Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 8 Bagian Pertama

Sinopsis “D-Day” Episode 8 Bagian Pertama

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis D-Day Episode 8 Bagian Kedua]

Kapten Choi menyodorkan sebuah amplop yang berisi foto seorang anak yang ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran, dan Kepala Kang maju untuk membuka amplop itu dengan mengumpulkan segala keberaniannya untuk mengidentifikasi putranya. Tapi setelah melihatnya sekilas, dia menangis karna merasa lega bahwa  anak laki-kali itu bukan putranya.

Tapi air matanya terus mengalir –memikiran putranya masih ada di luar sana, sendiri. Dia bersikeras ingin keluar mencari putranya, tapi Kapten Choi mengingatkan bahwa dia sangat dibutuhkan di rumah sakit ini, dimana dia bia merawat pasien sehingga tidak ada lagi korban yang akan meninggal. Kapten Choi berjanji akan membatu mencari putranya.

Sinopsis D-Day 2

Ddol Mi memeriksa kondisi Min Chul dan untuk membuatnya tetap terjaga dari tidur, dibantu dengan scarfnya dia melakukan stretching. Hae Sung kebetulan lewat dan dia berhenti melihatnya. Saat tersenyum, dia mengenang kenangan-kenangan indahnya bersama, dan bagaimana gigihnya Ddol Mi ingin menyelamatkan pasien.

Ji Na menangkap basah Hae Sung senyum-senyum sendiri sambil menutup matanya. Dia mengganggu lamunannya karna ingin memberinya sebotol pil untuk membantunya tidur selama beberapa jam, karna dia tahu Hae Sung tak bisa tidur pulas apalagi akan mengoperasi Min Chul. Ji Na menjelaskan bahwa banyak pasien yang juga mengalami sulit tidur karna ketika memejamkan mata mereka, seluruh lantai terasa goyang. Ketika Ji Na telah pergi, dia kembali berbalik untuk melihat Ddol Mi, sayang dia telah pergi.

Sinopsis D-Day 3

Kepala Kang melihat para stafnya yang membantu seorang pasien gawat darurat, dan ditempat lain Hae Sung duduk diam di sebuah kursi disaat yang lainnya sedang tertidur nyenyak. Ddol Me belajar sambil mengawasi pasiennya, dan Woo Jin sangat telaten memeriksa kondisi pasien VIP. Para anggota pemadam kebakaran tertidur nyenyak di tenda mereka dengan sepatu bot mereka berjejer.

Di pagi hari, rumah sakit dibanjiri oleh pasien-pasien baru sehingga semua staf rumah sakit disibukkan untuk merawat mereka. Seorang pasien dengan keadaan luka yang tidak parah membuat keributan ketika menuntut untuk ditempatkan di sebuah kamar di rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Sinopsis D-Day 4

Kapten Choi dan timnya mempersiapkan truk mereka untuk kembali ke jalan, dia awalnya ragu-ragu sebelum akhirnya bertanya apa Kepala Kang akan bersedia menerima korban yang mereka temukan. Dia tahu jika rumah sakit ini sudah kepenuhan pasien, dan dia tidak ingin mengambil resiko dengan membawa pasien ke rumah sakit jika mereka hanya akan ditolak dan dibiarkan mati tanpa mendapat perawatan. Kepala Kang berjanji akan menerima korban yang ia bawa dan bahkan akan berusaha untuk mengobati mereka.

Direktur Park melihat kondisi rumah sakit yang dibanjiri pasien dan kemudian menegurnya karna bersikap sok pahlawan, dan Kepala Kang hanya menjawab bahwa dia hanya melakukan semampunya, mengingatkannya bahwa sebagai Ketua Komisi Penanggulangan Bencana dia siap untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Tapi menurutnya sekarang sepenuhnya bukan 100%  adalah adalah tanggung jawabnya.

Itu semua karna Direktur Kang yang berpura-pura baik hati dan menerima wawancara kemarin sehingga para pasien dan pengungsi yang menonton berita itu semuanya menyerbu kesini. Karna masalah sudah terlanjur seperti ini, sebelum bantuan dari pemerintah tiba di rumah sakit ini, tidak perduli dengan cara apapun Kepala Kang mengaku akan bertahan.

Sinopsis D-Day 5

Kemudian seorang wanita berteriak memanggil Direktur Park dengan tidak formal, yang dalam keadaan putus asa. Dia adalah kakaknya, dan dia menangis karna khawatir tidak bisa menemukan suami dan putranya, yang terjebak di kolam renang. Dia terkejut karna mereka tidak ada di rumah sakit, dan Direktur Park meyakinkannya bahwa mereka akan menemukannya.

Dia pertama-tema memeriksa daftar pasien yang meninggal dan diberitahu bahwa tidak satupun baik itu kakak ipar maupun keponakannya ada dalam daftar — tapi masih menunggu susunan daftar pasien  yang terluka  dibuat untuk mengetahui apa merea berdua ada dalam daftar itu.

Kakar ipar dan keponakannya masih hidup dan masih terperangkap di ruang loker kolam renang. Ayah menggunakan sebuah besi untuk memukul-mukul pipa itu – berharap ada seseorang yang akan mendengar dan menyelamatkan mereka.

Sinopsis D-Day 6

Ja Hyuk memberikan kabar buruk pada Kepala Kang: mobil tangki yang berisikan bahan bakar terbalik karna jalan yang terlalu sempit, sehingga akan datang sedikit terlambat karna mereka harus mengirim mobil tangki lain. Kepala Kang berteriak padanya ketika mengatakan bahwa mereka tak bisa bertahan sampai setengah hari, jika tidak bisa bertahan, riwayat rumah sakit ini akan tamat – jumlah pasien yang akan meninggal tak terhitung.

Woo Jin mendengarnya, dan malah menyalahkan Kepala Kang karna dia yang ingin membantu sebanyak-banyaknya korban yang mereka bisa sambil menunggu bantuan. Dia marah pada Ja Hyuk dengan mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah yang tidak terwujud, dan kepercayaan yang membabi buta terhadap dukungan pemerintah, akan membuat pasien dalam jumlah yang begitu banyak dalam bahaya. Ja Hyuk berjanji bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi lain kali, tapi Woo Jin menegaskan bahwa mereka harus bertahan sekarang sebelum ada lain kali.

Sinopsis D-Day 7

Solusi Woo Jin adalah menyuruh Ja Hyuk untuk menghubungi markas besar pemadam kebakaran untuk meminta mereka mengirim semua dukungan yang mereka miliki ke Rumah Sakit Mirae dan bantuan dari pihak pemerintah untuk memindahkan  pasien ke rumah sakit lain dan Kepala Kang pergi ke ruang pengelolaan fasilitas untuk mempersiapkan semua bahan bakar yang masih tersisa.

Tanpa sengaja Hae Sung mendengar semuanya, dan dia berkata padanya bahwa sekalipun tanpa pasokan listrik, mereka bergantung pada kekuatan mereka sendiri. Dia menyarankan untuk mengajar orang-orang menggunakan ambu bag [ambu bag: alat pembantu pernafasan secara manual]. Jika cara penggunaan diajarkan kepada wali dan pasien luka ringan akan bisa bertahan beberapa saat.

Sinopsis D-Day 8

Mereka kemudian mengumpulkan wali dari pasien dan tenaga sukarelawan, karna dengan hanya mengandalkan tim medis rumah sakit, kapasitasnya sangatlan tidak memadai untuk menolong pasien. Para wali keluarga protes karna harus meninggalkan keluarga mereka yang sakit, tapi Hae Sung menjelaskan pada mereka bahwa jika pasokan listrik rumah sakit terhenti, pasien yang tidak mampu bernafas sendiri, hanya bisa menanti maut datang menjemput – sehingga timbul keributan diantara mereka. Pak Kang menenangkan para wali agar mendengar semua petunjuk Dokter untuk membantu keluarga mereka.

Ddol Mi terpaksa harus berdiri sambil berjinjit untuk menunjukkan pada mereka bagaimana melakukan tekanan dada yang benar dalam CPR – mereka semua memperhatikan dengan seksama setiap petunjuk yang diberikan.

Para petugas kebakaran berusaha membersihkan jalan dari puing-puing bangunan menggunakan tangan mereka, dan ketika kapten Choi mendengar bahwa markas besar mengirim peralatan berat untuk membersihkan jalan, dia membuang sekupangnya karna mersa lega akhrnya bisa bekerja dengan maksimal. Tapi mobil tangki tidak bisa datang, dan bahan bakar peralatan berat juga tidak bisa ditahu akan bertahan berapa lama.

Sinopsis D-Day 9

Kondisi Min Chul tiba-tiba memburuk karna mengalami hemorrhage tidak terkontrol [hemorrhage – pendarahan]. Ddol Mi bertanya apa Hae Sung akan melakukan operasi, dia sejenak ragu untuk menjawab sebelum akhirnya dia setuju akan melakukannya.

Ddol Mi mengingatkan bahwa pasokan listrik rumah sakit kemungkinan besar terputus dalam waktu kurang setengah hari, dan Hae Sung menjawab jika dia sanggup melalui setengah hari ini, kemungkinan besar dia akan hidup menyambut tahun yang baru, bisa jadi ia hidup selama 20 tahun lagi.

Mereka segera melakukan operasinya dan Hae Sung membimbing para stafnya dalam proses operasi itu. Saat Hye Sung menjelaskan satu persatu proses operasinya, baik Ddol Mi dan Dae Gil menjawab pertanyaannya bersamaan. Hae Sung masih sempat-sempat mengganggunya, “Hafal betul! Selalu mengerjakan pe-er ya?”, dan Ddol MI menjawab karna dia tak ingin menjadi beban.

Sinopsis D-Day 10

Markas besar pemadam kebakaran menghubungi Kepala Kang bahwa mereka tidak akan mengirimkan bantuan helikopter untuk memindahkan pasien dikarenakan alasan cuaca. Dan saat Kepala Kang bertanya dengan putus asa untuk meminta bantuan apa saja yang bisa, mereka hanya mengatakan bahwa ada helikopter yang sudah diterbangkan menuju RS. Yeouido – setelah cuaca membaik akan mereka kirim kesana.

Ketika operasi, tanah tiba-tiba bergetar – terjadi gempa susulan; dan Hae Sung yang terjatuh berteriak pada Ddol Mi dan Dae Gil untuk menstabilkan meja operasinya. Kepala Kang bertanya kepada stafnya untuk mengetahui keadaan rumah sakit setelah gempa susulan itu. Dia diberitahu bahwa semua mesin rusak termasik listrik mati. Di ruang operasi, semuanya baik-baik saja kecuali Hae Sung yang lengannya terluka karna kejatuhan sebuah peralatan ketika gempa susulan itu. Mereka harus menghadapi fakta bahwa dengan satu tangan Hae Sung tidak bisa menjahit pembuluh darah dengan satu tangannya yang terluka– apalagi diperhadapkan dengan tekanan darah Min Chul yang terus menurun, dan persediaan darah hanya tinggal satu kantong.

Sinopsis D-Day 11

Hye Sung menyuruh Dae Gil untuk memanggil Woo Jin, tapi Dae Gil ragu apa dia akan bersedia untuk datang karna dia benci sekali dengan operasi seperti ini. Jina kemudian berkata bahwa  jika dia yang memanggilnya, mungkin dia bersedia, dan dia segera keluar dari ruang operasi itu — berlari sekencang melewati lorong rumah sakit untuk menemui Woo Jin.

***BERSAMBUNG***

One comment

  1. gak sabar baca sinopsis selanjutnya, semangat ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*