Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 8 Bagian Kedua

Sinopsis “D-Day” Episode 8 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Episode 8 Bagian Pertama]

Woo Jin kaget mendengar bahwa Hae Sung melakukan operasi pada situasi seperti ini, dan bertanya karna curiga apa Ji Na meminta bantuannya karna Hae Sung – tapi Ji Na malah berteriak di depannya bahwa hidup mati pasien lagi menjadi taruhan.

Di ruang pengelolaan fasilitas, karna gempa susulan yang baru saja terjadi saluran pipa yang terhubung ke tangki pecah sehingga pembangkit listrik tidak bisa dipakai lagi, termasuk pembangkit listrik yang ada di lantai 3 bawah tanah karna akan segera terbenam air – sehingga sekarang rumah sakit tidak akan bertahan selama setengah hari dan hanya tersisa beberapa jam.

Manajer rumah sakit memberikan laporan kerusakan kepada Direktur Park, dan memberitahunya bahwa rumah sakit bisa ditutup lebih awal dari yang mereka antisipasi. Dan untuk melepaskan tanggung jawab, Direktur Park kemudian memerintahkan untuk memecat staf pengelolaan fasilitas dan membuat laporan dikarenakan kelalaian dalam pengelolaan fasilitas, keputusan ini diambil.

Sinopsis D-Day 2

Para petugas pemadam kebakaran yang selama ini telah bekerja keras memberikan penghormatan kepada mayat yang mereka temukan, dan seorang petugas pemadam kebakaran prustasi karna tak perduli apapun yang mereka lakukan orang-orang juga akan mati. Woo Sung berkata padanya untuk menganggap bahwa orang-orang yang mereka temukan dan selamatkan adalah ibu atau teman-temannya.

Bahan bakar peralatan berat habis sehingga sekarang tidak bisa lagi membersihkan jalanan dari puing-puing bangunan. Sementara itu, Kepala Kang menghubungi lewat radio, meminta para petugas kebakaran untuk kembali secepatnya ke rumah sakit Mirae untuk memompa air yang ada di lantai bawah tanah.

Hyun Sook dengan tergesa-gesa ke kantor Kepala Kang – dia ada disana untuk memberitahunya tentang Hae Sung yang masih ada di ruang operasi, tapi dia mendengar bahwa listrik akan segera mati, dia bertanya-tanya apa dia bisa pulang ke rumah.

Sinopsis D-Day 3

Saat Hae Sung mencoba melanjutkan operasinya dengan hanya satu tangannya, DDol Mi minta maaf karna tidak bisa membantu karna dia tidak tahu bagaimana melakukan operasi. Tapi Hae Sung mengatakan bahwa itu bukan kesalahannya tapi karna gempa dan karna keserakahannya sendiri yang ingin menyelamatkan pasien sehingga menyeretnya ke situasi seperti ini.

Dae Gil masih mengira bahwa Woo Jin tidak akan ambil bagian dalam operasi ini, tapi ternyata Ji Na berhasil membawa Woo Jin masuk ke ruang operasi. Dia memberitahu Hae Sung dan timnya bahwa karna gempa tadi tangki air pecah menyebabkan pembangkit listrik rumah sakit rusak, sehingga dengan bahan bakar yang ada sekarang, hanya bisa bertahan sekitar satu jam.

Sinopsis D-Day 4

Hae Sung memperkirakan bahwa peralatan bedah di ruang operasi bisa bertahan satu jam dengan batere bisa bertahan 30 menit, sehingga baginya mereka masih mempunyai waktu satu setengah jam. Tapi Woo Jin malah marah dan menyuruh Hae Sung untuk berpikir rasional, karna mereka masih membutuhkan tenaga listrik untuk mengawasi mulai dari tanda vital sampai oksigen pernapasan pasien setelah dioperasi.

Tapi dia tidak terpengaruh, Hae Sung percaya bahwa sekelompok orang yang keluar untuk mendapat pasokan bahan bakar akan kembali, tapi Woo Jin balik bertanya jika mereka tidak kembali maka pasien akan mati, ditambah lagi dunia medis akan mencerca mereka sampai harus menanggung malu. Tapi Hae Sung berteriak mengapa mereka harus malu justru pasien berada di depan mata tapi tidak melakukan apapun, baginya itulah rasa malu. Dalam situasi tegang seperti itu, Hae Sung memanggilnya ‘Hyeong.’

Sinopsis D-Day 5

Sebuah flashback dimana dulu tampaknya Hae Sung dan Woo Jin akrab satu sama lain, dimana Woo Jin menunjukkan pada Hae Sung yang prustasi karna berulang kali gagal bagaimana menjahit luka sobek dengan rapi. Hae Sung memanggilnya ‘Hyeong’ dan mereka berdua tampak bahagia bersama. Kenangan itu sepertinya berhasil membuat Woo Jin setuju untuk ikut membantu dalam melakukan operasi, tapi dia mengingatkan Hae Sung bahwa dia tidak ingin bertanggung jawab atas operasi ini.

Kepala Kang mengumpulkan semua staf untuk melibatkan mereka dalam membantu agar rumah sakit bisa tetap berjalan. Dia memerintahkan beberapa dokter pria untuk membereskan pintu masuk rumah sakit supaya mobil pemadam kebakaran bisa lewat tanpa halangan dan staf yang tersisa supaya mereka bisa bertahan sampai truk tangki tiba, harus bisa mendapatkan bahan bakar diesel, yang bisa didapatkan dari mobil berbahan bakar diesel yang parkir di lapangan parkir rumah sakit

Sinopsis D-Day 6

Para staf yang tersisa mencoba menenangkan para keluarga pasien yang mulai ricuh karna mendengar bahwa listrik rumah sakit akan padam. Kepala Kang berdiri di sebuah meja, dan membunyikan sirene dengan keras untuk mendapatkan perhatian mereka. Dia berteriak untuk mengingatkan bahwa ribut-ribut tidak akan menyelesaikan masalah. Dia memberitahu mereka bahwa stafnya telah pergi mencari diesel sekaligus mengingatkan para wali pasien gawat darurat untuk berjaga-jaga agar mempersiapkan diri melakukan ambu.

Myung Hun menemukan sebuah truk berbahan bakar diesel dan terasa ingin muntah saat dia menyedot keluar dieselnya. Manajer rumah sakit memerintahkan memasang blokade di pintu masuk rumah sakit tepat disaat Kepala Kang berteriak untuk membuka blokade itu. Tapi si manajer hotel memberitahunya bahwa ini adala perintah dari Direktur Park, apalagi pasokan listrik akan segera putus.

Tapi manajer rumah sakit itu harus gigit jari karna mobil pemadam kebakaran tiba sehingga harus membuka palangnya agar mereka bisa memompa air yang ada di lantai bawah tanah.

Sinopsis D-Day 7

Kembali ke ruang operasi, Ddol Mi dibuat kagum melihat kerja sama antara Woo Jin dan Hae Sung, sangat cepat dan bahkan jahitannya tidak ada satupun yang lepas. Penglihatan Woo Jin tiba-tiba kabur, dan dia mengusap-ngusap matanya. Dia beralasan karna sedang berkeringat, tapi sepertinya ada masalah serius dengan penglihatannya. Hae Sung berterima kasih atas bantuannya – jika bukan karna Woo Jin mereka tidak akan bisa menyelesaikan operasinya sesuai jadwal dan menyelamatkan nyawa Min Chul.

Para petugas kebakaran mulai memompa air yang ada di lantai bawah tanah dan di saat yang bersamaan Woo Sung melas pipa yang bocor. Myung Hun dan Kapten Choi bersitegang. Dia tak terima diperintah oleh kapten Choi, karna statusnya yang sebagai seorang dokter. Tapi karna ditegur oleh Kepala Kang, Myung Hun akhirnya melakukan apa yang diperintahkan oleh Kapten Choi.

Direktur Park sebenarnya tidak senang karna mendengar bawa Kepala Kang berhasil membuat rumah sakit tetap berjalan di tengah kekacauan. Saat dia masuk ke ruang kantornya, dia menyembunyikan daftar terbaru pasien yang meninggal saat kakaknya bertanya apa dia akan menutup rumah sakit ini;  bagaimana jika suami dan putranya membutuhkan perawatan medis – apalagi rumah sakit ini adalah milik suaminya yang dibuat demi putranya. Dan Direktur Park berbohong pada kakaknya bahwa dia sudah memberitahu petugas pemadam kebakaran untuk menemukan suami dan putranya.

Sinopsis D-Day 8

Karna banyaknya air yang dipompa dari lantai bawah tanah rumah sakit, para staf rumah sakit dan petugas pemadam kebakaran menggunakan air itu untuk mandi. Kapten Choi memberitahu Kepala Park bahwa satu unit mesin pembangkit listrik masih bisa berfungsi dengan normal, karna petugas kebakaran telah mengeluarkan banyak air untuk menyelematkan generator.

Direktur Park masih saja menggerutu ‘jika rumah sakit ditutup lebih awal, dengan begitu para pasien akan dipindahkan ke rumah sakit lain tidak akan kehilangan nyawa yang berharga.’ Dia mengingtakan Petugas Kang bahwa semua ini adalah tanggung jawabnya, dan menyebutkan satu persatu kesalahannya mulai dari rasa patriotik, mengurung pasien di dalam rumah sakit hingga menyebabkan mereka kehilangan nyawa.

Di kolam renang yang runtuh itu, kakak ipar Direktur Park dan putranya terbangun, dan dia mulai memukul pipa itu agar bisa didengar oleh tim penyelamat. Ji Son putranya memanggilnya karna haus. Dia memberinya kaos yang basah untuk ia peras agar bisa mendapatkan tetesan air. Ayah menasihati Ji Son bahwa meskipun kotor, setidaknya itu air, untuk menghilangkan dahaganya agar dia bisa tetap hidup.

Sinopsis D-Day 9

Pasien VIP yang ada di ruang isolasi sudah siuman, dan anehnya Direktur Park seakan tak senang mendengar kabar ini. Dia kaget mengapa pasien itu bisa siuman.

Tapi di depan pasien itu, Direktur Park tampak ramah, menjelaskan situasi tentang gempa gumi yang menggoncang Seoul, dan membuatnya terdengar seakan mereka memastikan bahwa Perdana Menteri Suk dioperasi di RS Hangang Mirae untuk merahasiakan hubungannya dengan kekasihnya.

Stasiun berita melaporkan bahwa ada kemungkinan angin topan yang melanda Jepang akan melintasi Korea, dan Kepala Kang memegang kepalanya saat dia mengeluh, “Kenapa selalu ada kejadian seperti ini?”

Sinopsis D-Day 10

Beberapa dari staf termasuk Myung Hun telah memutuskan bahwa tidak ada alasan baginya untuk mereka ada di rumah sakit karna listriknya akan segera padam. Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan keluarga mereka. Dia berkata bahwa setelah rumah sakit beroperasi kembali dia akan kembali.

Kepala Kang kembali bertanya lewat radio pada Ja Hyuk — kapan bahan bakar dieselnya bisa sampai dan helikopter yang akan memindahkan pasien. Ja Hyuk hanya terus mengatakan padanya bahwa bahan bakar diesel pasti akan tiba begitu jalan dibuka, dan helikopter …

Operasi Min Chul akan segera selesai, dan Woo Jin menggerutu karna mereka harus dibantu oleh staf yang tidak berpengalaman dalam melakukan operasi sulit ini. Tapi saat mereka akan segera menyelesaikannya, satu dari generator meledak, dan listrik pun mati.

Sinopsis D-Day 11

Segera, para staf medis menggunakan Ambu bag untuk membantu kelangsungan hidup pasien. Dan di ruang operasi, masih ada batere otomatis yang akan bertahan selama 30 menit, tapi Woo Jin malah marah karna mengetahui bahwa mereka tidak akan bisa memonitor tanda-tanda vital pasien. Hae Sung berkata bahwa dulu juga ada dokter yang menyelamatkan orang tanpa bantuan mesin. Mengapa mereka tak bisa?. Dan Woo Jin memberitahunya bahwa dulu sekalipun pasiennya meninggal, dokter tidak akan diminta untuk bertanggung jawab. Tapi meskipun Woo Jin sudah memperingatkannya bahwa jika pasien meninggal, mereka bisa saja dituntut, Hye Sung percaya mereka masih harus mencoba: “Hanya 30 menit. Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan,”

One comment

  1. Gomawo udh share sinopsis D-Day…keep healthy outhor…
    Q nanti eps slanjutnya…slm kenal ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*