Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 14 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 14 Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 14 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Eun Tak merenung di kamarnya dan mengenang sosok Kim Shin era Joseon yang memeluknya. Stasiun radio memberitakan cuaca semakin dingin dan memperingatkan warga akan penyakit flu. Eun Tak buru2 ke kantornya, teman Eun Tak,”bagaimana ini? Dia bilang 22 padahal seharusnya dia bilang 2 derajat celcius”.

Eun Tak mengakui kesalahannya karena sudah salah menulis  narasi redaksi di stasiun radio tempatnya bekerja. Eun Tak menyalahkan dirinya yang takkan mungkin bisa menjadi seorang penulis dan bersedia bertanggung jawab. Tak lama produser datang, produser,”Suhu turun menjadi 22 derajat Celcius, dan udaranya makin dingin. Jangan sampai terkena flu. Apa itu masuk akal?”.

Produser itu marah seakan melihat Eun Tak sedang berpacaran dan merasa sekarang adalah musim semi. Produser,”bagaimana jika bunga bermekaran lagi?”, Eun Tak,”Saya minta maaf pak”. Namun seorang teman Eun Tak tak menyangka narasi redaksi yang ditulis oleh Eun Tak malah menjadi kenyataan, pasalnya suhu di luar gedung kantor mereka sudah tepat 22 derajat celcius dan semua orang di media sosial membicarakan hal ini, dan juga semua bunga pun bermekaran.

Eun Tak lalu melihat bunga bermekaran di luar gedung kantornya yang tidak mungkin terjadi di musim dingin. Tak lama, Eun Tak seakan melihat Kim Shin, namun tiba dia malah menghilang. Semua orang lalu melihat berita yang memberitakan suhu di Sagam-dong betul2 mencapai 22 derajat celcius. Di kafe, Eun Tak sedang memikirkan cara agar bisa mendoingkrak pendengar di acara radionya. Eun Tak meniup lilin dan  mengingat pertemuannya dengan Kim Shin tadi. Eun Tak,”Siapa pria itu?”.

Tiba2 Kim Shin muncul di hadapan Eun Tak, namun Eun Tak tak mengenalinya dan Eun Tak tak ingin Kim Shin duduk di hadapannya. Eun Tak,”orang itu tidak datang?, Kim Shin,”Dia disini. Tapi dia tidak mengenaliku”. Eun Tak merasa kasihan dengan Kim Shin, dan Eun Tak memberitahukan dia seharusnya bertemu seseorang sekarang. Eun Tak mengaku kekasihnya akan datang, namun Kim Shin menegaskan Eun Tak tidak memiliki kekasih.

Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin sudah memotong rambutnya sehingga dia tidak mengenalinya. Kim Shin,”Kamu masih tak mengenaliku”. Eun Tak menyahut,”Aku mengenalimu. Tadi pagi kamu disana bukan?. Duluar gedung saat suhunya 22 derajat celcius”. Kim Shin mengaku berada disana untuk menemui seseorang yang dirindukannya. Kim Shin mengira saat dia melihat  orang itu, orang itu akan berlari ke pelukannya. Namun karena itu tak terjadi justru membuat hati Kim Shin terasa begitu sakit. Eun Tak,”Kenapa kamu menceritakannya padaku?”, Kim Shin,”karena kamu bertanya”.

Eun Tak lalu menyuruh Kim Shin untuk memesan sesuatu. Kim Shin pun memesan sebuah minuman, namun Eun Tak yang membayarkannya. Eun Tak kesal mengapa Kim Shin tidak memiliki uang, dan Kim Shin menjelaskan uangnya sekarang berada di sakunya. Kim Shin berjanji akan mengganti uang Eun Tak itu. Eun Tak,”Kita tidak akan bertemu lagi. Kamu kearah mana?”, Kim Shin,”Aku ke arah sana. Tunggu”. Eun Tak pun langsung pergi.

Malaikat maut sedang membersihkan barangnya, dan tiba2 Kim Shin muncul dan meminta uang sebesar lima dollar lalu Kim Shin bergegas pergi. Tak lama, Kim Shin kembali datang dan meminta uang 10 dollar untuk membeli buku, dan malaikat maut memberikan uang itu sembari dengan perasaan kesal.

Tak lama, Kim Shin kembali datang dan meminta uang sebesar 100 dollar  untuk membeli daging. Malaikat maut percaya ada alasan Dewa mengapa Sang Dewa tidak menghapus ingatannya akan sosok Kim Shin. Kim Shin,”Sedih sekali kamu mengatakannya seperti itu”. Malaikat maut,”kamu tidak bisa mendatangkan emas batangan seperti dahulu”, sambil menunjuki Kim Shin. Kim Shin sendiri merasa sedih tak ada yang bisa dilakukannya.

Kim Shin muncul di rumah Duk Hwa dan Duk Hwa tak mengenalinya dan kaget mengapa Kim Shin bisa menembus keamanan rumahnya. Kim Shin memperkenalkan dirinya, Kim Shin,”Aku adalah air dan api, cahaya dan kegelapan. Bagimu aku Yu Shin Jae. Bagimu, aku Kim Shin”. Tak lama sekretaris Kim menyebut Kim Shin adalah orang yang disebut dalam surat wasiat kakek Duk Hwa, juga dalam surat wasiat pendahulu kakek Duk Hwa.

Sekretaris Kim mengingat ketika kakek Duk Hwa memberitahukan jika seseorang bernama Kim Shin menemuinya dan mengatakan ingin mengambil miliknya. Maka sekretaris Kim harus memberikan semua hartanya kepadanya. Kakek Duk Hwa berpesan semua harta yang dimilikinya adalah milik Kim Shin. Kim Shin lalu memperlihatkan api biru tubuhnya di  hadapan Duk Hwa. Kim Shin mengaku tak menginginkan perusahaan keluarga Yu, Kim Shin,”Yang aku punya hanya rumahku, identiasku, satu kartu kredit dan satu keponakan”. Pengacara menyahut,”Aku akan memberikanmu rumah, identitas, dan kartu kredit”. Kim Shin lalu memandangi Duk Hwa dan memberitahukannya bahwa dia adalah keponakannya.

Produser tempat Eun Tak bekerja pun memarahinya, karena perkataan Eun Tak di telepon justru membuat web perusahaan radio Eun Tak bekerja malah dibanjiri keluhan. Eun Tak mengaku sudah mengirim satu set pisau dapur, namun pelanggan itu terus menelpon ingin meminta kupon berhadiah dan membuat para penulis tidak bisa berkonsentrasi, Eun Tak,”Kita tidak menjual pakaian”.

Produser menyahut,”Baik perusahaan pisau dan perusahaan pakaian itu ingin menarik iklan mereka, apa yang akan kamu lakukan?”. Produser itu lalu menyuruh Eun Tak untuk mencari perusahaan manapun yang ingin mensponsori acaranya kini, sambil memberikan proposal iklan padanya. Bila Eun Tak tak bisa menemukannya, maka dia harus dipecat. Eun Tak pun berjanji akan segera menemukannya.

Eun Tak sedang merenung di perpustakaan dan Kim Shin tiba2 saja muncul. Kim Shin dan Eun Tak pun jalan bersama, dan Kim Shin tertawa. Eun tak lalu mengungkit uang lima dollar yang dipinjam oleh Kim Shin dan meminta Kim Shin untuk mengembalikan uangnya. Eun Tak merasa ingin menelpon polisi jika terus bertemu dengan Kim Shin. Kim Shin hanya tertawa dan mengaku merasa senang karena semua yang dilihatnya sempurna. Eun Tak lalu ingin tahu Kim Shin pergi kemana.

Kim Shin mengaku dia akan mendengarkan acara Eun Tak karena dia adalah penggemar berat Eun Tak. Eun Tak malah merasa asing ketika Kim Shin berkata seperti itu. Eun Tak lalu ingin tahu apa perkerjaan Kim Shin sekarang, karena dia mengira Kim Shin seorang aktor. Kim Shin lalu menunjuki sebuah gedung dan mengaku kerja di gedung itu. Kim Shin bahkan mengaku memiliki posisi teratas di gedung itu. Kim Shin lalu meminta proposal Eun Tak dan berjanji akan mensponsori acara radio Eun Tak karena posisinya yang seorang atasan.

Akhirnya, Eun Tak bertemu dengan Sekretaris Kim dan dia menyetujui proposal acara Eun Tak. Eun Tak ingin tahu bagaimana dia bisa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada atasan sekretaris Kim. Pengacara Duk Hwa,”Bisa berikan nomor kontakmu. Aku akan berikan padanya”. Sekretaris Kim lalu memberitahukan nama Kim Shin adalah Yu Shin Jae.

Eun Tak datang ke kantornya dan semua rekan Eun Tak memujinya karena berhasil mendapatkan sponsor. Eun Tak sendiri merasa seperti mendapat sebuah mukjizat. Semua rekan Eun Tak senang karena acara mereka akan tetap eksis karena adanya pendanaan sponsor. Eun Tak lalu membaca skrip acara, Eun Tak,”kamu akan menemukan orang yang kamu lupakan bertahun2. Kami akan membantumu menemukan kenangan dan wajah yang terlupakan. Kalau kamu mengirimkan ceritamu, akan kami bawakan di acara kami”.

Rekan kerja Eun Tak lalu menyusun beberapa tahap dalam acara radio Eun Tak. Eun Tak lalu melihat hpnya, dan sedang menunggu panggilan dari Kim Shin. Eun tak minum soju bersama teman kerjanya, dan rekan kerjanya itu juga ingin mencari cinta pertamanya. Teman Eun Tak,”Kamu harus mencari orang itu. Kim Shin. Kamu melihat hantu hingga SMA”. Eun Tak mengaku sudah tidak melihat hantu sekitar sembilan atau sepuluh tahun yang lalu. Eun Tak lalu mengerjai temannya dengan mengatakan ada hantu disampingnya sehingga dia menjadi terkaget.

Eun Tak lalu melihat tulisannya yang bertuliskan,”Kamu harus ingat. Kamu pengantinnya”. Eun Tak menjadi ingin tahu siapa Kim Shin sebenarnya, dan mengapa dia bisa menjadi pengantin Kim Shin.

Duk Hwa lalu memperlihatkan surat yang didapat dari gudang kecil miliknya. Kim Shin lalu mengingat masa lalu ketika Eun Tak menyuruhnya untuk menunggunya. Malaikat maut menyuruh Duk Hwa memberikan surat itu kepada Kim Shin. Duk Hwa pun mengira Kim Shin adalah Ji Eun Tak. Duk Hwa bingung mengapa pamannya memiliki banyak nama. Kim Shin lalu menyuruh malaikat maut mengembalikan surat Eun Tak itu kembali kepadanya.

Malaikat maut lalu menyuruh Kim Shin untuk mengirimkan surat itu kepada Sunny sehingga Sunny bisa memberikannya kepada Eun Tak. Malaikat maut sendiri bingung mengapa Eun Tak malah tinggal di lantai atas rumah Sunny dan bertetangga dengannya. Duk Hwa menyahut,”Aku saja. Sebagai pemilik gedung, aku paling tidak mencurigakan”. Kim Shin tetap menyuruh malaikat maut mengantarkan surat Eun Tak itu, dan Duk Hwa tetap bersikeras menawarkan dirinya untuk mengantar surat itu.  Kim Shin,”Setelah Sembilan tahun, akhirnya kamu punya alasan”, sambil menepuk pundak malaikat maut.

Akhirnya, malaikat maut membawa surat Eun Tak itu ke restoran ayam milik Sunny, namun Sunny tidak datang dan malaikat maut hanya bertemu dengan pegawai Sunny. Hari demi hari, malaikat maut mendatangi restoran ayam Sunny dengan membawa surat milik Eun Tak itu namun dia tetap tak bertemu dengan Sunny; dan hanya bertemu dengan pegawainya.

Akhirnya, malaikat maut menyerahkan surat itu kepada pegawai Sunny. Karena begitu rindu dengan Sunny, hampir semua orang yang lewat dihadapannya; malaikat maut mengira mereka adalah Sunny. Malaikat maut mencoba menghapus lamunannya akan sosok Sunny. Tak lama, sosok Sunny yang sesungguhnya  lewat dan memandangi malaikat maut namun dia tidak mengenalinya dan pergi. Malaikat maut hanya menitihkan airmatanya menatap Sunny yang tak mengenalinya.

Sunny lalu memberikan surat itu kepada Eun Tak. Sunny memeriksa kamera CCTV untuk melihat orang yang membawa surat itu ke alamat restoran lamanya, dan dia tak menyangka pria yang membawa surat itu sungguh tampan. Eun Tak ingin tahu dimana lokasi restoran lama Sunny, namun Sunny menjelaskan alamat surat itu dari luar negeri sehingga kecil kemungkinan Eun Tak pernah datang ke restoran lamanya. Sunny merasa sungguh aneh dengan ketampanan malaikat maut. Eun Tak,”Apa ini tulisan tanganku?”, sambil melihat surat itu.

Di dalam suratnya, Eun Tak menuliskan salam kepada ibunya. Sekitar sembilan atau sepuluh tahun  yang lalu, Eun Tak menuliskan,”Aku menuliskan sepucuk surat untuk ibu dari Kanada. Ibu akan sangat terkejut kalau tahu bagaimana bisa aku datang kesini. Hanya dengan membuka pintu, aku bisa memasuki taman firdaus seperti ini. Selama aku bersamanya. Akhirnya aku punya seseorang yang menanyakan keadaanku. Mungkin ibu cemas dan merasa bersalah karena aku melihat hal yang tidak seharusnya. Karena itulah yang membuatku istimewa bagi seseorang. Aku baik2 saja bu. Dan bahkan akan menjadi lebih baik. Aku akan hidup layak dan bahagia daripada siapapun. Mari bertemu suatu hari nanti.  Aku sayang ibu. Dari Kanada, putri ibu, Eun Tak”.

Eun Tak kaget dan takut membaca surat itu karena dia merasa belum pernah ke Kanada serta tidak memiliki paspor. Eun Tak melihat tulisannya yang lain dan menyebut nama Kim Shin. Eun Tak,”Apakah orang itu adalah Kim Shin?”. Eun Tak menjadi ingin tahu apa yang terjadi pada dirinya sembilan tahun yang lalu, dan hal apa yang sudah dilupakannya. Tak lama Kim Shin  menelpon Eun Tak dan menyamar sebagai Yu Shin Jae.

Eun Tak kaget mendengar nama itu lalu meniup lilin dan Kim Shin pun muncul. Dari kejauhan, Kim Shin memandangi Eun Tak yang sudah menantikan telepon darinya. Kim Shin lalu mengajak Eun Tak jalan2 dengannya. Eun Tak pun memberitahukan lokasi rumahnya berada di Incheon dekat Art Platform. Kim Shin,”Aku akan dekat Art Platfortm sekitar 30 menit lagi”.

Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin sedang mengajaknya kencan, Kim Shin menjawab,”yah”. Kim Shin mengaku sudah memutuskan untuk berkencan dengan Eun Tak. Eun Tak menjadi sangat senang ketika Kim Shin menelponnya, dan dari jendela ruangan Eun Tak, Kim Shin memandangi Eun Tak. Karena tahu Kim Shin akan datang 30 menit lagi, Eun Tak pun mengenakan parfum.

Kim Shin dan Eun Tak jalan bersama, dan Kim Shin mengaku suka dengan aroma parfum milik Eun Tak. Eun Tak menyindir Kim Shin yang tahu banyak tentang parfum wanita, Kim Shin menanggapi,”kamu tidak suka aku tahu banyak parfum wanita?”. Kim Shin menjelaskan hanya Eun Tak wanita yang tahu nomor hpnya. Kim Shin memberitahukan dia baru membeli hp karena dia tinggal di tempat dimana sinyal hp tidak berfungsi. Tak lama hp Eun Tak berdering untuk mengingatkannya meminum obat yang bisa menyembuhkan jiwanya.

Kim Shin ingin tahu semenjak kapan Eun Tak meminum obat tersebut. Eun Tak sendiri tidak tahu semenjak kapan dia meminumnya. Eun Tak lalu memberikan kesempatan kepada Kim Shin lari darinya, jika Kim Shin merasa aneh padanya. Namun Kim Shin mengaku ingin berusaha menjadi lebih aneh lagi dari diri Eun Tak. Eun Tak memberitahukan dia akan berlibur ke luar negeri, dan merasa gugup karena pertama kalinya dia keluar negeri. Namun Kim Shin yakin Eun Tak tidak akan gugup dan akan bersikap seperti penduduk lokal  bila berada di luar negeri.

Eun Tak lalu memotret dirinya karena akan membuat passport, dan mengajukan permohonan cuti. Eun Tak lalu berbincang dengan Sunny. Eun Tak ingin pergi keluar negeri karena dia ingin mencari tahu sesuatu. Sunny,”mengenakan baju hangat bertudung di luar negeri itu kejahatan, bukan?. Ini perjalanan pertama ke luar negeri. Cobalah untuk modis”.

Eun Tak melihat Sunny kini sukses dengan bisnisnya namun bingung mengapa Sunny belum pindah. Sunny pun menjelaskan,”Aku pemilik bangunan ini. Aku sudah membelinya”. Eun Tak menyahut,”mana mungkin aku tidak tahu? Kamu memberitahuku 100 kali”. Sunny mengaku dia mengidap fobia bila menginap di sebuah rumah baru, namun Eun Tak merasa tidak ada fobia seperti itu lalu keduanya menikmati jeruk yang mereka santap.

Eun Tak lalu membeli beberapa pakaian, dan terbang ke Kanada. Eun Tak lalu pergi ke sebuah hotel di negara Kanada yang dibangun oleh orang berkebangsaan Korean sendiri. Eun Tak pergi ke hotel tersebut karena surat yang diterimanya berasal dari alamat di hotel tersebut. Eun Tak lalu bertemu dengan karyawan hotel tersebut, namun dia memberitahukan bahwa dia tidak menemukan surat 10 tahun yang lalu di kotak surat mereka.

Karyawan hotel menjelaskan surat yang diterima oleh Eun Tak berasal dari 10 tahun yang lalu setelah melihat desain amplopnya. Karyawan hotel itu sendiri meminta maaf karena Eun Tak terlambat menerima suratnya. Eun Tak lalu masuk ke kamar hotelnya, lalu dia berjalan menyusuri kota. Malaikat maut berada di jembatan sungai  Han dan merasakan hawa yang dipenuhi rasa kesepian. Sunny meminum Soju juga dibaluti rasa kesepian.

Eun Tak lalu melihat sebuah pintu dan merasa kenal dengan pintu tersebut. Tak lama tiba2 saja Kim Shin keluar dari pintu tersebut. Eun Tak tak senang sering bertemu dengan Kim Shin. Kim Shin berpura2 mengaku sedang dalam perjalanan bisnis di luar negeri. Eun Tak pun merasa sepertinya Kim Shin sudah mengikutinya. Kim Shin merasa bukan kejahatan jika dia berada di dekat Eun Tak.

Namun Eun Tak merasa tak ada alasan yang mengharuskan Kim Shin di dekatnya. Kim Shin lalu mengungkit bagaimana perusahaannya sudah mensponsori acara radio Eun Tak, Kim Shin,”Kamu pernah menawarkan diri untuk mentraktirku?”. Eun Tak menyahut,”Apa ini kali pertamamu ke Kanada? Mari kita kesini”, Eun Tak pun hendak mentraktir Kim Shin.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*