Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis “D-Day” Episode 9 Bagian Kedua

Sinopsis “D-Day” Episode 9 Bagian Kedua

Sinopsis D-Day

[Baca juga: Sinopsis “D-Day” Episode 9 Bagian Pertama]

Woo Jin memberitahu Direktur Park bahwa helikopter akan datang, dan mereka bersekongkol untuk memindahkan Menteri dengan menggunakan helikopter itu. Direktur Park menggunakan lift untuk membawa Menteri Suk yang kondisinya sudah pulih sedangkan tim lain membawa Min Chul naik ke lantai atas dengan Ambu bag sebagai alat bantu pernafasannya. Di atas atap, Direktur Park berpura-pura seperti seseorang yang penuh kebaikan, berharap kesehatan perdana menteri baik-baik saja dan tidak ingin mendapat balasan. Helikopter sudah hampir sampai, dan bunyi helikopter memberi harapan kepada tim Min Chul.

Sinopsis D-Day 2

Tapi ketika mereka telah sampai ke atas atap, mereka bertemu dengan Direktur Park dan sebuah ranjang yang kosong. Helikopter itu telah pergi membawa Menteri Suk. Hae Sung menatap Direktur Park dengan tajam dan menduga bahwa pasien itu pasti orang penting. Apa yang membuat pasien yang sudah memasuki masa pemulihan lebih diutamakan dibanding pasien yang sudah sekarat.

Sinopsis D-Day 3

Direktur Park mengingatkan Hae Sung bahwa dia adalah Direktur Rumah Sakit dan yang membuat keputusan. Dia berjalan pergi bersama sekretarisnya meninggalkan Woo Jin yang harus berurusan dengan kemarahan Hae Sung. Hae Sung bertanya pada Woo Jin yang selalu membuat penilaian yang rasional, dan Woo Jin menjelaskan bahwa sudut pandang dokter memang berbeda.

Karna marah mendengar jawaban Woo Jin, Hae Sung menyebutnya seorang pembunuh karna tdak memberikan kesempatan terakhir pada Min Chul. Kata-kata itu juga menyulut amarah Woo Jin dan dia balik menyerangnya dengan kata-kata yang sama. Hae Sung adalah seorang pembunuh karna melakukan operasi yang sembrono sehingga membuat kondisi pasien menjadi lebih berbahaya. Jika dia tak sudi mendengar kata-kata itu, dia harus menemukan cara lain untuk menyelamatkannya.

Mereka semua kelelahan dan tampak putus asa di ruang istirahat, karna tak tahu lagi apa yang bisa dilakukan pada Min Chul yang kondisinya sudah parah. Ayah Na Ri mencoba untuk tetap optimis, tapi para dokter tahu mereka tak punya cara lain lagi. Ji Na kembali ke ruang Kepala Kang dan merespon pesan yang ia dapat melalui walkie talkie bahwa ada pesawat yang akan lepas landas dari Bandara Gimpo

Sinopsis D-Day 4

Ji Na akan pergi memberitahu berita itu tapi Woo Jin ada berdiri di hadapannya. Dia mengejek atas kegirangannya dan memintanya untuk berdiri di pihaknya. Dia menolak karna dia tahu dia akan berubah seperti apa. Tapi Woo Jin membantahnya karna dia tak tahu situasinya yang sesungguhnya; tapi Ji Na tahu keputusan apa yang telah ia buat. Demi tidak melepaskan apa yang ada dalam genggamannya, dia kehilangan barang yang paling berharga untuknya.

Woo Jin mencoba mengalihkan pertanyaan dengan bertanya pada Ji Na mengapa dia tidak menceritakan pada orang lain jika hal itu dikarenakan kelalaiannya. Dia menggunakan fakta ini untuk meyakinkan Ji Na bahwa dia masih mencintainnya, tapi Ji Na memintanya untuk tidak salah paham. Dia tidak melakukannya bukan karna Woo Jin.

Sinopsis D-Day 5

Ji Na kembali ke ruangan istirahat untuk memberitakan berita bagus itu. Mereka membawa masuk Min Chul ke dalam ambulance dengan Ddol Mi dan Min Chul ada disampingnya dan Hae Sung dan Ji Na yang mengemudi ke Bandara Gimpo. Kepala Kang mengingatkan Hae Sung untuk hati-hati.

Kepala Kang marah-marah di kantor Direktur Park karna ia mentransfer Menteri Suk dengan helicopter tanpa sepengetahuannya. Helikopter itu, berdasarkan situasi darurat dialah yang memberi keputusan untuk transfer pasien, tapi Direktur Park malah memperjelas bahwa Menteri Suk adalah orang yang penting dalam membantu orang-orang dalam gempa ini. Min Chul hanya satu dari sekian banyak korban yang tewas dalam bencana ini.

Kepala Kang tak habis pikir melihat Direktur Kang yang menganggap nyawa manusia ada rangkingnya. Dan terlihat jelas perkataan Kepala Kang membuatnya tersinggung, saat ia dengan perlahan berjalan menuju hiasan perahu dan merusaknya. Setelah mengeluarkan kemarahannya, dia berbalik ke arahnya dan mengingatkan posisinya sekarang. Karna dia adalah Ketua Komisi penanggulangan bencana, dia harus melihat hutan secara keseluruhannya, jangan terlalu terpaku hanya pada sebatang pohon saja.

Sinopsis D-Day 6

Di jalan, Ddol Mi berteriak pada Dae Gil untuk gantian memegang ambu bagnya, tapi jalanan tidak rata sehingga sulit untuk pindah tempat. Mobilnya tiba-tiba tidak bisa bergerak sehingga Hae Sung keluar dari mobil untuk mengecek situasi dan dia mendapati roda mobil tersangkut di lubang lumpur. Dia menggunakan walkie talkie untuk memanggil Dae Gil agar membantunya. Tapi Ddol Mi muncul di arah samping mobil, mengatakan bahwa dia sudah gantian memegang Ambu dengan Dae Gil. Sehingga Ddol Mi dan Hae Sung yang mendorong mobil dan Ji Na yang memegang kemudi.

Setelah berusaha sekuat tenaga, meskipun dengan percikan lumpur, mereka akhirnya berhasil mendorong mobil itu keluar dari lumpur. Hae Sung jatuh tepat ke dalam lumpur itu dan mereka berdua tertawa melihat baju mereka yang sangat kotor. Hae Sung bercanda dengan meratapi kedatangan Ddol Mi ke Seoul, dan dia bersumpah tidak akan pernah mau datang lagi. Hae Sung membersihkan wajahnya dari lumpur, dan perhatiannya yang tiba-tiba membuatnya sedikit gugup.

 Sinopsis D-Day 7

Hae Sung menaruh tangannya ke wajah Ddol Mi, dan dia kemudian menciumnya. Ddol Mi menjinjit untuk bisa menyamai tingginya, dan matanya tetap terbuka karna terperanjat. Setelah ciuman yang tiba-tiba itu, keduanya tak sanggup untuk menatap satu sama lain, karna masih larut dalam momen manis itu.

Keheningan mereka berdua terganggu oleh panggilan Ji Na yang menyuruh mereka untuk naik ke dalam ambulance.  Dengan sebuah senyuman, Hae Sung menyuruh Ddol Mi untuk kembali naik ke ambulance. Ddol masih berdiri di luar dengan menyentuh bibirnya sampai Dae Gil membuka pintunya dan menyuruhnya untuk segera naik. Dia mengambil kain yang diberikan oleh Dae Gil dan kembali menutup mulutnya, tidak menjelaskan apa-apa kepada Dae Gil yang kebingungan melihatnya.

  Sinopsis D-Day 8

52 jam setelah gempa, Min Chul dan kawan-kawan tiba di bandara dimana Ji Na pergi mengecek kursi yang masih kosong sedangkan Dae Gil dan Ddol Mi bercekcok tentang makanan khas Busan. Tidak ada kursi kosong sehingga mereka membutuhkan kebaikan hati penumpang untuk memberikan tempat duduk pada mereka. Ddol Mi pesimis jika salah satu penumpang akan ada yang memberikan tempat duduknya, dan Ji Na bertanya pada Hae Sung tentang rencana kedua, tapi Hae Sung tak punya satupun. Hae Sung berkata: ‘Ada yang bilang Tuhan tidak pernah memberi cobaan lebih berat dari kemampuan seseorang,” mereka telah sepenuhnya menerima cobaan itu dan tidak akan menerima cobaan lain lagi.

Di dalam lift, Ddol Mi diam-diam menaruh tangannya di rambutnya dan memasang wajah menjijikkan. Dan Hae Sung yang berdiri di belakangnya dengan suara lantang berkata, “Memangnya cuma badanmu saja yang bau? Badanku juga sangat bau.”

Sinopsis D-Day 9

Hae Sung mengumumkan situasi mereka kepada para penumpang, dan memohon seseorang diantara mereka untuk memberikan tempat duduknya. Seperti perkiraan mereka, tak satupun dari penumpang yang setuju, mereka malah menganggap permintaan ini konyol. Tiba-tiba, salah seorang penumpang panik karna menduga mereka tidak akan bisa naik pesawat, menyebabkan sekumpulan penumpang yang cemas berhamburan menuju  tangga.

Mereka sama sekali tak memperdulikan pasien dan hanya berlari, dan Ddol Mi terdorong ke eskalator saat mencoba menghentikan kerumunan penumpang yang panik. Dia terjatuh dan rambutnya tersangkut. Hae Sung lari menuju eskalator itu dan berteriak untuk menyuruh seseorang menekan tombol henti daruratnya. Tak seorang pun yang menolong, mau tak mau dia mengambil gunting yang ada di ikat pinggangnya dan menggunting rambut Ddol Mi.

Sinopsis D-Day 10

Dae Gil dan Ji Na memeriksa apa mereka baik-baik saja, tapi mereka dihadapkan oleh masalah lain. Seorang pria terbaring di lantai dan Ji Na memeriksa penumpang itu dan mendapati pria itu sesak nafas. Dia menyuruh Dae Gil untuk mengecek kondisi pasien itu, tapi Dae Gil bingung harus berbuat apa karna stetoskopnya rusak dalam kegaduhan tadi. Dae Gil mulai panik tapi Ji Na berkata padanya bahwa dia harus melakukan sesuatu karna dia sorang dokter.

Hae Sung dan Ddol Mi juga menemukan seorang penumpang lagi yang terluka karna kepanikan tadi. Hae Sung menangani pasien dan Ddol Mi pergi ke klinik bandara untuk membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan. Dia memujinya yang cepat tanggap, dan Ddol Mi dengan senangnya menerima pujian itu.

Dari lantai atas, Dae Gil berteriak untuk meminta bantuan Hae Sung, sehingga Hae Sung menyuruh Ddol Mi untuk membantu dokter koas itu sambil dia merawat pasien yang lain. Dia terpaksa naik ke lantai atas untuk memeriksa pasien itu, dan dia juga melakukan hal yang sama – meminta bantuan Hae Sung. Dia mengomeli mereka karna kalau ada masalah slalu memanggilnya. Ada seorang perawat yang tidak ingin melihat pasien mati di depan mata, dia melakukan pengambilan cairan/udara dari rongga selaput paru sendiri: “Kalian adalah dokter. Kalau ini saja tidak sanggup kalian lakukan, bakar saja ijasah kalian.”

Sinopsis D-Day 11

Ddol Mi mau tak mau tak bisa lagi mengandalkan Hae Sung, dia sejenak berpikir. Mereka harus melakukan X-ray, dan Dae Gil memiliki ide. Mereka membawa pasiennya ke alat scanner barang untuk memeriksa kondisi paru-parunya. Karena peralatan ini bukan digunakan untuk kepentingan medis, resolusinya mungkin sangat rendah, tetapi mereka melihat apa yang ingin mereka ketahui.

Sinopsis D-Day 12

Di klinik rumah sakit, Ddol Mi mempersiapkan perawatan untuk pasien yang mengalami pneumotoraks. Dia memperjelas bahwa saat ini dia bukan sedang marah, dan Ji Na memahami hal itu dengan melihat tatapan matanya saat ini adalah tatapan mata seorang dokter. Dia menusukkan jarum ke dalam dada pasien dan mendapati bahwa pneumotoraksnya sudah berlalu. Selanjutnya dia bersiap untuk menangani haemotoraksnya. Dae Gil mulai menjelaskan prosedur untuk melakukannya sesuai dengan apa yang ia baca dibuku, tapi Ddol Mi punya pendapat lain berdasarkan pendapat seorang dokter ahli bedah toraks. Dia mengikuti nalurinya, dan metode yang ia gunakan sukses dan pasien bisa bernafas dengan lancar

Dae Gil melihatnya dengan kagum, dan dengan senangnya menyelesaikan jahitan pada pasien itu. Saat Ddol Mi keluar dari ruang klinik bandara, kerumunan penumpang memberinya tepuk tangan dan dia menutupi mulutnya untuk menyembunyikan senyumannya.

Ja Hyuk menelpon Direktur Park untuk memberi kabar terbaru tentang Menteri Suk. Mereka telah membawanya ke rumah sakit di Suwon, dan menteri mengirimkan rasa terima kasihnya pada usaha Direktur Park. Hal itu membuat Direktur Park bahagia dan memberitahu Ja Hyuk bahwa semua yang mereka lakukan bukan demi mendapat pujian atau penghargaam dan Ja Hyuk meminta agar mereka saling bahu membahu dalam menghadapi bencana ini.

Sinopsis D-Day 13

Sinopsis D-Day 14

Kembali di bandara, Hae Sung kembali bertanya kepada para penumpang bahwa mereka hanya membutuhkan 4 penumpang untuk merelakan tempat duduknya karna sekarang mereka memiliki dua pasien. Pria yang tadi menentang keras untuk memberikan tempat duduknya bertanya tentang lukanya. Jika dia tidak segera dioperasi, dia akan mati? Hae Sung menjawab bahwa keadaannya tidak begitu serius, sehingga dia merelakan tempat duduknya.

Dan dari belakangnya, seorang kakek dengan seorang cucunya merelakan tempat duduknya. Dia tidak terluka dan di bandara ada air dan listrik. Dia bisa menunggu selama beberapa hari sehingga orang-orang ini bisa mendapatkan perawatan. Ditambah lagi, setidaknya sebelum dia meninggal dia melakukan kebaikan.

Kerumunan penumpang itu membuat ruang untuk para pasien agar bisa lewat, dan Hae Sung menunduk pada kakek karna berterima kasih. Para pasien direbahkan di atas pesawat, dan Dae Gil memberitahu Min Chul bahwa dia harus bertahan hidup.

Sinopsis D-Day 15

Ddol Mi gantian dengan Dae Gil untuk memegang Ambu bagnya dan Hae Sung bermain-main dengan rambutnya yang kini tidak rata. Ddol Mi hanya menanggapi candaan Hae Sung bahwa mereka sekarang impas – dia mengacaukan jahitan di dadanya dan Hae Sung merusak rambutnya. Hae Sung merasa rugi karna merasa tidak adil, tapi Ddol Mi mengatakan bahwa bagi seorang wanita rambut itu bak mahkota.

Ji Na berterima kasih atas bantuannya dan dia mendoakan perjalanannya selamat sampai tujuan. Dae Gil mengucapkan kata perpisahannya, dan berharap tidak pernah lagi bertemu dengannya. Hae Sung kemudian bertanya padanya apa dia mempunyai ongkos jalan kembali ke Busan. Dia menyadari bahwa dia akan pergi dalam penerbangan ini sendirian, dan Hae Sung berkata padanya, “Seoul adalah rumah kami, Busan adalah rumah Ddol Mi. Begitu tiba di Busan, tolong jaga pasiennya.” Dia meninggalkan Ddol Mi yang memanggilnya tapi tak bisa mengejarnya karna memegang Ambu bag.

Dia berbalik karna mendengar teriakan Ddol Mi yang memanggilnya, tapi dia melihat seorang pria yang tangannya terluka, yang memberinya acungan jempol. Dia menunduk dan dia keluar saat pintunya telah tertutup. Ddol Mi melihat ke jendela, dan Hae Sung lama menatap pesawat itu sampai akhirnya dia berjalan pergi.

2 comments

  1. Hae sung dan dol mi sweet banget walau dalam keadaan genting thanks ya cingu semangat ya keep writing

  2. Kaka lanjutannya mana???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*