aku. Sekarang ngomongin masalah agar-agar.” Ddol-Mi kembali menekankan pada Dae Gil untuk tidak mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin darinya.

Ddol-Mi merawat luka ayah si kembar (Cha Ki Woong) yang datang ke rumah sakit dalam kondisi luka-luka dan Hae Sung memberitahunya bahwa mesin pembangkit listrik rumah sakit juga akan mati tidak lama lagi dan ayah bayi kembar ini memberitahu mereka untuk merawat istri dan anaknya sampai dia berhasil menemukan bahan bakar itu sekalipun harus mencuri. Dia mengumpulkan keluarga para pasien untuk meminta bantuan mereka mencari bahan bakar karna asalkan bahan bakar untuk kapal pesiar itu terisi penuh dan dibawa ke rumah sakit ini maka semua pasien bisa meninggalkan Seoul. Usahanya tidak sia-sia karna mereka setuju untuk pergi bersamanya mencari bahan bakar.

Sinopsis D-Day 6

Di kantin, karna kehabisan gas maka pihak rumah sakit tidak menyiapkan nasi atau bubur dan penggantinya hanya udon yang habis hanya dalam satu sendok saja. Ddol-Mi teringat jika ada ibu yang habis melahirkan karna setidaknya dia harus diberi makan miyeokguk untuk menghasilkan asi agar dia bisa menyusui bayinya; dan tanpa sengaja Dae Gil yang duduk disebelahnya mendengar pembicaraan mereka. Dia lalu berinisiatif pergi ke parkiran dan membuka bagasi mobilnya untuk mengambil perlengkapan memasak.

Ddol-Mi datang ke kamar ibu yang habis melahirkan itu dan mendapati Dae Gil ada disana sedang memasakkan miyeokguk untuk ibu itu dengan kompor listrik dan panci kecil yang ia bawa dari rumah. Ibu ini menangis melihat perhatian yang mereka berikan padanya dan mengucapkan terima kasih.

Choi II Sun datang memeriksa rumahnya dan merasa lega menemukan istri dan putrinya tidak ada. Dia bersyukur karna waktu itu dia bertengkar dengan istrinya sehingga dia lari ke rumah orang tuanya membawa putrinya dan mereka terluput dari bencana.

Sinopsis D-Day 7

Han Woo Jin datang melihat kondisi Min Chul  dan melihat Dae Gil duduk sedang menjaganya. Dia terkejut melihat catatan medisnya meskipun tak mengatakan apa-apa tentang trombositnya yang berada di bawah normal dan hanya berkata pada Dae Gil: “Pasien yang membuat orang bergandengan tangan dan mendoakannya. Persiapkan mental. Pasokan listrik akan segera berhenti. Perlengkapan obat dan darah juga sudah habis. Jepang yang sangat terlatih dalam menanggulangi bencana setidaknya membutuhkan tiga hari untuk mengirim pasokkan. Mampukah pasien ini bertahan hingga saat tu?”.

Han Woo Jin juga menemukan hal yang serupa pada pasien yang ada di dalam ruangan isolasi; tapi dia segera memberi penanganan. Dia menyuruh Mhyung Hyun yang bertugas menjaga pasien ini untuk segera mengambil trombosit.

Sinopsis D-Day 8

Ddol-Mi menenangkan adik Min Chul yang menangisi kakaknya dan menyuruh Dae Gil menghiburnya di luar; tapi dia lantas terkejut melihat chart medisnya ketika membaca laporan PLTnya. [PLT: Pemeriksaan trombosit dalam darah] – dan heran dengan dae Gil yang telah lalai. Dae Gil membela diri mengatakan bahwa Woo Jin baru saja membaca chartnya tapi dia tak mengatakan apa-apa. Tapi Ddol-Mi menyuruhnya membaca chart medis itu dan terkejut melihat hasilnya. Ddol-Mi dan Park Ji Na segera lari ke tempat pengambilan trombosit tapi mereka menemukan bahwa persediaan trombosit sudah habis karna baru saja diambil oleh Myung Hyun untuk pasien yang ada di ruang  isolasi.

Lee Hae Sung datang menemui Woo Jin dan meminta sebagian dari trombosit yang ia ambil untuk menolong pasien; tapi Woo Jin menolak. Dia berkata padanya jika pada akhirnya pasiennya akan mati sedangkan kondisi pasiennya sudah membaik; dan balik bertanya jika harus memilih dikarenakan persediannya yang terbatas menurutnya lebih menguntungkan digunakan di pasien yang mana.

Lee Hae Sung menjawab jika dia masih belum menyerah – dan bersikeras agar trombositnya dibagi rata – tapi Woo Jin menantangnya berkata bahwa ini adalah saat dimana dia harus memilih, dimana memilih untuk menolong satu dari antara dua orang.

Sinopsis D-Day 9

Hae Sung bersikeras ingin masuk ke dalam ruang isolasi itu, tapi Woo Jin menghalanginya masuk mengingatkan bahwa delapan bungkus trombosit diberikan pada satu pasien pun tidak cukup. Hae Sung bersikeras ingin masuk sehingga Dokter Kang ikut campur. Dia  memerintahkan agar memberikan trombosit itu pada pasien yang ada di ruang isolasi dan mengatakan bahwa jika mereka harus berpikir rasioanl dan yang dikatakan oleh Woo Jin dari awal sampai akhir tidak salah.

Hae Sung tetap ngotot mengatakan bahwa walaupun pasien Min Chul berada di ambang maut tapi proses pemulihannya sangat cepat – tapi pada situasi dimana hal ini tidak menjadi pertimbangan, semuanya mau langsung diberikan kepada pasien di ruang isolasi tersebut hanya karna pasien itu adalah seorang VIP yang hebat.

Doker Kang berkata tidak; dan Woo Jin kemudian memberitahunya jika trombositnya dibagi pada Min Chul maka akan memberikan resiko pada pasien yang ada di ruang isolasi. Menurut Woo Jin dengan tidak memadainya trombosit maka melepaskan pasien tersebut adalah benar sehingga mulai hari ini dia tak usah memberikan pengobatan dan perawatan pada Min Chul. Dan Woo Jin  memperingatkan Ha Sung jika dia bisa berada disini karna pernah berjanji untuk menaati kebijakan rumah sakit dan jika seperti itu terus dia akan melaporkannya pada direktur rumah sakit.

***BERSAMBUNG***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*