Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 5 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 5 Bagian Kedua

Baca Juga :Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 5 Bagian Pertama 

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

Eun Tak lalu mencari informasi di internet tentang sosok Kim Shin. Eun Tak menemukan informasi bahwa Kim Shin adalah seorang perwira di era dinasti Goryeo. Eun Tak tersenyum saat tahu Kim Shin pernah bekerja di pemerintahan. Eun Tak serta Kim Shin lalu berbelanja. Kim Shin dan Eun Tak lalu menatap boneka, dan Eun Tak merasa  boneka itu sangat mirip dengan wajah Kim Shin. Eun Tak lalu membeli banyak barang, dan membeli barang yang dia perlukan bila tinggal di rumah Kim Shin. Kim Shin sedikit mengeluh dengan barang belanjaan Eun Tak, namun mau tak mau Kim Shin membeli semua barang yang diinginkan oleh Eun Tak.

Wang Yeo berada di ruangannya, dan mengingat pertemuannya dengan Kim Sun yang menanyakan namanya.  Kim Sun ingin tahu berapa gaji Wang Yeo juga kekayaanya, karena dia jengkel Wang Yeo pergi darinya saat Kim Sun menanyakan nama Wang Yeo. Kala itu, Wang Yeo mengaku sensitif saat orang menyebut namanya. Kim Sun ingin tahu apakah mereka sudah berpisah, namun Wang Yeo mengalihkan pembicaraan dan bertanya apakah Kim Sun menyukai kopi. Wang Yeo meminta bukti pembayarannya ketika mereka minum kopi tadi dengan alasan perusahaannya membutuhkan hal itu. Wang Yeo lalu melihat catatan nomor hp Sunny dan mencatat nama Kim Sun sebagai Sunny di hpnya.

Eun Tak lalu masuk ke rumah Kim Shin dan bergegas masuk kedalam kamarnya sambil membawa beberapa barang  yang dibelinya dengan sangat antusias.  Eun Tak sangat  senang dengan kamar barunya. Kim Shin,”Tangan ini sudah menghabiskan terlalu banyak uang”. Eun Tak sangat antusias dengan kemampuan gaib yang dimiliki oleh Kim Shin, Eun Tak,”Apa kau melakukannya sendirian? Dengan tangan2 yang kelihatan lemah itu?”.

Kim Shin melarang Eun Tak menancap paku di tembok juga menyuruhnya berjinjit bila berjalan. Eun Tak lalu memindahkan vas bunga di kamarnya, dan Kim Shin merasakannya. Kim Shin merasakan bagaimana Eun Tak yang sangat menyukai kamar tidurnya. Kim Shin terlihat bahagia bisa merasakan apa yang Euk Tak lakukan di kamarnya.

Wang Yeo datang ke kamar Eun Tak dan bertanya tentang arti sebuah nama. Eun Tak tahu ketika orang menyebut nama malaikat pencabut nyawa hingga tiga kali, maka orang itu akan meninggal. Eun Tak mengaku dia akan menikah serta memiliki keluarga. Eun Tak mengaku namanya kini bukan Ji Eun Tak lagi. Wang Yeo,”Bukan namamu. Tapi nama seorang pria yang akan disukai wanita. Aku tidak punya nama”.  Eun Tak heran mengapa Wang Yeo tak memiliki nama, sedangkan Goblin sendiri memiliki nama yakni Kim Shin. Eun Tak,”Apa ada nama yang kausukai?”. Wang Yeo,”Hyuk Joon.. Min..”. Eun Tak menjelaskan jika Wang Yeo ingin memiliki nama yang disukai wanita, maka Eun Tak memiliki tiga contoh nama. Eun Tak,”Hyun Bin, Won Bin, Kim Woo Bin”.

Duk Hwa dan Eun Tak lalu naik mobil bersama, dan Duk Hwa yakin Wang Yeo tidak akan mungkin menamai dirinya dengan nama Hyun Bin, Won Bin, ataupun Kim Woo Bin. Eun Tak lalu menyinggung nama Duk Hwa yang adalah nama asli Andy Lau. Duk Hwa sendiri tak suka dengan namanya, dan heran mengapa pamannya sangat mengidolakan Andy Lau di era tahun 1991. Duk Hwa,”Meskipun aku jadi ketua Chunwoo Grup, namaku pasti muncul dibawah nama dia disitus pencarian online”. Duk Hwa memberitahukan bahwa Eun Tak memiliki hal penting di tangannya, Eun Tak menanggapi,”Kukira aku tidak lahir dengan apa2.. tapi sekarang kelihatannya banyak yang kupunya. Jadi ini sungguh keren”. Eun Tak lalu menyuruh Duk Hwa untuk menurunkannya di sebuah restoran ayam.

Duk Hwa lalu bertemu dengan seorang pria, Duk Hwa,”Lupakan perkataanku tadi. Batalkan saja”, pria membalas,”Tidak perlu kuatir. Aku juga tidak melakukannya”. Duk Hwa merasa nasib sialnya kini berubah menjadi keberuntungan. Duk Hwa ingin tahu apakah kakeknya memberikan sesuatu kepada pria tersebut. Pria itu lalu menyampaikan pesan kakek Duk Hwa bahwa dia harus menjaga nona Eun Tak karena ujian perguruan tinggi sebentar lagi dilaksanakan. Duk Hwa kaget saat pria itu tidak diberikan kartu kredit oleh kakeknya. Pria itu menyampaikan lagi pesan kakek Duk Hwa bahwa Duk Hwa jangan bicara sama Eun Tak, dan harus bersikap diam. Duk Hwa,”Jadi tidak ada  kartu kredit?”. Pria,”Tidak ada”, dan Duk Hwa kesal.

Eun Tak kembali menjalani pekerjaannya di restoran, sambil belajar untuk ujian perguruan tinggi. Ketika Eun Tak sedang sibuk belajar, Kim Shin selalu mengetuk pintu kamarnya dan memberikannya makan, sambil meminta Eun Tak juga memikirkan untuk bisa menarik pedang di dalam dirinya bila dia bosan belajar. Kim Shin terus saja menawarkan makanan enak kepada Eun Tak sambil memintanya untuk memikirkan mencabut pedang di  dalam dirinya. Kim Shin lalu muncul di hadapan Eun Tak.

Kim Shin ingin tahu apakah impian Eun Tak, pasalnya Eun Tak hanya banyak makan serta belajar dan tidak mau menarik pedang di dalam dirinya. Eun Tak mengaku ingin menjadi PD di stasiun radio, dan ingin masuk di jurusan komunikasi. Kim Shin lalu meledek Eun Tak seorang yang bodoh sehingga takkan mungkin bisa kuliah. Eun Tak mengaku sudah merenung dan ingin menunda membuat Kim Shin menjadi tampan dengan menarik pedangnya.

Eun Tak takut nanti dia diusir, karena dia sudah tak berharga bagi Kim Shin. Memikirkan hal itu membuat Eun tak stress dan tak bisa belajar. Kim Shin,”Kalau kau tidak bisa belajar, kenapa kau makan semua makanan itu?”. Eun Tak membalas,”Lihat2x.. Sekarang, kau sudah menunjukkan dirimu yang sesungguhnya”. Eun tak lalu meminta imbalan 5 juta won atas apa yang akan dilakukannya buat mencabut pedang di dalam diri Kim Shin. Kim Shin menegaskan dia adalah Goblin dan takkan mungkin melakukan penawaran seperti itu.

Kim Shin heran mengapa Eun Tak selalu meminta 5 juta won, Eun Tak pun menjelaskan,”Itu jumlah uang yang cukup buat tidur disauna sampai aku dewasa. Dan jika aku masuk perguruan tinggi, aku harus membayar uang kuliah. Jadi aku akan menyisakan uang 2 juta wonnya”. Eun Tak menegaskan orang seperti dirinya akan menanggap uang 5 juta won setara dengan 500 juta won. Tak lama, Wang Yeo muncul dan menyuruh Kim Shin memberikan 5 juta won kepada Eun tak dan memanggil Kim Shin dengan sebutan Oh Baek. Wang Yeo,”Tapi apa namamu Kim Shin?.. Namamu keren sekali”.

Kim Sun sendiri kesal mengapa Wang Yeo belum menelpon nomor hpnya. Kim Sun berharap Wang Yeo bergegas menelponnya. Eun Tak menghampiri Kim Sun dan meminta ijin agar bisa memanggilnya sebagai Unnie, karena dia tak memiliki kakak selama ini. Kim Sun lalu bertanya apakah Eun Tak sudah hamil, dan Eun Tak mengelaknya. Eun Tak lalu ingin tahu pendapat Kim Sun bagaimana bila dia menikah muda. Kim Sun ingin tahu umur pria yang hendak menikah dengan Eun Tak.

Eun Tak menjelaskan pria yang akan menikahi sedikit lebih tua darinya, suka membaca buku dan sangat tahu banyak tentang musik serta karya seni. Kim Sun,”bagaimana sikapnya padamu? Apa dia baik padamu?”. Eun Tak,”Untuk saat ini. Dia membutuhkanku?”, Eun Tak mengelak dia menyukai Kim Shin. Kim Sun,”Apa dia menyukaimu?”, Eun Tak menjawab,”Tidak..”.

Kim Sun merasa Eun Tak tidak boleh menikah bila mereka tidak saling menyukai. Eun Tak sendiri merasa aneh dengan hal ini. Eun Tak bertanya di dalam dirinya apakah Kim Shin mencintainya. Eun Tak teringat perkataan Kim Shin yang pernah berkata,”Aku akan mencintaimu kalau kau butuh”. Namun Eun Tak tak menginginkan cinta seperti itu.

Eun Tak datang ke rumah Kim Shin, namun Kim Shin yang sudah membuntuti Eun Tak berpura2 membaca buku. Eun Tak lalu membantu Wang Yeo melipat pakaian, dan Wang Yeo melarang Eun Tak mengggunakan kata mati di hadapannya. Kim Shin lalu muncul dan memperlihatkan lukisan yang dibuat di abada ke 17. Kim Shin,”Orang menyebut ini lukisan  Sang Penjaga Malam. Aku harus menggantung ini dimana?”.

Kim Shin berusaha mendapatkan perhatian dari Eun Tak, namun dia mengacuhkannya dengan berbicara dengan Wang Yeo. Eun Tak memberitahukan ke Wang Yeo bahwa dia bisa melihat hantu karena ada tanda lahir di lehernya. Wang Yeo memberikan syal warna mereka kepada Eun Tak. Eun Tak mengaku bisa merasakan kehadiran ibunya dengan mengenakan syal berwarna merah. Wang Yeo meminta Kim Shin untuk memberikan uang kepada Eun Tak, namun Eun Tak tak mau berbicara dengan Kim Shin kali ini. Eun Tak ingin tahu nama yang ingin digunakan oleh Wang Yeo kali ini..

Eun Tak bertanya apa Malaikat Pencabut Nyawa telah memilih nama, dan dia mulai untuk menjawab dengan penuh antusias, namun Shin menyela ucapannya dan berkata bahwa Eun Tak harus belajar. Dia mendesak Eun Tak, mengatakan bahwa dia akan gagal dalam ujiannya dan tidak akan pernah menjadi radio PD kalau seperti ini. Malaikat Pencabut Nyawa menyebutnya keren dan  Eun Tak mulai membicarakan tentang impiannya, dan Shin kembali  ikut campur dalam perbincangan mereka.

Shin berkata bahwa dia yang tadi memberitahunya untuk menjadi radio PD, tapi malah berbicara dengan Malaikat Pencabut Nyawa.

Eun Tak berkata orang yang tinggal bersama boleh saling mengobrol,  dan Shin mengomel bahwa dia tidak tinggal dengan orang sungguhan. Eun Tak menyarankan agar Malaikat Pencabut Nyawa mempertimbangkan Park Bo Geom sebuah nama yang potensial, menekankan kata terakhir yang berarti pedang.

Keduanya kembali bercekcok, dimana Eun Tak menyalahkan Shin karna tanda lahirnya dan bisa melihat hantu. Shin mengangkat rambutnya dan menyebut tanda lahirnya biasa-biasa, dan Eun Tak tersinggung Shin mengibaskan rambutnya dan berkata pasti ada alasan mengapa ada pedang di dalam jantungnya. Shin tersinggung, bertanya apa dia seorang psikopat yang tega bercanda soal kelemahan seseorang.

Eun Tak memanggilnya juga seorang psikopat, mengingatkannya bahwa dia sendiri yang mengatakan bahwa dia bukanlah pengantin goblin. Shin beralasan dia melakukannya demi kebaikannya, dan Eun tak balik berteriak, “Jika kau peduli padaku, carikan aku pacar!” Dia menyebutkan tiga daftar keinginannya, dan mengatakan bahwa permohonannya tidak pernah terkabul dan Shin berteriak, “Pacarmu ada disinu. Disini di depanmu. Aku!”

Kemudian keduanya terdiam. Mereka berdua melihat kemana-kemana, sementara Malaikat Pencabut Nyawa menatap mereka dengan tajam. Keduanya kemudian kompak berlari masuk ke kamar mereka masing-masing.

Di dalam kamarnya, Eun Tak bersikap seolah-olah terganggu dengan ucapan Shin meskipun dia tampak bahagia. Sementara itu, Shin merasa dia lebih pantas menjadi suaminya dibanding menjadi kekasihnya, dan bertanya-tanya apa dia harus kembali dan menjelaskannya. Dia menghela nafasnya karna ini membuatnya bingung, tapi dia tersenyum manis.

Keesokan harinya, Malaikat Pencabut Nyawa duduk di meja sambil mengomel karna  dua orang itu dan bagaimana dia bahkan tidak bisa menelpon Sunny karna dia tak punya nama. Dia duduk disana sepanjang hari menjelang malam dan Duk Hwa dan Kim Shin datang bergabung.

Shin menebak bahwa seorang wanita yang membuat suasana hati Malaikat Pencabut Nyawa menjadi buruk. Malaikat Pencabut Nyawa membantahnya, tapi Duk Hwa melihat nomor telponnya ada lipstik ciuman, dan menggodai Malaikat Pencabut Nyawa tentang mencium kertasnya diam-diam.

Kim Shin menelpon dan kemudian menyerahkan telponnya ketika Sunny menjawab. Malaikat Pencabut Nyawa menyorong ponselnya, yang tanpa sengaja membuat ponselnya terbang di udara. Dia segera menghentikan waktu untuk mengambil ponsel yang membeku di udara, dan kemudian menyegarkan tenggorokannya dan mempraktekkan beberapa baris, untuk mencoba memutuskan apa yang tepat untuk menjawab telponnya.

Kemudian Shin ternyata sudah bisa bergerak untuk memberikan nasihatnya, dan menjelaskan bahwa dia juga bisa menghentikan waktu. Dia kemudian memasukkan roti makan malam ke dalam mulut Duk Hwa, dan kembali menjalankan waktu.

Malaikat Pencabut Nyawa berkata halo pada ponselnya, dan Sunny menjadi kesal, karna melihat bahwa dia tahu bagaimana cara menelpon orang. Menanggapi komentarnya yang ketus, Malaikat Pencabut Nyawa meyakinkan Sunny bahwa jarinya tidak patah dan bahwa dia telah menyimpan nomor telponnya.

Sunny mendorongnya untuk berkata lagi, sehingga dia meminta contoh untuk apa yang harus dia ucapkan. Kemudian Malaikat Pencabut Nyawa mengulangi contoh kata-kata yang diberikan oleh Sunny: “Pagi, siang, malam, kapan kau ada waktu?” Sunny menjawab bahwa dia lebih menyukai bertemu di siang hari atau malam hari.

Keesokan harinya, Malaikat Pencabut Nyawa keluar untuk kencannya, berusaha yang terbaik untuk kelihatan seperti manusia. Shin dan Eun Tak akhirnya bertemu setelah ungkapan Shin, dan mereka berdua tampak canggung satu sama lain.

Shin: “Ji Eun Tak!”, Eun Tak: Ya, Shin: Apa?, Eun Tak: Barusan kau memanggilku, Shin: Aku?, Eun Tak: Ya

Shin berpikir mengapa dan berkata karna dia merasa canggung. Eun Tak berkata dia juga, dan kemudian minta izin untuk mengatakan ‘kalau sebenarnya dia lapar’ dan kemudian dengan sopan Shin menawarkan apa dia mau makan daging sapi.

Mereka datang ke restoran steak yang sama yang telah mereka datangi sebelumnya di Quebec – dan saat Eun Tak berjalan menuju meja mereka, waktu tiba-tiba menjadi lambat bagi Shin. Dia melihat orang-orang bergerak lambat dan Eun Tak menelpon dan tiba-tiba tampak berbeda. Lebih tua dan berpakaian lebih dewasa.

Eun Tak berbalik untuk menyapa teman makan siangnya, seorang pria yang tidak terlihat, dan sepertinya tidak melihat Shin duduk di depannya. “Di usia 29 tahun pun, kau tetap masih bersinar,” ucap Shin, menatapnya dengan mata yang sendu. “Tapi aku tidak berada di sisimu. Hidup kekalku akhirnya harus berakhir. Bertahun-tahun setelah kematianku, kau masih sering kesini. Kau telah melupakanku dan hidupmu sudah sempurna karena aku telah pergi. Aku harus menghilang untuk membuatmu tersenyum. Inilah keputusan yang harus kutentukan. Aku harus mengakhiri hidupku.”

Dan kemudian, kita melihat scene dari pertemuan awal mereka dimana Shin menghilang. Eun Tak berdiri sendiri di jalan Kanada, tak menunjuk pada apapun dimana sebelumnya dia menunjuk pada dada Shin, dan berdiri di pinggir pantai sendirian sambil memegang bunga soba.

Shin menyadari, “Akhirnya, itulah keputusan yang kubuat.” Dan air mata menetes di pipinya.

Sejenak, dia duduk bersama Eun Tak yang berumur 19 tahun, tapi kemudian kembali pada Eun Tak yang telah dewasa, menunggu seorang teman prianya, dan tidak melihat Shin.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari semua tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kunjungi www.sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*