Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 8 Bagian Pertama

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 8 Bagian Pertama

Baca Juga:Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 8 Bagian Kedua

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Kim Shin berusaha mencegat Eun Tak yang ingin mencabut pedang di dalam dirinya. Kim Shin seakan bingung dengan apa yang dicarinya apakah kehidupan kekal ataukah Eun Tak.  Kim Shin tersadar dia membutuhkan wajah Eun Tak. Eun Tak terus memegang tangan Kim Shin dengan erat, dan pingsan. Kim Shin lalu menidurkan Eun Tak.  Kim Shin meminta maaf kepada Eun Tak. Eun Tak bangun dari tidurnya dan tak menyangka Kim Shin dapat terbang. Kim Shin mengaku sungguh mudah baginya untuk terbang. Eun Tak meminta Kim Shin untuk tetap bersikap tegar. Eun Tak mengaku sungguh kaget karena dia bisa memegang pedang di tubuh Kim Shin.

Eun Tak membanggakan dirinya serta senang bahwa dia memang seorang pengantin Goblin. Eun Tak bertanya apakah Kim Shin senang mengetahui dia seorang pengantin Goblin. Eun Tak sangat senang takdirnya adalah pengantin Kim Shin. Kim Shin pun menitihkan airmatanya karena sedih harus berpisah dari Eun Tak. Duk Hwa sendiri risau mengapa belum melihat Kim Shin. Tanpa sengaja, Duk Hwa melihat video berita Kim Shin yang meledakkan beberapa mobil. Duk Hwa melihat video itu dan menanyakan kejelasan berita itu kepada pamannya Kim Shin. Kim Shin meminta Duk Hwa untuk menangani berita tersebut.

Duk Hwa lalu melaporkan berita Kim Shin yang merusak mobil warga itu ke kakeknya. Duk Hwa lalu menelpon sekretarisnya untuk menggunakan ruang komputer di kantor Grup Chunwoo. Duk Hwa lalu bertemu dengan Malaikat Maut  dan menyuruhnya untuk bergegas pergi, Duk Hwa,”Pamanku tidak  tahu bersosialisasi. Jadi, dia meresahkan masyarakat”. Sekretaris Kim lalu membentuk tim untuk menghapus video  Kim Shin di dunia maya. Sekretaris Kim menyuruh para timnya untuk mencegah video Kim Shin menyebar luas di dunia maya dan menjadi masalah besar. Semua anggota sekretaris Kim lalu berusaha keras di depan laptop mereka untuk mencegah video  Kim Shin tersebar luas.

Duk Hwa lalu mendatangi para warga, lalu Duk Hwa menawarkan kompensasi uang bagi siapapun yang merasa mobilnya rusak. Malaikat Maut bertugas untuk menyuruh para warga berbohong bahwa mobil mereka rusak karena ada angin yang sangat kuat, dan tidak boleh memberitahukan keberadaan Kim Shin. Duk Hwa pun bertugas  memberikan sejumlah uang kepada para warga lainnya. Lalu Malaikat Maut dan Duk Hwa menghapus ingatan seorang petugas CCTV di jalan, dan mereka menghapus rekaman CCTV kerusakan mobil yang dibuat oleh Kim Shin.

Duk Hwa marah kepada  Kim Shin karena sudah merusak banyak mobil akibat pertengkarannya dengan Eun Tak. Kim Shin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Malaikat Maut serta Duk Hwa atas bantuan mereka. Malaikat Maut menyuruh Kim Shin agar jangan meminta maaf padanya karena dia tak memiliki tenaga untuk berkelahi. Namun Kim Shin mengaku kondisinya lebih depresi daripada Malaikat Maut.

Kim Shin bingung tak bisa menjelaskan bagaimana rasa sakitnya ketika harus  berpisah dari Eun Tak dan dia pergi. Eun Tak berada di kamarnya, dan dia teringat masa saat Kim Shin menolongnya ketika akan mencabut pedang di tubuh Kim Shin. Eun Tak lalu menatap bonekanya dan bahagia karena dia tak harus pergi dari rumah  Kim Shin dan benar seorang  pengantin Goblin.  Tak lama, Eun Tak merasakan sakit di punggungnya sehingga dia menaruh koyo di tubuhnya. Eun Tak mendengar suara gaduh, dan malah menemukan Kim Shin yang sedang pingsan.

Malaikat Maut menjelaskan  Kim Shin pingsan karena  pengaruh obat, dan dia tak ingin menggendong Kim Shin ke kamarnya. Eun Tak bingung mengapa Kim Shin banyak meminum pil tidur.  Setelah membersihkan beberapa keramik  yang dirusak oleh Kim Shin, Malaikat maut lalu  melihat lukisan ratu era Goryeo dan ingin tahu siapa dia. Malaikat Maut bingung  mengapa dia selalu merasa sedih saat menatap foto sang ratu.  Sunny meminum minuman alkohol di restorannya. Sunny,”Aku akan pulang setelah angka 50”.

Di lantai, Kim Shin tertidur dan Eun Tak menyalakan banyak lilin di dekat Kim Shin. Eun Tak memberikan selimut kepada Kim Shin dan memberikan bantal di kepalanya. Eun Tak memeriksa kepala Kim Shin, namun dia bingung karena tak merasa tubuh Kim Shin sedang demam. Eun Tak lalu tertidur di lantai dan menatap Kim Shin. Eun Tak bercerita bagaimana Kim Shin yang sudah dewasa, namun malah tertidur di lantai. Kim Shin lalu berbicara dan mengaku sakit karena mencium bau tubuh Eun Tak.

Eun Tak bertanya kepada Kim Shin apakah tubuhnya terasa pegal. Eun Tak lalu mendekati Kim Shin, dan berharap dia segera lekas sembuh sembari membelai rambutnya. Kim Shin memandangi Eun Tak dan memberitahukan bagaimana Eun Tak yang tak tahu dimana dia merasakan sakit di tubuhnya. Kim Shin,”Cinta pertamaku sangat menyakitiku”. Eun Tak yakin cinta pertama Kim Shin adalah wanita yang cantik. Kim Shin memuji cinta pertamanya sungguh cantik sepanjang hari. Eun Tak melihat Kim Shin sungguh sakit dan menyarankannya untuk segera tidur sambil menepuk lengan Kim Shin.

Kim Shin meminta Eun Tak jangan pergi darinya, Eun Tak menanggapi,”Kenapa? Aku tidak perduli pada orang yang belum lupa cinta pertamanya. Itu tidak pantas diucapkan kepada pengantinmu”.  Kim Shin sekali lagi meminta Eun Tak jangan pergi darinya. Eun Tak pun terdiam sambil tertawa memandangi Kim Shin yang sedang tertidur.

Eun Tak lalu membelikan dua buah roti panggang kepada Duk Hwa sebagai imbalan agar Duk Hwa mau menerjemahkan tulisan aksara kuno. Duk Hwa,”Pewaris kaya manapun harus hafal 1000 aksara dasar di usia 3 tahun”. Eun Tak dan Duk Hwa lalu menyinggung tentang cinta pertama Kim Shin. Duk Hwa lalu melihat tulisan aksara kuno yang diperlihatkan oleh Eun Tak. Duk Hwa,”Ini surat cinta. Ini pernyataan cinta yang menyedihkan. Setelah 100 tahun. Pada hari yang cukup cerah”.

Eun Tak marah ketika Duk Hwa membaca puisi itu, dan mengambilnya. Eun Tak,”Sudah cukup. Aku tahu tentang siapa ini. Aku sudah dengar semua tentangnya”. Eun Tak lalu kesal mengapa Kim Shin bisa bertemu dengan seseorang yang tak bisa dilupakannya hingga masa 900 tahun. Eun Tak lalu memberitahukan ke Duk Hwa bahwa ada pedang di tubuh Kim Shin. Mendengar hal itu, Duk Hwa menjadi ingin tahu pedang apa yang menancap di tubuh pamannya Kim Shin. Duk Hwa,”Katakan atau aku tidak memberitahumu sesuatu yang hanya diketahui olehku”.

Duk Hwa lalu bertemu dengan Kim Shin dan memberitahukan bagaimana Malaikat Maut menangis ketika melihat lukisan ratu era Goryeo itu. Duk Hwa mengajak Kim Shin untuk menanyakan alasan tersebut kepada Malaikat Maut, sehingga membuat dia menangis. Kim Shin pun bertemu dengan Malaikat Maut dan bertanya mengapa dia melihat lukisannya. Kim Shin,”Kudengar kamu menangis. Kenapa? Aku saja tidak menangis”.

Malaikat maut sendiri bingung mengapa dirinya menangis dan merasa dirinya sedang terkena sindrom Stendhal, sehingga membuatnya terharu dan hampir berhenti bernapas. Malaikat maut lalu ingin tahu siapa wanita yang ada di lukisan milik Kim Shin. Malaikat Maut merasa tak asing bila melihatnya. Muncullah masa silam saat panah membunuh ratu di depan jenderal Kim Shin. Kembali ke masa sekarang, Kim Shin menjelaskan lukisan itu adalah adiknya. Kim Shin ingin tahu dimana Malaikat Maut melihat adiknya.

Malaikat Maut,”Menurutku dia mungkin salah satu jiwa yang terhilang milikku, tapi aku tidak yakin”. Kim Shin ingin tahu adiknya bereinkarnasi menjadi sosok apa, namun Malaikat maut tak bisa mengingatnya dengan jelas. Malaikat maut hanya merasa sangat sedih dan hatinya terasa pedih ketika melihat lukisan ratu milik Kim Shin. Duk Hwa lalu curiga Malaikat Maut adalah reinkarnasi dari adik Kim Shin sambil menyuruh Malaikat Maut memanggil Kim Shin sebagai kakaknya, namun Kim Shin tak percaya. Malaikat Maut memandangi cermin dan kikuk ketika menyebut kata “Kakak”.

Malaikat Maut bertemu dengan rekannya, dan rekannya bertanya tentang kabar pembawa pesan  Kim dari Janghang-dong. Teman Malaikat Maut,”Dia pergi untuk menjemput jiwa dan jiwa itu ternyata istrinya di kehidupan lampau. Jadi dia cantumkan nama istrinya di daftar jiwa yang hilang dan kabur. Aku yakin mereka tertangkap”. Malaikat Maut ingin tahu bagaimana pembawa Pesan Kim dari Janghang-dong bisa mengingat masa lalunya.

Namun temannya tak  bisa tahu akan hal itu, teman malaikat maut memberitahukan seseorang dapat menjadi malaikat maut jika sebelumnya dia sudah melakukan dosa besar. Teman Malaikat Maut,”Mungkin ingatan kita dihapus agar kita tidak tersiksa oleh dosa kita. Agar kita bisa bertobat selagi melaksanakan tugas ini?”. Malaikat Maut penasaran mengapa Dewa ingin mengembalikan ingatan yang sudah dihapusnya.  Malaikat Maut lalu menatap seorang anak bersama  ibunya.

Malaikat Maut lalu menyuguhkan secangkir teh kepada mereka berdua. Sang anak ingin tahu apa yang dipesan oleh ibunya. Ibu anak itu lalu memberitahukan dia ingin memesan surga buat anaknya. Tak lama, malaikat maut muncul dan berkata,”Ini surga yang kamu pesan”, sambil menyuguhkan teh. Ibu anak itu lalu menangis.

Di jalan, tanpa sengaja Eun Tak melihat Kim Shin dan mendekatinya. Kim Shin kaget melihat Eun Tak, lalu dia membuka sebuah pintu rumah dan membakar tali gantung diri yang ingin digunakan seorang ajusshi sambil memberikannya makanan. Kim Shin lalu mengajak Eun Tak jalan bersamanya. Tak lama anak dari ajusshi itu muncul dan memeluk ayahnya. Anak itu berhasil sampai ke tempat ayahnya berada karena dibantu oleh seorang nenek ajaib yang menyamar sebagai noona. Anak itu meminta makanan, dan ayahnya memberikan anaknya makanan dari pemberian Kim Shin lalu memeluk anaknya sembari menangis. Dari kejauhan, Eun Tak melihat hal itu.

Eun Tak kagum dengan sikap Kim Shin hari itu. Keduanya pun jalan bersama. Kim Shin,”Terkadang orang tua, anak, atau saudara menjadi roh pelindung masing2. Aku hanya memberikannya roti lapis. Aku tidak menyelamatkan pria itu. Putrinya yang menyelamatkan dia”. Eun Tak mengaku tetap kagum dengan sikap Kim Shin. Eun Tak lalu menyinggung tentang pedang dari tubuh Kim Shin yang tiba2 saja muncul. Kim Shin mengingat nasehat malaikat maut yang menyuruhnya untuk mencari sebuah cinta sejati. Kim Shin memandangi Eun Tak dan bertanya, Kim Shin,”Tidak ada sesuatu yang mau kamu katakan padaku?”.

Kim Shin menyuruh Eun Tak untuk mengatakan apapun yang ingin diungkapkannya. Kim Shin lalu mendekatkan telinganya, Eun Tak tahu Kim Shin memiliki banyak uang, dan memintanya untuk hanya tinggal di rumah. Muncullah beberapa adegan dimana Kim Shin  melakukan beberapa hal bodoh di hadapan orang lain. Eun Tak menyindir Kim Shin yang hanya tinggal di rumah karena dia kekuarangan sel otak, sambil mengungkit tentang cinta pertama Kim Shin.

Kim Shin melihat Eun Tak sedang cemburu, namun  Eun Tak menepisnya. Eun Tak menegaskan dia tidak memiliki rasa cemburu apapun. Namun Eun Tak malah bertanya kapan Kim Shin bertemu dengan cinta pertamanya, sambil menyebut cinta pertama Kim Shin adalah seorang wanita yang cantik. Eun Tak menegaskan cinta pertama takkan pernah berhasil dan bergegas pergi sambil menyuruh Kim Shin untuk jangan menunggunya. Kim Shin memandangi Eun Tak dan berkata, Kim Shin,”Siapa bilang cinta pertama tidak berhasil?. Aku tidak suka itu”.

Eun Tak bertemu dengan temannya di perpustakaan dan dia melihat tanda lahir Eun Tak mulai memudar. Eun Tak lalu menawarkan memberikan kopi kepada temannya yang adalah seorang hantu. Eun Tak lalu memberitahukan bagaimana dia banyak bertemu dengan hantu, dan para hantu itu memintanya untuk membantu mereka. Eun Tak,”Kenapa kamu belum menceritakan apapun kepadaku?”.

Hantu itu meminta Eun Tak untuk rajin mengunjunginya, karena dia menyukai bunga yang cantik. Hantu,”Aku ada di Paju”. Eun Tak,”Baiklah. Aku akan datang. Ngomong2 bagaimana kamu meninggal?”. Hantu  itu lalu memberitahukan dia mengalami kecelakaan saat hari kelulusannya sewaktu SMA.

Eun Tak merenung di tempat kerjanya, sambil mengingat ketika dia melihat rupa teman hantunya yang mendapatkan banyak luka di tubuhnya. Eun Tak ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada teman hantunya itu.

Tak lama, Malaikat Maut muncul, dan keduanya heran mengapa bisa bertemu di tempat yang sama. Malaikat Maut kesal mengapa bertemu dengan Eun Tak di restoran Sunny. Malaikat maut,”Aku disini untuk beli ayam. Bawakan aku seporsi”. Saat Eun Tak ingin menyajikan ayam buat Malaikat maut, Eun Tak malah melihat Tae Hee dengan temannya. Sontak, Eun Tak mengambil topi Malaikat maut dan mengenakannya ke kepalanya agar dia tak terlihat manusia, sehingga Eun Tak dapat menjamu Tae Hee serta teman2nya yang lain.

Malaikat Maut mendatangi rumah Kim Shin, dan menawarkannya untuk makan ayam. Malaikat Maut terus saja menyajikan ayam goreng kepada Kim Shin buat makan malamnya. Tak lama Eun Tak muncul dan menyuruhnya untuk berbicara dengannya secara pribadi. Eun Tak kesal mengapa malaikat maut terus saja datang ke restoran tempatnya bekerja. Malaikat Maut mengaku datang ke restoran itu hanya untuk melihat  Sunny. Malaikat Maut menyuruh Eun Tak untuk tetap diam. Eun Tak sebaliknya juga menyuruh Malaikat Maut untuk untuk diam dan tidak mengungkit soal Tae Hee mengunjungi restoran Sunny di depan Kim Shin.

Namun Kim Shin malah mendengar hal itu, Kim Shin,”Dia mengunjungi tempat kerjamu? Dia tersenyum padamu?”. Malaikat Maut marah kepada Eun Tak karena Tae Hee lebih banyak mendapatkan kupon darinya. Kim Shin sebaliknya marah kepada Eun Tak karena bertemu dengan Tae Hee. Kim Shin menegaskan bahwa dia adalah penjaga Tae Hee dulu serta mengajarinya. Eun Tak,”Tekad cinta pertamaku, Tae Hee, memainkan peran besar. Aku akhirnya berhasil menggenggam pedangmu. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi tampan”, dan Eun Tak pun pergi.

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*