Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 11 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 11 Bagian Kedua

Baca Juga:Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 11 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Eun Tak pun memandangi Kim Shin, dan mereka saling berpandangan. Kim Shin,”Di akhir era Joseon, tahun ke 12 pemerintahan raja Chuljong. Saya bertemu dengannya. Cinta pertamaku”. Eun Tak,”Saya enggak tanya dan saya tidak mau tahu”. Kim Shin melihat sikap Eun Tak sangat tidak sopan padanya. Eun Tak menegaskan dia tidak ingin tahu menahu tentang perjalanan cinta Kim Shin.

Namun Kim Shin sungguh ingin tahu dimana Eun Tak mendapatkan bunga yang dipegangnya. Eun Tak menepis bunga itu dari Tae Hee, namun pemberian dari orang lain. Eun Tak menyuruh Kim Shin untuk tidak terlalu banyak tanya dan segera mengambil fotonya. Kim Shin pun hendak mengambil foto Eun Tak sambil meledeknya yang terlalu bersikap melodramatis. Kim Shin pun memotoret Eun Tak tanpa memberikan aba2 apapun, sehingga Eun Tak malah marah. Kim Shin lalu memuji kecantikan Eun Tak. Eun Tak lalu mengambil kameranya, dan Kim Shin mengira Eun Tak akan memotretnya. Namun Kim Shin ternyata hanya memotret sekolahnya dan teman2nya.

Eun Tak,”Ada banyak hal yang sungguh kusukai. Hal baik pastinya datang terlambat, sepertimu”. Kim Shin mengaku sudah datang cepat ke sekolah Eun Tak, namun dia bingung dimana kelas Eun Tak, Eun Tak,”Saya tidak membicarakan hal itu”, sembari tertawa. Kim Shin meminta Eun Tak jangan kecewa jika dia datang sendiri, karena Duk Hwa lagi sedang kerja sedangkan malaikat maut dalam suasana hati yang tak enak sekarang. Namun Eun Tak malah melihat malaikat maut serta Sunny. Kim Shin,”Mereka kesini untuk melihat orang yang mereka pikir akan disini”. Lalu Eun Tak mengajak Kim Shin pergi.

Malaikat maut dan Sunny saling berpandangan. Sunny,”Saya disini untuk melihat orang lain. Untunglah orang itu berdiri di depanku”. Sunny merasa bahagia ketika dia melihat malaikat maut di depannya. Sunny pun ingin tahu apakah penyelidikan malaikat maut tentang cincin itu sudah selesai, dan Sunny sangat ingin tahu hasilnya, lalu meminta cincin itu kembali. Namun malaikat maut mengaku dia belum menyelesaikan penyelidikan tentang cincin  itu. Sunny memberikan bunga kepada Sunny.

Malaikat maut juga memberikan bunga kepada Sunny. Karena mengetahui dirinya sekarang, malaikat maut merasa harus memberikan bunga itu kepada Sunny setidaknya sekali. Sunny,”Siapa kamu, Won Bin?”. Malaikat maut pun berkata jujur bahwa dia sebenarnya tidak tahu siapa dirinya. Sunny,”Kamu, orang2 pastinya memiliki kecendereungan untuk mengatakan cerita yang tak bisa dipercaya. Hal ini sungguh terjadi diantara kita”. Sunny melihat hubungannya dengan malaikat maut akan terlihat seperti akhir yang tragis. Di kamarnya Sunny memandangi bunga pemberian malaikat maut.

Eun Tak sedang melihat foto2nya di kamera. Tak lama Kim Shin muncul dan memberikan hadiah kepada Eun tak. Namun Eun Tak tak mau menggunakan hadiah itu dengan alasan harus mendapat ijin dari bibinya dulu. Kim Shin mengaku sudah memberikan hadiahnya itu secara sah kepada Eun Tak. Kim Shin,”Ini dari ibumu, bukan aku. Saya hanya menyampaikan pesan”. Eun Tak,”Terima kasih. Ini adalah hadiah berharga dari ibuku”.

Kim Shin meminta Eun Tak menggunakan hadiah dari ibunya itu, karena itulah keinginan ibunya. Eun Tak lalu bertanya bagaimana hubungannya dengan keluarganya.  Keluarga Eun Tak sendiri sedang  mendekap di penjara, dan mereka kini sudah bebas. Bibi Eun Tak sangat ingin menemukan kembali Eun Tak. Kyung Mi sepupu Eun Tak yakin mereka bisa menemukan Eun Tak di salah satu universitas di Seoul. Kyung Mi pun memperkirakan Eun tak sudah mengambil uang yang ditinggalkan oleh ibunya.

Malaikat maut lalu meminta Kim Shin untuk minum bir bersamanya karena mereka sedang mendapatkan  masalah, malaikat maut,”kartu namanya sudah datang. Jiwa yang hilang. Kamu tidak akan bisa meramalkannya”.  Kim Shin berterima kasih atas pemberitahuan malaikat maut itu. Malaikat maut,”Apa kamu akan marah. Tidakkah kamu akan bersumpah pada Dewa”, Kim Shin,”Saya tidak terkejut atas apapun yang terjadi”. Nenek ajaib menegaskan kematian akan menghampiri Eun Tak karena dia tidak mencabut pedang di  tubuh Kim Shin.

Kim Shin pun bingung apakah dia bisa menghentikan segalanya. Nenek ajaib menegaskan waktunya akan tiba saat Kim Shin tidak bisa menghentikannya, dan Eun Tak akan meninggal, lalu Kim Shin akan kehilangan kesempatan untuk kembali menjadi abu. Nenek ajaib,”Kamu harus hidup 1000 tahun lagi atau masuk dalam keabadian. Ini hanya pilihan yang bodoh. Jadi tariklah pedangnya dan kembali menjadi abu. Ini sedih namun yang terbaik”.

Kim Shin lalu bertemu dengan Eun Tak, dan memperlihatkan padanya kartu nama jiwa yang hilang milik Eun Tak. Eun Tak ingin tahu apakah dia akan meninggal. Kim Shin menjelaskan,”Saya sudah menjaga ini darimu. Kamu menyuruhku untuk tidak menyimpan apapun darimu. Saya kira saya tidak bisa menyimpan ini darimu lagi jadi disinilah. Kamu akan meninggal jika kamu tidak menarik pedangku. Itulah takdirmu, karena kamu adalah pengantin Goblin”.

Kim Shin kembali menegaskan jika Eun Tak tak mencabut pedang itu, maka kematian pasti akan menghampiri Eun Tak. Eun Tak pun tersadar selama dia tidak mencabut pedang di tubuh Kim Shin, maka kematian akan menghampirinya. Kim Shin pun menjelaskan kejadian ketika Eun Tak diculik, ketika Eun Tak mengalami kecelakaan di tempat ski, kecelakaan mobil Eun Tak, juga ketika Kim Shin hampir mendorong Eun Tak saat Eun Tak mencabut pedang di tubuhnya adalah atmosfir maut yang sudah menyelimuti hidup Eun Tak. Eun Tak tak menyangka dewa sungguh bengis baginya dan Kim Shin. Eun Tak tidur di tempat tidurnya dan merasa tak adil dengan  nasibnya.

Eun Tak lalu bertemu dengan Kim Shin dan menjelaskan bagaimana dia nanti akan meninggal, namun Kim Shin akan bisa tetap hidup. Eun  Tak lalu ingin mendatangi Kim Shin dan melihatnya jika dia sudah berinkarnasi. Eun Tak meminta Kim Shin untuk tetap tinggal di rumahnya, karena dia pasti akan mencarinya nanti. Eun Tak lalu menawarkan dirinya ingin mencabut saja pedang di tubuh Kim Shin. Eun Tak,”Jika saya mati, kamu akan hidup sendirian. Kamu tidak akan bisa menemukan pengantin yang lain. Saya akan menarik pedangmu saja. Bukankah itu yang terbaik?”.

Eun Tak merasa hal yang terbaik jika mereka berdua meninggal, sehingga tak ada satu sisi yang menderita kesepian dengan rasa patah hati. Kim Shin memandangi Eun Tak, dan menegaskan dia tidak akan membiarkannya meninggal serta berusaha menghentikan takdir itu. Kim Shin memeluk Eun Tak dan meminta maaf sudah melibatkan Eun Tak dalam situasi yang sangat sulit.  Kim Shin meminta Eun Tak tegar dalam melalui masa sulit ini. Kim Shin tak tahu dimana pintu yang akan terbuka, dan berjanji tidak akan meninggalkan Eun Tak.

Keesokan harinya, Eun Tak pun ingin pergi namun Kim Shin melarangnya. Kim Shin meminta Eun Tak untuk berhati2x, dan Eun Tak mengerti akan hal itu. Namun Eun Tak tak mau menghabiskan hidupnya dengan hidup sendiri di rumah. Hal itu membuat Eun Tak merasakan ketakutan di dalam hidupnya. Eun Tak merasa jika dia meninggal besok, maka dia harus hidup hari ini.

Eun Tak ingin bekerja dan pergi ke kuliahnya, menyusuri jalan beraspal lalu pulang ke rumah.  Itulah kehidupan yang diinginkan Eun Tak. Eun Tak pun meminta Kim Shin untuk melindunginya, dan Eun Tak berjuang yang terbaik untuk tetap bisa hidup. Eun Tak merasa kini sudah  dewasa dan harus menjalani kuliah. Eun Tak memiliki banyak alasan untuk hidup. Kim Shin pun mengerti akan keputusan Eun Tak, dan meminta Eun Tak untuk memanggilnya jika dia memang merasa dalam bahaya, Eun Tak,”Baiklah, jangan kuatir. Sampai jumpa”.

Di dalam rumahnya, Kim Shin merasa sungguh kuatir karena Eun Tak belum memanggilnya. Namun tak lama dia melihat tangannya mengeluarkan asap, dan Kim Shin pun bergegas menyelamatkan Eun Tak. Eun Tak,”Lampu jalan terlihat berkelap kelip dan sepertinya sungguh berbahaya”. Keesokan harinya, Eun tak kembali memanggil Kim Shin karena lelaki tampan berada di depannya dan Eun Tak  merasa hal itu sungguh berbahaya.

Eun Tak kembali memanggil Kim Shin karena pakaian bagus di depannya yang justru membahayakan uang di banknya. Hari berlalu, Eun Tak kembali memanggil Kim Shin karena dia merindukannya sehingga membuatnya tak bisa bernafas, dan merasa kehidupannya dalam bahaya. Eun Tak dan Kim Shin merasa bahagia mereka berdua akhirnya bisa bersama. Sunny pun terheran melihat bunga bermekaran di musim dingin.

Memandangi cincin Giok era Joseon, malaikat maut lalu mendatangi restoran Sunny, dan masuk kedalamnya. Ketika malaikat maut mengamati cincin giok itu, sebuah suara membuatnya terkaget sehingga dia mejantuhkan cincin itu. Mendengar suara gaduh, Sunny pun bangun dan masuk ke restorannya. Mendengar hentakan kaki Sunny, malaikat maut bergegas mengenakan topengnya sehingga dia menjadi tidak terlihat. Sunny tidak melihatnya, dan malaikat maut mengambil kembali cincin gioknya.

Tak lama, Sunny kembali mendatangi restorannya, dan berdiri disamping malaikat maut. Sunny berbicara,”Dia memiliki tinggi 154 cm. Tumitnya sekitar 2cm. jadi tingginya seperti ini”. Sunny pun mengambil tali mantranya, dan mengangkat tali mantra itu ke arah bagian kepala malaikat maut, sehingga topinya terjatuh dan tubuh malaikat maut menjadi terlihat.  Sunny pun terkaget melihat wajah malaikat maut di hadapannya. Sunny seakan tak menyangka malaikat maut berada di hadapannya. Sunny,”jadi ini kamu. Namun saya masih tidak menyangka. Siapa kamu?”.

Sunny sangat tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Sunny pun tersadar bagaimana malaikat maut bisa tahu akan namanya, dan mengapa malaikat maut sendiri tidak tahu akan namanya. Sunny kini tersadar mengapa jawaban malaikat maut selalu sungguh aneh selama ini. Sunny,”Kamu melakukan sesuatu padaku sebelumnya, kan?. Jangan lakukan kali ini, apapun itu”. Malaikat,”Saya tidak akan melakukannya”. Malaikat maut pun mengakui identitasnya sebagai malaikat maut. Malaikat maut tahu hal ini tak masuk akal bagi Sunny, namun malaikat maut mengaku memimpikan sebuah akhir yang bahagia. Malaikat maut,”Namun seperti diharapkan ini sebuah tragedi. Haruskah kita putus?”.

Eun Tak berada di kampusnya dan mengirim sms ke Kim Shin bahwa masa orientasi di kampusnya sudah berakhir, dan sedang mengelilingi kampusnya. Para hantu menyuruh Eun Tak mengirim sms yang menyebutkan bahwa Eun tak merindukan Kim Shin. Seorang hantu ingin Eun Tak menanyakan sesuatu kepada seseorang.

Eun Tak lalu setuju mengajak para hantu untuk menghabiskan malam musim dingin hantu itu dengan balas dendam kepada seseorang. Eun Tak bersama para hantu berada di depan gedung dan menyiapkan sebuah korek api untuk bisa meminta bantuan kepada Kim Shin nanti. Eun Tak lalu bertemu dengan seorang ajusshi, dan ingin memberitahukan sesuatu padanya mengenai almarhum istrinya yakni Lee Jung Hwa. Ajusshi itu lalu membawa Eun Tak ke tempat tinggi, dan ingin tahu mengapa Eun Tak bisa mengenal istrinya.

Eun Tak memberitahukan hantu Lee Jung Hwa menyuruhnya untuk menyampaikan pesan. Eun Tak lalu mengulangi apa yang dikatakan hantu Lee Jung Hwa. Eun Tak,”Apa kamu sudah.. Kamu bahagia dengan Hee Jin. Itu dikatakan istrimu. Kamu membawa dia ke rumahnya. Di hari perayaan 200 hari jadi kalian. Kamu membawakannya tas yang cantik menggunakan asuransiku. Di hari itu di atas atap itu, itulah mengapa kamu mendorongku”.

Eun Tak kaget mengucapkan kata2 yang diujar oleh hantu Lee Jung Hwa. Hantu Lee Jung Hwa lalu memberitahukan ke Eun Tak bahwa dia sudah merekam rencana kejahatan suaminya itu dengan Hee Jin dan menyembunyikannya di kloset sepatu. Eun Tak lalu menjelaskan seharusnya hantu Lee Jung Hwa melaporkan kejahatan suaminya itu ke polisi jika menyimpannya.

Eun Tak kesal mengapa hantu Lee Jung hwa tidak memberitahukan hal ini sebelumnya, hantu Lee Jung Hwa mengaku kini dia sudah meninggal sehingga melakukannya. Suami Lee Jung Hwa pun marah dan geram. Eun Tak lalu menyindir ajusshi itu yang sudah membunuh istrinya sendiri yakni Lee Jung Hwa. Ajusshi,”jadi kamu mau mati juga. Gadis muda sungguh tak berhati2. Naik ke gedung tinggi”. Suami hantu Lee Jung Hwa mendekati Eun Tak, namun Eun Tak meniup korek api sehingga Kim Shin muncul dan memukul suami hantu Lee Jung Hwa dengan pedangnya. Eun Tak,”Saya minta maaf”.

Kim Shin lalu membawa suami hantu Lee Jung Hwa itu ke kantor polisi dan menyuruhnya menerima hukuman yang seharusnya dia terima. Suami hantu Lee Jung Hwa pun berlari kencang ke kantor polisi dan bergegas melaporkan dirinya yang sudah membunuh istrinya. Kim Shin mendekati hantu Lee Jung Hwa. Hantu Lee Jung Hwa mengaku merasa sungguh terluka sehingga ingin melaporkan hal itu dan dia meminta maaf kepada Kim Shin. Eun Tak meminta Kim Shin untuk jangan menghukum hantu Lee Jung Hwa.

Hantu Lee Jung Hwa pun pergi bersama teman hantunya dan berterima kasih kepada Eun Tak yang sudah mau mendengarkannya. Eun Tak dan Kim Shin pun kembali ke rumah, dan Eun Tak mengira Kim Shin sedang marah. Namun Kim Shin lalu bergegas memeluk Eun Tak dan mengaku tak marah namun dia merasa sungguh kuatir. Eun Tak,”Apa kita enggak beruntung?”. Kim Shin,”Tidak”. Eun Tak,”Jadi apa kamu kira kamu sudah selesai mengomel padaku?. Bila saya kuliah saya akan menjalani banyak kencan buta dan hanya mengenakan rok pendek”. Kim Shin tak senang mendengarnya, dan Eun Tak memeluk erat Kim Shin.

Malaikat maut terlihat tak semangat dan temannya berusaha menghiburnya. Teman malaikat maut lalu menyuruhnya untuk melaporkan dua kasus jiwa yang hilang, namun karena malaikat maut yg lain hanya mendapatkan satu jiwa itu, maka malaikat maut harus menyerahkan surat pernyataan alasan. Teman malaikat maut juga menyuruhnya untuk sering melihat surat di kantornya. Malaikat maut sendiri mengaku tidak tahu apa yang harus dilaporkannya.

Malaikat maut merasa sudah 20 tahun lamanya dia mencari jiwa yang hilang itu, namun tidak menemukan informasi tentang jiwa yang hilang itu. Malaikat maut,”Sepertinya dia sudah melayang dalam waktu yang panjang. Dia tidak takut. Saya tidak pernah melihat jiwa yang meninggal yang tidak takut dengan malaikat maut. Saya kira ini aneh. Saya melewatkannya, tentunya Saya akan melaporkannya jika saya dalam masalah. Laporan yang tidak saya serahkan adalah jiwa yang hilang itu”.

Eun Tak sedang berbincang dengan para teman hantunya, dan mereka membicarakan seorang hantu yang sudah melayang di dunia dalam waktu yang lama. Hantu,”20 tahun yang lalu dia bahkan kabur dari seorang malaikat maut setelah melawannya”. Lalu hantu Joong Won muncul di hadapan Eun Tak, dan mengucapkan salam padanya. Hantu Joong Won,”Senang bertemu denganmu. Jadi kamu adalah pengantin Goblin”.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

One comment

  1. Makin kesini ceritanya makin menegangkan dan menyedihkan
    Moga-moga ga sad ending ya 😣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*