Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 3 Bagian Pertama

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 3 Bagian Pertama

Baca Juga: Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 3 Bagian Kedua 

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Wang Yeo serta Kim Shin lalu mendekati mobil yang ditumpangi Eun Tak. Keduanya lalu memecahkan lampu mobil dengan kekuatan mereka. Ketika bos preman itu hendak menancap mobil mereka. Tiba2 saja Wang Yeo serta Kim Shin membelah mobil keduanya. Mobil itu memisahkan Eun Tak dengan para preman.

Eun Tak memanggil nama ayahnya serta ibunya. Kim Shin membelah mobil itu dengan pedangnya. Tak lama Kim Shin datang dan membuka pintu mobil, sambil menyuruh Eun Tak keluar. Kim Shin mengulurkan tangannya, dan Eun Tak memegang tangan Kim Shin sambil menatapnya. Eun Tak terpesona dengan wajah Kim Shin, lalu menangis. Eun Tak,”Apa kamu terluka. Bagaimana bisa kamu menanyakan hal itu”. Kim Shin lalu memberikan selimut kepada Eun Tak.

Eun Tak lalu ingin tahu apakah Kim Shin akan membunuh para preman itu pasalnya dia melihat ada malaikat pencabut nyawa. Kim Shin menegaskan dia takkan membunuh siapapun, dan hanya ingin memperlihatkan kemarahannya. Para preman itu terluka parah dan mereka memohon agar jangan dibunuh. Kim Shin muncul di hadapan para preman sembari berkata,”Jalan ini akan menghilang dari peta selama dua hari. Kalian tidak akan beruntung bertemu dengan orang yang akan menemukan kalian selama dua hari. Kalian akan ditemukan oleh polisi dua hari lagi dari sekarang”. Lalu Wang Yeo muncul dan mencoba menghapus ingatan kedua preman.

Wang Yeo, Eun Tak, serta Kim Shin berjalan bersama menyusuri jalan, karena Kim Shin serta Wang Yeo tidak membawa mobil. Eun Tak ingin tahu apakah dia sudah meninggal. Wang Yeo,”kami menyelamatkanmu?”. Eun Tak,”lalu apakah kalian akan membunuhku?”. Wang Yeo kesal mendengarnya, pasalnya dia tak mendengar ucapan terima kasih Eun Tak padahal sudah diselamatkan olehnya. Eun Tak tak pernah membayangkan Kim Shin serta Wang Yeo ternyata sangat dekat.

Wang Yeo terus marah mengapa Eun Tak tak mengucapkan terima kasih, akhirnya Kim Shin berteriak, dan malah membuat Eun Tak semakin ketakutan. Eun Tak lalu marah mengapa tidak ada mobil di jalan itu. Akhirnya, Eun Tak dan Kim Shin tiba disebuah restoran, dan makan bersama. Eun Tak kini bersikap acuh dan heran mengapa Kim Shin tidak pergi dari hadapannya, Kim Shin menjawab,”Ku kan pergi..”. Eun Tak,”bagaimana kamu datang..”. Kim Shin sendiri tak tahu bagaimana dia bisa datang, Kim Shin hanya mendengar Eun Tak meminta tolong sehingga dia tiba2 muncul. Eun Tak tak merasa Kim Shin harus datang menolongnya, namun Kim Shin mengaku tak memiliki pilihan.

Eun Tak lalu meminta maaf karena membuat Kim Shin datang tengah malam, padahal Eun Tak bukanlah tunangan bagi Goblin. Eun Tak tersadar Kim Shin sudah menyelamatkan ibunya dan dirinya sendiri 19 tahun yang lalu. Eun Tak tersadar dia menjalani sebuah bonus kehidupan, dan tak ingin membenci Kim Shin lagi. Kim Shin menyahut,”Kamu seperti membenciku..”. Eun Tak,”Tidak..”. Melihat cara bicara Eun Tak, Kim Shin merasa Eun Tak sangat membencinya, namun Eun Tak menolak hal itu. Eun Tak,”Mulai dari sekarang, Saya tidak akan mengajukan permintaan, berpikir, atau melakukan apapun, jadi kamu bisa santai dan pergi”.

Eun Tak berharap Kim Shin bisa bertemu dengan seorang wanita yang cantik dan baik, serta bisa menemukan diri Kim Shin sesungguhnya. Karena menu makanannya sudah masak, Eun Tak lalu pergi, namun Kim Shin menyahut,”Apa harus membayar ini padahal saya tidak memakannya?”. Eun Tak,”Andalah yang memakan ini. Selain itu, saya tidak memiliki uang”. Kim Shin pun berjanji membayarnya, namun dia meminta Eun Tak untuk meluangkan waktu bersamanya. Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin berusaha mentraktirnya. Kim Shin mengakui hal itu, karena dia tahu Eun Tak sangat lapar setelah diculik. Namun, Eun Tak tak ingin makan malam bersama Kim Shin. Kim Shin lalu menyindir Eun Tak yang sudah begitu membencinya.

Duk Hwa lalu berbincang dengan Kim Shin, dan menjelaskan Eun Tak kehilangan kedua orang tuanya ketika dia masih kecil, juga diperlakukan kasar oleh bibi serta sepupunya. Duk Hwa lalu memperlihatkan orang2 yang selalu menyiksa Eun Tak seperti bibi, dan sepupunya. Duk Hwa memberitahukan bahwa ibu Eun Tak meninggalkan asuransi 150,000 dollar kepada Eun Tak. Namun Duk Hwa menjelaskan  bibi serta sepupu Eun Tak menyiksanya apalagi ketika Eun Tak sudah berumur 18 tahun.

Kim Shin,”Saya terkejut kamu sungguh berguna”. Duk Hwa mengaku membuntuti keluarga Eun Tak guna mendapatkan foto mereka. Sekilas, Duk Hwa memperlihatkan fotonya, dan membuat Kim Shin marah. Kim Shin sengaja menyuruh Duk Hwa membuntututi keluarga Eun Tak agar bisa menghukum mereka. Namun Kim Shin malah memperlihatkan dua batangan emas, Duk Hwa,”Ini bukan hukuman. Ini emas. Gimana bisa menghukum orang dengan memberikan emas?”. Kim Shin menutup kotaknya, dan dua batangan emas itu muncul di laci kamar Eun Tak.

Bibi Eun Tak serta anaknya sedang menonton, dan sang ibu sangat jengkel karena uangnya menipis. Ketika bibi Eun Tak membuka laci di kamar Eun Tak, dia malah menemukan dua batang emas di kamarnya. Melihat batangan emas itu, bibi Eun Tak sangat terkaget. Sepupu Eun Tak,”Eun Tak mengubah semua uangnya menjadi batangan emas”.

Akhirnya bibi Eun Tak serta keduanya sepupunya menatap dua batangan emas itu hingga malam hari. Menjelang pagi, tiba2 saja emas itu hilang, dan bibi Eun Tak mencurigai anaknya Gyeong Mi yang mengambilnya. Bibi Eun Tak serta anak laki2nya mencari Gyeong Mi dan mereka naik taksi mengejarnya.

Dari sebuah restoran, Duk Hwa serta Kim Shin mengamati keduanya. Duk Hwa lalu melaporkan ke kakeknya bahwa Kim Shin sedang makan selleotang dan Duk Hwa menemaninya. Kim Shin lalu menonton sebuah acara TV Kpop. Kim Shin teringat dia pernah mengawal seorang raja yang seusia dengan penyanyi yang dilihatnya di TV dimana sang raja masih berumur 17 tahun, Duk Hwa menyahut,”Anda pernah menjaga seorang raja?. Daebak. Apa Anda seorang kasim?”.

Kim Shin menjawab,”Saya adalah pakaiannya. Ini adalah hari yang cerah. Mataku terluka sehingga saya marah pada seseorang. Saya tidak yakin apa itu Raja, Dewa, ataukah saya”. Duk Hwa, Kim Shin, serta Wang Yeo menonton seorang penyanyi pria KPop, dan Kim Shin mencurigai dia adalah reinkarnasi dari raja. Wang Yeo menegaskan kepada Kim Shin bahwa kemarahan, serta dendam akan membuat Kim Shin sengsara, Kim Shin menanggapi,”Apa kamu bahagia karena lupa ingatan?”. Wang Yeo,”Kenapa kamu yakin dia adalah reinkarnasi dari seorang pria?”.

Wang Yeo dan Kim Shin saling bertengkar siapa reinkarnasi dari raja di jaman dulu itu. Wang Yeo ragu apakah reinkarnasi raja seorang pria ataukah wanita, dan ingin menyentuh penyanyi di TV itu. Duk Hwa sendiri bingung apa yang terjadi bila Wang Yeo menyentuh para penyanyi yang terlihat dalam acara TV itu.

Wang Yeo lalu bertemu dengan para malaikat pencabut nyawa yang lain di rumah sakit. Tak lama seorang dari mereka bertanya mengapa Wang Yeo tak melihat emailnya. Malaikat,”tentang seorang tim baru yang sudah terbentuk, tolong masukkan daftarnya sebelum akhir tahun”. Wang Yeo,”Siapa bilang saya memiliki dua orang yang hilang?”. Malaikat,”Semua orang bilang kamu memiliki dua orang yang hilang”.

Wang Yeo pun berjanji memasukkan daftar dua jiwa manusia yang hilang dari tangannya ketika Wang Yeo akan mencabut nyawa . Tak lama seorang malaikat pencabut nyawa wanita cantik datang dan memperkenalkan namanya. Malaikat wanita,”Saya adalah Kim dari urutan 23”. Para malaikat pencabut nyawa pria mengagumi malaikat wanita itu. Tak lama seorang pasien datang dan dia terluka parah di tubuhnya.

Lalu Wang Yeo bekerja kembali sebagai malaikat pencabut nyawa. Wang Yeo bertemu dengan seorang dokter Choi Yeong Jae dan memberitahukannya bahwa dia akan meninggal pada 4 oktober 2016 di jam 5:41 pm, dan penyebab kematiannya karena berlebihan kerja. Yeong Jae,”Apa saya akan meninggal?”. Tak lama, dokter Yeong Jae melihat nyawanya yang sudah membiru lewat dan meninggal, juga para rekannya memanggil namanya. Wang Yeo berterima kasih atas bantuan pertama yang diberikan oleh Yeong Jae kepada pasien, sehingga pasien yang ditanganinya bisa selamat.

Wang Yeo lalu makan, dan melihat formulir berkas buat jiwa yang hilang. Eun Tak bersepeda dan melihat spanduk pemeran pentas Goblin, dan melihat beberapa orang yang menyantap menu makanan ala Goblin. Eun Tak lalu jengkel melihat bis yang sedang berjalan karena terlihat spanduk tur Goblin. Eun Tak lalu merenung ketika dia berbicara dengan Kim Shin dan menganggapnya sebagai Goblin serta ingin menikah dengannya. Kim Shin serta Eun Tak lalu terbaring bersama. Kim Shin mengingat bagaimana Eun Tak menuntup matanya. Eun Tak kini tak ingin perduli lagi dengan Kim Shin meskipun dia ingin pergi.

Eun Tak lalu pergi ke toko buku dan mencari buku dimana dia menyelip sebuah daun di buku itu sebagai hadiahnya kepada Goblin, namun Eun Tak tidak menemukannya. Duk Hwa lalu bertengkar dengan kasir terkait buku yang dibelinya. Tak lama, Eun Tak muncul dan ingin mengambil buku itu. Namun Duk Hwa tak ingin memberikannya, Duk Hwa,”Tak ada bukti ini milikmu. Tebak darimana daun ini berasal”.  Eun Tak menjawab,”kamu tidak akan tahu jawabannya bahkan jika saya memberitahukanmu”.

Mendengar jawaban Eun Tak itu, Duk Hwa serta Euk Tak lalu duduk bersama. Eun Tak senang mendapatkan kembali daunnya. Eun Tak ingin tahu mengapa Duk Hwa ingin membeli buku itu. Duk Hwa mengaku sungguh mengenal Goblin. Duk Hwa,”Jika seseorang menyarankamu untuk membeli sesuatu bilang tidak. Jika seseorang menawarkanmu snack? Bilang pergilah”. Duk hwa meminta 10 dollar atas buku yang diambil oleh Eun Tak tadi. Eun Tak sedikit tak mau memberikan uangnya, namun Duk Hwa langsung mengambil uang Eun Tak.

Duk Hwa kembali ke rumah dan bertemu dengan kakeknya. Duk Hwa pun berpura2 bertanya mengapa Wang Yeo tiba2 berada di rumah pamannya. Tak lama Kim Shin muncul, dan Wang Yeo mengaku sedang mengunjungi seorang teman. Duk Hwa,”Anda pastinya adalah teman baik paman”. Wang Yeo mengucapkan selamat tinggal kepada Kim Shin, sembari melambaikan tangannya. Kim Shin lalu melambaikan tangannya dan menyuruh Wang Yeo keluar dari rumahnya, dan jangan pernah kembali lagi, sambil menyuruh Duk Hwa keluar dari rumahnya.

Duk Hwa serta Wang Yeo berbincang dan mereka bingung mengapa Kim Shin menendang mereka keluar dari rumahnya. Wang Yeo lalu marah dan lantai tiba2 berubah. Duk Hwa meredam kemarahan Wang Yeo dengan mengatakan sikap Kim Shin yang seperti itu hanya sementara. Tak lama Kim Shin muncul, dan menyuruh Wang Yeo masuk kembali ke rumahnya. Namun Kim Shin meminta Duk Hwa untuk berteriak dan menyuruhnya pulang ke rumahnya.

Duk hwa pun marah menyadari Kim Shin memberitahukan segala yang diperbuatnya kepada kakeknya tadi. Kim Shin marah dan menutup pintunya, Duk Hwa duduk sembari berkata,”Saya tidak akan pergi.. Saya tidak akan pergi kemanapun. Saya akan tinggal dan mendatangi rumah ini”. Kim Shin sedang berada di kamar mandinya, tak lama Kim Shin menjadi takut karena dia melihat darah kuda yang tertulis di sehelai handuk. Kim Shin pun ketakutan dengan tulisan dari Wang Yeo dengan bahan dari darah kuda itu.

Eun Tak lalu bertemu dengan Kim Sun, dan Kim Sun bertanya,”Apa kamu tidur disini?”. Eun Tak,”Saya minta maaf.. Saya bermaksud memberitahukan pada Anda, namun saya tidak hisa menemukan waktu yang tepat”. Eun Tak ingin tahu bagaimana Kim Sun bisa tahu dia tidur di restorannya. Kim Sun lalu memperlihatkan sikat gigi yang ditemukannya serta sisa catatan Eun Tak yang ingin meminta ijin diperbolehkan tinggal di restoran. Kim Sun ingin tahu apakah Eun Tak mendapatkan masalah dari karena bibinya.

Eun Tak mengakui hal itu serta mengaku melalui banyak masalah. Lalu Kim Sun memberikan upah mingguan kepada Eun Tak. Kim Sun melakukannya karena dia tahu Eun Tak memiliki masalah keuangan. Kim Sun,”bahkan jika kamu tidur disini. Pergilah ke permandian umum untuk mandi. Dapatkan juga snack disana”. Eun Tak berterima kasih atas bantuan Kim Sun itu. Namun Kim Sun tak suka jika Eun tak sering berterima kasih padanya, lalu Kim Sun menyuruh Eun Tak untuk bergegas mandi dan bergegas membakar ikan cumi2 buatnya.

Kim Shin berada di perpustakaan. Eun Tak melamun dan memikirkan saat Kim Shin menyelamatkannya dari preman. Tanpa sadar, Eun Tak membuat ikan cumi2 itu menjadi gosong. Eun Tak lalu meniup asap dari ikan cumi2 itu sehingga dia memanggil Kim Shin. Di perpustakaan, Kim Shin senang mendapat panggilan dari Eun Tak. Kim Shin pun muncul sambil membaca sebuah buku. Eun Tak,”Apa kamu sedang membaca?”.

Kim Shin mengaku sangat senang membaca dan sangat tertarik dengan musik serta seni. Eun Tak meminta maaf sudah menganggu Kim Shin. Kim Shin ingin tahu mengapa Eun Tak memanggilnya, Eun Tak,”Saya tidak memanggilmu. Itu hanya sebuah kesalahan”. Kim Shin lalu hendak pergi, karena Eun Tak tak menyapanya dengan baik.

Namun Eun Tak memanggilnya, dan Kim Shin menolak sudah memberikan uang 5000 dollar kepada Eun Tak, Eun Tak menanggapi,”Saya kira kamu bilang kamu tidak mengakuiku. Ini karena Anda hanya berasumsi dan mengatakan segalanya secara acak”. Kim Shin,”Semenjak kapan semuanya adalah salahku?”. Eun Tak membalas,”Semenjak kamu menyuruhku untuk harus melihat sesuatu”.

Eun Tak ingin tahu apa yang harus dilihatnya agar bisa berguna bagi Kim Shin. Eun Tak,”bagaimana jika Anda mulai baik padaku karena saya bisa melihatnya?. Anda tiba2 memberikanku uang 5000 dolar dan membelikanku steak. Jadi saya lelah karena Anda semakin menjengkelkan”. Kim Shin sangat jengkel dengan cara bicara Eun Tak itu, Kim Shin,”tidakkah kamu melihat sesuatu yang spesial?”. Eun Tak memandangi Kim Shin, dan mengerti hal apa yang harus dilihatnya dari diri Kim Shin.

Eun Tak tak ingin  berbicara panjang lebar dengan Kim Shin dan hendak pergi. Namun Kim Shin mengejar Eun Tak dan ingin mentraktirnya makan steak dan apapun yang diinginkan oleh Eun Tak. Eun Tak mengaku ingin makan steak. Akhirnya, Kim Shin mentraktir Eun Tak makan steak, dan kembali bertanya apakah Eun Tak dapat melihat sesuatu yang lain dari dirinya.

Namun nada suara Kim Shin terlalu keras, dan Eun Tak tak senang dengan sikap Kim Shin itu. Kim Shin pun meminta maaf, lalu Eun Tak meminta ditraktir minuman jus buah yang enak. Tak lama, Wang Yeo muncul, dan Eun Tak menjadi sangat takut. Ketiganya pun duduk bersama. Eun Tak kembali takut dan mengira dirinya akan meninggal pada hari itu karena melihat Wang Yeo.

Eun Tak lalu berprasangka Kim Shin serta Wang Yeo adalah sebuah tim. Wang Yeo menjelaskan Eun Tak sudah salah prasangka, dan memberitahukan dirinya kini berada disisi Eun Tak. Wang Yeo menatap Eun Tak, di dalam hatinya Wang Yeo berkata,”kamu bisa melihat pedangnya. Tarik pedangnya”. Eun Tak lalu bingung mengapa Wang Yeo berada disisinya. Wang Yeo tak menjawab hal itu, dan dia bergegas pergi ke pertemuannya.

Eun Tak lalu bertanya ke Kim Shin mengapa Wang Yeo ingin berada disisinya, Kim Shin menjawab,”Ini bukan urusanmu”. Eun Tak lalu berpikiran bahwa Wang Yeo begitu tampan dan ingin tahu apakah semua malaikat pencabut nyawa terlihat tampan.  Kim Shin bertanya,”Bagaimana denganku?, Eun Tak menjawab,”Kamu hanya kelihatannya”. Kim Shin lalu melarang Eun Tak minum jus, namun Eun Tak mengalihkan perhatian Kim Shin lalu mengambil kembali jusnya. Kim Shin lalu memandangi seorang pria dan melakukan suatu sulap padanya.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*