Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 12 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 12 Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 12 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Seorang anak kecil bermain dengan Eun Tak. Tak lama, arwah Joon Woon malah muncul di hadapan Eun Tak. Eun Tak terlihat takut ketika dia melihat arwah Joong Won, dan menyuruh anak kecil itu pergi mengunjungi neneknya. Joong Won memberitahukan dia belum sempat memperkenalkan dirinya beberapa hari yang lalu. Joong Won,”Aku Park Joong Won. Sepertinya kamu sudah tahu aku siapa”. Eun Tak berusaha menghindari Joong Won, lalu Joong Won menyinggung tentang Kim Shin, yang pernah membunuhnya, dan menyinggung hukuman hidup abadi yang harus dijalani oleh Kim Shin.

Lalu Joong Won menceritakan kisah menarik buat Eun Tak. Joong Won menjelaskan pedang di tubuh Kim Shin adalah pedang yang ditancapkan oleh Wang Yeo. Joong Won,”Kamu tahu sekarang Wang Yeo tinggal dengan siapa?. Wang Yeo sekarang tinggal bersama Kim Shin”. Joong Won memberitahukan malaikat maut yang tinggal bersama Kim Shin di rumah tanpa tahu namanya adalah Wang Yeo. Joong Won ingin tahu apa yang terjadi bila Kim Shin dan Wang Yeo sudah saling mengenal.

Joong Won menjelaskan kematian Kim Shin kini sudah ada di tangan Eun Tak sendiri. Joong Won menyindir Eun Tak yang sudah mencoba mengendalikan kematian Kim Shin. Namun Eun Tak menegaskan Joong Won sedang keliru. Eun Tak menyebut nama malaikat maut yang tidak kenal namanya itu adalah Kim Woo Bin, dan Eun Tak pergi. Saat Eun Tak pergi dari hadapannya, Joong Won pun menuturkan keinginannya yang ingin Kim Shin dan Wang Yeo binasa.

Eun Tak kembali ke dalam rumahnya dan tak menyangka dengan apa yang didengarnya tentang identitas malaikat maut yang adalah Wang Yeo.  Eun Tak pun berada di ruangan kampusnya, dia mengingat kenangan ketika berfoto bersama Kim Shin serta malaikat maut. Pikiran Eun Tak menjadi tidak fokus karena memikirkan identitas malaikat maut.

Tak lama, malaikat maut malah mengangetkan Eun Tak. Malaikat maut mendatangi Eun Tak karena dia tak memiliki teman untuk berbicara. Malaikat maut mengungkit bagaimana seseorang yang jika melakukan dosa besar di kehidupan sebelumnya, maka dia akan menjadi seorang malaikat maut. Malaikat maut merasa dia sudah melakukan dosa besar dalam sejarah Kim Shin dan Kim Sun.

Malaikat maut menjelaskan kepada Eun Tak bahwa ada tiga orang yang berdosa besar di era Goryeo, yakni Kim Shin yang memenggal para lawannya, raja yang memerintahkan untuk membunuh Kim Shin dan adiknya, dan Joong Won. Malaikat maut memberitahukan orang yang menyuruh Wang Yeo untuk membunuh Kim Shin serta adiknya adalah Joong Won.

Malaikat maut kini tahu Kim Sun adalah reinkarnasi dari Sunny, dan malaikat maut bingung apakah  dirinya adalah Wang Yeo atau Park Joong Won. Eun Tak lalu berpikir sejenak atas perkataan Joong Won dan tersadar malaikat maut adalah benar2 Wang Yeo. Terlepas dari siapa pun dirinya, malaikat maut tetap menyadari dia adalah musuh Kim Shin, dan dia tidak bisa bersama dengan Sunny.

Seorang malaikat maut wanita lalu mendatangi Sunny dan memegang tangannya. Ketika dia memegang tangan Sunny, malaikat maut wanita itu tersadar akan dirinya dulu di era Goryeo saat melayani Kim Sun. Joong Won berada disisi raja Wang Yeo, dan Joong Won  menghasut raja Wang Yeo, dan malaikat maut wanita itu adalah pembantu Joong Won di era Goryeo dulu.

Di rumahnya, Sunny sedang merias wajahnya, dan tak lama malaikat maut Wang Yeo menelponnya. Sunny pun menjadi sangat bahagia bisa bertemu dengan malaikat maut yang sudah berada di depan rumahnya. Sunny mengaku ingin mengambil cincinnya yang sudah diambil oleh malaikat maut. Sunny menyindir malaikat maut yang mendatanginya karen rindu padanya.

Malaikat maut mengakui dirinya merindukan Sunny, namun bingung pada dirinya sendiri. Malaikat maut seakan ingin mundur dari Sunny. Malaikat maut merasa dirinya salah dan berharap keputusan yang diambilnya adalah tepat. Malaikat maut menyinggung tentang kehidupannya yang tidak tahu akan namanya sendiri. Malaikat maut berterima kasih karena Sunny pernah menanyakan tentang namanya. Malaikat maut menjelaskan ciuman darinya dapat mengembalikan ingatan Sunny dari kehidupan sebelumnya. Malaikat maut takut dia berada di kehidupan Sunny sebelumnya.

Meskipun begitu, malaikat maut tetap berharap Sunny hanya  mengingat ingatan yang baik di masa lalunya tentang sang  kakak. Malaikat maut sungguh berharap Kim Shin adalah kakak dari Sunny. Lalu malaikat maut pun mencium Sunny. Sunny lalu melihat masa lalunya di era Goryeo ketika sang raja Wang Yeo melihatnya sebagai calon istrinya. Sunny mengingat masa lalunya sebagai Kim Sun dan bertemu dengan romantis dengan raja Wang Yeo di istana. Wang Yeo lalu bertemu dengan Kim Sun dengan perasaan amarah karena Kim Shin berhasil memenangkan pertempurannya kembali.

Wang Yeo menantang Kim Sun untuk memilih dirinya atau Kim Shin. Kim Sun menangis dan menyindir sang paduka yang memiliki pikiran yang bodoh. Wang Yeo pun marah mengapa Kim Sun mengenakan jubah untuk berduka. Wang Yeo melemparkan kotak perhiasan Kim Sun di hadapannya. Wang Yeo sangat marah mengapa Kim Sun tidak mengenakan perhiasan di tubuhnya seperti yang diperintahkannya. Namun Kim Sun hanya bisa menangisi dirinya. Wang Yeo bingung akan musuhnya apakah para orang barbar atau Kim Shin sendiri.

Namun Kim Sun menegaskan musuh Wang Yeo adalah Park Joong Won. Wang Yeo lalu melihat perhiasan yang dilemparkannya dan mengambil sebuah cincin dan menegaskan Kim Shin adalah orang yang tidak bisa dibunuh oleh siapapun. Karenanya, Wang Yeo ingin membunuh raja pada waktu itu. Mendengar hal itu, Kim Sun menangis, Wang Yeo menegaskan Kim Shin sudah mengkhianatinya. Wang Yeo lalu memaksa Kim Sun untuk mengenakan cincin itu dan menyapa Kim Shin sebagai ratu sang paduka.

Lalu muncullah sosok Sunny dan malaikat maut sebagai reinkarnasi dari Wang Yeo serta Kim Sun. Wang Yeo meminta Kim Sun untuk berpihak padanya, perduli padanya, dan meminta Kim Sun untuk mencintainya sedetik saja. Kim Sun menangis sedu lalu menampar Wang Yeo, namun Wang Yeo tetap meminta agar Kim Sun jangan berpihak pada kakaknya Kim Shin.

Bagi sang raja, itulah satu2nya cara agar Kim Sun dapat mempertahankan hidupnya. Wang Yeo menawarkan pilihan kepada Kim Sun yaitu apakah Kim Sun ingin hidup sebagai ratunya atau mati memilih Kim Shin seorang pengkhianat. Kim Sun menjelaskan dirinya yang sangat mencintai raja, tapi justru adalah adik dari si pengkhianat Kim Shin, dan Kim Sun menitihkan airmatanya.

Sunny lalu menangis  melihat kenangan masa lalunya yang perih itu. Malaikat maut menjelaskan apa yang dilihat Sunny itu adalah masa lalunya di kehidupan sebelumnya. Malaikat maut ingin tahu apakah kakak Sunny di masa lalunya adalah Kim Shin, dan Sunny mengiyakan hal itu. Malaikat maut kembali bertanya apakah dirinya berada di masa lalu Sunny, dan Sunny juga mengiyakan hal itu sembari menitihkan airmatanya. Mata malaikat katu pun berkaca2, dan meminta Sunny untuk menatapnya sebentar.

Malaikat maut meminta Sunny untuk menyisakan ingatan yang indah semata, lalu melupakan semua ingatan yang sedih nan perih baik di kehidupan sebelumnya dan masa kini. Malaikat maut menitihkan airmatanya dan meminta Sunny untuk melupakannya. Malaikat maut lalu memegang pipi Sunny dengan penuh kasih dan sedih. Malaikat maut selalu berharap agar Sunny menjalani kehidupan dengan akhir yang bahagia. Malaikat maut lalu pergi meninggalkan Sunny, dan Sunny merasakan sakit di dadanya. Sunny menangis dengan keras ketika malaikat maut pergi darinya.

Kim Shin lalu mendatangi restoran Sunny, dan memberikan uang padanya karena utang  ubi yang dipesannya. Sunny lalu bersikap cuek kepada Kim Shin, Sunny,”Anggap saja aku yang traktir. Jadi kak. Benarkah paduka raja mengatakan aku jelek?”. Kim Shin kaget ketika Sunny berkata seperti. Sunny lalu marah mengapa kakaknya Kim Shin tidak membalas suratnya meskipun dia berada di medan pertempuran. Kim Shin,”Apa kamu…?”, Sunny lalu mengaku membutuhkan waktu untuk bisa mengenali kakaknya. Sunny sudah berjanji akan bahagia dengan paduka, namun tidak bisa menepatinya.

Sunny lalu meminta maaf kepada Kim Shin. Sunny memeluk kakaknya Kim Shin sambil meminta maaf kepadanya. Kim Shin pun menitihkan airmatanya dalam pelukan Sunny itu. Sunny menyinggung tentang buah kesemek, sepatu bermotif bunga serta sutra. Sunny berterima kasih untuk semua benda2 yang diberikan Kim Shin itu. Sunny meminta Sunny untuk lebih sering menemuinya mulai dari sekarang, dan Kim Shin pun berjanji akan hal itu.

Malaikat maut sedang melihat surat jiwa yang hilang, dan tak lama Duk Hwa muncul meminta bantuan. Malaikat maut dan Duk Hwa lalu duduk bersama. Malaikat maut mengaku ada sesuatu yang menyebabkan hatinya terasa sedih. Muncullah masa lalu ketika Kim Shin menuliskan aksara cina kuno dan malaikat maut merasakan sakit di tubuhnya.

Duk Hwa yakin bukan karena Kim Shin menuliskan huruf itu sehingga malaikat maut merasakan sakit di tubuhnya. Duk Hwa,”Saat itu kami ada di sebuah kuil. Pamanku melepaskan lampion. Dia melakukannya setiap tahun. Untuk mengenang orang2 yang perlu dibalas budinya. Nama mereka terdiri dari dua suku kata Kim Sum dan Wang entah apa”. Duk Hwa lalu memperlihatkan strategi bermain catur.

Di dalam kampus, Eun Tak tidak bisa lagi melihat teman hantunya. Teman hantu Eun Tak berteriak di depannya, namun dia tak bisa melihatnya. Hantu itu pun tersadar Eun Tak tidak berpura2 tidak bisa melihatnya. Hantu,”Dia betul2 tidak bisa melihatku”. Eun Tak dan Kim Shin berada di dalam mobil, dan Kim Shin senang bisa menjemput Eun Tak. Eun Tak sendiri juga senang Kim Shin menjemputnya. Eun Tak ingin tahu hal baik apa yang sedang terjadi. Kim Shin lalu memberitahukan dia bahagia karena adiknya  kini mengingatnya.

Eun Tak ingin tahu bagaimana bisa adik Kim Shin mengingat masa lalunya, Kim Shin sendiri pun tersadar mengapa dia tidak menanyakan hal itu sebelumnya kepada adiknya. Eun Tak lalu meminta Kim Shin untuk menepikan mobilnya. Eun Tak meminta Kim Shin untuk jangan marah. Eun Tak tahu Kim Shin memiliki kekuatan yang hebat dari perkiraannya. Eun Tak mengaku pernah bertemu dengan seseorang yang sudah meninggal, dan Eun Tak yakin orang itu adalah arwah dari Park Joong Won. Kim Shin ingin tahu mengapa Eun Tak bisa mengenal Park Joong Won.

Eun Tak lalu meminta maaf dan menjelaskan dia pernah mendengar pembicaraan Kim Shin dengan malaikat maut. Awalnya Eun Tak mengira Joong Won adalah hantu yang jahat, namun kini Eun Tak tak tahu apa yang diinginkan hantu Joong Won. Eun Tak merasa kejadian aneh yang terjadi di sekitarnya pasti ada hubungannya dengan hantu Joong Won. Eun Tak curiga Sunny mengingat Kim Shin karena Joong Won. Kim Shin berterima kasih atas bantuan Eun Tak dan menyuruhnya untuk bergegas kembali ke rumahnya.

Kim Shin lalu memandangi kota Seoul, dan mencari keberadaan Joong Won. Akhirnya, Kim Shin bisa menemukan keberadaan Joong Won, lalu mencekiknya. Joong Won sudah berusaha menghindari  Kim Shin selama 900 tahun lamanya, namun dia tak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan Kim Shin. Kim Shin meminta Joong Won jangan kuatir karena dia pasti tidak akan menyingkirkannya. Kim Shin ingin tahu mengapa Joong Won tiba2 saja muncul di hadapannya, setelah bersembunyi selama 900 tahun lamanya.

Joong Won menyindir Kim Shin yang hanyalah seorang prajurit rendahan. Joong Won menyindir musuh Kim Shin sendiri berada  didekatnya. Joong Won mengaku dengan senang hati akan memberitahukannya. Kim Shin menanggapi,”Lidahmu itu masih pikun meski setelah 900 tahun. Aku akan mencabut lidahmu lebih dahulu. Lalu tubuhmu akan kupotong2. Aku akan melakukannya sekarang”. Kim Shin lalu hendak menebas arwah Joong Won dengan pedangnya itu, namun dia tidak membunuhnya, dan Joong Won pun menghilang.

Joong Won menyindir Kim Shin yang hidup sebagai siluman dan merasa dirinya seperti sudah menjadi Dewa. Kim Shin menegaskan apapun yang terjadi, dia akan tetap membunuh Joong Won. Joong Won lalu membunuh seorang ajusshi, Joong Won,”Hasrat di dalam dirimu itu membuat orang mati dengan tidak pantas. Selama 20 tahun yang kamu lalui dengan membusuk, Yeo menjadi kuat melebihi bayanganmu”. Kim Shin geram ketika Joong Won menyebut nama Wang Yeo. Joong Won lalu menyebut identitas malaikat maut yang berada di dekat Kim Shin, adalah orang yang sudah memberikan pedang kepada Kim Shin, dan malah menikam jantung Kim Shin dengan pedang itu, Joong Won,”orang itu adalah Wang Yeo”.

Joong Won menjelaskan adik Kim Shin yang bodoh justru jatuh cinta kembali dengan reinkarnasi dari Wang Yeo. Joong Won tertawa karena Kim Shin tidak bisa membalaskan dendamnya. Kim Shin lalu teringat ketika Wang Yeo menangis saat melihat lukisan adiknya Kim Sun. Saat itu, malaikat maut mengaku tidak bisa mengingat Kim Sun, namun hanya merasakan sedih karenanya dan membuat hatinya terasa remuk. Kim Shin teringat ketika malaikat maut menanyakan sebuah cincin. Kim Shin lalu teringat ketika adiknya meninggal di hadapannya sambil mengenakan sebuah cincin. Kim Shin pun tersadar identitas malaikat maut sendiri adalah Wang Yeo, dan arwah Joong Won pun pergi.

Kim Shin lalu mencari malaikat maut di rumahnya, namun dia tak ada. Malaikat maut itu sendiri berada di depan altar istana Goryeo. Kim Shin lalu mendatangi Sunny dan bertanya apakah malaikat maut itu berada di kehidupan Sunny sebelumnya. Sunny,”karena aku mengingat kehidupanku sebelumnya, kamu kira aku Kim Sun?”. Kim Shin,”Apa pria itu benar2 Wang Yeo?”. Kim Shin meminta Sunny untuk menjelaskan apakah malaikat maut itu sungguh2 Wang Yeo, namun Sunny tak ingin memberitahukannya. Kim Shin pun tersadar adiknya masih melindungi Wang Yeo bahkan di kehidupannya yang sekarang, lalu Kim Shin pergi meninggalkan adiknya.

Malaikat maut berada di istana era Goryeo dan masih bertanya apakah dirinya sungguh2 adalah raja Wang Yeo. Malaikat maut bertanya di dalam dirinya apakah tidak mengingat identitasnya merupakan hukuman bagi dirinya. Kim Shin pun berada di istana Goryeo seperti dulu ketika dia menghadap sang raja Yeo. Sesuai dugaan malaikat maut, dia tersadar dirinya adalah ingatan terburuk bagi Sunny dan Kim Shin. Kim Shin lalu mendatangi malaikat maut, dan mengaku bisa mendengar suara hati malaikat maut dengan sangat jelas.

Muncullah masa ketika Kim Shin mendekati raja Yeo dengan pedangnya, dan Wang Yeo terlihat takut kepadanya. Di era Goryeo dulu, Kim Shin harus ditebas oleh prajurit Goryeo ketika mendekati raja Yeo. Sekarang, Kim Shin mencekik malaikat maut reinkarnasi raja Wang Yeo. Kim Shin,”Prajurit Kim Shin memberi hormat kepada Paduka”.

Mucullah masa silam ketika raja Wang Yeo berada di depan istana dan sedang melamun. Wang Yeo memegang jubah kerajaan ratu Kim Sun. Wang Yeo,”Jubah kerajaan ini tidak punya pemilik. Mungkin inilah yang kamu cari. Kalau benar ambillah. Itu titahku”, dan raja Wang Yeo membakar jubah kerajaan milik Kim Sun itu.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*