Home / Sinopsis Drama Korea / Sinopsis Goblin Episode 15 Bagian Pertama Drama Korea

Sinopsis Goblin Episode 15 Bagian Pertama Drama Korea

Saat Eun Tak berjalan mengelilingi Quebec, dia langsung menyapa ketika seorang pria  tampan mengenalinya: “Kamu lagi.” Sesaat setelah baru saja menyapanya, dia tiba-tiba saja merasa ada  yang janggal, sehingga dia berbalik untuk  memanggil pria itu tapi  dia telah menghilang. Ternyata pria yang tadi menyapanya adalah si hantu Kanada, sepertinya kemampuan Eun Tak melihat hantu kembali lagi.

Pencariannya terhadap pria itu membuatnya bertemu dengan seorang wanita penjual jalanan yang mengenali kalungnya yang mempunyai arti ‘pasangan yang telah ditentukan oleh langit.’ Dia bertanya apa  Eun Tak hidup bahagia dengan pria yang menyuruhnya untuk dibuatkan kalung itu sepuluh tahun yang lalu. Sementara, Shin memegang daun maple di kamarnya, yang tampak murung.

Selanjutnya kita melihat Shin masuk dan keluar dari rumah melakukan perjalanan di belahan dunia dengan kemampuan portalnya dengan satu tujuan: dimana Eun Tak. Malaikat Maut, yang tetap tinggal di rumah selama penjelajahannya kemudian menyuruh Shin menyusulnya kesana.

Ketika Shin khawatir bahwa dia hanya akan membuatnya bingung jika muncul di Quebec, Malaikat Maut berkata dia sudah cukup membuatnya bingung disini. Dan Shin berkata dia merasa hatinya hampa. Kemudian tiba-tiba saja Shin keluar dari peti mayat batu, dan Malaikat Maut menyuruhnya untuk segera mengembalikannya ke tempat dimana dia menemukannya.

Kembali masuk ke dalam, Shin memberitahu si mumi, “Dia ingin kita pergi. Dia menakutkan saat sedang marah.”

Sekarang Shin akhirnya memiliki kesempatan untuk bertemu di Quebec, dimana Shin  keluar dari pintu berwarna merah yang akhirnya berhasil mempertemukannya dengan Eun Tak. Shin mengikutinya saat Eun Tak memimpin jalan menuju tempat makan, meskipun Eun Tak  berhenti dan menyadari bahwa dia tidak pernah menyebutkan secara spesifik bahwa  akan bepergian ke Kanada. Shin dengan cepatnya mengatakan bahwa Eun Tak menyebutkan sesuatu tentang daun maple, dan itu cukup memberikan jawaban bagi  Eun Tak.

Eun Tak mentraktirnya sandwich dan kopi, dan Shin bertanya apa ini cukup. Dia mengklarifikasi bukan bagi Eun Tak tapi baginya, dan mengingatkan bahwa dia telah mensponsori acarannya. Sambil batuk, Eun Tak menjelaskan bahwa dia tidak membawa banyak uang dalam perjalanan yang mendadak ini, tapi bertanya apa yang ia sukai.

Shin menjawab daging sapi, dan tidak percaya padanya ketika Eun Tak berkata bahwa dia kurang suka makan daging karna dia tahu Eun Tak menyukainya. “Bagaimana kamu tahu? dia bertanya dengan curiga. Dia bertanya-tanya apa Shin menyuruh seseorang mencari informasi tentangnya untuk mencari tahu apa keluarganya sebanding dengan keluarca chaebol

“Kata siapa aku akan memacarimu? Kamu sama sekali tidak menarik!” dia menegaskan di depannya. Shin dengan tenang mengatakan bahwa dia masih berhutang untuk mentraktirnya daging, sehingga Eun Tak berjanji akan menghubunginya nanti.

Eun Tak berjalan pergi tapi tidak jauh saat Shin menawarkan diri untuk mengantarnya berkeliling, dan menambahkan bahwa tidak ada apa-apa disini. Sehingga mereka mulai berjalan bersama, dan Eun Tak bertanya apa dia pernah kemari sebelumnya. Shin menjawab bahwa dia telah datang kesini sebanyak empat kali dengan cinta pertamanya, tapi sekarang tidak lagi, dan Eun Tak bertanya mengapa mereka berpisah.

Shin menjelaskan bahwa dia ada di tempat yang jauh untuk waktu yang sangat lama, dan perpisahan itu berakibat buruk kepadanya sehingga kekasihnya lupa semua tentangnya. Eun Tak berkata cinta pertama tidak pernah berhasil, tapi dia pasti sangat mencintai kekasihnya. Masih melihat ke arahnya, Shin berkata sepertinya begitu, sebab dia tidak bisa menahan diri.

Shin berkata dia ingin menggenggam tangannya dan mendekapnya, meskipun Eun Tak sama sekali tak menyadari ucapan yang mengharukan itu ditujukan padanya. Shin tersenyum kecil ketika Eun Tak menendang daun yang berjatuhan, mengatakan bahwa wanita itu melupakannya tapi dia tidak melupakannya. Shin: “Tidak pernah walaupun sedetik atau sehari.”

Dia menceritakan kisah yang sama ketika Eun Tak pernah memberitahunya tentang cinta pertamamu akan terkabul jika kau menangkap daun maple yang gugur. Eun Tak menghela nafasnya, mengatakan bahwa hal itu tidak terkabul karna sekarang  karna dia ada disini bersamanya. Eun Tak menyebutkan bahwa pria cenderung menceritakan kepada wanita yang mereka suka tentang mantan pacar mereka, dan kecemburuan itu mengingatkan Shin akan Eun Tak remaja.

Dia masih teringat dengan dengan dongeng  yang kekanak-kanakan  di kamar hotelnya yang tadi diceritakan oleh Shin, mengomel bahwa Shin terjebak dalam tipu daya wanita itu, kemudian kembali mengeluh bagaimana dia bahkan tidak bisa tahu kenangan apa yang hilang. Melihat Shin duduk di sebuah bangku di luar, dia memutuskan untuk mendatanginya, dan  bertanya apa mereka pernah bertemu di suatu tempat, sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Eun Tak bersumpah dia tidak sedang menggodanya ketika Shin tidak siap untuk menjawab. Dia mengulangi ucapannya bahwa dia tidak sedang menggodanya ketika Shin bertanya apa dia menyukainya, dan kemudian beberapa saat akhirnya berkata “ya” — karna dia tidak punya pacar, dan dia melihat hubungannya dengan pria kurang beruntung dalam hidup ini.

Kemudian Eun Tak dengan canggung minta permisi,  namun dia dan Shin secara bersamaan saling memanggil satgu sama  lain. Dia menawarkan untuk mentraktirnya makan malam awal,  dan Shin tersenyum bahwa dia juga akan melakukan hal yang sama.

Sekarang kita akhirnya melihat penglihatan Shin tentang masa depan Eun Tak di masa sekarang, saat Eun Tak berbincang bersama Sunny di telpon. Shin bersandar di pintu masuk saat dia mengkonfirmasi dalam bentuk narasi bahwa ini adalah masa depan yang ia lihat, dimana dia adalah pria yang ditunggu oleh Eun Tak.

Shin tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika dia duduk di depannya, dan Eun Tak cemberut saat dia mengkonfirmasi bahwa dia juga datang ke tempat ini bersama cinta pertamanya. Shin berkata semua itu percuma karna dia telah melupakan semuanya, yang mendorong Eun Tak untuk bertanya apa dia pernah bertemu dengan wanita itu setelah berpisah.

Eun Tak berkata dia mendengar kenangan cinta pertama sering kali dilebih-lebihkan dan dia akan kecewa saat bertemu lagi dengan wanita itu. Shin berkata dia masih cantik, yang hanya membuat Eun Tak semakin kesal, dan Eun Tak bertanya dengan jengkel pendapatnya tentang seorang gadis yang baru saja menjadi cukup cantik, seperti dirinya.

Shin bertanya apa mereka bisa kembali bertemu besok, sama sekali tak terganggu dengan fakta bahwa dia akan pulang besok siang. Dia mengklarifikasi maksudnya bahwa dia ingin bertemu dengannya sebelum pulang, dan juga kembali di Korea. Eun Tak mengangguk, dan  menyembunyikan senyumannya dibalik menu.

Saat Sunny sedang melihat-lihat rekaman CCTV Malaikat Maut yang datang di toko ayam lamanya, dia menghela nafasnya bahwa pantas saja dia tiba-tiba ingin berangkat kerja. Sebaliknya dia pergi mencari Duk Hwa, dan Duk Hwa malah terpesona dengan kecantikannya, meskipun dia tidak mengenalinya.

Dia masih mengingat restoran ayam dimana pembayaran sewanya selalu tepat waktu, dan sangat bingung ketika menyadari bahwa Sunny meminta nomor ponsel Malaikat Maut, bukan dirinya.

Di rumah, Malaikat Maut berhenti sejenak ketika panggilan masuk dari Sunny.

Setelah memilih pakaiannya, Eun Tak mengambil sebuah brosur untuk mencari ide dimana  tempat yang bagus yang akan ia datangi bersama Shin untuk kencan mereka. Matanya tertuju pada puncak bukit, dan tiba-tiba saja beberapa kenangan muncul di gambar itu. Tapi kemudian dia mengingat bagaimana Shin menjaukannya dari kuburan itu kemarin, yang mengikuti beberapa kenangan di  masa lalu, termasuk kuburan Shin.

Eun Tak bergegas datang ke tempat kuburan itu, dimana Shin tak berselang lama datang. Dia penasaran apa kuburan ini miliknya, dan kemudian bertanya, “Apa kamu hantu?” Eun Tak bertanya apa karna itulah mengapa dia terus melihatnya, dan Shin terkejut mendapati sebuah fakta baru bahwa Eun Tak masih bisa melihat hantu.

“Masih?” tanya Eun Tak. Dia mendesak untuk diberitahu bagaimana Kim Shin bisa mengetahui tentang dirinya, dan sejenak berhenti sebelum akhirnya bertanya, “Apa mungkin namamu Kim Shin? Kamu datang 10 tahun lalu bersamaku. Benar, bukan?”

Tapi dia sama sekali tidak mengingatnya, dan mendesak untuk mengetahui siapa sebenarnya dia: “Kenapa aku menulis untuk tidak melupakanmu? Kenapa aku menulis bahwa aku adalah pengantinmu? Kamu Kim Shin, bukan? Benar, bukan?”

“Bukan,” jawab Shin, dan menyuruhnya untuk kembali ke hotelnya.

Malaikat Maut menunggui Sunny di kafe yang dulu sering mereka datangi, dan waktu menjadi lambat ketika dia masuk. Dia  mengomelinya bagaimana Malaikat Maut tidak terkejut ketika dia duduk di depannya, yang membuatnya mengira dia mengenalinya.

Sunny mengenalinya sebagai pria yang mengantarkan surat Eun Tak dan pria yang menangis di jalanan. Sunny penasaran apa dia menangis karna dirinya, dan ketika Malaikat Maut menjawab bahwa dia terlihat sangat mirip dengan seorang wanita yang ia kenal, Sunny berkata tidak banyak orang yang mirip dengannya.

Dia kemudian bertanya siapa namanya, dan kali ini Malaikat Maut memperkenalkan dirirnya sebagai “Wang Yeo.” Matanya membelalak ketika Sunny berkata “dia ingin melihatnya,” dan dia menjelaskan bahwa dia sangat penasaran setampan apa ia saat dilihat langsung. Malaikat Maut tertawa kecil ketika Sunny berkata dia lebih tampan dilihat dari kamera.

Sunny berterima kasih karna telah mengirimkan suratnya, kemudian bangkit berdiri untuk pergi, meskipun dia menyarankan agar Malaikat Maut tidak menangis diluar saat udaranya sangat dingin karna wajahnya bisa membeku. Malaikat Maut menjawab, “Senang bisa bertemu denganmu,” dan kemudian menangis saat Sunny beranjak pergi.

Sunny melangkahkan kakinya di jalan dan berhenti saat matanya dipenuhi air mata. “Aku juga senang bisa bertemu denganmu Kim Woo Bin.”

Kemudian kita kembali flashback sembilan tahun yang lalu, saat Eun Tak menulis ingatannya yang akan memudar dan kilat menyambar di belakangnya. Sunny menunggui Eun Tak di restoran ayamnya dan mendapati anak kecil tetangganya menggigil kedinginan di luar di tengah hujan deras.

Dia menyuruhnya masuk ke dalam, dimana anak kecil itu berkata bahwa neneknya masih bekerja. Sunny mengasihani keadaannya, tapi anak kecil itu membela diri bahwa masih banyak orang yang lebih miskin daripada mereka.

Sunny berkata semua itu salah dewa, dan sama sekali tak takut dihukum  untuk kata-kata itu karna dia sudah banyak disusahkan oleh pasangan siluman dan malaikat maut di hidupnya. Dewa membuatnya mengingat kehidupan lampaunya dan menghapusnya lagi, dan cukup membat banyak orang menderita.

Kemudian si anak kecil itu berkata padanya – bukankah pelupaan adalah cara Dewa menunjukkan karunianya agar dia tidak jatuh dalam penderitaan, dan kemudian kita melihat sebuah kupu-kupu terbang, yang mengindasikan jika anak itu sedang dirakui oleh dewa.

Menunjuk pada tempat pelayanan air, Sunny berkata bahwa di restorannya Dewapun harus mengambil minuman sendiri. Sama seperti dia memutuskan kehidupannya, ini adalah kehidupan dan ingatannya dan dewa bahkan tidak meminta izin.

Dia berharap dewa tidak akan ikut campur karna dia yang akan mengurus kehidupannya sendiri, dan anak dewa itu menjawab, “Baiklah. Aku mengerti.” Sunny tertawa, tidak menyadari bahwa dia sedang berbicara langsung pada Dewa.

Lima tahun yang lalu sebelum masa sekarang, Junior Malaikat Maut pindah dari apartemen atap sementara Eun Tak mengisi tempatnya yang kosong. Sunny sepertinya terkejut melihat Eun Tak, meskipun dia berkata ini adalah hari pertama mereka.

Kita berpindah ketika Shin pergi menemui Sunny setelah menghilang selama sembilan tahun. Dia menghilang saat Sunny akan menengok untuk kedua kalinya pada kakaknya, dan dia menjatuhkan baki saat air mata menetes di pipinya.

Ini berarti bahwa Sunny juga mengingat Malaikat Maut ketika dia berpapasan dengannya di jalan. Dia tidak menunjukkan emosinya di pertemuan mereka yang singkat, tapi segera setelah dia tak terlihat, Sunny memegang dadanya dan menangis dengan terisak-isak.

Dia bukan satu-satunya orang yang menderita, karna Malaikat Maut menangis dengan tersedu-sedu saat memegang lukisan Kim Sun. Sunny menulis sebuah postingan yang didedikasikan untuk Malaikat Maut, dan ucapannya diselingi dengan kenangannya bersama Malaikat Maut di masa sekarang.

Sunny: “Untuk dia yang mengira pelupaan akan memberiku ketenangan batin. Saat mata kita bertemu, aku tahu bahwa ingatanmu juga kembali. Karna itu di kehidupan ini, kita harus hidup dalam akhir yang bahagia milik masing-masing dan mengabaikan tragedi ini. Aku berdoa agar di kehidupan kita yang berikutnya penantiannya akan singkat dan pertemuannya panjang. Agar kita juga tidak butuh alasan untuk saling bertemu. Dan bertemu dengan nama kita masing-masing yang sebenarnya. Jadi, kita bisa saling menyapa jika tidak sengaja bertemu. Dengan cinta kita yang selalu menjadi jalan keluarnya. Aku berdoa agar kita bisa bertemu seperti itu. Melihat wajahmu saja aku bahagia. Terkadang, kamu adalah Kim Woo Bin. Dan terkadang, kamu adalah Wang Yeo. Jalanilah hidup yang panjang dan bahagia. Selamat tinggal.”

Sementara itu, Duk Hwa memikirkan pentingnya surat Eun Tak dan mengapa Sunny ingin bertemu dengan Malaikat Maut. Dia merasa seolah hanya dia yang tidak tahu, meskipun dia merasa bisa saja menjadi orang yang penting abgi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*