Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 4 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 4 Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 4 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Eun Tak lalu marah mengapa Kim Shin selalu menghindarinya. Eun Tak merasa dirinya sudah ditinggalkan oleh Kim Shin. Eun Tak tahu Kim Shin menghindarinya karena dia siluman sedangkan Eun tak bukanlah siluman, dan kini Eun Tak sudah bisa melihat pedang dari diri Kim Shin. Eun Tak merasa Kim Shin kini seperti kekanak2-an.

Jika Kim Shin lari darinya, Eun Tak berjanji akan meniup semua lilin yang ada di hadapannya. Kim Shin pun senang melihat semua lilin yang dibeli oleh Eun Tak, Eun Tak menyahut,”Duk Hwa yang membelikannya..”. Eun Tak pun meminta ijin tinggal di rumah Kim Shin, karena dia mendapat informasi dari Duk Hwa bahwa ada banyak kamar kosong di rumah Kim Shin. Eun Tak kini sudah siap menerima semua apa yang dikatakan oleh Kim Shin padanya.

Kim Shin bingung mengapa Eun Tak harus mempersiapkan dirinya. Kim Shin mengaku dirinya yang harus mempersiapkan diri. Kim Shin lalu meminta Eun Tak untuk makan malam dengannya. Eun Tak lalu merasa Kim Shin semakin sulit ditemuinya semenjak dia mengaku bisa melihat pedang itu. Eun Tak lalu mendekati Kim Shin, namun Kim Shin mengalihkan pembicaraan dan mengajak Eun Tak untuk makan steak.

Eun Tak  tak mau makan daging, dia hanya ingin makan sosis bersama minuman susu, dan keduanya berada di minimarket, Kim Shin,”Aku bisa membelikan seluruh si rak ini untukmu”. Eun Tak lalu melarang Kim Shin untuk minum bir, namu Kim Shin tetap meminumnya dan dia menjadi mabuk. Eun Tak mendekati Kim Shin, namun Kim Shin bertingkah bodoh dan hendak membelikan semua sikat gigi yang ada di minimarket itu buat Eun Tak.

Eun Tak menyuruh Kim Shin untuk pergi darinya, namun Kim Shin terus mendekati Eun Tak. Eun Tak,”Benarkah aku pengantinmu? Kamu menyuruhku menunggu. Apa artinya aku tidak boleh memui pria lain”. Eun Tak lalu ingin tahu apakah Kim Shin menyukainya atau tidak. Kim Shin mengaku tidak menyukai Eun Tak, namun Eun Tak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kim Shin. Eun Tak ingin tahu apa yang dilakukan oleh Kim Shin selama ini, Kim Shin menjawab,”Aku menunggumu..”, Eun Tak menyahut,”Hentikan omong kosong itu”.

Eun Tak tahu ketika Kim Shin bersedih, maka hujan akan turun. Kini Eun Tak ingin tahu apa yang terjadi ketika Kim Shin menjadi senang, namun Kim Shin tak ingin menjawabnya. Eun Tak ingin tahu berapa pengantin yang dimiliki oleh Kim Shin, Kim Shin memandangi Eun Tak sembari menjawab,”Kamu yang pertama dan terakhir. Karena aku memilihnya seperti itu”.

Eun Tak ingin tahu apa yang terjadi bila dia menolak lamaran dari Kim Shin, Kim Shin menjawab,”Aku tidak bisa mencabut pedang ini, karena hanya kamu yang bisa”. Kim Shin berbohong mengaku harus mencabut pedang yang ada didalam dirinya agar bisa terlihat tampan. Eun Tak merasa mengerti apa yang dirasakan oleh Kim Shin, dan membandingkan diri Kim Shin seperti cerita pengeran kodok yang berubah kembali menjadi seorang manusia.

Kim Shin pun tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Eun Tak tadi. Malam itu ingin dilalui oleh Kim Shin dengan tertawa kepada Eun Tak, dan belum ingin mencabut pedang dirinya pada hari itu. Eun Tak lalu meminta kepada Kim Shin untuk mencabut pedangnya pada hari turunya hujan salju pertama, Eun Tak,”Kita butuh sapu pada saat itu, Kim Shin menyahut,”Baiklah.., Di hujan salju pertama”.

Keesokan harinya, Eun Tak lalu ingin tahu kapan salju turun pada tahun ini. Tak lama, Eun Tak kaget karena dia melihat ada bunga bermekaran di Seoul, dan ini artinya perasaan Kim Shin sedang senang. Duk Hwa memperlihatkan beberapa koran tentang keadaan musim semi yang tak lazim di Seoul, dan Duk Hwa yakin ada sesuatu yang baik terjadi tadi malam. Duk Hwa tahu malam tadi, Kim Shin sedang mabuk. Kim Shin lalu menyarankan agar hubungannya bersama Duk Hwa seperti saudara. Sayangnya, untuk malam itu Kim Shin tak tahu apa yang terjadi pada dirinya karena minum alkohol dan tak ingin lagi meminumnya.

Kim Shin, dan Duk Hwa serta Wang Yeo duduk bersama dan mereka menonton sebuah acara drama. Kim Shin lalu bertanya apakah dia hendak mentraktir kue buat Duk Hwa, namun Duk Hwa meminta Kim Shin untuk bisa menghilangkan pengaruh alkohol di dalam dirinya itu. Tak lama semua pengunjung restoran berteriak karena mendengar jalan cerita baru di drama yang tayang di TV.

Keluar dari restoran, kepala Kim Shin pun terasa begitu pusing. Kim Shin lalu melihat Duk hwa yang sedang minum susu kemasan, dan Kim Shin teringat tadi malam melihat Eun tak minum susu dan dia  berteriak. Wang Yeo mengira akhirnya Kim Shin berteriak karena melihat acara drama di TV tadi. Kim Shin lalu merasa kacau mengingat Eun Tak minum susu.

Kim Shin teringat Eun Tak pernah meminta untuk menolak menjadi pengantinnya. Kim Shin menjadi seperti orang kurang waras, dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Kim Shin,”Aku memberitahunya tentang mencabut pedang itu”. Kim Shin marah kepada Wang Yeo yang tidak terlihat oleh Duk Hwa, dan orang2 melihat Kim Shin seperti orang aneh. Duk Hwa lalu memanggil Kim Shin sebagai pamannya guna menyadarkannya, namun Kim Shin menolak mengenal Duk Hwa lalu pergi.

Kim Sun merias wajahnya. Perias wajah itu merasa wajah Kim Sun masih terlihat cantik. Perias wajah Kim Sun ingin tahu apakah dia ingin bertemu dengan pacarnya sehingga berdandan, Kim Sun menyahut,”Aku mempercantik diri dan menunggu telepon untuk dapat pacar”. Kim Sun lalu menunggu di sebuah jembatan.

Wang Yeo menyusuri jalan dan melihat semua wanita yang dilihatnya memiliki wajah seperti Kim Sun. Kim Sun lalu memandangi jendela restorannya, dan Eun tak ingin tahu mengapa Kim Sun sedang memandangi jendela. Eun Tak mengaku sedang menunggu seseorang seumur hidupnya, yakni cintanya. Kim Sun,”Aku lebih suka raja berkuda putih”.

Eun Tak lalu merenung di ruangan kelasnya, dan memandangi sebuah kartu nama  bertuliskan Yu Shin Woo, dan mengingat kenanganya bersama Kim Shin. Tak lama temannya mengambil kartu namanya dan hendak mengerjainya. Namun entah mengapa murid itu lalu memegang rokok di tangannya tanpa disadarinya.

Tak lama gurunya mendapatinya dan memukul murid itu, namun murid wanita itu malah meminta korek api, dan akhirnya dia malah dihukum oleh sang guru. Anak murid itu ingin menuduh Eun Tak sebagai pemilik dari rokok yang dipegangnya, namun seorang murid membela Eun tak sehingga Eun Tak tak jadi dihukum. Para hantulah yang membantu Eun Tak, dan Eun Tak berterima kasih atas bantuan mereka. Tak lama Kim Shin datang menjemput Eun Tak, dan para hantu itupun pergi.

Kini, Kim Shin mengaku ingin memamerkan mobilnya. Eun Tak melihat merasa tadi malam Kim Shin sangat mabuk. Kim Shin ingin memastikan dirinya tidak melakukan kesalahan apapun kepada Eun tak. Eun Tak lalu memandangi Kim Shin dan ingin tahu apakah dia sudah memakan sesuatu untuk menghilangkan rasa mabuknya itu. Kim Shin menanggapi,”Kenapa bertanya seperti itu setiap kali melihatku?”, Eun Tak membalas,”Kau tidak mengerti aku ingin makan bersamamu?”. Kim Shin lalu mengajak Eun Tak untuk makan sapi, dan Eun Tak sangat menyukainya. Lalu Kim Shin menyuruh Eun Tak keluar dari mobil. Kim Shin mengggunakan kekuatan teleportnya, sehingga mereka sudah tiba di negara Kanada.

Kim Shin dan Eun Tak lalu makan daging di restoran mewah di Kanada. Kim Shin lalu ingin bertanya bagaimana bentuk gagang pedang yang ada di dadanya. Eun Tak,”kamu meragukanku, ya?”. Eun Tak lalu marah sembari berkata melihat harimau di pedang milik Kim Shin, Kim Shin menyahut,”Benarkah? Itu harimau putih”. Eun Tak sudah mencari latar belakang masa lalu Kim Shin, namun dia tak menemukan cerita tentang pedangnya.

Eun Tak ingin tahu bagaimana pedang itu tertanam di tubuh Kim Shin, Kim Shin menjawab,”Seseorang yang tidak pernah kusangka akan melakukan semacam itu”. Eun Tak tak ingin membicarakan kisah tragis Kim Shin dan ingin tahu umurnya, Kim Shin menjawab,”Aku berusia 939 tahun”. Eun Tak merasa Kim Shin bahagia dengan umurnya yang tidak menua serta kaya. Kim Shin bertanya,”kamu ingin hidup selama ini?”.

Eun Tak menjawab,”Tapi aku memilikimu. Kamu akan berada disisiku. Aku tidak keberatan hidup selamanya”. Eun Tak merasa Kim Shin terlihat bahagia meskipun dia memiliki masa lalu yang kelam. Kim Shin tahu hidupnya sudah hampir seribu tahun, dan tak boleh bersedih dan harus menerima nasibnya, Kim Shin,”dan bahkan cinta terdalam pun tidak bisa bertahan seribu tahun”.

Eun Tak berdiri di hadapan Kim Shin namun tidak setuju dengan cinta yang sedih. Eun Tak kini sudah mendalami diri Kim Shin. Eun Tak lalu menjelaskan diri Kim Shin sudah merasa kesepian karena umurnya yang begitu panjang, pemarah, serta menyukai tempat gelam serta lembap. Eun Tak juga tahu Kim Shin adalah pembawa keberuntungan serta kemalangan kepada manusia, juga tidak berkeluarga. Kim Shin lalu menjelaskan dia tidak memaksa Eun Tak untuk menjadi pengantin seorang siluman. Eun Tak malah sebaliknya berpikir Kim Shin tak ingin dia menjadi pengantinnya.  Eun Tak,”Apa aku tidak cukup baik untukmu?. Atau mungkin ada wanita lain?. Aku melihat pedang itu. Aku menarik pedang itu”.

Eun Tak berjanji akan membuktikan dirinya adalah seorang  pengantin Goblin dengan menarik pedang di dalam diri Kim Shin. Eun Tak lalu mengejar Kim Shin, dan Kim Shin berlari darinya. Eun Tak meminta tongkat ajaib dari Kim Shin, namun Kim Shin tak memilikinya. Akhirnya, Kim Shin memperlihatkan bagaimana dia mengubah air mancur menjadi pedang. Kim Shin lalu menghilangkan pedang itu dan membuang air ke wajah Eun Tak. Eun Tak,”Kita tidak bisa berbulan madu tanpa perang air. Diam disana”.

Eun Tak pun ingin menyiram wajah Kim Shin dengan air, namun Kim Shin malah hilang dan pergi lebih jauh. Kim Shin terus menghindari Eun Tak yang ingin menyirami wajahnya dengan air, lalu Eun Tak merasa sedih karena dia tak memiliki kekuatan khusus selain melihat hantu, apalagi Eun Tak adalah seorang pengantin Goblin. Eun Tak lalu meminta diberikan kekuatan khusus, namun Kim Shin tak ingin memberikannya. Eun Tak lalu meminta Kim Shin untuk menunggunya, dan dia ingin pergi. Karena Eun Tak tahu Kim Shin senang membaca, dia memberikan Kim Shin sebuah buku untuk dibaca sambil menunggu kedatangannya kembali di air mancur itu.

Eun Tak pun pergi, dan Kim Shin merasa sangat senang akan  kebersamaanya dengan Eun Tak kali ini. Eun tak berada di tempat lain sambil menuliskan sebuah surat dan mengirimkannya, Eun Tak,”tolong kirimkan ini padanya”. Di taman, Kim Shin sedang membaca buku yang diberikan oleh Eun Tak.

Tak lama Eun Tak pun datang, Kim Shin memandangi Eun Tak, Kim Shin,”Massa tidak proporsional dengan volumenya. Seorang gadis yang bergerak seperti kelopak bunga menarikku ke arahnya dengan kekuatan lebih dari massanya. Saat itu seperti apel Newton. Aku bergulir kearahnya tanpa henti sampai aku terjatuh padanya. Dengan bunyi dentuman”.

Kim Shin memandangi Eun tak yang menyusuri jalan sambil menapaki jalan yang berwarna dan mengenang masa lalunya di era Goryeo. Eun Tak terkagum kepada Kim Shin, dan Kim Shin memandangi Eun Tak. Kim Shin merasakan jantungnya seakan bimbang antara langit dan tanah.  Kim Shin akhirnya merasakan cinta pertamanya, sambil memandangi Eun Tak.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*