Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 9 Bagian Kedua

Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 9 Bagian Kedua

Baca Juga: Sinopsis Goblin Drama Korea Episode 9 Bagian Pertama

Semua Dok Gambar, tvN TV Korea Selatan

Untuk memudahkan chingu mencari tautan sinopsis di www.aktriskorea.web.id. Silahkan chingu kinjungi juga semua tautan sinopsis di sinop.web.id

Ketika Kim Shin mendengar kata cinta Eun Tak, dia menatap lampu di stadion. Kim Shin lalu menemukan Eun Tak dan memberikan selimut kepadanya. Kim Shin lalu menggendong Eun Tak. Eun Tak pun tersadar dari tidurnya dan melihat banyak dokter di hadapannya. Dokter mendiagnosa Eun Tak mengalami hipotermia dan geger otak.

Dokter,”Jika kamu terlambat ditemukan, kondisimu akan lebih berbahaya”. Dokter juga memberitahukan Eun Tak sudah pingsan selama satu setengah hari. Eun Tak pun sangat cemas dengan biaya rumah sakitnya. Dokter meminta Eun Tak tidak mencemaskan biaya rumah sakitnya. Dokter,”Tapi apa hubunganmu dengan pimpinan Grup Chunwoo?”, Eun Tak pun meminta dokter untuk memberikannya korek api dan pemantik.

Eun Tak berada di kereta gantung listrik dan meniup sebatang korek api, namun Kim Shin tidak kunjung muncul. Eun Tak kembali menyalakan sebatang korek api serta meniupnya, namun Kim Shin tak kunjung muncul. Eun Tak pun menitihkan airmatanya, dan melihat Kim Shin di hadapannya dan keduanya pun saling menatapi.

Eun Tak turun dari kereta gantung listrik dan menghampiri Kim Shin. Eun Tak lalu memukul Kim Shin. Eun Tak marah karena mengira Kim Shin tidak akan lagi muncul di hadapannya. Kim Shin mengaku dirinya sedang menunggu Eun Tak, Eun Tak menanggapi,”Siapa yang memintamu melakukannya?”. Eun Tak menegaskan Kim Shin seharusnya muncul di hadapannya bila dia memanggilnya. Karena kesal, Eun Tak pun pergi dan meninggalkan Kim Shin.

Namun Kim Shin muncul dan memeluk Eun Tak. Kim Shin,”Aku juga. Lupakan sama jika kamu tidak tahu”. Eun Tak,”Aku tahu semuanya”. Eun Tak pun ingin memberitahukan sesuatu kepada Kim Shin. Eun Tak mengakui kini dia tak bisa melihat apapun di dalam tubuh Kim Shin. Eun Tak kini hanya melihat Kim Shin seorang manusia biasa yang mengenakan pakaian mahal di tubuhnya serta memiliki mata yang indah. Eun Tak kini senang tak bisa menarik pedang lagi di tubuh Kim Shin. Kim Shin lalu membelai rambut Eun Tak.

Sunny bertemu dengan peramal dan dia memberitahukan rupa dari malaikat maut yang ditemuinya. Sunny,”Dia memakai pakaian hitam dan terkadang memegang topi hitam”. Peramal,”Apa kamu memberitahu namamu?. Dia malaikat maut”. Peramal itu marah kepada Sunny karena dia semestinya mawas diri terhadap semua orang yang mengenakan topi hitam. Sunny lalu bertanya apakah peramal itu sudah mendapat uang dari pelanggan lain selain dirinya. Sunny,”Bagaimana bisa perawan tua jatuh cinta dengan mewaspadai pria?”.

Sunny tak percaya pria yang ditemuinya seorang malaikat maut. Sunny sedikit menjelaskan sosok pria ditemuinya dengan kesal dan hendak pergi. Peramal itu lalu menyahut,”Omong2, apa kamu diberikan sesuatu yang bersinar?”. Sunny,”Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?”. Peramal itu menyuruh Sunny untuk membuang benda yang diberikan kepadanya. Peramal itu menegaskan Sunny tidak boleh menerima barang apapun tanpa ada kejelasan, peramal,”Dendam, dosa, dan kerinduan si pemilik asli. Semua ada di dalamnya”.

Sunny lalu melihat cincin yang diberikan oleh malaikat maut. Sunny,”Dosa apa?. Kerinduan macam apa yang mengisi cincin ini?”. Dari kejauhan malaikat maut menatapi Sunny, lalu menghampirinya sambil mengenakan topi sehingga tidak terlihat oleh Sunny. Sunny kesal mengapa malaikat maut hilang dan membuatnya harus menghubungi hp sang malaikat maut. Sunny lalu mengirim pesan ke hp malaikat maut, namun dia tak membalasnya. Malaikat maut mencoba untuk membuka hpnya, namun dia tak bisa. Sunny pun marah mengapa malaikat maut tak membalas pesannya.

Malaikat maut lalu berbicara di depan Sunny meskipun dia tak bisa melihatnya. Malaikat maut merasa sangat bersalah karena sudah menghapus ingatan Sunny. Malaikat maut lalu mengingat ketika dia melihat foto ratu Goryeo, dan bingung mengapa sosok ratu Goryeo itu malah membuatnya merasa tertekan. Malaikat maut merasa bersalah sudah mencurangi Sunny. Tak lama, hp malaikat maut berbunyi dan dia menerima pesan dari Sunny yang mengaku merindukannya.

Malaikat maut juga merindukan Sunny. Sunny pun merasa aneh pada dirinya sendiri, dan akhirnya menegaskan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak mendengar suara apapun. Sunny pun bernyanyi sebuah pujian. Sunny lalu menyuruh malaikat maut muncul di hadapannya. Sunny,”beraninya hantu mencoba menggangu manusia”. Sunny lalu menyanyikan pujian kembali karena tak ada  sesuatu yang muncul di hadapannya.

Eun Tak lalu bertemu dengan Kim Shin. Eun Tak tak membawa tasnya dan ingin pergi bekerja. Eun Tak,”Mereka menggajiku besar karena sekarang musim Natal. Aku beruntung aku tidak dipecat”. Lalu Eun Tak pun pergi meninggal Kim Shin. Kim Shin lalu menelpon pimpinan Yu dan menyuruhnya untuk memecat seseorang. Dan akhirnya, Kim Shin dan Eun Tak pulang kembali ke rumah. Mereka bertemu dengan malaikat maut. Malaikat maut memberitahukan ke Eun Tak bahwa Kim Shin sungguh kuatir padanya.

Eun Tak,”Aku tidak punya tempat untuk kembali. Rasanya aneh. Hari ini tempat ini benar2 terasa seperti rumah”. Kim Shin kesal mendengar perkataan berbau sedih dari Eun Tak itu, Kim Shin,”Kamu menakutiku hingga aku takut memintamu kembali”. Malaikat maut lalu menyuruh Kim Shin untuk mengikutinya. Namun Eun Tak marah dan ingin tahu kemana malaikat maut akan membawa Kim Shin. Di dalam hatinya, Kim Shin senang karena Eun Tak menyebutnya sebagai miliknya. Malaikat maut mendengar suara hati Kim Shin itu dan dia sangat marah kepada Kim Shin. Malaikat maut lalu memberitahukan bahwa Kim Shin sangat senang melihat Eun Tak kuatir, lalu dia pergi. Eun Tak kaget mendengar hal itu.

Kim Shin lalu bertemu dengan malaikat maut, dan keduanya bersikap dingin, dan keduanya memandangi secarcik kertas. Kim Shin,”Dimana kamu menyerahkan pernyataan alasan ini?”. Malaikat maut,”Tidak sampai sejauh itu. Kami mungkin diciptakan untuk mengambil alih”. Kaki Kim Shin pun bergoyang sambil menyinggung tentang sosok Sunny sang pemilik restoran ayam goreng. Malaikat maut malah marah sambil menyuruh Kim Shin untuk tidak mengatakan apapun. Malaikat maut,”kamu katakan padanya aku seorang malaikat maut?”, sembari marah.

Kim Shin membalas,”Kamu beri tahu Eun Tak mencabut pedang ini akan membunuhku”. Malaikat maut pun marah mengapa Kim Shin memberitahukan statusnya. Tak lama seorang ajusshi masuk ke ruangan malaikat maut, dan keduanya terkaget. Ajusshi itu ingin pergi ke toilet, malaikat maut,”Dia belum mati. Manusia tidak boleh masuk kesini”.

Lalu Kim Shin  menunjukkan arah ke toilet. Malaikat maut tak percaya manusia bisa masuk ke ruangannya. Kim Shin yakin manusia itu bisa masuk ke ruangan malaikat matu karena rasa keputusasan. Kim Shin,”Kenapa kamu tidak bisa mempercayai keputusasaan manusia?”. Malaikat maut,”bagaimana manusia bisa meninggalkan jejak di ruang teh orang mati?. Bagaimana aku melaporkannya. Tuliskan ini juga. Ini kesalahanmu”.

Sunny lalu membuka lowongan kerja di restorannya, dia menemui seorang pelamar wanita yang tidak disukainya. Sunny lalu bertemu dengan pelamar pria yang malah menanyakan apakah dia memiliki seorang kekasih. Sunny kesal karena dia tak bertemu dengan pelamar yang sesuai dengan kriterianya. Tak lama Eun Tak muncul dan memperkenalkan dirinya sambil menangis. Sunny pun menangis dan menerima Eun Tak sebagai karyawan di restorannya.

Eun Tak ingin tahu mengapa Sunny bisa memiliki restoran yang lebih baik. Sunny,”Pilihannya maju atau pulang. Aku menyewa apartemen ini. Bagaimana bisa kamu tahu tempat ini tanpa menghubungiku lebih dahulu?”. Eun Tak mengaku memiliki cara sendiri menemukan Sunny, dan para hantu yang membantu Eun Tak tersenyum padanya. Ketika Eun Tak sedang keluar dari restoran dan hendak membuang sampah, dia melihat seorang anak kecil yang dikerjai oleh sepasang anak remaja. Eun Tak pun menolong anak itu dengan mengusir kedua remaja tadi. Eun Tak ingin tahu rumah anak laki2 itu, namun dia malah pergi.

Eun Tak risau di kamarnya karena menunggu pengumuman lulusnya. Eun Tak melihat pengumuman online, dan kaget karena melihat namanya lulus pada jurusan ilmu komunikasi di universitas Yeonhui. Keberhasilan itu membuat Eun Tak merasa sungguh bahagia. Di kamarnya, Kim Shin sedang menggunakan parfum. Eun Tak sudah berada di depan pintu kamar Kim Shin, karena dia tahu bagaimana Kim Shin sudah membayar uang kuliahnya.

Setelah mengenakan parfum di tubuhnya, Kim Shin berpura2 membaca sebuah buku. Eun Tak,”pak Kim Shin, kamu membayar biaya kuliahku?”. Kim Shin,”Astaga. Aku sudah meminta mereka merahasiakannya”. Eun Tak menyindir Kim Shin yang sudah menyuruh pegawai kampus untuk memberitahukan namanya bila Eun Tak memintanya. Kim Shin tak ingin berdebat dengan Eun Tak, lalu dia memberikan sebuah tas kepada Eun Tak sebagai hadiah masuk ke perguruan tinggi.

Eun Tak bahagia melihat tas itu, dan mengambilnya serta membuka tas itu karena mengira ada uang 5000 dollar di dalamnya. Namun sayang, Kim Shin sudah menggunakannya untuk membayar biaya kuliah Eun Tak. Kim Shin,”Aku hanya meminjamkannya padamu”. Eun Tak pun terheran, Eun Tak,”Kenapa awalnya kamu berikan untukku, tapi kini kamu sebut itu pinjaman?. Bagaimana bisa perasaan manusia berubah?”. Kim Shin menyuruh Eun Tak untuk bersamanya selama 80 tahun guna membayar utangnya. Eun Tak lalu sudah setuju dengan kemauan Kim Shin untuk kencan bersamanya.

Eun Tak lalu kencan bersama Kim Shin di restoran, dan Eun Tak sangat senang menerima hadiah dari Kim Shin. Eun Tak menyuruh Kim Shin untuk berterima kasih kepada malaikat maut; karena bila tidak Kim Shin mungkin sudah meninggal akibat  Eun Tak yang ingin mencabut pedang itu. Eun Tak yang bahagia menyantap ice cream Kim Shin dan bertanya apakah ada cinta dari tas yang diberikannya. Kim Shin menanggapi,”Teruslah mencari. Aku berusaha memasukkannya”.

Kakek Duk Hwa lalu bertemu dengan sekretarisnya dan melihat daftar hadiah yang ingin diberikan buat Eun Tak. Daftarnya ada beberapa grup KPop, dan kakek Duk Hwa memilih untuk memberikan kamera digital kepada Eun Tak. Duk Hwa memegang kamera digital itu dan menggunakannya, dan kakek Duk Hwa menitip pesan kepada Eun Tak semoga kenangannya akan diingat selamanya lewat kamera digital pemberiannya.

Tak lama, Eun Tak menghampiri Kim Shin, dan membuat Duk Hwa terkejut. Duk Hwa mengaku terkejut karena ketampanan yang dimilikinya sambil memperlihatkan fotonya. Duk Hwa lalu memberitahukan kamera itu adalah hadiah dari kakeknya buat Eun Tak. Eun Tak senang mendengarnya dan membaca pesan dari kakek Duk Hwa. Eun Tak,”Beri tahu kakekmu kalau aku sangat berterima kasih. Tolong berikan kameraku”, namun Duk Hwa tak ingin memberikan kamera digital itu. Keduanya pun saling berebut kamera, dan Kim Shin serta malaikat maut melihat keduanya.

Kim Shin lalu menyinggung tentang manusia yang masuk ke ruangan teh malaikat maut tadi. Kim Shin yakin keputusasaan manusia dapat membuka pintu apapun layaknya variabel dalam rencana Sang Dewa. Kim Shin lalu ingin tahu dengan keputusasaan itu pintu mana yang bisa dia buka guna mengubah rencana Sang Dewa. Kim Shin kini memutuskan untuk tetap berada disisi Eun Tak.

Kim Shin menyadari mungkin suatu hari dia akan bisa membuka sebuah pintu. Malaikat maut berharap Kim Shin tidak membuka pintu kamarnya. Kim Shin lalu ingin tahu mengapa sang dewa malah mau mengurusi urusan buang air manusia. Tak lama, Duk Hwa muncul dan memotret keduanya. Eun Tak pun muncul dan ketiganya berpose di depan kamera.  Malaikat mau lalu berbicara dengan Eun Tak dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya bila bersama Sunny.

Malaikat maut pun terus mendekati Sunny dan terlihat gugup. Sunny tak menghiraukan tingkah malaikat maut itu, dan bingung dengan apa yang dilakukannya. Malaikat maut,”Ini berbahaya. Aku mau kamu berjalan di bagian dalam trotoar”. Sunny pun ingin tahu apa yang ingin dikatakan oleh malaikat maut. Malaikat maut pun mengaku dia tak memiliki agama. Malaikat maut tersenyum, dan Sunny tak senang dengan sikap malaikat maut itu. Malaikat maut lalu mengungkit tentang perkataan Sunnya yang pernah menyebutnya seorang yang manis. Sunny,”Kenapa kamu tidak menemuiku di hari Natal?. Jika kamu melakukannya, aku akan menganggapmu manis”.

Malaikat maut mengaku merasa aneh pada dirinya pada hari Natal, apalagi malaikat maut merasa tak memiliki agama. Sunny tiba2 merasa seperti de javu seakan pernah mengingat pembicaraannya dengan malaikat maut. Sunny pun merasa merinding. Kim Shin menemani Eun Tak hingga ke restoran Sunny, dan mereka melihat malaikat maut bersama Sunny makan bersama.

Eun Tak menyinggung bagaimana penjualan ayam goreng Sunny semuanya berasal dari pembelian malaikat maut. Kim Shin pun menyombongkan diri bahwa dia bisa membeli semua restoran milik Sunny. Namun Eun Tak menyindir bahwa Kim Shin takut dengan darah ayam karena dia seorang siluman. Kim Shin menanggapi,”Bukan takut. Aku hanya menjaga jarak”.

Eun Tak lalu menyebut dirinya yang akan tinggal di restoran Sunny hingga 1.000 tahun lamanya sambil mengomeli Kim Shin sebagai pengecut. Kim Shin marah mendengarnya, dan menegaskan hanya Eun Tak seorang yang pernah menyindirnya seperti itu. Kim Shin memberitahukan pada Eun Tak bahwa semua orang bersorak kepadanya atas keberaniannya ketika  dia masih hidup dulu. Kim Shin lalu bertemu dengan Sunny, dan Sunny memandanginya dengan tajam. Sunny,”Apa dia pria yang menyusahkanmu?”, sambil berbisik dengan suara keras ke telinga Eun Tak.

Kim Shin membalasnya dengan berteriak berteriak ke telinga malaikat maut, Kim Shin,”Kamu kenal suaraku. Itu bukan suaraku”. Sunny sendiri kesal mengapa malaikat maut berteman dengan Kim Shin, sambil memberitahukan pada Eun Tak bahwa Kim Shin pernah mencarinya dulu ketika masih berada di restoran yang lama. Sunny ingin tahu berapa usia Kim Shin, namun dia tak ingin memberitahukannya. Sunny dan Kim Shin pun saling bersikukuh.

Eun Tak serta malaikat lalu menyuruh Kim Shin pergi, namun dia tak mau dengan alasan masih sedang makan. Eun Tak juga menyuruh malaikat maut pergi, namun dia tak mau pergi. Pada akhirnya, Kim Shin dan malaikat maut duduk bersama sambil menyantap ayam dan minum bir. Malaikat maut mengerjakan sebuah soal dan dia mengalami kesulitan. Malaikat maut lalu memanggil nama Sunny dengan sebutan Kim Sun sambil memesan dua gelas bir. Kim Shin  kaget mendengar nama Kim Sun.

Sunny menghampiri malaikat maut dan memintanya berbicara dengannya. Sunny pun marah mengapa malaikat maut memanggilnya dengan sebutan Kim Sun. Sunny ingin tahu bagaimana malaikat maut tahu akan nama aslinya, karena dia tak pernah memberitahukannya. Malaikat maut mengingat sekilas pertemuan masa lalunya dengan Sunny. Sunny terus ingin tahu bagaimana bisa malaikat maut tahu akan namanya. Malaikat maut pun menyahut,”tadi aku bilang Kim Sunny”. Malaikat maut hendak pergi, namun Sunny langsung memegang tangan malaikat maut  yang tersemat cincin ratu dari Goryeo.

Malaikat maut lalu merasakan sesuatu hal yang aneh di dalam dirinya sambil teringat ketika dirinya menangis memandangi lukisan sang ratu Goryeo. Muncullah masa Goryeo ketika raja marah kepada ratu ketika melihat sebuah cincin. Muncullah masa silam ketika ratu melihat Kim Shin. Kembali ke masa sekarang dimana Kim Shin melihat Sunny yang memegang tangan malaikat maut. Muncullah masa silam saat ratu bertemu dengan raja dan mereka saling berpandangan. Kembali ke masa sekarang dimana Sunny memandangi malaikat maut. Malaikat maut terus memandangi tajam Sunny serta matanya berkaca, Sunny,”Ada apa?”. Malaikat maut,”Tapi kenapa?”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*