Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 7 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 7 Bagian Kedua

Baca Juga:Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 7 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Eun Tak lalu menatapi dirinya di depan cermin. Eun Tak teringat ketika Tae Hee membelai rambutnya. Muncullah masa silam ketika Eun Tak kecil melihat Tae Hee sedang bermain baseball. Ketika memandangi Tae Hee, seorang ajusshi yang adalah Kim Shin melayangkan tongkat pemukulnya sehingga kelopak bunga di tangan Eun Tak terlepas dan dia jengkel. Kembali ke masa sekarang, Eun Tak begitu terkagum dengan Tae Hee. Eun Tak lalu ingin makan ice cream, namun Kim Shin tiba2 saja muncul dan mengambilnya, Kim Shin,”Karena hujan, aku ingin makan es krim”.

Kim Shin marah dan menyuruh Eun Tak tidak memakan ice cream yang ada di kulkas rumahnya. Kim Shin juga melarang Eun Tak untuk memegang benda miliknya, Eun Tak menyindir,”memang kamu tahu cara menggunakannya. Dengan itu kamu juga bisa berfoto”, Kim Shin,”Aku akan memotet diriku dengan memakan es krim ini”. Eun Tak tak menyangka Kim Shin ternyata begitu pelit. Eun Tak bertanya mengapa hari itu bisa turun hujan. Eun Tak ingin tahu mengapa Kim Shin kini bersedih. Kim Shin menegaskan Eun Tak tahu mengapa hatinya kini bersedih, Eun Tak bertanya,”Apa karena aku tidak mencabut pedangnya?. Kita juga berciuman tapi tidak berhasil”.

Kim Shin lalu menegaskan Eun Tak tak serius menjalin hubungan dengannya karena Eun Tak begitu mudahnya mengatakan cinta. Eun Tak lalu menyindir Kim Shin, dan menegaskan dirinya yang masih berusia muda. Kim Shin sebalinya menyindir Eun Tak yang akan menua, sedangkan dirinya tidak sama sekali. Eun Tak sebaliknya merasa Kim Shin tidaklah tampan dan memberitahukan bahwa dia kini sudah bertemu dengan cinta pertamanya. Eun Tak membandingkan Kim Shin yang tidak tahu bermain baseball dibandingkan Tae Hee. Kim Shin menegaskan dia pandai bermain baseball. Eun tak tak ingin berdebat dengan Kim Shin lalu pergi. Sedangkan Kim Shin asyik memotret dirinya ala selfie.

Karena kesal, Kim Shin mendatangi klub baseball Tae Hee sambil menyombongkan dirinya. Kim Shin memandangi wajah Tae Hee dan bertanya bagaimana bisa Tae Hee berpenampilan begitu tampan. Tae Hee lalu merasa dia pernah bertemu dengan Kim Shin ketika dia masih kecil. Muncullah masa silam ketika Tae Hee memperhatikan Kim Shin yang sangat tidak mahir memukul bola baseball. Tae Hee kecil lalu mengajari Kim Shin cara memegang tongkat baseball. Kim Shin yang tak terima nasehat Tae Hee lalu menegaskan dia adalah seorang jenderal terhormat, Kim Shin,”Kamu akan terkejut ketika tahu siapa aku”.

Tae Hee kecil lalu menantang Kim Shin untuk bertarung dengannya. Tae Hee,”Kita pukul sepuluh bola, yang kalah harus kabulkan keinginan pemenang”. Kim Shin dan Tae Hee bertarung, dan Kim Shin menuai kekalahan. Tae Hee pulang ke rumahnya dan mendengar suara ibunya yang menelpon seseorang dan memberitahukan bahwa seorang pencuri sudah mencuri piano mereka. Tak lama muncullah Kim Shin yang sudah mahir memukul baseball. Kembali ke masa sekarang, Tae Hee,”Aku memenangkan taruhan, dan memintamu menyingkirkan piano itu. Piano itu benar2 hilang”. Tae Hee yakin Kim Shin adalah paman yang pernah ditemuinya, dan heran mengapa Kim Shin tak menua.

Kim Shin lalu memberitahukan pertemuannya dengan Tae Hee kepada malaikat pencabut nyawa, namun dia tak memberikan tanggapan apapun. Kim Shin meminta bantuan, namun malaikat pencabut nyawa tak ingin membantu Kim Shin.  Kim Shin marah dan membakar sayur toge yang dibersihkan oleh malaikat pencabut nyawa. Eun Tak lalu diam2 masuk ke kamar Kim Shin dan melihat dua kertas. Tak lama Kim Shin muncul dan ingin tahu apa yang dilakukan Eun Tak, Eun Tak menjelaskan bahwa dia hanya sedang bersih2.

Kim Shin lalu menyuruh Eun Tak untuk mengembalikan dua kertas yang diambilnya. Kim Shin marah,”Kamu melakukan pemalsuan dokumen, pelanggaran, dan pencurian”. Eun Tak lalu mengambil sebuah buku dan memberitahukan buku itu adalah miliknya. Eun Tak mengaku masuk ke kamar Kim Shin untuk mengambil bukunya itu. Kim Shin lalu melihat salinan kertas yang ingin diambil Eun Tak, Kim Shin,”Aku tidak bisa membedakan mana yang asli mana yang salinan”.

Eun Tak kembali ke kamarnya sembari dengan perasaan kesal. Eun Tak melihat tulisan yang ditulis oleh Kim Shin di dalam buku yang diambilnya. Eun Tak melihat tulisan Kim Shin yang menyinggung tentang cinta pertamanya. Tak lama, Eun Tak menerima panggilan telepon dari Tae Hee, dan dia merasa begitu sangat senang.

Kim Shin memandangi gedung pencakar langit di Seoul, dan melihat Eun Tak bertemu dengan Tae Hee. Hati Kim Shin pun terasa panas melihatnya. Malaikat pencabut nyawa sedang gelisah karena Sunny sedang menelponnya, dia meminta bantuan Kim Shin untuk menjawab panggilan telepon dari Sunny. Akan tetapi, Kim Shin tak ingin membantu si malaikat pencabut nyawa, dengan alasan dia juga tak ingin memberikan bantuan kepadanya. Malaikat pencabut nyawa mencari Eun Tak, dan Kim Shin memberitahukan Eun Tak sedang sibuk tertawa di  restoran es krim. Si malaikat pencabut nyawa ingin tahu apa yang dikerjakan oleh Eun Tak, namun Kim Shin tak ingin membahasnya dan pergi.

Eun Tak bertemu dengan Tae Hee dan berbicara sopan dengannya. Eun Tak,”bagaimana kabarmu?”, Tae Hee,”Ingat seperti apa dirimu sekarang dan dahulu?”. Tak lama tiba2 saja malaikat pencabut nyawa muncul dan meminta Eun Tak untuk menjawab teleponnya. Tae Hee kaget melihat malaikat pencabut nyawa dan mengira dia adalah ayah Eun Tak. Malaikat pencabut nyawa tak senang dengan Tae Hee dan ingin menanyakan namanya, namun Eun tak melarang Tae Hee memberitahukan namanya kepada malaikat pencabut nyawa.

Si malaikat pencabut nyawa lalu mengancam akan mencatat nama Tae Hee jika Eun Tak tak  ingin menjawab teleponnya. Eun Tak lalu menjawab telepon dari Sunny, dan malaikat pencabut nyawa memalsukan namanya sebagai Kim Woo Bin. Eun Tak memberitahukan ke Sunny bahwa Kim Woo Bin adalah seorang direktur, namun Sunny tak percaya hal itu. Sunny lalu menyuruh Eun Tak untuk menyampaikan janji pertemuannya dengan Kim Woo Bin esok hari pada jam 1 siang. Si malaikat pencabut nyawa ingin tahu apa yang dikatakan Sunny, Eun tak menjawab,”Bicara langsung, besok pukul 1 siang di kafe yang sama”. Si malaikat nyawa lalu meminta saran dari Eun Tak terkait pertemuannya dengan Sunny besok.

Eun Tak menyarankan agar malaikat pencabut nyawa mempersiapkan jawaban atas pertanyaan usia, status pernikahannya, kekayaan, masa lalu, juga tipe wanita idealnya. Malaikat pencabut nyawa lalu bertemu dengan Sunny dan memberitahukan usianya, tanggal lahirnya, bintangnya, golongan darahnya, juga dirinya yang masih lajang. Malaikat,”Aku tinggal di kontrakan, aku bisa dapat mobil jika butuh. Aku merindukanmu”.  Sunny mengaku juga merindukan si malaikat pencabut nyawa.

Malaikat pencabut nyawa tertawa, dan Sunny kesal mengapa si malaikat selalu menghindarinya, Malaikat menjelaskan,”Aku kira kamu tidak menyukai seseorang yang tidak memiliki kartu bisnis”. Sunny merasa malaikat pencabut nyawa dapat menjawab teleponnya, dan dapat mengatakan sejujurnya bahwa dia tak memiliki kartu bisnis.

Malaikat pencabut nyawa ingin tahu kartu nama Sunnny. Sunny lalu memperlihatkan wajahnya dan menjelaskan kartu namanya berada pada wajahnya yang cantik. Sunny menjelaskan bertemu secara langsung dengan Malaikat pencabut nyawa, justru lebih baik karena mereka bisa saling mengenal lebih dekat. Malaikat pencabut nyawa mengaku menyukai Sunny, dan membuat Sunny merasa gila akan kata2 itu.

Malaikat pencabut nyawa lalu mengaku hobinya adalah menyukai Sunny. Malaikat pencabut nyawa mengaku menyukai sikap Sunny yang tak terduga itu. Sunny tak menyangka Malaikat pencabut nyawa pandai bercakap dan bertanya apakah dia memiliki agama. Namun Malaikat pencabut nyawa malah ingin pergi, dan Sunny marah dan melarangnya pergi. Malaikat pencabut nyawa pun duduk terdiam, dan Sunny memandanginya.

Sunny menyuruh Malaikat pencabut nyawa untuk duduk manis di hadapannya seakan melihat majalah. Sunny dan Malaikat pencabut nyawa jalan bersama. Sunny meminta diajak makan, namun Malaikat pencabut nyawa menjelaskan Sunny akan terkena penyakit jika makan berlebih. Malaikat pencabut nyawa lalu memberitahukan bahwa dia memiliki pertemuan lain dan akan didenda jika melewatkannya. Sunny,”kamu sungguh tidak tahu apa2 dan semua tindakanmu salah. Salah semua”. Malaikat pencabut nyawa menangapi,”Pertanyaannya terlalu sulit”.

Malaikat pencabut nyawa  Wang Yeo akhirnya berpisah dari Sunny, dan menuju ke kedai tempat dimana semua Malaikat pencabut nyawa minum Soju.  Namun di tengah jalan dia malah menabrak seorang pria. Malaikat pencabut nyawa Wang Yeo lalu bertugas untuk membayar semua tagihan minuman Soju yang dibeli oleh Malaikat pencabut nyawa lainnya, namun dia malah kehilangan dompetnya.

Malaikat pencabut nyawa Wang Yeo lalu teringat pria yang sengaja menabraknya sudah mengambil uangnya. Malaikat pencabut nyawa,”Dia seorang pencopet. Orang yang tadi kutabrak”. Malaikat pencabut nyawa yang lain lalu bergegas pergi dan mengenakan topeng mereka agar tak terlihat di hadapan manusia. Seorang sunbae lalu mengambil topi Malaikat pencabut nyawa Wang Yeo sehingga dia  terlihat di mata manusia dan harus menanggung semua biaya minuman soju yang sudah dipesan oleh Malaikat pencabut nyawa lainnya. Malaikat pencabut nyawa terpaksa menelpon Kim Shin dan meminta bantuannya.

Keduanya berada di kantor polisi, dan Kim Shin mengaku tak mengenali Malaikat pencabut nyawa. Malaikat pencabut nyawa lalu menawarkan dirinya membantu Kim Shin dengan berjanji akan menghapus ingatan Tae Hee. Akhirnya, Kim Shin pun ingin menjadi penjamin buat Malaikat pencabut nyawa sambil memperlihatkan kartu pengenalnya. Malaikat pencabut nyawa malah kesal mengapa Kim Shin memiliki kartu pengenal. Keluar dari kantor polisi, Duk Hwa muncul membawakan makanan buat Malaikat pencabut nyawa.

Malaikat pencabut nyawa kesal karena Kim Shin memiliki kartu nama. Duk Hwa lalu menjelaskan ke Malaikat pencabut nyawa bahwa Kim Shin memiliki aset yang begitu banyak sehingga memikili kartu pengenal. Malaikat pencabut nyawa pun kesal dan pergi. Duk Hwa heran melihat cara jalan Malaikat pencabut nyawa, Duk Hwa,”Dia melihat sesuatu saat menyentuh seseorang. Dia bisa melihat kehidupan lampau seseorang?”. Duk Hwa ingin tahu kekuatan Kim Shin, Kim Shin pun menjelaskan dia memiliki kekuatan untuk bertahan hidup.

Kim Shin mendatangi kamar Eun Tak namun tak menemukannya sehingga menelponnya. Malaikat pencabut nyawa memberitahukan bahwa Eun Tak belum juga pulang. Eun Tak menjawab telepon Kim Shin, Eun Tak,”Ini baru pukul 7 malam, dan aku sedang sibuk”. Kim Shin lalu bertemu dengan para hantu dan menanyakan keberadaan Eun Tak. Seorang hantu mengaku tahu keberadaan Eun Tak.

Duk Hwa datang ke rumah Kim Shin, dan ingin memberikannya sebuah gulungan kitab. Malaikat pencabut nyawa merasa Duk Hwa tak harus memberikan gulungan kitab itu. Malaikat pencabut nyawa,”Dia memberimu kartu kredit, dan memberiku sertifikat rumah ini. Pasti dia memberikan kakekmu barang yang lebih berharga”.

Duk Hwa penasaran dengan gulungan kitab yang  harus diberikannya kepada Kim Shin, akhirnya dia membukanya. Di dalam ternyata adalah lukisan dari seorang ratu. Melihat lukisan itu, Malaikat pencabut nyawa menitihkan airmatanya serta merasakan sakit di dadanya. Di restorannya, Sunny memikirkan Malaikat pencabut nyawa atas pertemuan mereka tadi.

Muncullah masa Goryeo ketika raja sedang menatap terpesona kepada ratu yang berjalan di rumahnya. Nenek yang menjadi muda kembali menceritakan tentang kisah tragis sebuah cinta, nenek,”jatuh cinta bukanlah dosa. Mungkin mereka tidak pantas mendapat yang mereka terima”. Seorang pria berada disampingnya dan mengeluh tentang biaya sewa rumah. Nenek ajaib yang menjadi noona itu mengaku sedang memimpikan Malaikat pencabut nyawa.

Eun Tak sendiri sedang bernyanyi di hadapan kedua pengantin, dan Kim Shin memandanginya. Kim Shin tak menyangka Eun Tak dapat menyanyi, Eun Tak ingin tahu bagaimana bisa Kim Shin menemukannya. Kim Shin menjawab,”kamu bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi. Kenapa restoran ayam itu? Apa kamu dipecat”. Eun Tak merasa aneh setiap kali melihat acara pernikahan, karena dia tak memiliki ibu yang akan menyalakan lilin baginya, serta tak memiliki ayah yang akan memegang tangannya.

Terlintas di pikiran Eun Tak bagaimana dia tak memiliki seorang teman. Eun Tak tersadar karena semua hal itulah yang membuatnya terobsesi untuk menjadi pengantin bagi Kim Shin. Eun Tak mengira dia akan bisa memiliki apa yang tak bisa dimilikinya. Eun Tak lalu menangis memandangi Malaikat pencabut nyawa, dan merasa bersalah. Eun Tak pun meminta maaf kepada Kim Shin, karena tak bisa mencabut pedang di dalam diri Kim Shin.

Eun Tak lalu memberitahukan Kim Shin bahwa dia kini sudah memiliki lebih dari satu pekerjaan dan mempersiapkan dirinya. Eun Tak,”Jadi bisakah kamu bersabar sampai aku pergi dari rumahmu?.Berhentilah bersikap jahat padaku”. Eun Tak bercanda meminta diskon 50 persen dari Kim Shin jika dia berbuat jahat padanya. Kim Shin lalu mendekati Eun Tak, dan mengaku tak bisa mengusir Eun Tak pergi darinya sambil memeluknya.

Tak lama, Kim Shin merasakan sakit di dalam  dirinya, dan pedangnya keluar dari tubuhnya. Eun Tak lalu memegang pedang yang keluar dari tubuh Kim Shin. Eun Tak lalu ingin mencabut pedang itu. Ketika Eun Tak hendak mencabut pedang itu, Kim Shin malah mendorong Eun Tak sehingga tubuh Eun Tak terhempas jauh. Kim Shin lalu melindungi tubuh Eun Tak yang akan tertabrak pada sebuah spanduk mobil. Menahan tubuh Eun Tak malah membuat banyak mobil meledak dengan sendirinya.

Kim Shin berhasil menyelamatkan tubuh Eun Tak. Kim Shin,”Ramalan itu benar. Masa depan depan yang kulihat itu benar”. Kim Shin tersadar dengan bantuan Eun Tak, maka kutukan hidup abadi di bumi pada dirinya akan berakhir, dan Kim Shin akan berakhir menjadi abu. Kim Shin bingung dengan apa yang dicarinya apakah hidup dalam kehidupan yang fana ataukah mencari wajah Eun Tak. Kim Shin merasa kini dia ingin mencari wajah Eun Tak.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*